Saturday, 5 May 2018

Novel OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 13 Chapter 1 Bagian 10

The Siege

Novel OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 13 Chapter 1 Bagian 10


Bagian 10


Saat dia menyapa para demihuman yang menyerang kota dengan serangan sihir dari udara, Ainz berpikir tentang urutan kejadian yang telah terjadi dan mengernyitkan alisnya yang tidak ada.

- Itu adalah kesalahan besar. Urutan itu salah semuanya. Aku seharusnya memprioritaskan Neia Baraja dibanding wanita yang menyebalkan itu.

Neia mati karena dia telah membantu Remedios dan karena itu menundanya pergi ke tempat Neia. Dia harus menggunakan benda sihir tingkat tinggi untuk membangkitkan Neia, karena dia tidak yakin sebarapa tinggi level Neia, dan dia takut Neia berubah menjadi abu seperti Lizardman dimasa lalu.


Sebenarnya, dia tidak tahu apakah harga itu sebanding dengan membangkitkan Neia untuk manfaat yang bisa dia beri kepada Ainz dan Nazarick. Bisa dikatakan, karena rencana untuk membantu Remedios dan menyerahkannya kepadanya telah gagal total, dia harus setidaknya mencoba lagi dengan Neia, yang mengapa dia memilih untuk membangkitkannya. Namun--




... Apakah tidak apa-apa menggunakan Wand of Resurrection - mantra tingkat tujuh - ya? ... Sepertinya aku terlalu murah hati. Dan juga, butuh waktu satu jam sebelum aku dapat menukar cincin ini.

Ainz melihat salah satu dari delapan cincinnya, yang ada di jempol kanannya.

Itu adalah Ring of Wand Mastery.

Cincin itu adalah artefak ultra-langka yang dijatuhkan oleh bos.

Biasanya, hanya magic caster beratribut tertentu yang sesuai yang bisa menggunakan mantra yang tersimpan di dalam tongkat sihir. Misalnya, hanya divine magic caster yang bisa menggunakan tongkat yang diberi mantra divine tingkat satu 「 Light Healing 」. Tongkat sihir - yang lebih mahal - dapat digunakan oleh magic caster dengan atribut lain.

Ada yang bilang, ada sebuah patch game yang telah memperbaharui tongkat sihir tertentu sehingga benda itu dapat digunakan oleh semua pemain. Sayangnya, tongkat yang diberi mantra tingkat sembilan 「 True Resurrection 」 yang dia gunakan untuk membangkitkan kembali Neia bukanlah salah satu dari mereka, dan Ainz tidak akan bisa menggunakannya dalam keadaan normal.


Namun, dia bisa menggunakannya selama dia memiliki cincin ini.

Namun setiap kali cincin itu digunakan, itu hanya berlaku untuk satu tongkat pada suatu waktu, dan dia harus menunggu satu jam sebelum dia dapat mengubahnya. Ini juga menjadi kekurangan yang mengharuskan mana untuk digunakan, tetapi itu masih merupakan benda yang sangat berharga.


Karena kelangkaannya yang tinggi, sangat sedikit orang di guild “Ainz Ooal Gown” yang memilikinya, dan yang ditinggalkan Ainz kepadanya oleh Amanomanohitotsu ketika dia telah pensi dari game.

Eh, lagipula tak ada tempat lain untuk aku bisa menggunakan tongkat itu, jadi aku tidak boleh terlalu memikirkannya. Ngomong-ngomong, aku baru menyadari bahwa ketika aku menutup matanya, rasanya seperti dia memberi hormat kepadaku secara normal. Mengingat apa yang dia katakan ... apakah itu berarti aku telah mendapatkan kepercayaannya? Umu. Aku ingin tahu apa yang terjadi?


Ainz mengingat reaksi Neia.

Rasa terima kasihnya terdengar tulus ... tetapi pada saat yang sama rasanya seperti dia menatapku. Apakah karena wajah Neia menakutkan? Bagaimana kalau merekomendasikan dia memakai kacamata hitam atau sesuatu yang lain?

