Sunday, 29 April 2018

Novel OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 13 Chapter 1 Bagian 4

The Siege

Novel OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 13 Chapter 1 Bagian 4


Bagian 4


Di dalam ruang rapat strategi, Remedios Custodio dan tiga paladin mempelajari grafik distribusi kekuatan.


Proses pemikiran Remedios sangat fleksibel dan jelas ketika meyangkut pertempuran, berbeda dengan bagaimana dia membuat bawahannya mengeluh seperti biasa. Sementara saudari perempuannya akan berkata, "Kamu memiliki tubuh yang kuat, yang kamu butuhkan sekarang adalah belajar sedikit lebih banyak", ia tidak bisa mendapatkan keterampilan bertarungnya saat ini jika ia mengindahkan nasihat itu.




Itu karena dia berbeda dari saudari perempuannya, yang telah diberkati dengan tiga anugrah - kebijaksanaan, bakat dan penampilan.

Kekuatan tempur kita 10.000 pasukan. Jumlah mereka diperkirakan mencapai 40.000. Kondisi kemenangan kita harus dipertahankan sampai bala bantuan dari selatan tiba, atau musuh mundur ... kita mungkin benar-benar dapat melakukannya jika ada sepuluh orang yang memiliki kemampuan yang sama denganku disini ...


Jika anggota Nine Color yang terpilih karena kekuatan tempurnya berada disini, mereka mungkin bisa melakukan sebuah perlawanan, tetapi kenyataannya tetap bahwa situasi saat ini adalah tantangan yang luar biasa.


Jika kita ingin membeli sedikit waktu, kita perlu menyerang balik musuh dengan kekuatan penuh selama serangan pertama mereka. Itu akan memberikan mereka tekanan dan memberi kita waktu yang dibutuhkan. Bagaimanapun, musuh tidak sepenuhnya tahu kekuatan apa yang kita miliki, bukan?


Dia juga telah mempertimbangkan dengan serius usulan peluncuran serangan pertama.

Mereka bisa mengumpulkan pasukan mereka di gerbang timur dan menghancurkan musuh di sana dalam satu serangan kuat sebelum berputar untuk menuju gerbang barat.

Namun, dia dengan cepat mencapai kesimpulan - semua akan hancur jika mereka gagal. Sangat mungkin bahwa gerbang barat akan hancur karena kekuatan utama musuh sebelum mereka mengalahkan pasukan kecil yang diposisikan di gerbang timur, dan dengan demikian kota ini akan jatuh ketangan musuh.


Dan tentu saja, ada perbedaan antara pasukan mereka. Mereka harus menangani celah itu jika mereka ingin menang.

Tetapi itu tidak mungkin.

Remedios mengerutkan alisnya dan melihat tanda yang ditempatkan di peta.

Dia berharap mendapat sebuah wangsit yang turun dari tangan Madoka-sama. Namun, tidak ada yang terjadi.

"Apakah kamu punya ide?"

"Ya. Secara pribadi - "

Dia mendengarkan usulan paladin, menggebrak meja, lalu meminta lebih banyak ide, dan prosesnya berulang sampai tidak ada yang bisa menghasilkan apa-apa. Tepat pada saat itu, ketukan berdering menembus kesunyian ruangan yang berat.


"Kapten, kamu di sini."


Orang yang masuk adalah wakil komandan - Gustav Montagnes. Rasanya dia telah diselamatkan oleh suara ketukan. Tampaknya para paladin lain di ruangan itu juga merasa seperti itu, karena mereka bisa melihat secercah harapan samar di wajah mereka yang kecewa.



“Ahh, kau datang tepat waktu. Aku ingin bertanya apakah kau punya ide. ”


Remedios menunjuk ke peta yang tergeletak di seberang meja dengan dagunya. Tampaknya Gustav mengerti maksudnya, karena dia mengangguk.


“Jika anda minta akan saya berikan, tapi bisakah aku mendiskusikan beberapa hal dengan anda sebelumnya?”

