Sunday, 10 March 2019

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 20

Translator : Sai Kuze

Chapter 20 - Penyerangan Perusahaan Estuato [Bagian 1]


Perusahaan dagang Etsuato terletak di distrik ketiga ibukota.

Sebagai pedagang budak terbesar di ibukota, bangunan utamanya dibangun di dekat dinding distrik kedua dan sepertinya sering dikunjungi oleh orang-orang kaya.

Perbudakan memiliki beragam asal-usul dalam sejarah manusia, dari seorang penjahat yang statusnya diturunkan menjadi budak, orang-orang yang menjual diri mereka sendiri atau orang lain tuk dijadikan budak, hingga orang-orang yang dianggap sebagai tawanan perang.

Dalam kasus dunia ini, mayoritas budak secara sepihak diculik dari desa-desa beastmen oleh tentara bayaran manusia dan kemudian dijual sebagai budak.

Mereka yang menyebut diri mereka sebagai Penduduk Dataran dan Pegunungan adalah makhluk mirip manusia dengan telinga dan ekor hewan, dan mereka dikenal memiliki kekuatan fisik yang lebih besar daripada manusia. Karena alasan itulah ras mereka menghadapi penolakan dan pengasingan.

Karena Penduduk Dataran dan Pegunungan memiliki kekuatan fisik yang jauh lebih tinggi, itu menyebabkan adanya permintaan terhadap ras mereka yang tinggi untuk digunakan dalam operasi penambangan.

Karena disini adalah pusat Kerajaan Rhoden, banyak budak dibawa ke banyak pedagang budak untuk dijual kepada para bangsawan dan orang-orang kaya.

Dan perusahaan yang paling berpengaruh di antara mereka semua adalah perusahaan Etsuato.

Pagar tinggi mengelilingi bangunan perusahaan dan gerbang utamanya telah diperkuat dengan baut besi yang membuatnya terlihat menonjol dari toko-toko di sekitarnya.

Namun, gerbang kokoh itu tidaklah sekokoh yang terlihat, karena saat ini telah berubah menjadi tumpukan puing-puing rongsokan.

Gerbang itu memang kokoh, tetapi karena ukuran dan ketebalannya tidak dibangun untuk menahan senjata pengepungan, gerbang itu sangat mudah untuk dihancurkan ketika tubuhku menabraknya.

Gerbang yang di Hoban mungkin sedikit lebih kokoh.

Ketika aku menghancurkan gerbang, Chiome tidak terkejut sama sekali dan hanya mengatakan kalau temannya Goemon bisa melakukan hal yang sama.

Begitu kami melewati gerbang yang telah hancur kami segera menyusupi bangunan.

Malampun turun, penglihatan di dalam bangunan ini sangatlah redup, satu-satunya sumber cahaya hanyalah beberapa lampu sihir yang tidak terlalu mampu menerangi setiap sudut.

Bangunan ini memiliki empat lantai dan halaman besar di depannya.

Sampai saat ini, kami hanya menemukan budak manusia yang terkurung, dan tidak ada sedikit pun mendapati keberadaan para budak Penduduk Dataran dan Pegunungan.

Operasi ini hanyalah umpan belaka, maka dari itu kami memutuskan membebaskan para budak manusia.

Pada kedaan seperti ini, saat ini, aku telah mengalahkan penjaga yang berlari mendekati kami dan mengambil bundel kunci dari pinggangnya.

Aku melemparkan kunci-kunci itu ke kaki salah satu budak dan kemudian membengkokkan jeruji sel supaya seseorang dapat melaluinya. Budak yang melihat kejadian ini mundur ketakutan. Begitu kami melangkah menjauh dari kurungan, mereka mulai berebut bundel kunci sebelum mereka semua merangkak keluar dari sel.

Namun, ketika budak yang merangkak melihat ke atas, mereka semua mulai menjerit dan berlari keluar dari bangunan secepat mungkin.

Aku tidak bisa menyalahkan mereka untuk itu.

Apa yang mereka lihat merupakan seseorang yang mengenakan jubah abu-abu yang matanya tersembunyi di balik tudungnya. Dia tak lain lagi adalah dark-elf Ariane, yang mengenakan topeng untuk menutupi wajahnya.

Pola seperti kumadori terukir di topengnya dan lebih menakutkannya lagi cahaya remang-remang di bangunan ini memberinya penampilan shaman jahat.

Aku pun tak jauh berbeda dengan mengenakan jubah hitam dan penutup kepala yang terlihat seperti wajah iblis dengan hiasan bulu burung.

Dalam persiapan untuk serangan ini, kami menemukan seorang pedagang pinggir jalan yang menjual sebuah karya seni dan membeli topeng yang sekarang kami kenakan.

Dengan ini, peluang identitas sejati kami terungkap kini hanya menjadi satu banding sepuluh ribu.

Sejujurnya, penampilan kami tidaklah terlalu berpengaruh karena tidak ada orang yang tidak akan takut pada seseorang yang dapat membengkokkan batang logam dengan tangan kosong.

Tetapi ... Chiome tidaklah menjadi target rasa takut mereka karena setelan ninja yang dia kenakan memungkinkan dirinya untuk berbaur dengan gelapnya bayang-bayang bangunan.

Setiap kali sejumlah kecil cahaya menembus kegelapan, aku akan melihat sekilas Chiome di sudut mataku, saat dia bersembunyi di balik bayang-bayang dan membunuh pedagang budak lainnya.

Chiome merupakan manusia kucing, maka dari itu dia memiliki penglihatan malam seperti Ariane, dan dikombinasikan dengan tubuh lincahnya, tidak mungkin mata manusia akan bisa melacaknya dalam kegelapan.

Saat aku terus mengagumi kemampuannya ditengah pencarian kami, Chiome sepertinya menjadi sedikit sombong.

"Bahkan Ketua Klan Generasi Pertama pertama juga mengatakan bahwa kami merupakan orang-orang terpilih dan ras manusia kucing merupakan eksistensi tertinggi."


Chiome mengulangi perkataan ketua klan pertama yang sudah terpartri di otaknya, “Telinga binatang yang terbaik! Telinga kucing yang terkuat!”, untuk saat ini aku mengesampingkan rasa penasaranku dari perkataannya dan mencoba untuk bertanya padanya.
(TL Note: Kalimat yang sering muncul di kalangan otaku Jepang)


"Apakah ketua klan pertama juga manusia kucing?"

“Tidak, ketua klan pertama merupakan manusia. Ketua klan pertama adalah mata-mata Leburan Empire dan ketika dia melihat para manusia kucing yang dianiaya disana lalu dia melindungi mereka dan akhirnya menjadikan mereka bawahannya. Itulah awal mula terbentuknya Klan Blade Heart.”

"Hoo, jadi kau bukanlah bagian dari empire?"

"Benar. Ketua klan generasi pertama merupakanh mata-mata yang sangat terampil dan beliau telah mengumpulkan begitu banyak prestasi sehingga banyak orang mulai takut dengan kekuatan ketua klan pertama. Ketika eksistensinya semakin terkenal, ketua klan pertama menjadi target pembunuhan berkali-kali, namun ia mampu dengan terampil mengatasi semuanya."


Mata Chiome menyipit ketika dia terus menceritakan kisah itu.