Ainz mungkin merasakan itu, tapi tentu saja dia tidak bisa benar-benar mengatakannya. Di gerbong kereta, Neia menyebutkan betapa menakutkannya tatapan mata yang ia miliki.

Jika seseorang menemui seorang wanita dengan bau badan, bagaimana reaksi mereka ketika kau berkata, "Kau bau" dan memberi mereka sebotol parfum?

Rasanya seperti semua rasa hormat yang aku bangun akan lenyap dan dia akan membenciku ...

Selain itu, Ainz - Suzuki Satoru - bukanlah seorang pemberani yang bisa mengatakan hal seperti itu.


Ainz melihat sekelompok demihuman dan mengeluarkan mantra berefek area di tanah, membantai mereka semua. Prajurit yang telah menghadapi mereka melambaikan tangan mereka kepadanya. Ainz mengangkat lengannya juga untuk merespon. Awalnya, dia bermaksud untuk mengangkat tangannya, tetapi ada jarak di antara mereka, jadi dia mengangkat tangannya tinggi-tinggi agar mereka melihatnya.


Itu benar ~ Dia adalah Sorcerer yang baik hati ~ Bersyukurlah padaku ~ berbicara tentang hal itu, apakah sihir kebangkitan membuat manusia menjadi gila atau bertindak aneh? Dibandingkan itu, akan lebih baik jika Neia hanya bertindak emosional ...


AInz memikirkan Neia.

Rasanya aneh tidak peduli bagaimana dia memikirkannya. Dia benar-benar normal ketika dia berpisah dengannya, tapi dia berakhir seperti itu setelah dihidupkan kembali.

Apakah dia marah? Haruskah aku menyembuhkannya dengan sihir? Ini sedikit mengkhawatirkan jika itu adalah efek samping dari kebangkitan. Aku tidak ingin berakhir merusak kepribadiannya yang selama ini ia punya.

Ada kilatan aneh di mata pembunuh Neia, kilatan gila, ganas yang membuatnya takut.

Terlalu ane bahwa dia mengira aku adalah perwujudan keadilan, umu. Sedikit istirahat mungkin akan menyembuhkannya ... oh.

Ainz mengalihkan pandangannya ke kamp demihuman.

Setengah dari mereka sudah dihancurkan, dan Soul Eater berjalan santai di antara para demihuman yang melarikan diri. Bahkan sebanyak itu sudah cukup untuk mengirim demihuman berlarian berbondong-bondong dari aura kematian instan mereka. Soul Eater yang mengkonsumsi jiwa mereka menjadi lebih kuat secara bergantian.


Ketika Soul Eater muncul di YGGDRASIL, mereka hampir selalu berada di level sering ditemui, jadi kemungkinan seorang pemain yang mati karena efek kematian instan hanya akan menjadi satu banding seratus atau kurang. Itulah mengapa kemampuan spesial dari Soul Eater ini jarang mendapat kesempatan untuk dilihat.

Namun, kali ini berbeda. Ini adalah kesempatan sempurna untuk memamerkannya.


“Jiwa, ya ... oh tidak. Aku harus bereksperimen dengan ini. "


Ainz tiba-tiba mendarat. Kemudian dia menggunakan kemampuannya untuk membuat undead tingkat menengah untuk diubah menjadi Soul Eater.

Pergi.

Setelah dia mengeluarkan perintah, Soul Eater segera mulai bergerak. Pada saat yang sama, ia mengirim perintah ke Soul Eater yang melenyapkan demihuman ditempat lain.

Perintah pergi: meninggalkan beberapa mangsa untuk Soul Eater yang baru saja dibuat.

Undead yang dibuat dengan mayat tidak lenyap seiring berlalunya waktu. Tapi mengapa mereka tidak menghilang?

Jika bukan karena mereka menggunakan mayat sebagai media, tetapi jiwa, apakah itu berarti bahwa Soul Eater yang telah memakan jiwa tidak akan lenyap? ... Yah, bahkan jika aku menemukan jawabannya, aku tidak akan tahu di mana mengaplikasikannya. Namun, mengetahuinya lebih baik daripada tidak tahu.