“Hm? Apa itu? Silakan beri tahu padaku. "

"Ah ..." Gustav melanjutkan dengan nada yang lebih tenang. “Sebenarnya, keadaan menjadi buruk. Beberapa rakyat ingin tahu apakah Sorcerer King akan mengambil bagian dalam pertempuran. ”


Sorcerer King tidak akan bertarung dalam pertempuran ini. Sampai sekarang dia masih memulihkan mananya setelah pertempuran, dan ada kemungkinan  rencana Jaldabaoth adalah untuk membuatnya menghabiskan mana di sini.


Remedios mengalami kesulitan menerima alasan pertama, karena saudari perempuannya, Kelart, dapat memulihkan mana miliknya dalam satu hari. Namun, semua orang merasa bahwa Sorcerer King tidak dapat diberi dengan standar yang sama dengan manusia, mengingat bahwa dia telah mengambil kembali kota sendirian, dan Remedios tidak mengatakan apa-apa lagi. Kalau dipikir-pikir, ada priest juga yang ada disini, yang lain pun telah menerima alasan itu.


Tetapi, nyatanya Remedios bisa menerima alasan kedua.


Siapa yang tahu bila Jaldabaoth bersembunyi di dalam kerumunan musuh?

Mereka telah membawa Sorcerer King di sini untuk melawan Jaldabaoth. Meskipun akan lebih baik jika keduanya berakhir mati, dia tidak ingin melihat Sorcerer King dikalahkan. Oleh karena itu, itu wajar baginya untuk mendukung Sorcerer King agar dia bisa bertarung sepenuhnya dengan kemampuannya, bahkan jika dia sangat membenci undead.



Meski begitu, masih ada beberapa yang menginginkan Sorcerer King untuk mengambil bagian. Beberapa bangsawan yang tetap tinggal di kota telah menawarkan sejumlah besar uang - yang bahkan membuat mata Remedios melebar sehingga mereka tampak seperti mungkin jatuh dari kepalanya yang kosong - membujuknya untuk bertarung, tetapi Sorcerer King tidak menerima tawaran mereka.


"Bloon sekali mereka? Sorcerer King tidak akan bertarung dalam pertempuran ini. Kau sudah tahu itu juga, kan? Katakan saja pada mereka dan selesaikan dengan itu. "


"Kapten. Kita tidak dapat memberi tahu mereka tentang hal ini. Jika semuanya berjalan dengan buruk - tidak, bahkan jika semuanya berjalan dengan baik, itu akan menyebabkan kegemparan besar. ”

"Mengapa demikian?"

Dia tidak bisa memahaminya. Apa ada yang salah dengan Sorcerer King yang tidak bertarung?

Setelah melihat pertanyaan yang tertulis di seluruh wajah Remedios, Gustav mengerutkan kening dan menjawab:

"Itu karena rakyat yang melihat kita mengambil kembali kota tahu bahwa ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan para paladin, tetapi bisa dilakukan oleh Sorcerer King hanya dengan dua orang."


Dia masih tidak mengerti apa yang Gustav coba katakan.

"Itu mungkin tidak menyenangkan, tapi begitulah keadaannya. Apa yang salah dengan itu?"

“Tidak, yang ingin aku katakan adalah, mereka berpikir bahwa Sorcerer King lebih bisa dipercaya daripada kita para paladin. Jika rakyat di kota ini mengetahui bahwa Sorcerer King - aset paling andal dan kuat yang kita miliki - tidak ikut bertempur, moral prajurit akan terjun ke titik terendah. ”

"Benarkah? ... Kau sadar kan bahwa Sorcerer King adalah undead? ”

“Tidak masalah apakah dia undead. Sorcerer King membebaskan kota dan menyelamatkan rakyat dalam kesengsaraan. Jadi bagi mereka, sang Sorcerer King adalah seorang pahlawan.


"Seorang pahlawan?"

Remedios mengulangi kata-kata Gustav kembali kepadanya, tidak dapat memahami maknanya.