Bukanlah sesuatu yang bisa dihindari ketika seseorang dengan kekuatan besar akan menjadi sasaran rasa takut. Selain itu, sebagai manusia yang dikelilingi oleh manusia-manusia kucing dan bukan manusia biasa, dia akan semakin dicurigai dan diasingan.


"Setelah itu, Kaisar turun dari takhtanya dan perebutan takhta dimulai, lalu ketua klan pertama bersembunyi ketika berbagai faksi mencoba merekrutnya. Perang saudara skala besar segera pecah dan ketua klan pertama menggunakan kekacauan itu untuk memimpin klan keluar dari empire."


Jika aku tidak salah, Leburan Empire merupakan negara besar di utara Rhoden. Mungkinkah alasan Empire terpecah bahkan sampai hari ini adalah hasil dari tindakan ketua klan pertama……?

Ketika kisahnya selesai, Ariane angkat bicara.


"Chiome-chan sel-sel ini penuh dengan Penduduk Dataran dan Pegunungan."


Seperti yang dia katakan, lorong tempat kami berada saat ini dipenuhi sel-sel yang diisi begitu banyak manusia dengan berbagai bentuk.

Ada para manusia kucing seperti Chiome, para manusia bertelinga serigala, dan para manusia dengan telinga kelinci panjang yang sedikit mirip dengan telinga elf.

Karena Penduduk Dataran dan Pegunungan tidak memiliki kekuatan sihir yang tinggi seperti para elf, mereka tidak dipasangi dengan kerah pemakan sihir.

Sebagai gantinya, masing-masing dari mereka dirantai ke dinding dengan belenggu dan ikatan yang terbuat dari besi tebal untuk membatasi pergerakan tubuh berspesifikasi tinggi mereka.

Setelah melihat sel-sel secara sepintas, aku hanya bisa mendesah pada jumlah orang-orang yang harus dibebaskan.

Ketika aku melangkah maju untuk membantu, semua orang memandangku dengan waspada sebelum melangkah mundur sejauh mungkin ke dalam sel.

Sekali lagi, itu adalah reaksi yang bisa dimengerti karena siapa pun akan waspada terhadap duo kombi yang mengenakan topeng aneh dan jubah hitam dan abu-abu.

Beberapa sel terdapat anak kecil di dalamnya yang mulai menangis ketika mereka melihat kami. Beberapa pria muda dengan tampang tidak senangnya bahkan berdiri di depan anak-anak untuk melindungi mereka.

Kami entah bagaimana telah mengambil peran sebagai seorang penjahat.

Pada saat itulah sekelompok penjaga dan pedagang budak tiba-tiba muncul dari suatu tempat yang lebih dalam di dalam gedung, berlari menuju posisi kami saat ini.


"Aku adalah Chiome dari Klan Blade Heart dan aku datang untuk membantu kalian! Dengarkan perintah Arc-dono ketika dia mengatakannya!"


Chiome memberi tahu orang-orang di sel sembari dia mengacungkan belati dan menyerang kelompok yang mendekat.

Orang-orang di sel tiba-tiba bergerak mendengar pernyataan Chiome.


"Hei, apa kau baru saja menyebut Klan Blade Heart?!"

"Benarkah itu?! Siapa orang-orang aneh itu?!”


Kulihat kewaspadaan di mata mereka berubah menjadi secercah harapan. Klan Blade Heart sepertinya terkenal.

Ketika Chiome menyerang para penjaga dan pedagang budak, aku mulai melakukan bagianku pada penyerangan ini.

Pertama, ayo kita hancurkan sel-sel ini.

Aku mulai membengkokkan jeruji besi sel dengan tangan kosongku untuk membuat celah yang bisa dilewati. Aku menekuk jeruji ke titik di mana bukaannya cukup besar sehingga aku bisa melewatinya.

Mereka yang menyaksikan dari dalam sel tersentak kaget dan kagum.

Selanjutnya, hanyalah menghancurkan belenggu dan ikatan, tetapi aku tidak menemukan satu set kunci untuk membukanya seperti halnya dengan para budak manusia.

Karena tidak ada pilihan lain, aku menghunuskan pedangku dari bawah jubahku untuk memotong rantai, dan semua orang jelas terkejut ketika aku mengangkat pedangku.


"Aku harus memotong rantai dari orang yang terkuat dulu."


Suaraku teredam oleh topeng dan itu menyebabkan orang-orang ini meragukanku.


"Kyun!"


Tiba-tiba Ponta muncul dari balik jubahku di depan semua orang.

Sebelum penyerangan, Ponta sudah standby di atas kepalaku seperti biasa, tetapi dengan kombinasi topeng dan dirinya jika duduk ditempat biasanya, itu akan menarik lebih banyak perhatian, maka dari itu dia bersembunyi dibalik topeng dan melilitkan ekornya pada leherku.

Pasti dia kepengapan sehingga dia keluar mencari udara segar.

Penampilan fluffy fox di leher sosok bertopeng aneh menyebabkan orang-orang ini menatapku dengan pandangan yang tak terlukiskan.

Mereka semua terdiam dan sepertinya tidak ada orang di sel yang mengetahui apa yang harus dilakukan dalam situasi ini.

Suara pertempuran yang intens terdengar ketika Chiome saling berhadapan dengan penjaga di dalam sana.


"Cepatlah, bala bantuan mereka akan segera tiba!"


Setelah mendengar teriakan Ariane dan melihat keadaan yang tengah terjadi, seorang pria melangkah maju.

Pria itu memiliki telinga yang mirip dengan telinga Chiome, tetapi ukuran dan warnanya seperti telinga harimau atau macan tutul dan bukan kucing.

Meskipun ukurannya besar, pria itu dengan malu-malu mengangkat tangannya yang dibelenggu.

Ketika aku menebas rantai belenggunya, belenggu itu terputus tanpa perlawanan dan pria itu bisa dengan bebas menggerakkan tangannya lagi.


"Maaf. Kau di sini untuk menyelamatkan kami.”

"Ya."


Pria macan tutul itu sedikit berlinang air mata ketika aku berdentang sembari memotong rantai yang terhubung pada ikatan.


"Lekas potonglah rantai yang lainnya dengan ini!"


Ketika manusia macan tutul sekali lagi bisa bergerak bebas, Chiome muncul kembali dan menyerahkan kapak besar padanya.

Aku melihat ada darah menetes dari gagang kapaknya, mungkin itu senjata yang diambil dari salah satu penjaga yang mati. Ketika dia menerima kapak, lelaki macan tutul itu mulai memotong rantai saudara-saudaranya.

Namun, dia terlihat kesulitan karena tidak mungkin rantai besi dapat dengan mudah dipotong dengan kapak biasa.

Sedangkan bagiku, tidak mungkin senjata kelas mythical tidak bisa memotong rantai, lalu aku dengan cepat memotong mereka satu demi satu.

Segera sekelompok penjaga dengan armor mewah masuk dari pintu belakang.


“Jangan biarkan para budak dan para penyusup melarikan diri! Jika kau tidak bisa menangkap mereka, bunuh mereka!”


Kapten penjaga meneriakan perintah kepada para bawahannya saat mereka semua menghunuskan pedang mereka. Bayangan tiba-tiba bergerak mendekati kelompok itu dengan kecepatan lebih cepat daripada yang bisa diikuti mata.


