Sunday, 15 April 2018

Novel Mushoku Tensei Bahasa Indonesia Volume 12 Chapter 2 Bagian 5

 Novel Mushoku Tensei Bahasa Indonesia Volume 12 Chapter 2 Bagian 5

Lima hari ke arah barat daya dari Kota Sihir Sharia.

kita tiba di hutan.


Lima hari terakhir ini kita melakukan perjalanan bersama dengan seorang pria yang disewa di serikat petualang.

Untuk mengambil kuda dan membawanya kembali.


Lagipula kuda itu hanya akan menjadi penghalang di hutan, kita tidak tahu ukuran lingkaran sihir teleportasiasi juga.

Mungkin akan lebih nyaman untuk membawa barang bawaan kita melalui gurun, tapi aku yakin akan lebih baik untuk membeli sesuatu yang lain disana sebagai gantinya.

Benua itu pasti memiliki hewan sendiri yang lebih cocok pada gurun.

Maka, aku yakin lebih baik membawa seseorang untuk mengambil kuda dan membawanya kembali.

Ini bukanlah pembelian yang murah, kita akan menjadikannya kuda keluargaku.


Karena aku tidak bisa menunggang kuda, kita bergerak sembari aku berpegangan pada Elinalise dari belakang.

Secara alami, bukan berarti aku tidak melakukan apa-apa.

Dan, itu tidak dalam arti erotis.

Setiap hari aku menuangkan daya sihir ke alat sihir sejenis popok itu.

Karena aku menempelkan lenganku di sekitar area pinggulnya, petualang yang menemani kita membuat wajah iri saat dia melihatku.


Kita berpisah dengan kuda di pintu masuk hutan.

Kita memiliki seorang petualang yang membawanya dan kembali ke rumah.

Selamat tinggal Matsukaze.

Hidup penuh semangat, karena Aisha mungkin adalah orang yang akan menjagamu, rukunlah.


Kalau begitu, ini adalah hutan barat daya.

Sepertinya aku pernah mendengar nama itu.

Jika aku ingat dengan benar, itu adalah Hutan Lumen atau nama dengan perasaan semacam itu.

Jika kita mengartikan dengan terjemahan harfiah, aku katakan itu akan menjadi Hutan Penelan. [3]


Jika aku mencoba dan mengekspresikan hutan ini dalam satu kata maka itu akan menjadi, "lebat", aku yakin.

Kepadatan pohonnya rapat.


Ada banyak pohon yang besar dan batangnya juga tebal.

Karena dedaunan telah tumbuh dan menghalangi sinar matahari, seluruh area menjadi redup, tanahnya juga, daripada menyebutnya tanah itu lebih seperti berjalan di atas akar yang membesar dan pijakannya tidak terlalu bagus.

Karena pepohonan lebih besar, akarnya juga tebal; ada perbedaan besar dalam ukuran.

Ada tempat di mana pohon dan akarnya juga berbentuk seperti tangga.

Ini seperti dungeon alami. [4]


Jika seperti ini, maka aku yakin bahkan orang-orang yang terbiasa berjalan melalui hutan bisa dengan mudah tersesat.

Dan kemudian, di dalam hutan kau diserang oleh monster dan hampir jatuh lalu kau mati tergelincir dari akar yang berada dilokasi yang tinggi.

Akibatnya, itu berarti kau berakhir menjadi nutrisi bagi hutan.

Penelan adalah artian yang tepat untuk menamainya.


Kemungkinan besar, penebang pohon tidak sering mampir ke hutan ini.

Mungkin karena frekuensi di mana monster keluar, beberapa di antaranya kuat, atau hutan lain jauh lebih baik untuk menyediakan kayu.

Aku yakin alasannya akan semacam itu.


Oh aduh, kau tidak harus jauh-jauh memikirkan penebang pohon.

Para penebang di dunia ini, mereka lebih kuat dari rata-rata petualang dan mereka bekerja seperti sebuah organisasi.


