Saturday, 26 May 2018

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 4

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 4
 

Translator : Sai Kuze

Chapter 4 - Kota Pertama Rubierute [Bagian 1]


“Saya tahu ini sangat terlambat, tapi izinkan saya memperknalkan diri nama saya Rita Farren. Saya adalah pelayan Lauren Roberts, putri dari keluarga bangsawan Rubierute. ”


Saat mengemudikan kereta, Rita menganggukan kepalanya sedikit sebelum berbicara denganku. Mata cokelatnya menatap padaku. Rupanya, dia menunggu semacam kesempatan memperkenalkan diri.


“Hmm, aku seorang pengelana. Kau bisa memanggilku Arc. ”


Aku memperkenalkan diri dengan biasa dan kembali untuk melihat jalan. Tentu saja itu adalah nama karakter gameku. Dalam tubuh ini, aku merasa bahwa menggunakan identitas karakterku adalah tindakan yang paling sesuai.

Tapi tetap, untuk berpikir bahwa gadis di kereta itu sebenarnya seorang bangsawan. Meskipun aku telah merencanakan untuk tidak terlalu menonjol, tampaknya rencana tersebut berada di ambang kehancuran. Aku harus melakukan penyesuaian dengan cepat, jangan sampai aku terjebak dalam hal-hal yang lebih merepotkan.


"Arc-sama, mungkinkah tujuan anda Rhoden?"


Rhoden? Apakah Rhoden suatu wilayah? Atau apakah itu sebuah negara? Aku tidak tahu apa itu.

Itu adalah nama yang tidak pernah disebutkan di dalam game.


“Tidak, sebagai seorang pengelana aku hanya berkeliaran. Jadi sesuatu seperti tujuan …… tidaklah tepat untuk ku. ”


Sambil mengucapkan tanggapan yang sesuai, aku menatap ke langit yang bernoda senja, dengan berdoa memohon suasana yang lebih santai.


"Begitukah? Kami menuju kota Rubierute, yang diperintah ayah Lauren ojou-sama. Buckle-sama juga senang dengan pembasmian para bandit, jadi maukah anda tetap bersama kami sampai kita mencapai mansion.


Penggambaranmu tentang seorang ayah yang khawatir sangat brilian, kau bahkan berhasil membuat senyuman tulus dan sebuah undangan.

Namun, aku benar-benar akan menolak undangan itu. Tidak ada apa pun kecuali kerumitan bila bertemu dengan tuan tanah feodal.

Di tempat pertama, pelindung kepalaku tidak bisa dilepas. Aku tidak bisa menyapa seorang bangsawan saat memakai ini. Bahkan di zaman modern, kau tidak bisa menemui seorang gubernur dengan mengenakan helm full face. Bahkan, di duniaku kau bahkan tidak bisa berbicara dengan petugas toko dengan memakai helm.

Aku harus menggunakan semua energiku untuk menghindari pertemuan ini.


“Aku menghargai tawaran itu, tetapi gratifikasi bukan yang aku cari. Terimakasihmu lebih dari cukup. ”

"Tidak menerima apa pun, karena menyelamatkan baik ojou-sama dan diriku sendiri ... Buckle-sama akan kecewa dengan itu ..."


Dia mengatakannya dengan gigih. Aku bingung. Ekspresinya mengatakan dia tidak akan menyerah kecuali aku menerima semacam hadiah. Aku harus mengatakan apa yang aku inginkan. Tapi apakah ada sesuatu yang bagus yang bisa aku minta ……


“Baiklah, sebagai seorang pengelana, aku akan sangat berterima kasih untuk sesuatu yang dapat memudahkanku melakukan perjalanan.”

“Perjalanan ……, ah, anda bisa menerima ini jika anda suka. Hanya bangsawan yang bisa menggunakan paspor perak, jadi saya hanya mempunyai satu paspor tembaga. Menunjukan ini di dalam suatu wilayah, semua masalah pasti akan beres. ”


Dari saku di dadanya dia mengeluarkan selembar paspor tembaga sedikit lebih kecil dari kartu nama. Dia kemudian mengulurkan tangannya untuk menyerahkannya kepadaku, yang berada di punggung kuda.

Menerima itu, ditengahnya aku melihat lambang keluarga diantara beberapa jenis karakter yang terukir di sekitarnya.


"Terima kasih banyak."