『 Water Style: Water Wolf Fang!! 』


Chiome melakukan rapalan tangan yang mirip dengan manga ninja tertentu ketika dia menyerang penjaga, dan tiba-tiba tiga serigala air setinggi satu meter muncul di sekelilingnya dan dia memerintahkan mereka untuk menyerang penjaga.


Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 20


[ Volume 2 Chapter 20 SELESAI ]


Prev Chapter | Index | Next Chapter


Like Fanspage Facebook kami supaya tidak ketinggalan update!!
😌
» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 20

Sunday, 24 February 2019

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 19

Translator : Sai Kuze

Chapter 19 - Rencana Kolaborasi [Bagian 2]


Kerajaan Rhoden ibukota Olav, di dalam istana kerajaan, seorang pria dengan urat biru terlihat di tangannya melemparkan cangkir perak ke lantai ruang pribadi yang diterangi oleh kristal lampu sihir.

Terdengar suara benturan logam tumpul ketika cangkir menyentuh lantai sebelum perlahan-lahan berguling ke sudut ruangan. Harum aroma anggur yang mengisi cangkir menyebar ke seluruh ruangan.

Mata kedua orang pria di ruangan itu mengikuti cangkir ketika berguling-guling di lantai, sebelum mereka saling melirik dan kembali menatap pria yang melemparkannya.


"Bajingan! Kenapa harus saat ini! Mengapa Earl Hoban terbunuh di saat-saat seperti ini?!”


Pria yang melemparkan cangkir itu sedang duduk di sofa kulit dan mengepalkan tangannya sekuat yang dia bisa. Wajahnya yang biasanya tampan berubah tak seperti biasanya dan kemarahan yang mendalam memenuhi mata birunya. Orang ini tidak lain adalah Douglass Shishle Carunon Rhoden Vetoran, pangeran kedua Rhoden.


"Kami mengalami kesulitan menghubungi orang-orang di Hoban karena kekacauan besar yang disebabkan oleh pemberontakan."


Salah satu pria yang memandangi pangeran Douglass berbicara kepadanya dengan nada serius.

Warna rambut pria itu merupakan campuran abu-abu dan cokelat, dia memiliki janggut yang terlihat berwibawa, tetapi hanya aura maskulinitas yang bisa dirasakan dari tubuh berotot pria itu.

Dia adalah Marudoira De Olsterio, salah satu dari tujuh duke Rhoden dan Mayor Jenderal kesatuan tentara nasional. Dia adalah orang yang telah membaca laporan dari infromannya di Hoban.


"Jika para Haunting Wolve itu tidak muncul di jalan utama kita bisa menghentikan rencana Sect!"

"Yang Mulia, kita bisa mencegah pemberontakan seandainya monster tidak memaksa kita untuk menunda rencana kita."


Ketika Douglass mulai mencaci para monster, pria di samping Marudoira melangkah untuk menenangkannya.

Pria yang berbicara mengenakan seragam militer menutupi tubuhnya yang gemuk, dia adalah Setorion De Olsterio, salah satu dari tiga jenderal Rhoden.

Terlepas dari upaya Setorion, Pangeran Douglass melanjutkan amarahnya.


“Itu terlalu bagus untuknya! Sekarang Sect akan dapat mengambil keuntungan dari situasi saat ini dan memadamkan pemberontakan."


Kedua jenderal itu menghela nafas tanpa melihat Pangeran Douglass yang marah.

Awalnya mereka seharusnya bertemu dengan Earl Hoban dan berkonspirasi untuk membunuh Pangeran Sect. Namun, jalan utama yang mengarah ke Hoban terdapat ancaman dari para monster dan Earl Hoban terbunuh ketika terjadi pemberontakan.


“Saya hanya bisa mengatakan semua ini terjadi karena kebetulan saja. Kita harus fokus pada kesempatan selanjutnya……​​”


Marudoira mulai berbicara dengan suara keras.

Anggota pasukan pribadi raja telah dikirimkan untuk mengurusi monster di sepanjang jalan utama.

Akan sulit untuk meninggalkan ibukota sampai keadaan menjadi tenang, membuat seluruh rencana mereka untuk mengunjungi Hoban menjadi sia-sia, dan mengunjungi tempat lain tidak mungkin tanpa persiapan.


"Juliana juga sepertinya menyelinap menuju Rinburuto tanpa terdeteksi!"


Ketika Douglass menggumamkan kekesalannya, seseorang mulai menggedor pintu ruangan.


“Marudoira-sama! Terdapat masalah mendesak yang membutuhkan perhatian anda!"


Jenderal Setorion dengan cepat merespons dengan membuka sedikit pintu untuk menerima laporan pengantar pesan.

Tentara itu memberi hormat kepada Jenderal Setorion sebelum membisikkan isi pesan di telinganya.

Setorion mengangguk menanggapi pesan itu dan menyuruh mundur tentara itu sebelum membisikkan apa yang didengarnya ke telinga ayahnya.


"Apa?"


Pangeran Douglass, yang sejauh ini diam selama percakapan tadi, bertanya pada Marudoira apa yang terjadi.

Marudoira meninjau kembali apa yang didengarnya sebelum mulai berbicara dengan Pangeran Douglass.


"Yang Mulia, bangunan utama perusahaan Etsuato diserang. Penyerang sepertinya cukup terampil dan perwakilan perusahaan meminta bantuan dari tentara …… Bagaimana kita harus merespons?”


Kerutan terbentuk di dahi Pangeran Douglass saat dia mendengarkan laporan itu.


"Mengapa masalah seperti ini muncul satu persatu?!"


Etsuato bukan hanya perusahaan dagang utama, perusahaan itu juga digunakan untuk mengevaluasi harga budak elf dipasaran, oleh karena itu dia tidak bisa menolak permintaan bantuan mereka.

Saat ruangan itu penuh dengan sumpah serapah pangeran Douglass, Setorion menghela napas sebelum beralih menatap Marudoira yang berwajah muram.


“Ayah dan saya akan mengurusi hal ini. Kami akan mengambil beberapa tentara pribadi anda untuk membantu mengusir para kriminal. Mereka pasti akan sangat berterima kasih kepada Mayor Jenderal karena secara langsung membantu dalam situasi ini."

"Lakukan semaumu."


Melihat senyum masam Douglass pada proposalnya, Setorion membalasnya dengan tersenyum.

Setelah Mayor Jenderal Marudoira menerima perintah pangeran Douglass, dia perlahan meninggalkan ruangan.

Ketika Setorion hendak pergi, dia tiba-tiba berbalik menghadap pangeran Douglass dan mulai berbicara.


"Yang mulia. Mengenai apa yang terjadi di Hoban ada laporan yang belum dikonfirmasi, sepertinya elf terlibat dalam hal itu.”

"Apa!?"


Dengan satu kalimat itu, Pangeran Douglass kembali meninjau rencana masa depannya hingga saat ini dalam pikirannya.


"Penyerangan perusahaan dagang Etsuato kemungkinan merupakan perbuatan mereka."

"……Apa maksudmu?"


Suara sang pangeran penuh dengan ketegangan dan kekhawatiran ketika dia menanyai Setorion.


“Sejujurnya, saya menerima laporan bahwa elf milik Diento tanpa diketahui telah menghilang setelah pembunuhannya. Lord Hoban sebelumnya membeli elf padanya. Meskipun tidak ada yang dikonfirmasi, hal yang sama mungkin terjadi di Hoban……”


Setorion tetap mengklaim dengan sempurna saat dia menyuarakan kecurigaannya.