Ada banyak kayu di hutan, tapi monster pasti muncul.

Bahkan hanya untuk menebang pohon, kau tidak punya pilihan selain menghadapi bahaya yang tinggi.

Membentuk tim dan sesekali menyewa beberapa petualang sebagai potensi tempurmu, kemudian saat melawan monster dalam sebuah ekspedisi, kau memotong pohon.

Tidak mungkin ada seseorang dari Serikat Penebang Pohon lemah.


Jika tidak ada Penebang Pohon yang masuk maka pohon tidak akan ditebang.

Jika pohon tidak ditebang, para Treant yang indah akan tumbuh besar. [5]


"Rudeus, seperti yang diputuskan, kita akan pergi dengan formasi yang sama seperti sebelumnya."

"Dimengerti."


Meskipun, bagaimanpun bila dalam kasus veteran seperti kita.

Tanpa bekerja keras, kita memasuki hutan.

Elinalise adalah penjaga bagian depan dan aku adalah penjaga bagian belakang.


Untuk Elinalise aku akan mengatakan seperti yang diharapkan dari ras Elf.

Cara berjalannya menembus hutan benar-benar dilakukan dengan baik.

Telinganya bagus, dia bisa mendeteksi musuh dengan sangat cepat juga.


"Di sebelah kanan kita, ada tiga dari mereka!"

"Dimengerti."


Sama seperti yang aku katakan, aku menembakkan peluru batu ke arah itu.

Dan kemudian, di kejauhan seekor babi hutan berwarna hijau zamrud memiliki darah yang menyembur keluar.

Aku melihat dua yang tersisa panik dan melarikan diri juga.


Cari dan musnahkan.

Elinalise menemukan mereka dan aku menyelesaikannya dengan sihir.

Monster dimusnahkan tanpa bisa mendekat.


Sangat menyenangkan dan mudah.

Sejujurnya, tidak ada pertempuran jarak dekat.

Sepertinya Elinalise menghindari wilayah monster yang berkerumun yang akan kita lewati.

Daripada sesuatu seperti karakteristik khusus ras Elf, tampaknya lebih seperti sesuatu dari pengalamannya sendiri.


"Kita sudah menemukannya, itu monumen batu kan."


Setelah berjalan sebentar, Elinalise menemukan petunjuk tersebut.

Itu adalah monumen batu dengan ukiran lambang di dalamnya.

Di depan ada sesuatu seperti dinding yang ditutupi tanaman ivy yang tumbuh subur.


Aku telah mempersiapkan diri untuk berakhir berjalan di hutan selama dua atau tiga hari, tetapi kita berhasil dengan cepat menemukannya sebelum matahari terbenam.

Aku yakin tanpa ragu Elinalise memiliki keterampilan seperti, "Detect Secret Doors". [6]


Monumen batu itu mirip dengan monumen batu Tujuh Kekuatan Dunia dan memiliki lambang Dewa Naga yang terukir di dalamnya.

Ini adalah desain dengan segitiga yang dikombinasikan bersama menjadi sudut yang tajam.

Entah bagaimana atau lainnya, gambar yang mengapung ke kepalamu terlihat mirip dengan lambang yang memberikan kesan kekuatan yang luar biasa. [7]

Detailnya benar-benar salah, tapi seperti yang aku pikir sepertinya terlihat seperti balok cetakan kayu dari wajah naga.


Namun ... lambang ini.

Aku merasa seperti aku pernah melihatnya di suatu tempat sebelumnya ...


Ah, aku mengerti.

Itu di ruang bawah tanah rumahku, itu terlihat mirip dengan lambang yang ada pada data penelitian boneka otomatis.

Tapi, detail dari lambang itu agak berbeda juga.

Hanya saja nuansa yang mirip itu.

Aku ingin tahu apakah bisa jadi pembuat boneka itu adalah seseorang yang berhubungan dengan Dewa Naga ...