Dia melayang ke langit sekali lagi, dan memastikan bahwa kota itu aman. Sebagian besar demihuman seharusnya sudah disapu bersih sekarang, tetapi dia harus berhati-hati, untuk berjaga-jaga.

Muu, wanita yang menyebalkan itu ada di sana. Abaikan dia, abaikan dia.

Ainz berpaling dari Remedios dan terbang ke tempat lain.

Saat Ainz terbang, dia bisa mendengar sorak-sorai yang datang dari bawahnya, dan Ainz menjawab dengan lambaian tangan. Setelah memverifikasi bahwa tidak ada lagi demihuman - bahwa pertempuran telah berakhir, Ainz mulai berjalan menuju medan pertempuran. Dia akan membutuhkan banyak waktu untuk kembali ke Nazarick dan mengurus semua pertemuan yang menjengkelkan.


"Aku harus menangani ini dengan benar ..."


Lonjakan kegelisahan membanjiri dirinya, dan kemudian penekanan emosinya menenangkannya. Satu-satunya hal yang tersisa adalah sensasi dingin di dalam hatinya.

Aku perlu menggunakan 「 Message 」 memberi tahu Demiurge untuk menemuiku di Nazarick.


***

Setelah Ainz melakukan gerakannya, kemenangan itu terlalu mudah. Setelah memusnahkan demihuman yang menyerang kota dan menyelesaikan beberapa hal lainnya, Ainz kembali ke kamarnya sendiri.

Salah satunya adalah menunjukkan wajahnya di kamar Caspond dan meminta sedikit bantuan untuk masa depan. Topik utamanya adalah setelah menghancurkan kamp demihuman menjadi butiran debu, dia tidak punya masalah dengan memberi mereka sisa makanan dan yang lainnya - kecuali item sihir.

Karena Ainz telah menghancurkan kamp demihuman sendirian, maka rampasan dari para demihuman akan menjadi miliknya. Melempar semuanya ke dalam Exchange Box akan menghasilkan jumlah yang cukup banyak. Namun, jika dia memonopoli semua itu, niat baik yang telah dia bangun dengan susah payah mungkin berakhir kehilangan nilainya. Karena itu, dia harus menuliskannya sebagai investasi dan memberikan semuanya kepada Holy Kingdom. Tentu saja, mungkin ada benda-benda sihir yang berharga di antara barang rampasan, dan dia tidak berniat menyerahkan benda-benda itu.


Biasanya, Ainz akan pergi ke kamp sendirian dan menggunakan 「 Greater Magic Vision 」, 「 Detect Magic 」 dan mantra pemprediksi lainnya untuk memeriksa kesempatan itu, tetapi dia merasa bahwa tidak perlu melakukannya. Selain itu, Demiurge pasti menyelidiki item sihir apa yang dimiliki oleh demihuman sebelumnya. Bahkan jika ada sesuatu yang terlewat oleh jaringnya, seharusnya tidak ada apa pun di sana yang bisa membahayakan Ainz. Jika ada, maka itu akan lebih menarik perhatian.


Setelah itu, dia pergi untuk memperbaiki peralatan dari ketiga demihuman tersebut. Seperti yang diharapkan, tak ada yang berani menjarah mayat, dan Ainz memperbaiki item sihir mereka tanpa insiden. Tentu saja, dia punya ide tentang seberapa kuat item-item sihir dari kandungan bahan pembuatannya, tapi ia masih memiliki harapan untuk sesuatu yang aneh atau tidak biasa.

Dia melemparnya ke tempat tidur dan bersiap untuk menyelidiki kandungan sihir masing-masing dan setiap dari item-item itu, tapi dia memiliki sesuatu yang harus dia lakukan dulu.


"- Dan sekarang!"


Dia sengaja membuat kebisingan.

Bagian dari itu adalah untuk mengasah dirinya sendiri, tetapi ada arti lain untuk itu.

Ada sesuatu yang harus dia lakukan sebelum dia mengirim 「 Message 」 pada Demiurge.

