Friday, 6 April 2018

Novel Mushoku Tensei Bahasa Indonesia Volume 12 Chapter 1 Bagian 9

 Novel Mushoku Tensei Bahasa Indonesia Volume 12 Chapter 1 Bagian 9

Dan kemudian, akhirnya aku mendiskusikannya dengan Sylphy.

Di ruang tamu rumah kami, aku mengumpulkan Sylphy, Aisha, dan Norn.

Aku mulai berbicara.


"Aku berencana untuk membantu ayah dan ibu."


Sylphy bergumam dengan suara kecil, "Eh?", Dan menunjukkan warna kecemasan.

Wajahnya menunjukan kebingungan.

Namun, dia segera menggelengkan kepalanya dan mengangguk dengan wajah serius.


"Ya, aku mengerti. Serahkan sisanya pada ku."

"Aku minta maaf karena aku tidak bisa melindungi janji bahwa aku tidak akan tiba-tiba menghilang."

"Kamu melindunginya. Ini tidaklah tiba-tiba."


Sylphy tersenyum malu.

Namun, senyuman itu, aku merasa seperti itu agak buatan.

Meskipun dia mungkin mengatakan ini atau itu, dia juga terguncang, aku yakin.

Seperti, itu menjadi perasaan seperti melarikan diri.


"Umm, aku ingin tahu butuh berapa lama? Sekitar dua tahun?"

"Tidak. Sebenarnya, berkat kerjasama Nanahoshi, itu menjadikan kita dapat menggunakan lingkaran sihir teleportasi. Oleh karena itu, aku pikir kita akan dapat kembali tepat waktu saat persalinan."


Aku akan membicarakan tentang lingkaran sihir teleportasi.

Jika aku tidak bisa membicarakan itu dengan Sylphy maka siapa di dunia ini yang bisa aku ajak bicara menganai hal itu.


"Eh !!"


Sylphy menatapku dengan wajah terkejut.

Dan kemudian, lalu berubah menjadi wajah khawatir.


"Teleportasi yang kamu katakan, apakah aman?"


Kami berdua mengalami sedikit kesulitan karena insiden teleportasi itu.

Kata-kata semacam itu keluar secara alami.


"Aku tidak tahu. Tapi sepertinya Nanahoshi pernah menggunakannya, jadi aku pikir itu akan baik-baik saja."

"Ba...Baiklah."


Sylphy masih membuat wajah gelisah.

Aku memeluknya dan berbisik dekat ke telinganya.


"Tidak apa-apa, karena aku pasti akan kembali ke rumah."

"Ya."

"Maaf."

"Ya..."


Aku akan menyerahkan sisanya padamu, hal-hal semacam itu adalah bukti kepercayaan.

Lalu aku memanggil adik perempuan berpakaian pelayan yang sedang berdiri di belakang Sylphy.


"Aisha."

"Onii-Chan...?"


Aisha membuat wajah yang lebih gelisah dari Sylphy.


"Bisakah aku mempercayakan sesuatu padamu?"

"Tidak apa-apa..apa itu, kurasa. Karena aku benar-benar mempelajari hal-hal tentang wanita hamil dari Okaa-san."

"Jika kamu merasa kesulitan maka mintalah bantuan dari seseorang yang dapat diandalkan. Jangan mencoba untuk melakukan semuanya sendiri. Kamu luar biasa, tapi kamu masih tidak berpengalaman. Carilah orang dewasa yang berpengalaman untuk membantumu."

"Wa, Ya."


Aisha mengangguk.

Ada beberapa kegelisahan yang tersisa, tetapi itu tidak bisa dihindari.

Segala sesuatu tidak pernah berjalan dengan sempurna.


"Norn."

"Ya."