Tidak juga, aku yakin ada banyak lambang serupa.

Bahkan bendera nasional di dunia kehidupanku sebelumnya, ada banyak yang terlihat serupa.


"Ada masalah?"

"Tidak, bukan apa-apa."


Setelah ditanya oleh Elinalise, aku menggelengkan kepala.

Kita tidak punya waktu luang untuk khawatir tentang sesuatu seperti itu sekarang.


"Untuk saat ini, mari kita lepaskan penghalangnya."

"Aku akan menyerahkannya padamu."


Setelah pertukaran singkat, Elinalise mulai terus memperhatikan lingkungan sekitar.


Aku meletakkan tanganku di atas monumen batu dan melihat catatan itu.

Ini adalah catatan Nanahoshi yang membantu kita.

Apa yang tertulis di sana adalah kata-kata untuk sebuah mantra.


"Naga itu hidup semata-mata saat mengikuti keyakinannya. Tidak ada yang bisa melarikan diri dari kedua lengan besar itu. Naga kedua yang mati. Dia yang memiliki mata yang paling fana Jenderal Naga Lustrous Green Scales. Meminjam nama Kaisar Naga Suci Shilard, aku sekarang menembus penghalang itu. "


Saat itu, monumen batu mulai mengisap kekuatan sihir dari lenganku.

Bersamaan dengan itu ruang di depan mataku di sekitar monumen batu mulai mendistorsi.

Kita bisa melihat distorsi yang membentang.

Dengan pepohonan bertumbuh di tempat seperti ada dinding, sebuah bangunan yang terbuat dari batu muncul.


"Oh, luar biasa."

"Aku belum pernah melihat sihir seperti ini sebelumnya .."


Melihat pemandangan itu, kita berdua hanya mengeluarkan suara-suara yang mengherankan.


Namun, aku memiliki ingatan tentang sensasi kekuatan sihir yang tersedot keluar.

Ini adalah sensasi yang sama seperti saat kau menggunakan alat sihir.


Kemungkinan besar, monumen batu ini sendiri adalah salah satu alat sihir.

Aku ingin tahu apakah monumen batu Tujuh Kekuatan Dunia adalah alat sihir juga.

Jika kau membelahnya menjadi dua, kau mungkin menemukan lingkaran sihir yang dimasukkan di dalamnya.


Namun, mantra ini.

Aku tidak bisa menghilangkan perasaan bahwa itu asli dari Dewa Naga.

Kaisar Naga Suci Shilard, atau sesuatu seperti itu muncul.

Ini, benar.

Salah satu dari orang-orang yang muncul dalam legenda, "Lima Jenderal Naga" kan?


Mantra ini, karena tidak memiliki nama sihir kemungkinan besar kau tidak dapat mengetahui apa itu dari hanya bagian tengahnya, tetapi jika aku dapat memahaminya sampai akhir, itu dapat atau mungkin tidak dapat mencapai efek yang sama seperti monumen batu ini.

Misalnya, membatalkan semua penghalang.

Aku penasaran semenjak itu sepertinya mungkin.


"Mari kita pergi."

"Baiklah."


Jika aku ingin, aku akan mengambil monumen batu ini dan membawanya pulang bersamaku.

Tapi jika Orsted tahu tentang itu, dia mungkin akan datang untuk membunuhku.

Aku akan berhenti di situ.


"Meskipun begitu, semua itu memberikan nuansa reruntuhan."

"Kadang-kadang, pintu masuk menuju labirin memiliki nuansa semacam ini."


Yang muncul hanyalah satu lantai yang terbuat dari batu.

Dinding-dindingnya menjulur di sepanjang jalan, beberapa tempat sudah usang dan runtuh.


"Rudeus, ini pertama kalinya kau di labirin, kan."

"Ya."

"Hati-hati jangan melangkah keluar dari langkahku."

"Dimengerti ... atau lebih tepatnya, tempat ini, bukankah ini labirin?"