Ainz mengeluarkan gulungan - yang dibuat Demiurge - dan membaca mantra, lalu sepasang telinga kelinci tumbuh dari kepala Ainz.
(TL Note: AINZ-SAMA QT!!!)


Dia menggunakan mereka untuk memeriksa suara terdekat, dan sepertinya tidak ada yang bersembunyi untuk memata-matainya. Namun, itu tidak cukup untuk membuatnya merasa nyaman. Setelah semua, ada sihir, seperti sihir tingkat dua 「 Silence 」, yang bisa menghilangkan suara, dan kemudian ada juga keterampilan thief, jadi itu terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa tak ada seorang pun di sekitarnya hanya karena dia tidak bisa mendengar apa-apa .


Terima kasih kepada peternakan Demiurge - yang memungkinkan kita memperoleh bahan baku dengan mudah - aku dapat menggunakan gulungan ini dengan santai. Melempar banyak produk ke dalam Exchange Box berarti kita dapat mengembalikan emas yang dihabiskan untuk pembelian gulungan tanpa masalah. Aku telah memikirkan hal ini sebelumnya, tetapi aku memiliki perasaan baik tentang berbagai cara dimana Nazarick bisa berkembang.


Mereka masih bisa menggunakan perkamen biasa dari dunia ini untuk sihir tingkat satu seperti 「 Rabbit Ear 」. Salah satunya membutuhkan bahan dari YGGDRASIL untuk ditingkatkan lebih tinggi. Namun, sebagian masalah persediaan sudah dipecahkan.

Sementara itu benar bahwa mereka hanya bisa digunakan untuk menggantikan sihir sampai tingkat tiga, kontribusi Demiurge ini sudah sangat besar. Hal pertama dan paling tak terbantahkan adalah bahwa ketika mempertimbangkan segala sesuatu yang telah dilakukannya sampai sekarang, ia adalah yang paling layak mendapat pujian untuk karyanya. Berikutnya adalah Albedo dengan manajemen Nazaricknya yang sempurna.


Ainz kemudian melanjutkan untuk menggunakan kemampuannya untuk menciptakan undead yang lebih rendah dan menciptakan seorang Wraith.

Periksa sekeliling dan lihat apakah ada yang memata-mataiku.

Setelah menerima perintah, Wraith meninggalkan ruangan tanpa membuka pintu. Para Wraith memiliki tubuh astral, sehingga mereka bisa bergerak menembus dinding dan berbagai halangan lain. Tetap saja, ada batasan tergantung seberapa tebal dinding itu, jadi itu hampir tidak terbatas, tetapi ketebalan dinding kamarnya tidak ada masalah untuk hal ini.


Ainz memfokuskan dirinya pada telinga yang telah dia tingkatkan.

Bahkan jika ada seorang thief yang menunggu, bisakah dia tetap tidak bergerak jika undead tiba-tiba muncul, terutama jika dikelilingi oleh aura teror? Selain itu, mereka akan membutuhkan kemampuan penyembunyian yang bisa menyembunyikan mereka dari pendeteksian Wraith. Tentu saja, menipu undead tingkat rendah itu mudah, tetapi jika seseorang benar-benar memiliki kemampuan ini, maka mereka pasti sangat cakap.


Ainz menyimpulkan bahwa tidak mungkin ada orang seperti itu. Jika ada orang seperti itu di kerajaan ini, maka mereka seharusnya meminta para undead mengambil bagian dalam dua pertempuran sebelumnya.

Bisa dibilang, aku tidak dapat mengesampingkan kemungkinan bahwa seseorang seperti itu mungkin mewaspadaiku dan karena itu sedang menunggu kesempatan. Namun, mengingat kepribadian wanita itu, seharusnya tidak mungkin ... jika ada seseorang seperti itu, tidak biasanya bagi Demiurge untuk tidak memberi tahuku tentang mereka.


Itu tidak biasa. Saat dia memikirkan kata-kata itu, Ainz bertanya-tanya, apakah itu benar-benar kasusnya?

Tentunya Demiurge tidak akan merasa bahwa Ainz akan mengerti bahkan jika dia tidak mengatakan apa-apa, kan?