Aku mengucapkan terima kasih kepadanya untuk itu, sebelum menyimpannya dengan benda-benda lain yang tertumpuk di kantongku. Ketika aku melakukannya, dia berbicara lagi.


"Arc-sama, saya bisa melihat Rubierute."


Ketika aku melihat ke arah suaranya, penampakan sebuah kota terlihat di kejauhan.

Air dari aliran sungai di sekitar perbatasan kota, disalurkan melalui parit besar.

Lebar parit sepertinya sekitar 3 meter?

Sebuah ladang gandum membentang di luar satu bagian parit, dan ombak kecil gandum terlihat ketika angin bertiup. Ladang itu juga dilindungi oleh parit kecil miliknya sendiri.

Dinding kota tampaknya terbuat dari batu yang cukup meyakinkan, dengan ketinggian mungkin 5 meter? Jika kau membandingkannya dengan dinding kastil, mungkin berbeda jauh, tetapi untuk sebuah kota, dindingnya cukup kokoh.

Aku penasaran apakah ini normal untuk menemukan kota sebesar ini di era abad pertengahan?

Gerbang kota tampaknya memiliki lebar 5 meter, dan memiliki menara pengawas yang dibangun di kedua sisi. Ada beberapa penjaga di pos menara, berjaga dan melihat sekeliling. Di depan gerbang berdiri sebuah jembatan batu, tetapi itu tidak sama dengan drawbridge yang sering aku lihat dalam game.
(TL Note: 'Drawbridge' jembatan naik-turun, digame-game RPG sering nongol)

Kl~ing, Kl~ing.

Dari pusat kota, lonceng jam berbunyi, bergema di area itu sampai mencapai tempat ini.


“Arc-sama, itu adalah sinyal penutupan gerbang. Kita harus cepat sedikit. ”


Meskipun lonceng pintu gerbang berbunyi, gerbang tidak akan menutup dengan segera. Sebelum gerbang ditutup kita harus membawa kereta mendekati gerbang. Karena mereka mengiringi kereta tuan feodal, mereka dapat membuka gerbang lagi, bahkan jika itu sulit untuk para penjaga.

Kami sepertinya berada di gerbang timur kota. Aku kemudian memperhatikan bahwa semua penjaga yang berdiri di sekitar membawa tombak.

Salah satu penjaga memperhatikan wajah Rita, dan mulai berlari ke arah kami.


“Rita-dono! Siapa ini?! Apa yang terjadi pada pasukan pendamping dan Tuan Maudlin !? ”


Satu per satu penjaga itu mengajukan pertanyaan. Penjaga yang berlari mendekat mungkin seorang kapten karena dia adalah satu-satunya yang memakai pelindung kepala.


“Satu jam yang lalu, diperjalanan kami disergap oleh sekelompok bandit. Menyedihkannya, Maudlin-sama dan para pengawal lainnya tewas ditangan para bandit. Arc-sama muncul dan berhasil membunuh para bandit yang tersisa.


"Apa!?"


Kapten penjaga itu memandang Rita dan diriku dengan ekspresi terkejut. Setelah mendengar ceritanya, penjaga lainnya semua menjadi berisik.


“Kami membersihkan mayat Maudlin-sama dan lima mayat pengawal lainnya, aku minta kau pergi untuk mengambilnya. Aku akan membawa ojou-sama ke mansion, dan melaporkannya pada Buckle-sama. ”

"Ya! Saya akan segera menyiapkan unit pengambil mayat. Kami meminta anda mendapatkan izin dari Buckle-sama untuk bertindak. ”


Setelah memberi salam, kapten mulai berlarian memberi perintah.

Setelah Rita melihat itu, dia turun dari kursi pengemudi dan membungkuk ke arahku lagi.


“Arc-sama, terima kasih sekali lagi untuk saat ini dan sebelumnya. Jika ada sesuatu yang anda butuhkan, silakan kunjungi rumah bangsawan feodal dan mintalah bertemu dengan pelayan pribadi ojou-sama, Rita Farren. Saya berjanji bahwa saya akan membantu anda sebanyak yang saya bisa. ”

“Dimengerti. Tahukah kau di mana aku bisa menjual kuda-kuda ini dengan harga yang bagus? ”


Aku mengatakan itu sembari menunjuk ke barisan kuda yang diambil dari para bandit. Mengurus mereka berenam sangatlah mustahil. Aku ingin menjualnya, tetapi aku tidak tahu di mana harus menjualnya.