"Hanya untuk berjaga-jaga."


Perangkap memang menakutkan.

Namun, aku yakin Elinalise bukanlah seorang master atau apapun.

Aku ingin tahu apakah itu baik-baik saja.

Bahkan jika kita terjebak dalam perangkap, aku berpikir apakah kita akan mampu bertahan.

Untuk saat ini, aku akan menjaga Demon Eye-ku terbuka.

Jika terjadi sesuatu, aku harus bisa menanganinya di tempat.


"Kalau begitu, ayo pergi, jika sesuatu terjadi lindungi aku."

"Dimengerti."


Bersama dengan Elinalise kita masuk ke reruntuhan.


".."


Di dalamnya juga terbuat dari batu dan dari sana ivy dan akar-akar keluar.

Rasanya persis seperti reruntuhan di dalam hutan.


Meskipun aku mengatakan itu, sepertinya tidak terlalu besar dari sebuah bangunan.

Hanya ada empat kamar.

Kita memutuskan untuk melihat mereka secara berurutan.


Tidak ada apa pun di dua kamar di dekat pintu masuk.

Mereka hanya ruang sekitar 4,5 tikar tatami penuh dengan denting.


Di kamar ketiga ada sesuatu seperti lemari.

Setelah membuka untuk melihat dalamnya, pakaian musim dingin untuk seorang pria ditempatkan di dalam untuk disimpan.

Ada bekas-bekasnya digunakan.

Aku ingin tahu apakah seseorang akan berganti pakaian di sini.

Seseorang, meski aku tidak bisa memikirkan orang lain selain Orsted.


Menurut cerita, disisi lain teleportasi itu adalah gurun. aku mengira musim dingin di sekitar sini ada area yang tertutup salju

Kau tidak bisa mendapatkan pakaian musim dingin di gurun.

Oleh karena itu, itulah mengapa mereka ditinggalkan di sini sebelumnya.

Humu, jika ada kamar semacam ini, maka mungkin lebih baik untuk membawa lebih banyak barang.

Nah, sudah terlambat sekarang.


"Ada apa? Menatap baju-baju itu, apakah ada sesuatu yang mengganggumu?"

"Tidak, jika kita meninggalkan beberapa barang bawaan di sini, aku hanya berpikir kita bisa memanfaatkan sesuatu."

"... Disini, maka itu akan seperti membuang benda saat kamu pergi."


Yah, seperti yang diharapkan, kau tidak akan bisa meninggalkan makanan atau benda semacam itu di dalam penyimpanan.

Bahkan jika ada penghalang, sepertinya serangga atau sesuatu seperti itu bisa saja memakannya.


"Ayo pergi."

"Baik."


Ada tangga di ruangan terakhir.

Tangga di bawah tanah.


"Ya ampun, betapa mencurigakannya ..."


Elinalise dengan hati-hati menyelidiki lingkungan tangga.

Itu semacam gerakan seperti pembersihan dalam FPS. [8]

Tampaknya ada banyak kasus jebakan di sekitar tangga.


"Tidak apa-apa."


Namun, sepertinya dia tidak dapat menemukan apa pun.

Di tempat pertama, jika ada sebuah perangkap, maka aku yakin akan ada lebih banyak ditempatkan di lokasi lain.

Misalnya, pintu masuk reruntuhan.


"Kita akan turun. Ikuti aku."

"Dimengerti."


Elinalise berjalan dengan hati-hati.

Aku mengikuti jejak kaki Elinalise juga.

Aku akan melihat tempat yang sama dengan langkah kakinya dan melangkah di tempat yang sama.

Meskipun kita berada di bawah tanah, lingkungannya sangat terang.

Alasannya menjadi jelas pada saat kita turun ke bawah tanah.


"... Itu ada disana, kan?"


Di depan di mana kita turun dari tangga ada lingkaran sihir besar.

Aku pikir, ukurannya sekitar 4,5 tatami.