... Ah, semakin aku memikirkannya, semakin membuat perutku sakit ...

Jika kesalahan itu terjadi, maka dia harus mengumpulkan tekadnya dan duduk bersama Albedo dan Demiurge untuk mengobrol.

Akhirnya, undead kembali.


"Apakah ada orang disekitar?"


Jawaban undead adalah negatif. Telinga Ainz juga tidak menangkap suara yang mencurigakan.


"Begitukah. Kalau begitu sembuyilah di dinding dan awasi sekitar.


Setelah melihat undead yang memasuki dinding, Ainz mempersiapkan diri secara mental.

Sekarang, selanjutnya aku akan mengaktifkan 「 Message 」.

Itu hal yang sederhana, tetapi dia tidak bisa memaksa dirinya untuk melakukannya.

Itu seperti seorang karyawan yang tahu dia akan dimarahi oleh bosnya setelah kembali ke kantor.

Namun, dia tidak bisa tetap seperti ini selamanya. Hatinya juga akan terasa berat jika Demiurge menghubungi dia lebih dulu.


"Saatnya melakukannya, diriku!"


Setelah menyemangati dirinya, dia mengirim 「 Message 」 ke Demiurge. Dia telah melatih apa yang ingin dia katakan di kepalanya berkali-kali dan telah melalui lebih dari cukup simulasi. Yang harus dia lakukan sekarang hanyalah mengatakannya.

Namun 「 Message 」 terhubung sebelum ia bisa menarik nafas dalam-dalam untuk mengurangi stres nya - atau lebih tepatnya, hampir tidak ada jeda antara pengaktifan mantra dan Demiurge menerimanya. Tanggapannya terlalu cepat.


"Demiurge, apakah itu kau?"


『Betul, Ainz-sama.』


"Umu." Dia telah berlatih ini berkali-kali. Yang harus dia lakukan sekarang hanyalah mengatakannya.

“... Aku ingin tahu apakah kau punya pertanyaan tentang perbedaan tindakanku dari laporan, jadi aku menghubungimu. Sementara aku mengerti apa yang ingin kau katakan, aku merasa bahwa Albedo seharusnya hadir juga jika ada pertanyaan rinci. Kembalilah ke Nazarick secepatnya. Aku akan kembali saat ini juga. Kita akan bertemu di rumahkayu lantai atas. ”


『Dipahami. Maka saya akan menghubungi Albedo. 』

"Ahh, tolong lakukan."


Dia segera mematikan 「 Message 」. Setelah itu, Ainz mendesah dalam-dalam.

Ahhh, itu bagus. Dia tidak terdengar marah. Ahhh, itu menakutkan.

Apa yang harus aku lakukan jika seorang bawahan berbakat marah padaku, pikirnya. Jantung Ainz penuh ketakutan; untuk membuat dirinya nyaman, dia menyalurkan energi baru ke tubuhnya yang goyah dan menatap dinding.

Misi Wraith selesai. Berkat tembakan api yang menyala, dia bisa menghancurkan undead seperti yang dimiliki Shalltear, tapi tidak perlu membuang-buang energiya. Memerintahkannya kembali juga merupakan tugas yang sederhana. Kebetulan, tidak perlu berbicara juga; dia hanya bisa mengeluarkan perintah telepati. Dengan cara itu, ia bisa mematahkan kerenggangan hubungan di antara mereka.


Dikatakan ada banyak sekali tautan yang membentang kembali ke E-Rantel.

Terlepas dari ini, sekarang ada banyak koneksi yang tersebar di penjuru E-Rantel. Di sana, dia tidak yakin bisa memberikan perintah yang jelas tanpa membicarakannya. Itu memang benar. Namun, Ainz telah membuat sangat sedikit undead di tempat ini, jadi mengeluarkan perintah yang jelas akan cukup sederhana.


--Menghilang. Sekarang, kembali ke Nazarick ...

Setelah ini akan menjadi tugas yang sangat menakutkan - tugas menipu yang harus diselesaikan. Jika bisa dia akan menyuruh orang lain untuk menggantikannya, tapi itu tidak mungkin. Selain itu, siapa yang bisa menanganinya selain dirinya?


Dia menyentuh item sihir dari tiga demihuman di atas meja dengan harapan menyingkirkan kegelisahannya.

Fufu. Mereka lemah, mereka murah, tapi tetap saja, mendapatkan benda-benda sihir di dunia ini membuatku senang ... yah, mungkin aku tidak sebahagia seperti Pandora Actor, tapi rasanya aku juga menikmati benda-benda sihir, ya. ?


Hal pertama yang dia lakukan adalah menilai benda-benda sihir milik demihuman empat lengan. Di antaranya, adalah ban lengan yang telah melindunginya terhadap mantra kematian instan Ainz, dan namanya adalah Deathguard Armband. Bisa memberikan kekebalan terhadap sihir kematian sehari sekali.
(TL Note: Ban lengan, biasa dipake OSIS di anime-anime)


Ainz mengambilnya dan memutarnya di tangannya beberapa kali, lalu meletakkannya kembali di atas meja.

Membosankan. Kalau saja ada barang yang lebih bagus. Sekarang maka--

Tepat ketika dia hendak berangkat, dia mendengar suara ketukan di pintu. Sebuah suara dari luar berkata, "Yang Mulia, saya Squire Neia Baraja."


Ainz segera mempersiapkan dirinya sendiri. Kemudian dia melihat ke sekeliling ruangan untuk memastikan bahwa yang dia miliki adalah keadilan absolut seorang Sorcerer King. Setelah itu, dia perlahan-lahan duduk di kursi dan pose yang dia adopsi adalah Raja Ainz No. 24.
(TL Note: awkwakwakwak)

"--Masuklah."


Dia melakukan yang terbaik untuk berbicara dengan suara rendah dan berbobot. Perubahan nada ini juga merupakan hasil dari latihannya berulang kali.

Pintu terbuka, dan Neia - lukanya sekarang pulih - memasuki ruangan dan membungkuk kepadanya.


“Saya sangat bersyukur diberi izin untuk masuk, Yang Mulia. Saya datang ke sini untuk melakukan tugas saya sebagai seorang pengawal. ”

“Umu. Aku senang dirimu datang, Nona Baraja. Tetapi tidak perlu memenuhi kewajiban pengawalmu hari ini. Sementara lukamu mungkin sudah sembuh, kelelahan karena pertempuran itu pastinya-- ”


Ah, itu pasti sudah sembuh, pikir Ainz. Ramuan yang digunakannya saat itu adalah gabungan yang bisa menyembuhkan stamina dan keletihan. Itu adalah ramuan yang membuat Nfirea - kulitnya kering dan kasar - memuji-muji surga.


“Saya bisa memenuhi kewajiban saya sebagai pengawal berkat kekuatan Yang Mulia. Juga - saya sangat senang diizinkan tinggal di sisi Yang Mulia. ”


Neia tersenyum - atau apakah itu seringai? Tubuh seseorang secara alami akan bertahan dalam menghadapi senyum yang bermusuhan atau jahat, tetapi kesombongan Ainz yang seperti raja tidak dapat dihancurkan.


"...Begitukah. Namun, aku harus kembali ke Sorcerous Kingdom sementara waktu untuk menangani beberapa tugas penting. Aku minta maaf karena telah menyi-nyiakan perjalananmu kesini. "

"Saya mengerti…"


Dia terlihat sangat kecewa, tetapi dia tidak terlihat lucu sama sekali. Yang bisa dia pikirkan hanyalah bahwa dia memelototinya. Namun, Ainz sudah memikirkan cara untuk menghadapi Neia.

Yang harus dia lakukan hanyalah menutup matanya. Dengan begitu, matanya tidak lagi membuatnya takut.


“Ngomong-ngomong, aku senang dirimu baik-baik saja - dirimu masih hidup, Nona Baraja.”

“Terima kasih banyak, Yang Mulia! Semua ini berkat kekuatanmu. Terlebih, tanpa armor ini aku mungkin tidak bisa bertahan sampai Yang Mulia tiba. ”


Tetapi kau tidak bertahan, kau mati ... yah, semuanya baik-baik saja yang berakhir dengan baik. Kalau dipikir-pikir itu, aku mendengar dia bertarung di tembok kota, jadi armor yang bisa bertahan dari serangan jarak jauh adalah pilihan yang tepat!


“Fufu. Yah, itu enak didengar. Bagaimana dengan busurnya? Apakah dirimu memamerkan kekuatannya kepada seluruh pasukan? "

"Ya ... banyak prajurit melihat kekuatan besar yang dimilikinya ... meskipun, sekarang mereka semua telah mati."

"Apa!? --Aku mengerti, itulah yang terjadi. Sayang sekali."


Dia telah gagal lagi. Ainz dipenuhi dengan rasa penyesalan yang mendalam. Jika semua orang yang melihatnya mati, itu tidak berbeda dari tidak ada yang melihatnya sama sekali. Mungkin aku harus menyerah untuk mencoba mengiklankan persenjataan Rune, pikir Ainz. Tetap - aku pikir seharusnya ada kesempatan. Bahkan jika rencana ini gagal, itu tidak berarti aku kehilangan sesuatu, dan akan ada manfaat besar jika berhasil.


“Saya yakin bahwa tanpa benda-benda yang Mulia pinjamkan pada saya, saya akan berada di Surga dengan yang lain ... terima kasih banyak, Yang Mulia.”


Ainz merasa bahwa kata-katanya berasal dari hati, dan begitu Ainz berpikir, bagus sekali. Tentu saja, dia tidak bisa mengekspresikan emosi itu. Dia harus tetap menunjukkan keteguhannya sebagai seorang penguasa.

“Tak perlu dihiraukan. Yang perlu dirimu ketahui adalah bahwa tugas seorang master adalah melindungi para pengikutnya. ”


Sedikit membuka matanya untuk melihat reaksinya reaksinya .. wajah NEIA telah berubah sedikit ketika ia mendengar kata “pengikut”. Itu mungkin bukan kemarahan, tapi rasanya seperti semacam ketidakbahagiaan. Jika sikapnya sekarang dan alur percakapannya bisa dipercaya, itu tidak terjadi.

Dengan kata lain, membuka matanya adalah kesalahan. Ainz menutup matanya lagi.

“Terima kasih banyak, Yang Mulia. Juga, para prajurit yang diselamatkan Yang Mulia juga berharap aku mengucapkan terima kasih kepada anda. ”

"Ho ..." Baiklah! Ainz berusaha menyembunyikan perasaannya. "Kau tidak perlu khawatir tentang itu. Aku kebetulan menyelamatkan mereka karena mereka ada di sana. Namun, kuharap mereka tidak akan mengharapkan keberuntungan ini terulang kembali, aku menggunakan banyak mana di pertempuran ini, jadi aku mungkin tidak bisa menyelamatkan mereka lagi, kau tahu? ”

"Dimengerti, saya akan menyampaikan pesan anda kepada mereka."

“Ahh. Namun ... itu benar. Tolong beri tahu para prajurit bahwa aku senang menerima rasa terima kasih ... dan sekarang, Nona Baraja, aku minta maaf tetapi aku benar-benar harus pergi. Setelah ini - ya, bisakah dirimu kembali kesini dalam waktu empat jam? ”

"Baik! Tidak masalah sama sekali! Kalau begitu, mohon permisi, Yang Mulia! "


Neia meninggalkan ruangan, dan Ainz membuka matanya.

Hm. Rasa terima kasihnya tampaknya benar-benar asli. Sepertinya aku punya satu orang akhirnya. Tidak, seperti kata pepatah, perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah. Haruskah aku memberikan ramuan penyembuhan gratis sebagai ajang promosi? Itu seharusnya memberikanku lebih banyak rasa terima kasih ... tetapi bisakah itu menggantikan kegagalan promosi persenjataan Rune?


Ainz mengeluarkan ramuan ungu itu.