“Jika itu adalah perdagangan kuda, ada tempat yang bernama Danto dekat dengan gerbang timur. Saya pikir anda akan segera dilayani jika anda mengatakan saya yang merujuk anda ”

"Aku mengerti, kalau begitu hati-hati."


Memasuki dari gerbang timur, dia memimpin kereta di jalur kiri, sementara aku bergerak kearah yang ditunjukkan padaku.

Tempat di mana aku berada adalah sebuah bangunan kayu dengan kandang disisinya. Papan nama, yang memiliki ukiran gambar kuda, dipajang. Setelah mengikat kuda-kuda itu ke sebuah pos di dekatnya, aku memasuki kandang kuda dan melihat seorang pria merawat seekor kuda di dalam. Pria itu tidak tinggi, mungkin hanya 160 sentimeter, dan memiliki penampilan yang kokoh. Dia juga terlihat tegas dan memiliki janggut yang tumbuh sampai dadanya.


“Maaf, aku dirujuk ke tempat ini oleh Rita dari tuan tanah Robert. Aku ingin menjual beberapa kuda. ”


Ketika aku memberi tahu pria itu apa yang aku inginkan, dia tampak terkejut sedikit, tetapi setelah memperhatikanku dengan cepat sampai ke ujung kakiku dia membuat senyuman.


"Jadi begitu. Aku adalah pemilik dari kandang ini. Apakah kau punya surat pengantar, Danne-sama? ”
(TL Note: 'Danna/Danne', sebutan pemborong/konsumen dari seorang pedagang)

“Tidak, aku tidak punya surat pengantar tapi aku diberitahu oleh Rita bahwa aku bisa menjual kuda di sini. Aku tidak punya waktu untuk membuat surat pengantar. ”


Master kandang memiliki pandangan bertanya, mencoba menemukan makna dari perkataanku. Aku tidak tahu apakah aku salah bicara, tetapi ini adalah tempat yang direkomendasikan oleh seseorang yang melayani tuan feodal. Karena hubungan itu, seharusnya bisa dipercaya.


“Ojou-sama dari keluarga Robert diserang oleh para bandit. Aku membantu mereka. Enam kuda dari para bandit adalah benda rampasan. Kamu mengerti kan?"

"Apa! Lauren-sama !? Diserang oleh bandit yang menggunakan 6 kuda ...... paman ini belum mendengar tentang hal itu ...... Baiklah, mari kita lihat kuda-kuda itu. ”


Danto mengikutiku ke luar sambil mengelus-elus janggutnya, untuk melihat kuda yang telah kutarik. Dia mengambil sebuah lampu dari meja depan dan melihat setiap kuda satu per satu.

"Aku akan membayar 45 suk untuk yang satu ini, 30 suk untuk yang lain, dan 1 suk untuk semua pelananya."


Aku tidak mengerti unit atau tahu harganya, tapi itu seharusnya cukup untuk menutupi biaya perjalanan. Aku mengangguk pada jumlah yang ditawarkan, aku bersyukur bahwa armor ini menyembunyikan pemikiran batinku.


"Terima kasih banyak. Karena kita harus membayarnya dengan emas, mungkin perlu sedikit waktu. Hei, bocah! Bawa kuda-kuda ini kedalam! ”


Setelah dia membungkuk, dia berteriak ke belakang kandang. Dua anak laki-laki bergegas keluar dari kandang dan membawa kuda-kuda itu kembali bersama mereka.

Setelah menunggu beberapa saat, manajer muncul lagi dengan tas besar. Dia membawa tas itu ke atas meja sehingga aku bisa memastikan isinya. 10 keping uang emas ukuran 1-yen ditumpuk. Suk tampaknya satuan koin emas. Totalnya ada 19 tumpukan emas dan 6 tumpukan perak.


"196 suk, kau bisa periksa sendiri."


Aku menghitung perkiraan jumlahnya, dan menjatuhkan beberapa koin di atas meja untuk melihat apakah mereka mendarat dengan ketinggian yang sama. Tampaknya tidak ada masalah.

Aku memasukkannya ke dalam kantong kulit yang sudah aku miliki. Aku merasa beratnya sudah menjadi lebih baik. Meskipun koin emas berukuran kecil, beratnya sama seperti koin 500 yen. Meskipun aku merasa bahwa itu bukan emas murni, uangnya tetap berat.