Ukurannya hampir sama dengan yang aku lihat di ruang bawah tanah Istana Shirone.

Itu melepaskan cahaya putih kebiruan.


"Ini adalah lingkaran sihir teleportasi?"

"Kemungkinan besar, aku akan mengatakan itu."


Untuk saat ini, aku mengambil catatan dari tasku dan melihatnya sambil membuat perbandingan.

Itu memiliki kemiripan dengan jenis lingkaran sihir yang mampu berteleportasi dua arah.

Detailnya berbeda, tetapi tidak ada kesalahan pada karakteristiknya.


Jika cerita yang aku dengar dari Nanahoshi benar, maka jika kau menempatkan kakimu di sini, dengan begitu, kau akan berada di Benua Begaritto.

Elinalise hanya terus menatap lingkaran sihir teleportasi sambil berdiri diam.


"Ada apa? Ayo pergi."

"Tidak, aku punya kenangan buruk dari berteleportasi."


Kenangan buruk berteleportasi, ya.

Pasti ada sesuatu yang terjadi selama masa petualangnya.


"Jika itu hanya pada level kenangan buruk, maka aku juga memiliki beberapa kenangan."

"Benarkah?"


Elinalise menggelengkan kepalanya dan melihat lingkaran sihir dengan "baik-baik saja."


"Jika kita akhirnya jatuh ke suatu tempat aneh, mari kita memarahi Nanahoshi."

"... Ya. Aku akan menangkapnya dengan kedua lenganku, dan selama waktu itu kamu bisa menyerangnya."

"Tidak, denngan hanya sedikit cara seksual."

"Aku tidak secara khusus mengatakan apa yang akan kau serang pada dirinya dan dimana. Misalnya menempelkan jarimu ke hidungnya, dengan enteng berpikir ke berbagai macam ide itu, kau benar-benar tidak senonoh!"

"Mendorong jari-jariku ke hidung perempuan atau sesuatu seperti itu, bukankah itu sesuatu yang membuatmu bersemangat."

"Ya ampun, begitukah? Lain kali, Cliff akan mencobanya."

"Aku tidak akan bertanggung jawab untuk itu."


Sementara kita membuat lelucon yang tidak sopan, tanganku digenggam oleh Elinalise.

Itu adalah tangan yang ramping tetapi berotot.

Ini tangan petualang.

Hangat dan agak berkeringat.


Jantungku berdegup kencang.

Meskipun aku memiliki Sylphy.

Meskipun Elinalise memiliki Cliff.

Jika aku memegang tangannya, aku berpikir apa yang akan terjadi.

Daripada berselingkuh, itu lebih seperti perzinaan.

Ini tidak seperti kita sangat menyukai satu sama lain.


"Sepertinya kamu membuat semacam kesalahpahaman, tetapi jika kamu tidak saling menempelkan bagian tubuhmu maka kamu tidak akan diteleportasikan bersama, tahu?"

"Ah, benarkah? Maaf."


Tidak bagus, tidak bagus.

Ini tidak seperti aku perawan. Kesalahpahaman semacam ini tidak baik.


"Ah ~, untuk merayu suami cucuku. Betapa berdosanya wanita sepertiku!"

"Untuk menebus dosa, kamu harus melakukannya sekali saja."

"Ah, tunggu, jangan mengatakan hal-hal semacam itu."


Humu.

Jika kita bisa bercanda dengan perasaan seperti ini, maka sepertinya kita tidak akan melewati batas.

Seperti yang diharapkan dari kemampuan Elinalise untuk membaca suasana hati.


"Nah, kita pergi sekarang?"

"Ya."


Kita menginjakkan kaki di lingkaran sihir teleportasi.

Jangan Lupa SHARE sesudah baca !!







» Anda baru saja membaca: Novel Mushoku Tensei Bahasa Indonesia Volume 12 Chapter 2 Bagian 5

0 comments:

Post a Comment