"Apakah kau mengatakan bahwa elf merupakan dalang kekacauan itu? Itu pemikiran yang mengerikan …… tetapi sejak awal aku sangat meragukan mereka bisa memasuki istana.”

“Namun, semuanya masuk akal jika mereka memiliki seseorang yang membimbing mereka dari dalam …… Diento mulanya merupakan sebuah benteng, tetapi anda sudah melihat hasilnya. Jika kita berasumsi bahwa keributan di kota merupakan tipuan, maka ada kemungkinan seseorang itu akan membimbing mereka untuk mengambil nyawa anda.”

"……Apa yang harus kita lakukan?"

“Akan lebih baik jika anda bersembunyi di lokasi yang tidak diketahui. Kita harus menuju ke ruang rahasia anda di distrik pertama. Yang mulia."


Douglass ragu sejenak sebelum memberikan anggukan kecil, Setorion melanjutkannya dengan memberi perintah kepada pembawa pesan yang menunggu di luar ruangan.


"Siapkan kereta untuk yang mulia di pintu belakang. Secepatnya.”


Ketika mereka menerima sebuah tanda konfirmasi, Douglass dan sekelompok kecil penjaga kekaisaran berjalan ke pintu belakang.

Karena hanya anggota keluarga kerajaan dan kerabat dekat mereka yang tahu tentang rencana itu, hanya suara langkah kaki sekelompok orang yang bisa terdengar di aula yang hampir kosong.

Meskipun menyelinap di malam hari tanpa lampu, kelompok itu dengan cepat tiba di pintu belakang tempat kereta hitam kecil dengan lambang keluarga kerajaan disiapkan.

Di depan kereta ada empat penjaga yang menunggangi kuda.

Setorion membuka pintu kereta dan membiarkan Douglass masuk terlebih dahulu sebelum dirinya memasuki kereta.

Begitu keduanya berada di dalam suara cambuk terdengar dan kereta segera menuju gerbang belakang.

Para tentara yang ditempatkan di gerbang hanya membiarkan kereta melewatinya ketika mereka melihat lambang yang menghiasi kereta itu.

Kereta hitam itu melaju melintasi trotoar batu di daerah perumahan distrik pertama.

Suasana di dalam kereta cukup berat karena hanya gesrekan kereta dan ketukan kuku yang bisa terdengar.

Tiba-tiba kuda-kuda itu mulai meringkik dan kereta berhenti mendadak, menyebabkan Douglass kehilangan keseimbangan dan jatuh.


"Apa yang terjadi?!"


Alih-alih jawaban, suara para penjaga menyerang sesuatu dan awal pertempuran yang intens terdengar di luar.


"Setorion! Apa yang terjadi?!"


Douglass mengintip ke luar jendela dan memandang ke arah jalanan yang gelap, tetapi hanya bisa melihat bayangan yang bergerak.


“Tolong tenanglah Yang Mulia. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan."


Setorion menghunuskan pedang mewah yang tergantung di pinggangnya dan menusuk pangeran Douglass di dadanya saat dia mengatakan itu.

Saat dia melihat ke bawah pada pedang perak yang menancap di dadanya dan kembali menatap Setorion, mata sang pangeran penuh kebingungan.


“…… K-Kau ……?”


Kata-katanya terbata-bata ketika kepalanya terkulai dan darah mulai mengalir dari mulutnya.

Seolah menunggu saat itu, pintu kereta terbuka dan satu orang mamasuki kereta.

Setorion dengan cepat menarik pedangnya dari dada Douglass dan menyarungkannya sebelum berlutut di depan orang yang memasuki kereta.


"Sepertinya semuanya berjalan sesuai rencana ...... meski ada beberapa masalah."


Perawakan orang itu tinggi, berambut cokelat muda dan berwajah tampan, dan dia menunjukkan senyum tipis saat dia mengucapkan terima kasih kepada Setorion yang berlutut.


Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 19

» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 19

Wednesday, 6 February 2019

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 18

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 18




Translator : Sai Kuze

Chapter 18 - Rencana Kolaborasi [Bagian 1]


Hanya beberapa orang saja yang akan mengunjungi ruangan ini, maka aku membuka pintu dan mengundang orang yang mengenakan jubah abu-abu.

Bahkan dengan jubahnya, mudah untuk mengidentifikasi orang yang dimaksud berkat dadanya yang sangat diberkahi sementara dia menatap Chiome yang sedang memberi makan Ponta, buah beri kering.
» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 18

Saturday, 2 February 2019

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 17

Translator : Sai Kuze

Chapter 17 - Ibukota Olav [Bagian 2]


Ada topi besar di kepalanya dan matanya menatap langsung ke arahku. Dia memiliki rambut hitam pendek dan mengenakan pakaian hitam yang sepertinya memudahkannya untuk bergerak.

Meskipun tingginya hanya sekitar 150 cm, sarung tangan di lengannya, pelindung kakinya dan belati di pinggangnya tidak memberikan kesan seorang gadis kota.


Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 17


Mata gadis itu tertuju pada Ponta sejenak sebelum menatapku kembali.
» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 17

Sunday, 20 January 2019

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 16

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 16



Translator : Sai Kuze

Chapter 16 - Ibukota Olav [Bagian 1]


Hari berikutnya, Ariane dan aku berteleportasi ke lokasi yang menghadap gerbang kota Hoban menggunakan 【 Transfer Gate 】. Kami tidak berlama-lama, lalu aku langsung mulai menggunakan 【 Dimensional Step 】 berulang kali untuk melanjutkan perjalanan ke arah ibukota Rhoden.

Elf yang kami selamatkan kemarin berada di rumah Dylan di Raratoia dan bersiap untuk meninggalkan desa keesokan harinya.

Tadi malam aku benar-benar menikmati hidangan lezat dan mandi di rumah Ariane. Ketika aku mendapatkan sebuah rumah, aku akan memastikan diriku akan menikmati yang namanya mandi.
» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 16

Saturday, 12 January 2019

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 15

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 15



Translator : Sai Kuze

Chapter 15 - Pemberontakan di Hoban [Bagian 2]


Saat fajar, aku melirik ke langit yang belum menunjukkan jejak-jejak sinar mentari.

Hoban terasa senyap sementara ketegangan di udara terus meningkat dan menyebar ke seluruh kota.

Satu-satunya suara yang bisa didengar adalah suara Ariane, Sil, dan kakiku saat kami berjalan menuju jembatan batu sejak kemarin.
» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 15

Saturday, 24 November 2018

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 14

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 14



Translator : Sai Kuze

Chapter 14 - Pemberontakan di Hoban [Bagian 1]


"Bahkan jika kau mengatakan itu akan menimbulkan masalah, kami tidak dapat memenuhi tujuan kami jika kami tidak memasuki kastil."


Ariane berbicara dengan nada kesal kepada anak laki-laki yang memangang tangannya di depannya.

Anak laki-laki ini telah memberitahukan lokasi jalan rahasia menuju kastil kepada kami, namun dia mengatakan kepada kami untuk tidak menggunakannya.
» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 14

Saturday, 17 November 2018

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 13

Translator : Sai Kuze

Chapter 13 - Mengunjungi Hoban [Bagian 2]


Ariane dan aku saat ini mengikuti anak laki-laki itu melalui gang-gang sempit.