“Rakyat mengira dia adalah pahlawan? Tapi dia undead, bukan? Mereka membenci kehidupan dan mencintai kematian. Dia mengabaikan para sandera - tidak, dia membunuh mereka tanpa berkedip, kan? ”


“Itu semua sama bagi mereka. Bahkan ... jika itu kenyataannya mereka tetap menganggapnya sebagai pahlawan. Jika ini terus berlanjut, rakyat akan mulai berpikir tentang Sorcerer King sebagai penyelamat mereka. Ada kemungkinan terburuk, itu akan mempengaruhi Holy Queen-- ”


"Holy Queen, yang kau maksud," Wajah Remedios membuat kerutan tidak senang. “Aku sudah mengatakan ini berkali-kali, tapi Calca-sama pasti dipenjara di suatu tempat. Ada para paladin dan priest yang tumbang di mana-mana setelah pertempuran dengan Jaldabaoth, tetapi kita tidak dapat menemukan Calca-sama dan Kelart di mana pun. Dia tidak perlu memindahkannya jika dia mati. Aku yakin dia pasti disandera. “



“Aku salah bicara, Kapten. Saya merasa bahwa itu mungkin dapat menyebabkan masalah bagi pemerintahan Yang Mulia. ”

"Masalah untuk pemerintahannya?"

"Ya. ... Dinding pertahanan kita telah dihancurkan dan tidak ada yang bisa menghentikan invasi demihuman. Akan mulai ada rakyat yang ingin berbondong-bondong ke sisi makhluk tertinggi yang dapat melindungi mereka. ”


"Tapi, kau tahu... dia tidak bisa mati?"


“Saya katakan lagi, tidak masalah jika dia undead. Dia menyelamatkan mereka di saat mereka membutuhkan, bukan? ”

Remedios masih tidak mengerti hal itu.

“Tapi Sorcerer King bukan satu-satunya yang bertarung, kan? Kita juga bertempur, di bawah bendera Holy Queen. ”

"Ya. Anda benar. Kita semua bertempur, bahkan rakyat biasa. Tetapi bahkan dengan semua hasil yang terlihat, Sorcerer King melakukan lebih dari kita, maka mungkin ada orang yang akan menghargai dirinya diatas Holy Queen dan berusaha menjadikannya sebagai penguasa baru mereka. ”



"Hah !?" Remedios tanpa sadar menaikkan suaranya. "Bagaimana itu bisa terjadi? Tidak hanya dia seorang pahlawan, bagaimana undead itu lebih tinggi dari Holy Queen? Apakah kau tahu apa yang sedang kau katakan? ”


“Tidak, itu dari sudut pandang rakyat ----”

“- Baik atau tidak, dia masih undead! Berapa banyak penderitaan dan usaha yang menurutmu Yang Mulia harus lalui demi rakyat? Bagaimana mungkin rakyat-- ”


"- Tolong tunggu sebentar, Kapten!"

“Apa maksudmu, tunggu sebentar !? Apa itu yang cuma ingin kau katakan, Gustav? Tidak, apakah itu yang benar-benar kau yakini? ”

Dalam cengkeraman emosinya yang kuat, Remedios memukulkan tinjunya ke meja. Pukulan sangat kuat - diluncurkan oleh seorang individu yang heroik - menghancurkan area meja di bawahnya dan membuatnya menjadi serpihan, yang jatuh ke tanah. Pola kerusakan aneh tampak seperti raksasa yang menekan tepi meja, dan itu menunjukkan betapa marahnya dia.



“Tolong tenang, Kapten. Kita semua tahu kebesaran dan kebaikan Yang Mulia sebagai hal yang biasa. Tidak mungkin sang Sorcerer King atau undead lainnya bisa dibandingkan dengan Holy Queen yang Agung. Tapi kita hanya tahu itu karena kita berdiri di sisi Holy Queen. ”



“Apakah kau dungu? Bahkan jika mereka tidak pernah bertemu dengannya sebelumnya, tidak ada cara siapa pun akan menghormati undead dari kerajaan lain lebih dari penguasa kerajaan mereka sendiri! Kau berkhayal! ”


"Kapten!" Gustav berseru dengan nada yang hampir terdengar membentak. “Bahkan jika sang Sorcerer King adalah undead dan raja dari bangsa lain, dia tetaplah orang yang membebaskan mereka dari siksaan! Dan itu adalah sesuatu ... sesuatu yang Mulia, yang tidak bisa kita lakukan! ”



Gustav memuntahkan kata-kata itu dalam satu tarikan nafas, dan ruangan itu bergema dengan suara dia mencoba menenangkan nafasnya yang tersengal-sengal.

"... Apa yang kalian semua pikirkan?"