Ini adalah ramuan Nfirea. Kualitasnya sedikit lebih rendah dibandingkan ramuan buatan YGGDRASIL, dan masih dalam tahap pengembangan. Namun, kualitasnya mungkin meningkat di masa depan, atau dia mungkin akhirnya bisa membuat ramuan merah YGGDRASIL.

Akan terlalu boros untuk menyebarkan berita tentang ramuan merah YGGDRASIL untuk hal biasa, jadi aku tidak menggunakannya ... tetap saja, aku tidak tahu apakah orang yang terbiasa dengan ramuan biru dapat menerima ramuan ungu. Menggunakan dan mengujinya di sini terdengar seperti rencana yang bagus.


Saat ini, ia bermaksud agar Nazarick menyembunyikan ramuan yang dibuat Nfirea dan neneknya. Dia tidak berencana untuk mendistribusikan teknologi ini. Namun, rencana itu mungkin berubah di masa depan, dan waktunya mungkin tiba ketika dia bisa menjual ramuan itu. Akan lebih baik untuk memompa untuk situasi saat itu.


Ini rumit. Ada manfaat dan kerugian di kedua sisi ...

Terus terang, fakta bahwa dia mendiskusikan kehidupan seksnya denganku menyebabkan banyak masalah padaku. Maksudku, setidaknya mereka tidak melakukannya di depanku, tetapi bukankah itu buruk jika ada kabar bahwa dia berbicara tentang istrinya?

Di tempat pertama, mengapa Nfirea bahkan mendiskusikan ini denganku? Apakah karena dia tidak memiliki kerabat laki-laki dan jauh dari kota tempat dia tinggal sampai sekarang, jadi dia berpikir bahwa dia tidak punya orang untuk diajak bicara? Untuk semua orang yang dia tahu, dia mungkin berpikir bahwa Narberal dan aku memiliki hubungan semacam itu.


Tetapi dia harus tahu bahwa aku adalah kerangka ...
(TL Note: nggak punya titit)


Sementara Ainz telah memikirkan memata-matai kehidupan seks mereka untuk memuaskan rasa ingin tahunya, ia merasa bahwa hal itu akan mengubah sikapnya terhadap mereka berdua, jadi dia menahan dorongan itu. Namun, setiap kali Nfirea datang untuk membahasnya dengan dia, butuh banyak upaya untuk menekan rasa ingin tahu yang terlintas di benaknya.


Aku ingat sesuatu tentang hal itu membuat dia merasa sangat kenimkatan, sehingga ia diminta untuk melakukannya beberapa kali ... mungkinkah bahwa alasan ia membuat begitu banyak ramuan - beberapa jenis obat kuat, ku pikir - dan kemudian memberikannya padaku adalah karena ...

Bagaimanapun, dia telah memutuskan untuk memberikannya kepada kedua Lizardmen itu sehingga mereka akan bekerja keras untuk membuat anak yang lebih langka.

Buah teknologi pertama kali diterapkan pada militer, lalu seks dan obat-obatan. Itu benarkan? ... Ah, saatnya pulang.


[Volume 13 Chapter 1 Bagian 10 SELESAI]


Like Fanspage Facebook kami supaya tidak ketinggalan update!!
😌
 
» Anda baru saja membaca: Novel OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 13 Chapter 1 Bagian 10

14 comments:

Ozzy 111 said...

Komen pertama?
Semangat trus updatenya ^^

Tauhidan said...

yah gagal pertamax tele

Gofly Hy said...
This comment has been removed by the author.
Unknown said...

Mantab

okta irfansyah said...

Tinggal nunggu doujin ainz x neia nih :v

ggnokawazu said...

jaga kesehatan min kami membutuhkanmu huehuehueuheuhe

adib adib said...

Semangat kakak

Admin OGAMI said...

Mantap lanjut walaupun gagal pertamax wkwk

Unknown said...

Mantap gan

Isnaya Rusli said...

Lanjutlah

Rifqi M.N said...

Makasih mimin. S

Keyn said...

Stay pantau overlord id, ty min, ganbatte~ ^^

Hery said...

jm berapa rilis nextchapter min

Anggie Abdurochman said...

Ganbare...

Post a Comment