Kami sepertinya menuju ke arah gerbang selatan, dekat dengan tempat kami berteleportasi memasuki Hoban.

Ketika kami meninggalkan area pusat kota yang tak terawat yang mengelilingi istana feudal lord, jumlah orang-orang yang berlalu-lalang dan rumah-rumah yang bagus secara bertahap berkurang, berjalan menuju daerah dengan suasana sepi.

Ketika anak laki-laki itu berhenti begitu kami mencapai daerah kumuh yang berjajar di dinding selatan kota.

Bau busuk dan binatang yang aneh menutupi tanah, bau yang tidak sedap, dan bahkan Ariane sampai meringis di dalam jubahnya.


"Di sini."


Namun, sepertinyanya terbiasa dengan baunya, bocah itu berjalan menyusuri gang rumit dan sempit itu sebelum memasuki salah satu gubuk.

Atapnya agak rendah jadi aku harus membungkuk ketika memasukinya, dan gubuk memiliki banyak lubang dengan empat orang di dalamnya.

Ada seorang gadis lajang yang tidur di bawah selimut kain tua di dalam gubuk, dan bocah laki-laki itu dengan perlahan mendekati gadis itu sebelum menggelengkan kepala dengan lembut.


"……Onii Chan?"


Sepertinya usianya terpaut satu tahun antara anak laki-laki itu dan gadis yang memanggilnya.

Dia memiliki rambut hitam seperti anak laki-laki itu, tetapi miliknya agak panjang dan tidak terawat.


“Bagaimana kamu mendapatkan luka itu? Apakah para penjaga yang melakukan ini padamu?”


Ketika gadis itu benar-benar bangun, dia perlahan duduk dan memandang cemas ke arah kakaknya sementara air mata mulai berkumpul di matanya.


“Ini tidak ada apa-apanya. Aku membawa seseorang yang bisa menyembuhkan kakimu.”


Anak laki-laki itu menyeka darah dari sudut mulutnya ketika dia menjawab sebelum mengalihkan pandangannya ke arahku seolah-olah menyuruh memperkenalkan diri.

Gadis itu mengikuti garis pandang anak laki-laki itu dan akhirnya menyadari kehadiran kami. Ketika dia melihatku, dia menjadi takut dan bersembunyi di bayangan anak laki-laki itu.


“Tidak perlu takut, aku bukan salah satu dari tentara atau ksatria feudal. Aku Arc, hanya seorang petualang biasa. Seseorang di belakangku adalah temanku. Maafkan kami karena telah membangunkanmu."


Gadis itu diam-diam membuka mulutnya ketika Ariane yang terselubung menawarkan anggukan kecil dengan mata masih tertutup, dan Ponta mulai menggoyangkan ekornya dengan cepat sementara dia masih dipegangi dekat dada Ariane.

Ekspresi gadis itu sedikit rileks ketika dia melihat Ponta.


“Tuan Arc, tolong sembuhkan kaki adikku Shea. Aku mohon padamu."


Anak laki-laki itu memiliki ekspresi serius saat dia menurunkan kepalanya ke lantai.

Sembari memberikan anggukan yang murah hati, aku menarik kembali selimut kain dari gadis yang disebut Shea untuk melihat kakinya.

Kaki kurus gadis itu diikatkan dengan potongan-potongan papan menggunakan tali.


"Aku bertanya pada seorang lelaki tua di lingkungan itu untuk memeriksa kakinya, tetapi dia mengatakan ini tidak bisa disembuhkan ..."


Anak laki-laki itu menjelaskan asal mula papan sembari melihat kaki adik perempuannya.

Papan-papan itu berfungsi sebagai penopang untuk kakinya karena kedua tulangnya patah. Aku tidak tahu apakah dia akan lumpuh atau bahkan tidak jika dia sembuh sendiri. Sepertinya perlu memakai sihir pemulihan tingkat menengah dari kelas bishop.

Ketika aku dengan lembut menggerakkan kakinya, Shea menjadi berlinang air mata dan meringis kesakitan.

Tulang-tulangnya sepertinya belum terbentuk.


"Sudah hampir sebulan, tetapi lukanya tidak menunjukkan tanda-tanda sembuh ..."


Aku memperhatikan anak perempuan itu yang sedang mengepalkan tangan dan hampir menangis.

Sangat penting untuk mendapatkan makanan yang tepat agar patah tulang bisa sembuh, dan mengingat keadaan tempat ini, sepertinya dia tidak mendapat makanan yang layak.


"Kau dapat mempercayaiku. 【 Major Heal 】."


Aku menempatkan tangan kananku di atas kaki Shea dan melemparkan mantra kelas bishop. Daerah lukanya tertutupi dengan cahaya yang hangat.

Kakak laki-lakinya hanya menyaksikan pemandangan yang fantastis itu dengan takjub.

Sementara Ariane hanya mendesah dan mengangkat bahunya saat dia melihat dari belakang.

Ketika aku menggerakkan tanganku, Shea menatap kakinya dan menyentuh mereka karena ketakjuban.


"Onii-chan, kakiku tidak sakit lagi ..."

"Benarkah!?"


Sementara anak lak-laki itu itu berteriak, Shea dengan senang hati melepaskan ikatan dari kakinya dan mencoba berdiri; Namun, dia tidak memiliki kekuatan di kakinya dan segera jatuh ke belakang.


“Tulang-tulang itu baru saja terhubung kembali. Jangan berlebihan."


Karena dia tidak menggerakannya selama hampir sebulan, kakinya telah kehilangan kekuatan untuk berdiri.

Dia juga tidak mendapatkan cukup makanan, seluruh tubuhnya setipis kayu mati. Dalam situasi ini, bahkan jika patah tulangnya sembuh, tulangnya bisa patah lagi setiap saat.


"Nak, ambil ini dan belikan adikmu sesuatu yang bergizi untuk dimakan."


Aku mengatakannya ketika aku mengeluarkan lima koin emas dari kantong kulit yang diikatkan di pinggangku dan mengulurkannya kepada anak lelaki itu.

Meskipun anak laki-laki itu terkejut sesaat, dia memfokuskan kembali pikirannya dan dengan cepat mengalihkan pandangannya dari koin.


“Aku Sil, bukan pengemis! Bukankah aku sudah mengatakan sebelumnya, anda tidak perlu mengasihaniku ?!”

“Bukan Sil, aku tidak menganggapmu pengemis. Aku tidak suka kebanggaanmu itu. Namun, kau perlu memikirkan apa yang paling penting bagimu sebelum kau menjawab. Daripada melihat ini sebagai mengasihani, terima ini sekarang dan membalas budilah dengan penuh semangat. Ini untuk adik perempuanmu.”


Aku menggunakan kalimat itu untuk membenarkan campur tangan kami, dan secara keseluruhan itu terdengar sangat persuasif bagiku.

Sil memikirkannya sejenak sebelum dia berbicara dengan malu.


"……Baik. Namun, tolong ubahlah koin itu menjadi tembaga bukan emas! Karena penampilanku, aku tidak bisa pergi berbelanja dengan koin emas.”


Sil tentu saja membuat argumen yang masuk akal.

Seorang anak dengan koin emas akan menjadi tanda yang mudah di daerah kumuh, dan aku menduga toko-toko itu akan menjual makanannya terlalu mahal.

Tidak, para penjaga yang agresif bisa juga merampasnya.


"Oh itu benar. Sil, kau lebih bisa diandalkan …… ”


Sedikit malu dengan kesadaranku, aku menawarkan beberapa pujian untuk Sil.


"...... Bukankah tuan ini terlalu ceroboh?"


Mengabaikan tawa Ariane yang tertahan di belakangku, aku mengambil kantong kulit dari tas koperku dan menyerahkannya pada Sil.

Selama waktu luang yang aku miliki ketika aku tinggal di penginapan, aku menyortir koin emas, perak, dan tembaga ke dalam kantung-kantung yang terpisah.

Kantung-kantung itu penuh sesak dengan koin, hingga 「 Jingle Jingle 」 bisa terdengar ketika kantungku jatuh ke tangan kecil Sil. Dia jelas-jelas terkejut dengan beratnya.


“Berapa banyak koin …… ada di sini ……”

“Seharusnya sekitar 300 koin. Aku dapat menambahkan beberapa perak jika kau suka?"


Ketika aku menawarkan untuk memberinya lebih banyak, Sil melihat kantung di tangannya sebelum dia menggelengkan kepalanya seperti mainan rusak.


“I-Ini lebih dari cukup! Tolong tunggu di sini sebentar.”


Sembari berdiri ketika dia berkata demikian, dia mengangkat papan lantai di sudut dan menyeka debu yang sama, memperlihatkan kotak kayu yang telah terkubur di tanah.

Sil melepas penutupnya untuk mengungkapkan sepuluh koin tembaga, dan dia seperti melindungi kantung itu dengan menempatkan kantung kulit di dalam kotak sebelum menutupnya kembali.

Sepertinya dia biasanya menyembunyikan uang dan barang-barang berharga di sana.

Ketika Sil selesai dia dengan malu-malu menurunkan matanya dan tersenyum sembari memberikan ucapan, "Terima kasih, tuan."

Tidak peduli di dunia mana kau berada, melihat senyum anak selalu meninggalkanmu dengan perasaan yang baik.


"Shea, kakakmu adalah anak yang baik."


Sementara aku terkekeh dan menepuk-nepuk kepala kakaknya, Shea mengangguk dengan senyum penuhnya saat kakaknya dipuji.



Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 13


» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 13

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 12

  Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 12




Udah lama nggak update, hampir setengah bulan yak, yah  mau gimana lagi, sibuk euy.
Garapin skripsi beberapa orang, kan mayan tambah-tambah selagi nganggur  😂


Translator : Sai Kuze

Chapter 12 - Mengunjungi Hoban [Bagian 1]


Keesokan harinya, aku menggunakan 【 Transfer Gate 】 untuk berteleportasi dari Raratoia menuju save point di pohon besar yang aku buat kemarin.

Setelah itu, tidak ada masalah dan kami berhasil mencapai Hoban sebelum tengah hari.

Bahkan, tidak terlalu jauh dari lokasi bekas penyerangan yang aku temui kemarin.

Kota Hoban terletak di dataran luas antara gunung Annette di sebelah utara dan gunung Parnassus di selatan. Di masing-masing kaki gunung, timur dan baratnya terdapat hutan belantara.

Hoban berada di tengah-tengah dataran dan dikelilingi oleh dinding luar berbentuk persegi.
» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 12

Tuesday, 30 October 2018

Novel World Teacher – Other World Style Education & Agent Chapter 54 Bahasa Indonesia

Novel World Teacher – Other World Style Education & Agent Chapter 54 Bahasa Indonesia



Translator : Sai Kuze

Chapter 54 - Menguasai Mantra Tunggal


Kami tidak lagi bertarung murni untuk pertunjukan, dan apa yang akan dimulai mulai saat ini adalah pertarungan sungguhan, berakhir sampai kami kehabisan stamina atau kalah dalam pertarungan.

Rodwell akan menggunakan seluruh kemampuannya sehingga akan sulit untuk menghindari seperti sihir sebelumnya. Dan karena alasan itu, aku menghabiskan batu sihir berharga untuk mengubah topografi arena tetapi ... dia tidak goyah.
» Anda baru saja membaca: Novel World Teacher – Other World Style Education & Agent Chapter 54 Bahasa Indonesia

Monday, 29 October 2018

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 11

Translator : Sai Kuze

Chapter 11 - Strategi yang Terlupakan



Butuh sekitar tiga puluh menit sejak saat itu, kelompok sang putri menyelesaikan persiapan kereta lalu pergi ke arah timur, dan tak lama kemudian sosok mereka telah menyusut di kejauhan.

Aku menyingkirkan cabang pohon yang aku gunakan untuk menyembunyikan kepalaku.

Berdasarkan dengkuran yang terdengar, Ponta tampaknya tidur siang di atas pelindung kepalaku.

Berdiri perlahan agar tidak membangunkannya, aku mendesah pelan untuk menenangkan hatiku.

Hatiku tersapu ke arah di mana kereta itu menghilang dengan pikiran yang menyebabkan keringat dingin tak berhenti.

Apa yang aku pikirkan adalah seorang gadis bangsawan yang sederhana sebenarnya anggota dari beberapa keluarga kerajaan. Aku menghidupkan kembali mereka dengan sihir dan itu dianggap sebagai berkah para dewa.

Ketika aku menjadi cukup tenang untuk berpikir, aku menyadari kebangkitan adalah sihir yang sangat dicari, seperti sepasang saudara yang mencari batu filsuf untuk menghidupkan orang mati.
(TL Note: Mungkin referensi Fullmetal Ballcemist)

Manusia yang kubangkitkan tidak menjadi undead dan aku tidak melihat apapun sebagai efek sampingnya.

Sepertinya itu tidak selalu menghidupkan kembali semua yang mati, ada bagian-bagian yang kondisinya tidak jelas.

Ketegangan yang aku rasakan saat melemparkan sihir juga harus dipertimbangkan.

Meskipun sihir kebangkitan dan pemulihan adalah hal yang biasa dalam game, jika aku berlebihan di sini aku mungkin akan diakui sebagai orang suci atau sesuatu yang lain. Tidak, jika ditangani dengan tidak benar, hal itu bisa menghasilkan pembentukan agama baru. Maka akan ada kemungkinan agama baru memulai perang suci yang meliputi seluruh dunia.
(TL Note: Arc Kami-sama)

Akan berbeda jika itu adalah gadis desa atau putri bangsawan rendah yang dibangkitkan setelah kecelakaan, tetapi situasinya seratus kali lebih buruk karena itu adalah menghidupkan kembali putri yang telah terbunuh.

Satu hal yang pasti …… sejarah telah berubah selamanya.

───Tidak, di era seperti ini, bangsawan pastilah memiliki banyak putri, jadi sejarah tidaklah terlalu terpengaruh, …… Yah ku pikir sih begitu.

Selain itu, karena tidak ada saksi pastilah aku aman - mungkin inilah yang terbaik untuk menghindari menggunakan sihir kebangkitan sebanyak mungkin yang aku bisa.

Di dalam otakku, sebuah majelis nasional berkumpul sedang berdebat untuk mengatasi masalah ini.


“Hmm. Tidak ada yang terjadi."


Keputusan ini menang dengan mayoritas suara  terbesar dan dalam beberapa saat, masalah itu dilupakan.

Agar tidak menganggu Ponta, aku berbalik perlahan dan kembali menuju jalur tempatku datang tadi.

Waktu sudah berlalu cukup lama sejak aku meninggalkan Ariane di hutan. Mengikuti penanda yang aku tinggalkan, aku menggunakan 【 Dimensional Step 】 untuk menerobos hutan.

Tak lama, aku menemukan tiga serigala putih besar dengan kaki belakang mereka terikat dan tergantung di dahan pohon, kepala mereka tertuju ke tanah.

Di pangkal pohon tempat serigala bergelantungan, duduk seorang dark-elf wanita yang sepertinya agak merajuk.
(TL Note: ngambek)

Dia duduk dengan mengangkat lututnya menyebabkan puncak kembarnya terdorong keatas lebih dari biasanya; aku pikir dia terlihat senang saat melihatku, tetapi dia kembali merajuk sesaat kemudian.


“Oi! Kau ini kemana saja?"

"Uh, maaf. Aku sedikit tersesat.”


Aku mendorong semak ke samping dan meminta maaf padanya sebelum berjalan menuju pohon dengan serigala yang tergantung.


"Dengan begini darah sudah selesai dikeringkan ...... Tolong bawa kita ke Raratoia."

“Ah, itu benar! Seharusnya aku mencari lokasi teleportasi yang cocok… .. ”


Aku kelupaan, Ariane telah memintaku untuk pulang sebentar ke Raratoia dan itulah alasan yang aku lupakan sejak awal.

Mendengar pernyataanku, dia mulai menatapku dengan ekspresi tertegun, seolah-olah dia tidak bisa mempercayainya.

Protesnya dapat dimengerti, sekitar satu jam yang lalu, aku pergi dengan alasan untuk menemukan penanda lokasi yang cocok.


“Tunggu, aku belum selesai …… Aku melupakan tujuanku karena aku sibuk mencari jalan kembali. Kali ini, aku akan mencari penanda lokasi yang cocok.”


Saat membela diri, aku mengalihkan perhatianku kearah gunung Annette yang mengintip di atas pepohonan, dengan cepat memberi tahu Ariane tentang tujuanku berikutnya.

Mempercayakan Ponta padanya yang masih tertidur, aku dengan tergesa-gesa berlari melewati hutan dengan 【 Dimensional Step 】.

Mengharapkan perasaannya yang sedang kesal akan disembuhkan oleh wajah tidur Ponta, aku mulai mencari lokasi yang bisa digunakan untuk 【 Transfer Gate 】.

Sepuluh menit kemudian aku sampai di sebuah dataran yang luas.

Di tengah dataran ada pohon besar yang dikelilingi semak-semak.

Meskipun berada di tengah hutan, pemandangan ini cukup mengesankan.

Aku melirik pohon yang menjulang tinggi dan menyadari aku satu-satunya orang yang berada disini, yang menyaksikan bunga-bunga bermekaran.

Itu mirip sekali seperti di Jepang, dan jika ini adalah duniaku yang dulu maka disekitar pohon itu akan ada ikatan jerami Shinto, tidak diragukan lagi.
(TL Note: Itu lho pohon2 Jepang yang biasanya diiket pake lilitan jerami yang bentuknya kek Gespernya Sasuke pas jadi murid Orochimaru)


"Hmm, sepertinya tidak ada masalah di sini."


Sembari bergumam pada diriku sendiri di hutan, aku mengukir tempat misterius ini dalam ingatanku. Untungnya, itu tidak terlalu sulit dilakukan karena pemandangan ini begitu mengesankan dan aku dengan cepat berangkat.
.
Langit yang terlihat di antara cabang-cabang pepohonan telah berawan, dan perlahan hujan mulai turun dari langit yang berwarna abu-abu.

Setelah kami berteleportasi ke Raratoia, perjalanan kami melewati hutan mungkin terhambat oleh cuaca.

Aku menggunakan 【 Dimensional Step 】 untuk kembali ke tempat di mana aku meninggalkan Ariane dan Ponta dan mulai berjalan keluar dari semak belukar.

Kemudian, di hadapanku, aku melihat Ariane memendam wajahnya di perut Ponta.


  Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 11

» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 11

Saturday, 27 October 2018

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 10

Akhirnya ada waktu nerjemahin ini projek !!!!
Yang nanyain PDF Volume 2, seperti yang sudah saya katakan, PDF dibuat tiap 1 volume kelar.
Dan Chapter 10 ini masih ada dipertengahan volume 2, so sabar wae.

Untuk jadwal update projek ini sendiri, bisa dilihat di halaman "Schedule".
Dan karena domain blog ini sudah diupgrade menjadi TLD, menyebabkan tidak akan muncul dipencarian dalam beberapa waktu kedepan. Mayan .com $1.25 minat PM.
😂 

Maka dari itu saya sangat mengharapkan para pembaca memberikan komentar dan juga menyebarkan postingan ini di akun sosmed masing-masing.




Translator : Sai Kuze

Chapter 10 - Sesuatu yang Tidak Masuk Akal


Di bawah langit yang gelap dan berawan, dibalik bayang-bayang pepohonan di hutan saat aku melangkah ke arah teriakan yang kudengar beberapa waktu yang lalu.

Bau darah secara bertahap mulai bercampur dengan angin, dan suara gemuruh telah mereda. Hanya suara kakiku yang bergerak menembus semak-semak yang dapat terdengar saat ini.

Tak lama, jalur itu memperlihatkan jalanan yang membentang di antara hutan dan jurang.

Aku sekarang berdiri di tepi jurang yang dalamnya sekitar tiga meter.

Banyak mayat tersebar di jalanan dan bau darah bercampur ke seluruh area.

Di beberapa tempat, lubang-lubang tanah dan beberapa kobaran api masih menyala disana-sini. Pertarungan sengit sepertinya baru saja terjadi.

Ada lima serigala besar sedang menyantap mayat yang berserakan di sekitar medan pertempuran ini. Mereka menggerogoti tubuh, dan suara patahan tulang bergema di seluruh area.

Kelima serigala pastilah para Haunting Wolves yang kami kalahkan beberapa saat lalu, karena beberapa dari mereka memiliki bekas luka dari Ariane.

Ketika para Haunting Wolves tengah menyantap mangsanya. Begitu mereka melihatku, yang muncul dari semak-semak, mereka mengangkat kepala mereka dan mununjukan taring mereka padaku sembari perlahan-lahan mundur.

Sorotan mata mereka yang penuh waspada terus berlangsung cukup lama.


"Hiyattt !!!"


Ketika aku mengangkat tanganku di langit dan menyerang dengan kecepatan penuh sembari berteriak, jubahku berkibar ditiup angin, Haunting Wolves berbalik dan berlari.

Teriakanku yang keras itu secara tak terduga cukup efektif; bahkan Ponta terkejut hingga ia melingkar di leherku, membentuk sebuah syal wol bahkan sebelum aku menyadarinya.

Meminta maaf kepada Ponta, aku mengelus-elus bulu lembutnya.

Sebuah kereta kuda hitam besar terhenti di dekat pusat mayat-mayat yang berserakan, dan mayat-mayat di sekitarnya adalah ksatria dengan armor yang bagus. Mereka sepertinya berusaha melindunginya.

Melihat pemandangan ini memunculkan kesan seorang bangsawan dan pengawal mereka.

Keempat kuda yang diikat di bagian depan kereta itu tampaknya sudah mati, tetapi dua kuda dibelakangnya yang tidak bisa pergi kemanapun sedang meringkuk sembari menggaruk-garuk tanah dengan kuku-kuku mereka.

Selain itu, beberapa mayat yang sepertinya bandit tersebar di seluruh wilayah, dan aku belum melihat satu pun yang masih bernafas.

Ketika aku melihat Haunting Wolves beberapa saat yang lalu, aku percaya apa yang terjadi di sini adalah karena keterlibatan Ariane dan diriku sendiri, tetapi sepertinya itu tidak benar.

Dengan ringan aku melompat dari tepi jurang sedalam tiga meter, lalu memastikan untuk tidak menginjak siapa pun saat aku semakin mendekat.

Mayat-mayat berarmor yang terlihat cocok sebagai para pengawal memiliki bekas luka dari pedang dan panah. Hampir tidak ada dari mereka yang memiliki bekas gigitan dari Haunting Wolves.

Ada beberapa tubuh yang telah hangus hitam, mungkin dikarenakan serangan sihir, tetapi beberapa dari mereka dibunuh menggunakan senjata manusia.

Sementara aku memikirkan hal-hal seperti itu, aku berbalik ke arah bandit yang telah diserang oleh Haunting Wolves. Para pengawal kemungkinan besar telah mati pada saat bandit-bandit itu diserang.

Tubuh bandit di samping para pengawal tewas oleh pedang, tetapi kebanyakan dari mereka memiliki bekas gigitan dari Haunting Wolves. Ada seseorang yang kehilangan lengannya sementara yang lain terbaring di tanah dengan perutnya robek.

Ada mayat yang berpakaian seperti priest Shinto dan kepalanya hilang, tidak menyisakan apa pun kecuali mayat yang mengerikan.

Sembari memikirkan kekejaman dunia dan para dewa, aku berjalan menuju kereta, menghindari tumpukan mayat sebaik mungkin.

Pintu kereta terbuka, dan seorang wanita yang mengenakan pakaian pelayan telah terjatuh darisana. Kereta itu berlumuran darah, dan seorang gadis bangsawan yang tewas dengan gaun mewah sedang berbaring di lantai.

Darah itu meresap ke dalam rambut pirangnya yang panjang dan membasahi bibirnya sementara itu dadanya memiliki luka yang jelas disebabkan oleh senjata tajam.

Berdasarkan posisi pengawal dan lokasinya di kereta, gadis ini sepertinya cukup penting.

Darahnya masih hangat dan kulitnya belum pucat, kemungkinan waktu kematiannya belum lama.

Aku bahkan bisa melihat bekas-bekas air mata di sudut matanya, namun matanya yang setengah tertutup itu kosong, meninggalkan gadis itu dengan ekspresi tertidur.


“Kyua〜 ……”


Ponta menjerit sedih sembari masih melilit di leherku.

Membelai kepala Ponta, aku akhirnya memikirkan salah satu kemampuan sihirku.

Aku tahu tidak ada gunanya menggunakan sihir penyembuhan pada orang yang sudah mati. Namun, kelas pope dan bishop memiliki sihir pembangkitan.

Itu adalah mantra dasar di dalam game, jadi pertanyaannya adalah apakah itu akan bekerja di dunia ini seperti kegunaannya di dalam game.

Jika aku tidak salah, kelas menengah bishop memiliki mantra 【 Revival 】 yang dapat membangkitkan seseorang dengan 10% dari total HP mereka. Bahkan jika seseorang dihidupkan kembali dengan 10% dari HP mereka setelah terluka parah, jika luka mereka tidak segera disembuhkan mereka akan sekarat dan mati lagi.

Kelas Pope level tinggi memiliki mantra 【 Revival 】 yang sepenuhnya menyembuhkan target, tetapi aku penasaran bagaimana mantra itu bekerja dalam kenyataan.

Perasaan tidak menyenangkan merayap ke arahku saat memikirkan kematian gadis muda itu, jadi aku meletakkan tanganku di atas tubuhnya dan mempersiapkan diriku untuk mengeluarkan mantra sihir.


"【 Revival 】"




Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 10


» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 10

Wednesday, 17 October 2018

Novel World Teacher – Other World Style Education & Agent Chapter 53 Bahasa Indonesia

Novel World Teacher – Other World Style Education & Agent Chapter 53 Bahasa Indonesia



Translator : Sai Kuze

Chapter 53 - Pertunjukan di antara yang Terkuat


Aku setuju untuk bertarung melawan kepala sekolah, dan rincian serta peraturannya sudah dipersiapkan sebelumnya.

Pertama-tama, tempat pertarungan adalah arena sekolah. Kami dapat bertarung sepenuh hati dan tidak dapat dihindari lagi menunjukan sihir-sihir kami kepada para siswa.

Tetapi jika kepala sekolah bertarung melawanku dengan serius, aku khawatir tentang dampak yang mengenai sekitar arena. Karena kami akan menggunakan serangan jarak jauh, kemungkinannya tinggi peluru sihir mengenai para penonton. Ketika aku memikirkannya, tampaknya penanggulangan untuk itu telah diatasi.

» Anda baru saja membaca: Novel World Teacher – Other World Style Education & Agent Chapter 53 Bahasa Indonesia

Monday, 15 October 2018

Novel World Teacher – Other World Style Education & Agent Chapter 52 Bahasa Indonesia

Novel World Teacher – Other World Style Education & Agent Chapter 52 Bahasa Indonesia



Setelah sekian lama akhirnya saya bisa ke ingat ini novel XD
Itupun ke ingatnya saat ada orang yang komentar di index projek WT
Yah mau gimana lagi, kalo nggak ada yang baca kenapa harus digarap cepat-cepat?
Mending fokusin projek yang lain, yang jelas-jelas ada yang nanggepin :v
 
"Tanggapan Pembaca Mentukan Kecepatan Update Projek ini~"

Translator : Sai Kuze

Chapter 52 - Tugas Kelulusan untuk Si Tidak Berwarna


Terrsisa setengah tahun lagi sebelum kelulusan sekolah.

Tidak ada lagi kelas wajib hari ini, memberikan sebuah situasi untuk melakukan belajar mandiri dan memfokuskan diri di kelas khusus.

Alasannya, para siswa memberikan perhatian penuh untuk mensukseskan tugas yang diberikan oleh masing-masing guru. Sampai tugas telah diselesaikan, tidak ada yang akan mendapatkan nilai kelulusan dari guru dan sertifikat kelulusan dari sekolah sehingga mereka tidak bisa lulus.
» Anda baru saja membaca: Novel World Teacher – Other World Style Education & Agent Chapter 52 Bahasa Indonesia

Thursday, 11 October 2018

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 9

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 9



Translator : Sai Kuze

Chapter 9 - Sungguh Tak Beralasan


Jalanan di hutan tidaklah lebar; ada jurang di sebelah kiri, dan pohon-pohon berakar tebal dan semak belukar berdiri di sebuah lereng sehingga sulit untuk melihat daerah dibaliknya.

Di jalanan seperti itu, kereta hitam besar, yang ditarik empat kuda sedang melaju dengan kencang.

Kereta itu memiliki desain yang agak sederhana, tetapi mata seorang pengrajin pasti bisa melihat detail yang lebih bagus dari kereta itu dan menilainya sebagai milik seorang bangsawan.

» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 9