Para paladin yang sebelumnya berada di ruangan semua saling memandang ketika mereka mendengar suara tenang Remedios. Setelah itu, salah satu dari mereka berbicara, ekspresi kebulatan tekad di wajahnya.


“Tentu saja, kami para paladin tidak menganggap sang Sorcerer King sebagai seorang pahlawan. Namun, kami juga tahu bahwa rakyat biasa mungkin merasa seperti itu. ”


Setelah itu, orang lain berbicara.

“Sebagian besar rakyat tahu bahwa Sorcerer King menaklukkan kota ini dengan hanya dua orang - tidak, satu orang. Mereka yang belum pernah melihat kekuatan Sorcerer King membesar-besarkan rumor ini, dan malah mendewakannya. "



Yang terakhir menambahkan:

“Ini adalah fakta bahwa Sorcerer King melangkah maju sendiri untuk menawarkan bantuan ke kerajaan yang bukan sekutu atau yang ramah padanya. Jika kita mengabaikan fakta bahwa dia adalah undead ... tindakan itu akan dianggap heroik. ”


Tampaknya Remedios adalah satu-satunya yang tidak bisa menerima keadaan ini. Dalam hal ini, bagaimana dia bisa menanggapi pertanyaan Gustav setelah semua ini terjadi?


Memang benar bahwa tidak memiliki pahlawan mereka mengambil bagian dalam pertempuran akan menyebabkan moral prajurit jatuh, dan memikirkan alasan untuk itu akan menyebabkan keributan. Musuh adalah pasukan yang mengalahkan mereka empat lawan satu. Itu adalah hal yang wajar untuk berpikiran begitu ketika mereka harus melawan sesuatu seperti itu.


“... Lalu mengapa kita tidak menyebarkan rumor Sorcerer King sebagai penjahat dan membunuh dua burung dengan satu batu? Bagaimana kalau memberi tahu rakyat bahwa Sorcerer King tidak akan membantu kita lagi? ”


"Berbohong akan menjadi ide yang sangat buruk," kata Gustav. “Keadaan mental rakyat seperti bendungan sesaat sebelum hancur. Jika mereka mengetahui kebenaran melalui satu saluran atau saluran lain dan menemukan bahwa kita mencoba menyembunyikan kebenaran, masalah ini akan menyebar di luar kendali kita. ”



“Yah, kita tidak perlu mengatakan kebohongan. Kita bisa melakukannya dengan cara memutar. ”

"Jika orang-orang berpikir itu bohong, maka itu akan menjadi bohong."

"Maka yang perlu kita lakukan adalah menjaga mereka agar tidak melihat Sorcerer King, bukan?"

"... Jadi jika kerusuhan pecah atau jika seseorang ingin mengakuinya secara pribadi, kita akan membunuhnya?"

"... Aku tidak mau melakukan itu."


Gustav menghela nafas berat.


“Ini membuat frustrasi. Sorcerer King menunjukkan terlalu banyak kekuatannya. Saya merasa kita tidak akan seperti ini jika kita telah merebut kembali kota ini dengan kekuatan kita sendiri ... Jika keadaan menjadi semakin memburuk, kerajaan ini sendiri mungkin terpecah. Siapa yang akan menghentikan Sorcerer King jika dia menyatakan tanah ini sebagai enklave Sorcerous Kingdom? ”
(TL Note: Enklave atau daerah kantong adalah negara/bagian negara yang dikelilingi oleh wilayah suatu negara lain.)



“Bangsa ini milik Yang Mulia dan rakyat yang hidup diatasnya! Bukan untuk undead! Dan selain itu, apa menurutmu bangsa-bangsa di sekitarnya akan menerima itu !? ”


Remedios menggebrak meja lagi. Namun, wajah Gustav tidak berubah, dan dia menyela:

“Mereka mungkin akan melakukannya. Kapten, Anda melihat mereka juga, kan ... monster di kotanya. Tidak ada bangsa lain yang ingin menjadi musuh Sorcerous Kingdom, yang memiliki kekuatan militer yang menakutkan seperti itu. Akan lebih bijaksana untuk hanya menutup mata terhadap Holy Kingdom, yang sekarang telah hancur ... dan jika tempat ini menjadi negara bagian, kekuatan pertahanan Sorcerous Kingdom akan dibagi dua, dan banyak dari kerajaan-kerajaan terdekat akan setuju bahwa itu adalah sesuatu yang baik. Dan jika orang-orang menginginkan ini terjadi juga, sang Sorcerer King akan memiliki alasan untuk tindakannya. ”



"... Jadi menjadi kerajaan undead lebih baik daripada menjadi bangsa yang rakyatnya bahkan tidak bisa membela diri ... bagaimana itu, wakil kapten?"