"Terima kasih atas bantuannya. Ngomong-ngomong, apa kau tahu dimana aku bisa menemukan penginapan? ”

“Sebuah penginapan kan? Ada tempat bernama Mara di jalan utama dekat pusat kota ... Apakah Tuan belum menyewa penginapan? "

"Aku seorang pengelana, jika itu adalah sebuah tempat untukku membaringkan kepala, itu sudah cukup."


Aku berterima kasih kepada manajer kandang dan mulai berjalan menuju pusat kota. Malam telah sepenuhnya tiba dan daerah tersebut diselimuti kegelapan. Kadang-kadang, aku melihat orang-orang berjalan terburu-buru, tetapi jumlahnya menyusut seiring dengan berlalunya waktu. Namun, setiap kali aku mendeketai seseorang, mereka terkejut. Mau gimana lagi, seorang pria dengan full armor berkeliaran di malam hari itu menakutkan.

Aku menemukan jalan yang ramai sekitar 10 meter dari bagian tengah kota. Di kota Rubierute, hanya sisi timur dan barat yang tampaknya memiliki gerbang. Namun, jalan-jalan di bagian selatan tidak terlihat terhubung ke jalan utama.

Bangunan kayu dua lantai berdiri disepanjang jalan, dan beberapa toko memancarkan cahaya. Tempat dengan papan berbentuk tong kemungkinan sebuah bar, karena aku bisa mendengar keramaian orang-orang di dalamnya.

Aku mencoba memanggil seorang pria mabuk yang berada di luar bar.


“Hei, aku mencari tempat bernama Mara. Kau tahu dimana itu? ”

"Tuan S-Shiny Knight, I-I Ithu, bangunan di sana!"


Memperhatikannya, menunjuk ke sebuah bangunan di seberang jalan. Aku berterima kasih pada lelaki itu lalu memasuki gedung itu disertai suara lonceng pintu berdering. Suara itu menyebabkan seorang pria paruh baya muncul di belakang meja. Pria itu membuka lebar matanya ketika dia melihatku dan bergegas ke arahku.


“Wah wah wah, seorang kesatria berada di sini! Ada urusan apa yang membawa anda ke penginapan kecil mungil ini? ”

"Um, aku di sini untuk menyewa kamar."

“Eh !? Se-seorang Tamu? Di penginapanku ?! ”


Pemilik penginapan itu benar-benar terkejut, karena suaranya menjadi lebih tinggi dari waktu ke waktu. Yah, penampilan luarku adalah seorang ksatria. Ketika aku menunjukkan penegasan, pemilik penginapan dengan malu-malu menyerahkan aku sebuah kunci kamar.

Biaya untuk malam itu adalah satu keping perak. Kayu bakar dan memasak akan dikenakan biaya 1 sek (mata uang perak). Kau bebas mengatur perapian dan memasak makananmu sendiri, benar-benar penginapan yang murah. Di Jepang, makanan itu termasuk fasilitas penginapan, konsep fasilitas terpisah berasal dari barat.

Aku menaiki tangga di sisi konter ke lantai dua. Ketika aku memasuki ruangan yang sudah ditentukan, hanya ada jendela kayu kecil, dan tempat tidur yang memiliki penutup tipis di atasnya. Aku menempatkan lampu yang aku terima di tepi jendela, saat aku duduk dan mengambil nafas.

Secara fisik aku baik-baik saja, tetapi aku lelah secara mental mulai hari ini.

Aku belum memakan apa pun sepanjang hari, tetapi aku tidak merasa lapar. Aku benar-benar tidak mengerti cara kerja tubuh ini. Bahkan mungkin aku tidak perlu tidur, tapi mari kita coba saja.

Karena penginapan ini tidak memiliki keamanan, aku lebih baik tidak melepas armorku. Akan buruk jika aku diserang saat tidur.

Aku mematikan lampu, dan duduk di tempat tidur dengan punggungku bersender ke dinding. Aku menutup mata dan melipat tanganku.

Apakah mataku sudah tertutup? Sementara mempertanyakan hal seperti itu sendirian, malam terus berlalu. 



[ Volume 1 Chapter 4 SELESAI ]




Like Fanspage Facebook kami supaya tidak ketinggalan update!!
😌

» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 4

5 comments:

  1. Whew kurang15 chapterke volume 2

    ReplyDelete
  2. aku bantu klik iklan min, biar lebih semangat.
    Ganbare Ganbare mimin

    ReplyDelete
  3. lanjutkan min ............

    ReplyDelete