"Jika kamu merasa bahwa Aisha atau Sylphy sudah mencapai batasnya, secara tidak langsung cobalah untuk membantu mereka. Tidak apa-apa bahkan jika itu hanya berbicara atau mendengarkan keluhan mereka. Jika itu adalah sesuatu tentang penderitaan emosional, maka kamu juga harus mengerti ya?"

"Ya! Nii-san!"

"Selain itu, jangan mengabaikan studimu juga."

"Baik!"


Entah bagaimana Norn sangat antusias.

Hampir sampai pada titik di mana aku ingin memastikan dia tidak bertengkar dengan Aisha karena terlalu antusias.


Kalau begitu, apa lagi yang harus dibicarakan.

Aku ingin tahu apa lagi yang harus aku katakan.


"... Itu benar, haruskah kita setidaknya memutuskan nama anak ku sebelum aku pergi?"


Aku bermaksud untuk pulang ke rumah.

Tapi, mungkin saja kasus terburuk bisa terjadi.

Setidaknya mungkin lebih baik jika aku pergi setelah menamainya.


Aku ingin tahu nama apa yang harus kita berikan.

Karena mereka berpikir tipe chuunibyou keren di dunia ini, mungkin kita harus menggunakan tipe itu.

Jika itu seorang gadis maka mungkin Ciel atau Sion.

..Jika itu anak laki-laki maka mungkin Nero atau Wallachia. [7]

Tidak, tidak, karena ini bukan permainan.


Umm, karena itu anak Rudeus dan Sylphy.

Jika anak laki-laki maka mungkin Shius atau Sirius?

Jika itu seorang gadis maka mungkin Lucy atau Lulushi?

Itu mungkin terlalu sederhana.

Mungkin lebih baik bertanya pada Paul tentang nama-nama di dunia ini.


Setelah saling memandang ketiganya membuat wajah yang rumit.


"Na..Nama kamu bilang, Rudi ??"

"Onii-chan, kenapa kamu mengatakan hal seperti itu?"

"Nii-san?"


Semua orang menatapku dengan tatapan gelisah.

Ada air mata mulai menumpuk di tepi mata Aisha.

Aku ingin tahu apakah aku mengatakan sesuatu yang aneh.

Aku bertanya-tanya apakah ada hal semacam itu di dunia ini yang tidak baik untuk memberi nama anak mereka sebelum mereka dilahirkan.


"Jika kamu melakukan sesuatu seperti memberi nama anak sebelum melakukan perjalanan, kamu tidak akan bisa kembali ??"


Wajah Sylphy penuh dengan kegelisahan.

Sepertinya aku tidak tahu tentang bendera kematian di dunia ini.


Ah tidak.

Aku ingat.

Kalau dipikir-pikir itu, ada tindakan seperti itu di Legenda Pergius.

Salah satu sekutu Pergius, "The Man of Fortune" penyihir Api kelas Kaisar, Furouzu Star, mengatakan bahwa dia mungkin tidak dapat kembali dari pertempuran, jadi dia memberi nama kepada anaknya sebelum dia pergi menuju mendan perang.

Nama yang dia berikan sama dengan miliknya.

Furou Junior. [8]

Namun, Furozu Star kehilangan nyawanya di tengah pertempuran.

Dan kemudian, sambil diingatkan akan putranya sendiri, dia dikalahkan oleh tangan Raja Iblis Raineru Kaizeru. [9]

Putranya itu, yang mencoba untuk menggantikan nama ayahnya, akhirnya tumbuh menjadi penyihir yang hebat.

Dan setidaknya seperti itulah kisahnya, tetapi dalam kenyataannya dikatakan bahwa mereka menjadi terbebani.


Karena cerita seperti itu terkenal, memberi nama anak mu yang berada dikandungan sebelum kau berangkat dalam suatu perjalanan dianggap tabu.

Tidak seperti Furozu yang meninggal adalah karena dia memberi putranya nama, tapi yah, itu yang disebut membawa pertanda kurasa.


"... Lagipula, apakah lebih baik tidak memutuskannya?"

"Le... Lebih baik seperti itu."

"Tapi, aku ingin ikut serta menamakannya juga ... bahkan mempertimbangkan kasus terburuk ..."

"Jangan mengatakan hal-hal seperti kasus terburuk."

"Maaf."


Bagaimanapun, itu anak pertamaku.

Rasa realitas belum sepenuhnya ada di sana, tetapi aku ingin mencoba memberinya nama.


"[Batuk]."


Aisha mencoba membasahi tenggorokannya.

Sepertinya dia punya semacam rencana.


"Onii-chan. Ayo lakukan ini. Jika anak itu lahir kita akan memutuskan untuk memanggilnya Rudeus Junior, jika onii-chan kembali ke rumah, pada titik itu kita akan memutuskan nama untuknya. Sama seperti Dewa Utara Kaaruman , jika kita membuat "Rudeus" menjadi nama tengah, itu akan baik-baik saja. "


Rudeus Junior ya.

Di dunia ini tidak terlalu aneh untuk memberi putramu nama yang sama dengan dirimu sendiri.


Misalnya bagaimana memberinya nama Lucy, Luci..el Greyrat adalah apa yang akan menjadi aku kira.

Itu tidak buruk.


Melakukan hal yang sama dengan pria hebat, memikirkannya terasa memalukan ...

Sepertinya banyak orang yang sudah melakukannya.


Hn?

Tunggu, jika itu seorang gadis, apalagi jika aku tidak bisa pulang maka aku bertanya-tanya apa yang akan mereka lakukan.

Apakah dia akan terjebak sebagai Rudeus Junior sepanjang hidupnya?

Apakah tidak ada yang salah dengan nama itu? [10]

Jika dia berakhir dengan nama itu dan berkata [Kenapa menggunakan nama Rudeus sebagai nama perempuan!] Bukankah dia akan tumbuh menjadi seorang anak yang sering berteriak dan memukul?

Tidak, tidak mungkin, dia tidaklah seperti Mad Dog dari suatu tempat.


... Ya, lebih baik melakukannya setelah aku kembali.


"Aku mengerti, ayo lakukan itu. Sylphy."

"Baiklah."

"... Umm."


Aku berpikir untuk mengatakan sesuatu kepada Sylphy, tapi aku tidak bisa memikirkan kata-kata untuk itu.

Pada saat-saat seperti ini aku hanya bisa memikirkan kata-kata yang tampaknya memberikan firasat buruk.


"Sylphy."


Aku berdiri di depan Sylphy dan meletakkan kedua tanganku di pundaknya.


"Eh ... Ah."


Sylphy merasakannya dan menutup matanya.

Dia mengangkat rahangnya dan menyilangkan tangannya di depan dadanya dan gemetar.

Ini bukan pertama kalinya, tapi ini mungkin pertama kalinya dia mematuhi dengan penuh hormat dengan perasaan seperti ini.


Setelah melirik Aisha dan entah bagaimana sepertinya dia melihat ke sini sambil menyandarkan tubuhnya ke depan.

Norn menutupi matanya dengan tangannya dan melihat ke sini melalui celah di jari-jarinya.


Aku memberikan satu kedipan [Klip] kepada mereka berdua.

Dan kemudian, tiba-tiba Norn menutup jari-jarinya.

Berbeda dengan Aisha yang membalas kedipan [Klip-klip].

Dia benar-benar lucu.

Kau ingin melihat sebuah adegan ciuman ya.


Yah, aku kira itu baik-baik saja pada saat seperti ini.


Aku mencium Sylphy dengan lembut.

Sambil mendengarkan jeritan kecil "kya ~" dari Aisha ...


Jangan Lupa SHARE sesudah baca !!







» Anda baru saja membaca: Novel Mushoku Tensei Bahasa Indonesia Volume 12 Chapter 1 Bagian 9

0 comments:

Post a Comment