Gustav mengangguk pada pertanyaan sang paladin. "Begitulah."

“Gustav. Apakah aku membuat kesalahan dengan membawa Socerer King kembali ke sini? ”

“Tentu saja tidak, Kapten. Itu adalah pilihan terbaik saat itu. Namun ... memang benar bahwa kita terlalu mengandalkan kekuatan Sorcerer King. Seperti yang saya katakan tadi, jika kita mengambil kembali kamp-kamp penjara dengan kekuatan kita sendiri, kita tidak akan berada dalam situasi ini sekarang. Untuk semua yang kita tahu, rakyat mungkin masih takut dan membenci sang Sorcerer King, karena dia adalah salah satu dari undead. ”



"...Apa yang harus kita lakukan?"

“Kita harus berurusan dengan rakyat, membeli sedikit waktu, dan mengalahkan pasukan musuh dengan diri kita sendiri. Jika kita bahkan tidak bisa melakukan itu, maka bahkan jika kita mengalahkan Jaldabaoth ... perang mungkin masih berlanjut. ”


Remedios melihat ke langit-langit.

“... Maka itulah yang harus kita lakukan. Sialan Sorcerer King itu ... apakah dia merencanakan semua ini sebelumnya? ”

"Saya tidak tahu ... saya benar-benar tidak tahu. Tapi kemungkinannya ada. "

“Mungkin dia ingin memperluas wilayahnya. Apakah Sorcerous Kingdom terlalu kecil? ”

"Saya tidak akan mengatakan itu terlalu kecil, tetapi memang benar bahwa Sorcerous Kingdom hanya terdiri dari sebuah kota dan tanah di sekitarnya, serta dataran yang dirumorkan menghasilkan sejumlah besar undead."


Jadi itulah mengapa dia menaruh minat di tanah Holy Kingdom. Jelas ada lebih dari cukup bukti yang mengarah pada kesimpulan itu.

“Undead itu! Kita seharusnya meminta kekuatan Momon! ”

“Mungkin semuanya akan berakhir sama jika Momon datang. Kejutannya tidak akan sebesar dampak yang dimiliki oleh Sorcerer King. Seorang raja menaklukkan kota sendirian adalah gambar yang sangat mencolok. Fakta yang mengatakan raja itu adalah salah satu undead yang merupakan musuh bebuyutan bangsa kita juga sangat berpengaruh. ”



"... Sialan."

Sekarang keheningan itu telah kembali ke ruangan, Remedios - yang akhirnya menyadari bahwa Gustav meminta pendapatnya - memberi perintah kepadanya.

“Kita akan membicarakan ini dengan Caspond-sama. Jika, mungkin, meskipun aku merasa itu tidak terlalu mungkin, untuk berjaga-jaga, Yang Mulia telah meninggal dunia, maka dia adalah orang yang paling memenuhi syarat untuk menjadi Holy King berikutnya. ”


“Karena kita belum menemukan anggota keluarga kerajaan lainnya, itu pasti akan menjadi masalah. Setelah ini, kita akan pergi untuk menanyakan pendapatnya tentang semua ini. ”

Remedios meninggalkan para paladin di ruangan dan membawa Gustav ke ruangan Caspond.

Pada akhirnya, semuanya berubah seperti prediksi Gustav. Kesimpulannya adalah bahwa mereka akan menunda menjawab rakyat dan jika musuh harus menyerang selama waktu ini, mereka akan menghadapinya tanpa asumsi bantuan Sorcerer King dan mengalahkan mereka kembali, sehingga menunjukkan kepada dunia bahwa kekuatan Holy Kingdom masih tidak berkurang.


[Volume 13 Chapter 1 Bagian 4 SELESAI]


Like Fanspage Facebook kami supaya tidak ketinggalan update!!
😌
 
» Anda baru saja membaca: Novel OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 13 Chapter 1 Bagian 4

9 comments: