Sunday, 6 May 2018

Novel OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 13 Chapter 2 Bagian 1

Ainz Dies

Novel OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 13 Chapter 2 Bagian 1


Bagian 1


Ada total empat orang di dalam ruangan.

Ada dua paladin, yang datang langsung setelah pertempuran dan karena itu armornya berlumuran darah - Remedios Custodio dan Gustav Montagnes. Ada seseorang yang bertanggung jawab atas para priest yang masih hidup, seorang pria paruh baya yang bisa menggunakan sihir tingkat tiga - Siliaco Naranho. Dan kemudian ada Pangeran Caspond Bessarez.


Dua dari mereka datang dari medan pertempuran dan salah satu dari mereka bertanggung jawab untuk menyembuhkan yang terluka. Akibatnya, kamar Pangeran Caspond dipenuhi dengan bau darah.

Remedios belum melepaskan helmnya bahkan sampai sekarang. Itu bukanlah etika yang tepat untuk mengunjungi kamar seorang pangeran - seseorang bahkan bisa menyebutnya tidak sopan - tetapi Caspond tampaknya tidak terganggu olehnya dan dia tampak sangat tenang.




Pada saat yang sama, udara di dalam ruangan sangat buruk, meskipun bukan karena alasan sebelumnya. Memang benar bahwa itu membuat bau disini, tapi alasannya adalah karena suasana disini membeku. Sangat dingin sehingga bahkan tampaknya menghalangi sinar matahari masuk melalui jendela ..


Ini bukan suasana seperti berhasil melewati pertempuran yang mustahil dan muncul sebagai pemenang.

Caspond adalah orang pertama yang berbicara dalam keheningan yang berlangsung ini. Namun, siapa lagi yang bisa berbicara lebih dulu selain dirinya?


"Beritahu padaku jumlah korban kita."

“Dari 6.000 anggota prajurit yang kami bawa ke medan pertempuran, 4.000 dari mereka telah terluka atau terbunuh.”

"... Jika aku boleh menambahkan kata-kata Wakil Kapten-dono, ada juga seribu orang di antara pasukan yang terluka yang disembuhkan oleh para priest, tetapi separuh dari mereka tewas karena kita tidak dapat menyelematkan mereka tepat waktu."

"... Dan kemudian setengah paladin selamat, dan delapan priest tewas."


Caspond menutup matanya dan menggelengkan kepalanya saat dia mendengar kata-kata Gustav.


“Melawan pasukan demihuman yang seperti itu ... sementara kita tidak bisa mengatakan kehilangan seperti ini adalah hal yang baik, haruskah kita bersyukur bahwa itu semua yang kita dapat? Atau haruskah kita bersedih karena banyaknya jumlah korban-- ”

"Yang terakhir."


Itu adalah Remedios, suara kecil menyela Caspond.


"Yang terakhir."

“... Kapten Custodio benar. Kita harus bersedih telah menderita kerugian seperti ini. ”


Gustav dan Siliaco menunduk ketika mereka mendengar kata-kata Caspond.

Mereka tahu bahwa melawan pasukan demihuman yang berjumlah 40.000 pasukan, itu adalah sebuah keajaiban bahwa Pasukan Pembebasan Holy Kingdom yang kalah jumlah memiliki begitu banyak orang yang selamat - meskipun itu termasuk manusia buatan. Namun, mereka juga mengerti bahwa mengatakan sesuatu seperti ini akan mengganggu dan tidak produktif, jadi mereka tidak punya pilihan selain melakukan ini.
(TL Note: Baca vol 12 tentang eksperimen iblis)


"Apakah itu Sorcerer King yang mengalahkan pasukan demihuman dalam formasi mereka?"

"Ya. Ada beberapa laporan saksi mata di tengah-tengah kekacauan penjaga tembok kota, jadi kami tidak yakin detailnya, tetapi ada pembicaraan tentang undead misterius yang menghancurkan pasukan. ”

"Aku mengerti. Itu cocok dengan apa yang aku dengar dari Sorcerer King. Jadi dia menggunakan undead yang dia ciptakan untuk membersihkan mereka - menghapus pasukan besar seperti itu, hm? Dalam hal ini ... kita dapat menyimpulkan bahwa Sorcerer King dapat mengalahkan Jaldabaoth, benar kan? ”


Caspond mengalihkan pandangannya ke Remedios, tetapi dia hanya mengerutkan bibir dan tetap diam. Udara yang sangat bergejolak di sekitar paladin terkuat Holy Kingdom membuatnya menjadi sosok yang menakutkan bagi yang lemah. Caspond berpaling darinya dan menuju Gustav, yang segera membalas tatapannya dengan tatapan minta maaf yang sangat dalam di matanya dan menundukkan kepalanya.


“Hahh… apakah benar-benar tidak apa-apa untuk mempertaruhkan seluruh Kerajaan padanya? Atau lebih tepatnya - haruskah kita memikirkan apa yang harus dilakukan jika Sorcerer King kalah dari Jaldabaoth? Adakah yang punya ide untuk hal terbaik berikutnya yang bisa kita lakukan jika itu terjadi? ”


Dia dijawab dengan diam. Di tengah semua ini, Remedios angkat bicara.


"Kalau begitu, bagaimana kalau memanggil Momon?"


Tiga orang selain Remedios saling memandang dengan ekspresi serius di wajah mereka.

Remedios - yang merasa itu ide yang bagus - mengerutkan kening.

"Apa? Apakah kalian memiliki ide yang lebih baik? Itu lebih tepat daripada undead sialan itu, bukan? ”

"...Kapten. Kita sekarang mendiskusikan apa yang harus dilakukan jika Sorcerer King kalah. Dalam situasi seperti itu, bertindak pergi ke Sorcerer King untuk mendapatkan lebih banyak bantuan akan sangat berisiko. ”

"Belum tentu," kata Siliaco sambil mengelus kumis putihnya.

“Tunggu sebentar, Wakil Kapten-dono. Ide Kapten-dono berisiko, tetapi bukan langkah yang buruk. Bagaimana kalau berbohong tentang Sorcerer King yang ditangkap oleh Jaldabaoth dan membuat Momon datang? ”

“Priest-dono, itu terlalu berbahaya. Bahkan jika Momon mengalahkan Jaldabaoth, jika kebohongan terungkap itu bisa memicu perang. Bahkan jika semua berjalan dengan baik, kesan Sorcerous Kingdom tentang kerajaan kita akan turun drastis. Dan jika semuanya memburuk, Momon mungkin menjadi Jaldabaoth kedua dan memimpin pasukan undead Sorcerous Kingdom ke kerajaan kita. ”

“Tepatnya, kalian berdua. Dan yang terburuk adalah bahwa Sorcerous Kingdom memiliki alasan untuk menghancurkan kita. ”


Remedios memiringkan kepalanya ke penjelasan Caspond.


"Kita tidak bermusuhan dengan Sorcerous Kingdom, jadi tidak apa-apa kan?"

“... Kapten Custodio, tolong berhenti memikirkan hal-hal berbahaya. Aku tidak ingin mengadopsi kebijakan apa pun yang akan membahayakan kita ... bisa dikatakan, aku tidak mempunyai ide bagus. Bagaimana dengan kalian berdua? ”


Siliaco dan Gustav juga tidak bisa memikirkan apa pun.

Ruangan itu terdiam sejenak.

Akhirnya, Caspond diam-diam angkat bicara.


“... Untuk saat ini, mari kita bubar dan memikirkannya sendiri. Tidak akan ada masalah jika Sorcerer King dapat mengalahkan Jaldabaoth. ”Caspond menepuk kedua tangannya. “Kalau begitu, mari kita bicara tentang hal lain. Bagaimana dengan sisa makanan yang dibawa demihuman? Bisakah kita memakannya secara normal? Dan jika kita bisa mengkonsumsinya, berapa lama itu bisa bertahan? ”


Normalnya, itu akan menjadi milik Sorcerer King karena dia telah mengalahkan pasukan demihuman, tetapi dia sudah mengatakan bahwa dia akan menyerahkannya secara gratis.

Gustav menjawab. Dia bertanggung jawab atas berbagai tugas seperti itu.


"Pak. Tampaknya ada banyak persediaan seperti roti dan sayuran yang bisa kita makan. Berkat penyerangan undead Sorcerer King, sisa makanan masihlah utuh, sehingga makanan-makanan itu dalam kondisi yang sangat baik. Selain itu, ada juga beberapa makanan yang perlu diteliti lebih lanjut, seperti sayur yang berbau asam dan sebagainya. ”


Makanan yang diawetkan sangat umum di Holy Kingdom. Namun, ini adalah makanan demihuman, jadi mereka mungkin berasal dari spesies yang memakan makanan yang membusuk, itulah sebabnya Gustav mengatakan mereka harus menyelidiki lebih lanjut.


“Hanya ada satu masalah. Itu akan menjadi daging. "

"Yang berarti?"


Wajah Gustav tampak gelap saat dia melihat Caspond.


“Sebagian daging terlihat berasal dari manusia. Kesimpulan itu datang dari melihat bentuknya dan kami tidak yakin tentang itu. Mungkin kita bisa tahu ketika kita mencobanya, tetapi saya lebih suka tidak mencoba sampelnya, itupun jika anda tidak keberatan. ”

"Berapa banyak daging yang kita bicarakan di sini?"


Siliaco tampak jijik di wajahnya.


“Banyak demihuman yang memakan daging, jadi ada banyak. Sepintas, sepertinya setengah persediaan makanan yang mereka bawa adalah daging. ”

"Apa!? Setengah dari persediaan untuk 40.000 pasukan adalah daging? ”

Secara hipotetis, jika seorang demihuman mengonsumsi satu kilogram daging per hari, itu akan menghasilkan 40 ton. Jika mereka mempunyai persediaan selama dua minggu, itu akan menjadi 560 ton. Dalam hal itu - Pangeran meraih wajahnya.


"... Berapa banyak daging manusia itu?"

“Kami tidak tahu. Memeriksa masing-masing dan setiap bagian akan memakan banyak waktu, dan jika mereka tidak dalam bentuk aslinya ... ”

“Akan sangat memalukan jika membuang makanan ketika masa depan tampak suram. Aku ingin memisahkan daging manusia dari daging lainnya ... Priest Naranho, bisakah sihirmu menanganinya? ”

“Maafkan saya, Pangeran-denka. Kami tidak bisa melakukan hal seperti itu. Saya merasa rekan-rekan saya di antara para paladin seharusnya sama. ”


Caspond melihat Gustav mengangguk dan menghela nafas dalam-dalam.


“Jadi sihir tidak bisa melakukan semuanya ya? Bagaimana kalau para tawanan demihuman memakannya untuk mencari tahu? ”

“Kita harus membiarkan yang mati beristirahat dengan tenang. Jika ada daging manusia, kita harus mengembalikannya ke bumi. ”

"Tepat sekali, Kapten Custodio ... bagaimana menurutmu, Wakil Kapten Montagnes?"

“Ya, saya setuju dengan Kapten. Saya merasa bahwa tidak ada waktu yang cukup untuk menyelidiki setiap barel daging. Kita harus menggunakan waktu dan upaya kita di area lain. ”

“Aku mengerti… sangat jelas, aku paham. Jadi berkaitan dengan daging demihuman, kita akan membuang semua yang terlihat dipertanyakan. Dalam hal ini bagaimana dengan senjata dan armor para demihuman? ”


Sorcerer King juga menyerahkan mereka secara gratis, tetapi dia juga mengatakan bahwa dia akan mengharapkan sesuatu seperti rasa terimakasih, jadi mereka harus menyerahkan item yang sesuai jika saatnya tiba.

Jika mereka dapat mengalahkan Jaldabaoth atau merebut kembali Ibukota Kerajaan, Caspond berencana mengumumkan kepada rakyat bahwa ia akan menyerahkan kekayaan bangsa ini kepada Sorcerous Kingdom.

“Pertama, memperbaiki peralatan dari demihuman dan mengubur mayat akan membutuhkan waktu, oleh karena itu kita bahkan tidak akan punya waktu untuk memeriksa kualitas mereka ... Priest-dono, jika ada undead muncul di sini, akankah mereka menjadi kaki tangan Sorcerer King?”


Undead berkembang dengan mudah di tempat-tempat di mana banyak mahluk hidup mati. Sebuah tempat di mana lebih dari 10 ribu demihuman mati sangatlah sempurna.

Setelah ditanyai, tampilan yang sangat khawatir muncul di wajah Siliaco.


"Saya tidak tahu. Saya benar-benar tidak tahu. Tetapi apa pun bisa terjadi, jadi kita harus mengurusi mayat dan membakarnya sesegera mungkin. Saya ingin mengandalkan kekuatan kami sendiri untuk itu, tetapi kami tidak bisa mengurusi semuanya, jadi saya ingin mendapatkan bantuan dari para paladin. ”

“Ahh, serahkan pada kami. Kami terbiasa berurusan dengan undead. ”

“Aku berharap Kapten Remedios juga membanti, itu membuat hatiku tenang ... Jika saja Holy Queen-sama atau Kelart-sama ada di sini ...”


Semua orang terdiam ketika kata-kata Siliaco meruncing.

Setelah apa yang tampak seperti periode doa sunyi, Caspond berbicara.


“Ah, sesuatu tentang hal itu, Wakil Kapten Montagnes. Sorcerer King tampaknya ingin mengambil item-item sihir untuk dibawa ke kerajaannyaa, sehingga ia memilihnya untuk disortir pertama kali. Tentu saja, dia akan mengembalikan apa pun yang menjadi milik Holy Kingdom. ”

“Dimengerti. Namun, sementara saya tahu bahwa pedang dan armor mudah ditemukan, saya akan kesulitan dengan item lain. Jika ada orang di sini yang memiliki pengetahuan tentang item sihir, saya ingin mereka mengajari dan membantu. ”

“Aku bisa membantu ketika menyangkut pada item yang diturunkan melalui keluarga kerajaan. Sedangkan untuk item-item keagamaan, bagaimanapun-- ”Siliaco mengangguk ketika Caspond memandangnya. “- Kalau begitu, kita akan mencari bantuan dari warga sipil. Tetap saja, ini benar-benar tidak terduga. Tidak, kita harus mengatakan itu lebih dari yang kita harapkan. Kita harus berterima kasih pada kekuatan Sorcerer King untuk melampaui harapan kita. ”


Tidak ada yang hadir menyuarakan keberatan apa pun. Di tengah keheningan, Caspond berbicara lagi, seperti dia adalah perwakilan mereka.


"Kota ini diselamatkan dari penaklukan berkat kekuatan Sorcerer King."


Terdengar suara gemuruh gigi yang sangat keras, dan Caspond memandang cemas ke arah Gustav.


“Setelah ini, aku perlu berterima kasih kepadanya atas nama Holy Kingdom. Ketika saatnya tiba, Aku harap kalian semua akan hadir ... dalam hal apapun, dapat memanfaatkan kekuatan Sorcerer King dan meraih kemenangan adalah kesempatan yang menggembirakan. ”

“Jangan lupa kami juga melakukan yang terbaik.”


Kata-kata Remedios sepertinya membekukan udara di dalam ruangan. Tidak, itu adalah dua orang yang membeku; Gustav dan Siliaco.

Mulut Gustav dibuka dan ditutup seperti koi. Dia tampak seperti tidak tahu bagaimana meminta maaf atas ledakan atasannya.


"...Memang. Kapten Remedios, adalah fakta bahwa kita tidak akan memenangkan pertempuran ini tanpa perlawanan sengit yang kalian dan para prajurit lakukan. ”


Caspond melihat Remedios mengangguk, lalu dia melanjutkan berbicara,


“Namun - itu juga adalah fakta bahwa tanpa bantuan Sorcerer King, kita akan kalah, dan itu sama benarnya bahwa dia bisa memenangkannya sendiri. Apakah aku salah?"


Remedios dengan kasar melepas helmnya dan melemparkannya ke dinding, membuat dentuman keras.


"Yang mulia! Apa sesuatu terjadi !? ”

Pintu kamar terbuka, dan para paladin yang berjaga di luar bergegas masuk.


"Tidak ada yang terjadi. Teruslah menunggu di luar. "


Mata para paladin bergantian melirik di antara helm Remedios dan raut wajahnya, dan mereka menyadari apa yang telah terjadi. Setelah menunjukkan bahwa mereka mengerti, mereka diam-diam meninggalkan ruangan.


“Kapten Custodio, tolong jangan emosi. Aku memintamu untuk tenang. "

“Bagaimana saya tidak emosi !? Semua orang yang saya temui dalam perjalanan ke sini hanya memuji sang Sorcerer King! Seperti dia memenangkan semuanya sendiri! Bukankah dia hanya muncul ditengah jalan? Berapa banyak orang yang tewas sebelum dia memenangkannya !? Itu adalah kemenangan yang dibayar oleh kehidupan rakyat, para paladin, para priest, pria, wanita, tua dan anak-anak!”


Remedios memelototi Caspond.


"Itu tidak benar kalau dia memenangkannya sendiri!"

"Kapten!"


Gustav tidak bisa lagi menyembunyikan rasa takutnya pada cara Remedios bertindak di depan sang pangeran. Remedios tidak pernah berpikir demikian, tetapi setidaknya dia cukup pandai untuk mengetahui siapa atasannya. Namun, hal itu berbeda sekarang - dia tampak seperti binatang yang kesakitan.


“Si brengsek yang bodoh itu terbang di langit ketika semuanya berakhir untuk menunjukkan dirinya! Apakah perang adalah permainan untuk bajingan itu !? ”

“... Kapten Custodio, sepertinya menyaksikan kematian begitu banyak rakyat kecil telah membuatmu kesal. Apakah kau ingin beristirahat? "


Menanggapi jawaban legowo Caspond, Gustav menembak pria itu dengan tatapan terima kasih.


“Sebelum itu, ada satu hal yang saya pikirkan. Saya yakin Jaldabaoth dan Sorcerer King bersekongkol satu sama lain. ”


Tiga orang selain Remedios saling memandang.


"Apakah kau memiliki satu fakta untuk mendukungnya, Kapten-dono?"


Siliaco menatap Remedios dengan tenang. Jika seseorang melihat dengan tenang pada apa yang telah dia lakukan sampai sekarang, dia dengan jelas mengatakan itu karena dia membenci Sorcerer King dan ingin menjatuhkannya. Sekarang jelas bukan waktu untuk membiarkan preferensi pribadi seseorang menentukan keputusan seseorang.


“Bukankah dia satu-satunya yang mendapatkan keuntungan dari semua ini? Baik demihuman dan rakyat dari Holy Kingdom telah mati. Dia - Sorcerous Kingdom sedang mengikis kekuatan tempur kita untuk suatu hari nanti mengambil kendali atas bangsa dan perbukitan! Itu sebabnya dia datang ke sini! "

"...Aku mengerti. Itu tentu masuk akal dari perspektif keuntungan. Apa yang kalian berdua pikirkan? ”


Gustav mengerutkan alisnya saat menjawab pertanyaan Caspond.


“Sorcerer King datang ke sini karena kita memintanya. Juga, bukankah itu saran Kapten untuk membuat keduanya bertarung? ”

“... Memang benar. Si Jalang bertopeng dari Blue Rose itu juga salah satunya. Jika bukan karena apa yang dia katakan, kita tidak akan pernah pergi ke Sorcerous Kingdom. Jika bukan karena saran itu, kita akan pergi ke Empire atau Theocracy. Dan siapa tahu, dia mungkin akan datang juga meskipun kita tidak mengatakan apa-apa. ”


Haaaaah, Caspond mendesah dalam-dalam.


“Kapten Custodio, logikamu tidak ada artinya selain membenarkan diri sendiri sejak awal. Kau hanya memutarbalikkan fakta untuk mencocokkan apa yang kau katakan. Aku ingat Sorcerer King mengatakan dia ingin pelayan iblis, apakah aku salah? ”

“... Tolong maafkan aku karena mengatakan hal-hal yang tidak pantas dari seorang priest. Saya mendengar bahwa para pelayan iblis itu cukup kuat. Kalau begitu, aku bisa mengerti mengapa Sorcerer King ingin mendapatkannya. Iblis tidak perlu makan atau minum dan mereka tidak memiliki batas umur. Mampu mendominasi iblis kuat seperti itu mungkin lebih baik daripada mendapatkan pasukan. "

“Dalam hal itu, itu berarti Sorcerer King membantu bangsa kita karena dia merasa ada nilai yang cukup di dalamnya. Itu hanya akal sehat bagi seorang raja yang memerintah sebuah bangsa. ”

"Tetap saja, tidak ada yang melihat pelayan iblis itu sebelumnya, kan !?"


Saat Remedios menjerit seperti anjing laut, Caspond memandangnya seolah dia anak yang menyedihkan dan menyedihkan.


"Kapten Custodio. Aku ingin berbicara denganmu, dan tidak berbicara dengan emosi ... tetapi tampaknya kau lelah. Pergi dan istirahatlah. Itu adalah perintah. "


Remedios berwajah merah masih terlihat ingin memekik sesuatu yang lain, tetapi Caspond selangkah lebih maju darinya dan terus berbicara.


“Pergilah menghibur para pria yang terluka. Itu bagian dari tugasmu sebagai komandan lapangan, apakah aku salah? ”

"...Saya mengerti."


Remedios mengambil helmnya dan meninggalkan ruangan.

Tidak ada cara untuk menggambarkan bagaimana udara di ruangan rileks setelah itu. Rasanya seperti rasa lelah yang akan dirasakan seseorang setelah badai berlalu dan semua beban itu terangkat, bercampur dengan rasa lega karena mereka berhasil bertahan hidup.

Namun, satu orang memiliki urusan yang belum selesai.


"Yang mulia! Saya dengan tulus meminta maaf atas tindakan Kapten Custodio! ”


Caspond tersenyum pahit pada Gustav saat yang berakhir menundukkan kepalanya.


“Kau juga mengalami kesulitan. Namun, bisakah kau berpikir tentang masa depan? Sejujurnya aku tidak tahu apa yang akan terjadi di kerajaan ini setelah perang ini berakhir. Kalau saja kita bisa menemukan adikku, Holy Queen ... apa yang terjadi pada Holy Queen dalam pertempuran di Kalinsha? Apakah kau mendengar sesuatu dari Kapten Custodio? "


Gustav adalah asisten pribadi Remedios. Karena itu, dia pasti hadir saat Remedios memberi tahu Caspond tentang hal itu.

Fakta bahwa dia tahu tapi bertanya lagi membuktikan satu hal - sang pangeran menduga bahwa Remedios mungkin berbohong kepadanya.


“... Pangeran, aku mendengar hal yang sama dari Kapten Custodio bahwa dia mengatakan kepada Yang Mulia ketika kami bertemu untuk pertama kalinya.”


Dia telah diterbangkan oleh gelombang kejut dan ketika dia kembali, Holy Queen dan saudari perempuannya - Kelart Custodio - tidak terlihat di mana pun. Meskipun mayat para paladin dan petualang dan priest berserakan di mana-mana, mayat kedua orang itu tidak bisa ditemukan.


"Apakah begitu? Mungkin aku terlalu khawatir ... Kapten Custodio tidak tampak seperti salah satu dari orang-orang yang mengatakan sesuatu dan ada maksud lainnya. Akan lebih baik jika orang-orang seperti itu ditangkap Jaldabaoth. Sebagai gantinya. Jika mereka dibunuh ... masalah suksesi akan menjadi sangat rumit. ”


Terkejut, Siliaco bertanya kepadanya.


"Caspond-sama, apakah anda menyerah dengan posisi Holy King?"

“Apakah kau menghiburku? Sebenarnya itu mungkin terjadi jika saudari perempuanku tewas karena kecelakaan dalam keadaan normal. Namun, semuanya berbeda sekarang. Bagian utara menyerah dan selatan siap untuk bertempur. Dalam hal ini, sangat mungkin bahwa selatan mungkin mendukung seseorang untuk menjadi Holy King. Terus terang, itu sangat mungkin bahwa salah satu bangsawan besar dari Selatan akan berakhir sebagai Holy King.”


"Apa!?"


Caspond tersenyum sambil melihat wajah kaget Siliaco.


"Aku tidak berpikir itu adalah sesuatu yang harus begitu mengejutkan ... dalam hal ini, berkaitan dengan apa yang dikatakan Wakil Kapten Montagnes sebelumnya, jika semuanya berjalan lancar, hal pertama yang akan dilakukan bangsawan Selatan adalah meminta Kapten Custodio bertanggung jawab atas seluruh perkara dan ditempatkan di bawah tahanan rumah. "


"Kenapa mereka melakukan itu?"

“Lalu aku akan bertanya padamu, Wakil Kapten Montagnes - mengapa mereka tidak melakukan itu? Adakah Paladin yang gagal untuk melindungi Rajanya akan berakhir bahagia karenanya? Dan itu bukan satu-satunya alasan juga. Dia bisa mengalahkan pasukan sendirian. Dalam hal ini, melemahkan musuhmu adalah taktik dasar dalam perang, apakah aku salah?”


"Musuh!? Siapa musuh !? ”

“Para bangsawan selatan adalah musuh. Dengan kata lain, faksi Holy Queen. Remedios Custodio adalah orang kepercayaan dari Holy Queen. Tentunya para paladin yang dia pimpin juga akan dilihat sebagai musuh, apakah aku salah? ”

"Kalau begitu, bagaimana dengan para priest, yang dipimpin oleh Kelart Custodio-sama?"


“Meskipun ada preist yang naik pangkat berkat hubungan mereka dengan bangsawan Selatan ... tidakkah kau pikir itu akan terjadi juga? Seperti sihir para priest sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sementara aku merasa bahwa ada yang tahu betapa bodohnya menempatkan seseorang yang tidak kompeten di jabatan tinggi, seseorang terkadang melakukan hal-hal yang hanya dapat digambarkan sebagai sesuatu yang bodoh oleh orang lain. ”

"Pangeran ... apa yang harus kita lakukan?"

“Wakil Kapten Montagnes, apa yang kau maksud dengan itu? Apakah kau ingin mencegahnya ditempatkan di bawah tahanan rumah? Atau apakah kau ingin agar para paladin tidak terlibat? ”

"Maksud saya, apa yang harus kita lakukan untuk masa depan yang lebih baik bagi Holy Kingdom."

“... Kita harus menemukan saudari perempuanku. Kemudian, kita membutuhkan pencapaian yang semua orang akan terima sebagai menyelamatkan bangsa. Misalnya, dengan mengusir musuh tanpa harus memanfaatkan kekuatan Selatan. ”

"Itu tidak mungkin ... kita tidak mungkin menang tanpa kekuatan Sorcerer King."


Caspond memandang Gustav, yang mengakui keresahannya, dan mengangkat bahu.


“Tetap saja, itu harus dilakukan. Jika tidak, tidak akan ada cara untuk menghentikan tekanan dari Selatan setelah kita menang. Hm, ya, atau kita bisa menghancurkan Selatan seperti yang terjadi di Utara. Yang terpenting adalah bahwa keseimbangan kekuatan harus dijaga.”Caspond menatap langit-langit. “Kalau saja kita membuat kesepakatan dengan Selatan lebih cepat. Dia terlalu baik untuk kebaikannya sendiri. Dan aku mengerti bagaimana semua ini bisa membuat marah Kapten Custodio. Setelah semua, satu-satunya yang terlihat baik dalam pertempuran ini adalah Sorcerer King. Jika situasi memburuk, bisa juga Sorcerer King mungkin berakhir menjadi Holy King, apakah aku salah?


Dua lainnya merasa itu tidak mungkin, tetapi tak satu pun dari mereka bisa menyangkalnya.


“Kalau begitu, kita harus mulai memikirkan rencana kita mulai sekarang. Sementara aku ingin Kapten Custodio berada di sini, apakah dia akan melanggar perintah langsung? ”


"... Aku merasa itu baik-baik saja selama itu sesuai dengan keadilan kerajaan ini."

“Aku mengerti… Aku telah berpikir tentang bagaimana menyerang kamp penjara. Alasannya adalah-- ”


Caspond mulai menjelaskan.

Sekitar 100 ribu demihuman telah menyerang kerajaan.

Karena mereka tidak mendengar gerakan dari demihuman yang berhadapan dengan pasukan Holy kingdom Selatan, mereka memperkirakan bahwa 40.000 demihuman yang menyerang mereka kali ini adalah sebagian besar pasukan yang ditugaskan untuk mengelola kamp penjara. di utara.


"Saya setuju dengan pendapat anda. Dengan menyerang kamp-kamp penjara yang tidak dijarah, kita bisa menghancurkan mereka sedikit demi sedikit dan meningkatkan kekuatan kita sendiri pada waktu yang bersamaan. Saya merasa itu akan membunuh dua burung dengan satu batu. ”

“Kapten Montagnes, aku senang mendengarmu menyetujuinya. Bagaimana dengan dirimu, Priest Naranho? ”


Siliaco juga setuju dengan saran Caspond.


“Sorcerer King ada di kota ini. Karena dia bisa membuat kita aman, aku ingin para paladin menyerang kamp penjara ... bisakah kau melakukan itu? Juga, satu hal lagi. Aku ingin Kapten Remedios tinggal di sini saat kau meluncurkan serangan. Buat dia berpikir bahwa dia yang bertanggung jawab atas pengawalan ku. "

"Terima kasih banyak, Pangeran!"

“... Aku rasa aku tidak mengatakan apa pun yang perlu kau beri ucapkan terima kasih, Wakil Kapten Montagnes,” kata Caspond ketika senyumnya memudar dari wajahnya. "... Tidak adanya paladin terkuat di kerajaan omo berarti bahwa jika ada seseorang seperti Grand King di kamp penjara yang kalian serang, kalian semua mungkin akan terbunuh, apakah aku salah?"


"Bisakah kita memutuskan kamp mana yang akan diserang?"

"Tapi tentu saja. Aku akan serahkan kepadamu. Tidak perlu memaksakan diri untuk menyerang kamp besar yang lebih berbahaya. "

“Dimengerti. Dalam hal ini, saya merasa hanya kami yang harus pergi. ”

"Kapten Montagnes, bisakah beberapa priest kita yang bisa bertarung ikut denganmu?"

"Tentu saja. Kemudian kita akan berangkat dalam beberapa hari lagi. "



***



Ainz menggunakan [ Greater Teleportation ] untuk mencapai tujuannya, yang merupakan rumah kayu di lantai atas Nazarick. Meskipun dia tidak tahu berapa lama mereka telah menunggunya, Albedo, Demiurge, dan Lupusregina semuanya sudah berdiri di sana.

Albedo dan Demiurge telah dipanggil oleh Ainz, sementara Lupusregina seharusnya bertugas di kabin.

Karena Lupusregina bertanggung jawab atas semua hal yang berkaitan dengan Desa Carne, dia seharusnya dibebaskan dari daftar tugas di kabin, tapi itu tidak diatur didalam batu.
(TL Note: 'tidak diatur didalam batu' = 'perintah kurang detil, tak ada dalam kontrak kerja')


Mungkin ada orang lain yang sedang bertugas, tetapi mereka belum bisa melakukannya, jadi Lupusregina malah yang datang. Jika itu masalahnya, itu akan sangat bagus. Lagi pula, itu akan menyiratkan bahwa bahkan jika ada kekurangan tenaga kerja setelah menyelesaikan misi, ada sistem untuk segera menukar orang lain untuk menutupi kekurangannya.


Masih menunggu.

Sementara masing-masing Pleiades memiliki kemampuan kerja yang sama sekali berbeda, keterampilan maid mereka semua sama. Akan masuk akal jika mereka dapat saling menggantikan dalam kapasitas seorang profesional.


Namun, berbeda dengan hal itu, ada juga personil yang sulit digantikan. Dimulai dengan Guardian Floor dan Guardian Overseer, ada beberapa NPC dengan kemampuan yang sangat khusus yang mungkin membutuhkan seseorang untuk mengambil alih tugas mereka untuk satu alasan atau yang lain. Selain itu, Ainz juga telah bekerja keras untuk membangun sistem liburan.


Lagipula, membiarkan Pandora Actor menggantikan mereka semua juga berbahaya.

Dalam kasus ekstrim, bagaimana jika Ainz sendiri tidak ada? Misalnya, jika dia dipenjara, atau jika dia terhipnotis, atau sesuatu yang lain. Meskipun dia tidak berpikir bahwa semuanya akan hancur tanpa dirinya untuk membuat keputusan, dia memiliki perasaan bahwa Albedo dan Demiurge akan mengatakan, "Ainz-sama tidak akan pernah membiarkan itu terjadi pada dirinya sendiri" dengan suara yang sama dan dengan demikian tidak memikirkan kemungkinan seperti itu .


Aku perlu secara serius menilai kebutuhan untuk ini, dan dengan cepat.

Dengan nada serius, Ainz memerintahkan ketiga orang yang membungkuk kepadanya untuk mengangkat kepala mereka.

"Sudah lama, Demiurge."

"Ya!"


Sebenarnya, Ainz pusing memikirkan tentang urusan Holy Kingdom setiap hari, dan dia juga memikirkan Demiurge setiap hari, jadi dia sebenarnya tidak merasa seperti itu. Namun, sudah cukup lama sejak terakhir kali mereka bertemu secara pribadi.


“Sekarang, kau mungkin memiliki pertanyaan tentang mengapa aku melakukan itu. Sementara aku ingin menjawabmu, melakukannya di tempat ini tidak sesuai. Mari kita pindah ke tempat lain. ”


Ainz pergi memasuki rumah kayu terlebih dahulu.

Dia bisa saja mengambil jalan pintas di sini karena ada Gate Mirror yang dibuat, tetapi dia tidak menggunakannya hari ini.

Ada sebuah meja di tengah ruangan, dan ada dua kursi yang saling berhadapan di kedua sisinya. Ainz mengambil tempat kehormatan tanpa ragu-ragu, seolah dia sudah terbiasa. Dia sudah pernah mengalami masalah merepotkan karena dia tidak mengambil tempat itu. Ketika dia harus merenungkan kursi yang mana sebelum duduk di atasnya, dia sekarang telah mencapai titik di mana dia secara tidak sadar akan mengambil tempatnya.


Saat dia mendekati kursi itu, Lupusregina segera menariknya keluar.

Sebenarnya, dia berpendapat bahwa dia harus menarik kursinya sendiri. Namun, pengamatannya terhadap Jircniv membuatnya mengerti bahwa sangat penting bagi seorang penguasa untuk membiarkan bawahannya bekerja. Tetap saja, membiarkan mereka menangani tugas-tugas sepele seperti ini memberi Ainz yang adalah orang biasa sedikit kesulitan.

Setelah duduk di kursinya, Albedo dan Demiurge tidak duduk, tetapi malah berlutut di lantai. Di belakang mereka, Lupusregina juga berlutut.


"--Aku mengizinkan kalian berdua untuk duduk."


Kedua Guardian dengan sopan menolak serempak. Ainz sekali lagi memberikan ijinnya pada kedua Guardian, dimana mereka akhirnya duduk di hadapan Ainz setelah memancarkan rasa terimakasih yang berlebih mereka kepadanya. Lupusregina, di sisi lain, berdiri di belakang mereka berdua.

Ini memakan waktu sangat lama dan itu membuang-buang waktu. Tidak bisa lebih sederhana seperti dulu ... ugh.


“Kalau begitu, mari kita lanjutkan topik sebelumnya. Sementara aku mengatakan tidak ada manusia yang perlu diselamatkan, aku menyelamatkan rakyat Holy Kingdom. Aku yakin kalian memiliki pertanyaan tentang itu, bukan? ”

"Tidak, tidak sama sekali."


--Er? Me-Mengapa?



Demiurge menggelengkan kepalanya dengan lembut, seolah dia tidak bisa menahan dorongan untuk menghela nafas kagum.


“Semua yang Anda lakukan benar, Ainz-sama. Saya merasa bahwa alasan mengapa Anda bertindak adalah karena Anda melihat nilai di dalamnya yang tidak dapat saya bayangkan. ”

"Itu benar. Jika Anda merasa itu perlu dilakukan, maka itu pasti benar, Ainz-sama. ”


--Eh?


Kata-kata Albedo membekukan ekspresi Ainz di wajahnya. Tapi tentu saja, Ainz tidak punya ekspresi untuk dibicarakan.

Cara kedua Guardian - yang juga merupakan Guardian paling berpengetahuan di Nazarick - mengangguk serempak sebelum dia mengisinya dengan berbagai rasa teror dan kecemasan.


"Tunggu tunggu. Memang… ya, itu benar. ” Ainz mulai panik. Percakapan telah menempuh jalan yang sedikit berbeda dari apa yang dia rasakan, jadi dia menjadi bingung dan tidak dapat dengan jelas memikirkan apa yang ingin dia katakan. Namun - “- Memang, dalam keadaan normal aku akan bertindak seperti yang kalian bayangkan.”


Hah? Ainz sedikit bingung dengan bagaimana topik ini mulai salah. Tentu saja. Dia telah berjuang untuk mengumpulkan beberapa kata bersama dan membuangnya dengan sembarangan, tetapi meskipun demikian, mereka berdua mengangguk-angguk penuh semangat, dan Ainz menemukan bahwa sedikit keaneh. Namun, dia terus berdoa untuk keajaiban dimenit terakhir saat dia melanjutkan.


“Tapi, eh, tapi. Kali ini sedikit berbeda. Aku tidak melakukan ini karena aku sedang merencanakan sesuatu. ”Setelah menemukan cara untuk mengubah kata-katanya, Ainz dengan gembira melanjutkan,“ Kali ini, aku sengaja memasukkan sebuah kecacatan ke dalam rencana. ”

"Apa alasannya, Ainz-sama?"


Ainz perlahan bersandar di belakang kursi dengan "Hm". Kemudian dia mengadopsi postur tegap berwibawa yang cocok untuk seorang penguasa, yang harus dimiliki seorang guru, dan kemudian berbicara.


"Demiurge. Albedo. Kalian berdua selalu lebih pintar dariku. ”

"Itu--"


Ainz mengangkat tangannya untuk menghentikan mereka berdua berbicara.

“Aku hanya mengatakan bahwa aku selalu merasa seperti ini. Dalam hal ini, apa yang akan terjadi jika sesuatu yang tidak terduga terjadi selama bagian dari peristiwa yang digambarkan dalam rencanamu? Jika semuanya berjalan seperti yang kau uraikan, maka semuanya akan menjadi sempurna dan berakhir dalam bentuk yang luar biasa. ”


Bisa dibilang, rencana Demiurge berlebihan, Ainz menggerutu di dalam hatinya. Kau melemparkan semua detail kepadaku kedalam ekspektasimu dan aku merasa bahwa aku akan mengacau di suatu tempat."


“Karena itu, sebuah pertanyaan tiba-tiba muncul dalam pikiranku, Demiurge. Pemikiran tentang strategi yang sempurna tidak hanya berfungsi ketika semuanya berjalan sesuai rencana; itu juga harus dapat digunakan ketika situasi berubah secara dramatis atau ketika itu menyimpang dari harapanmu. Artinya, aku ingin tahu apakah kemampuan beradaptasimu juga sama baiknya. ”

"Begitu, jadi begitu!"


Eh-- !? Dia sudah mengerti !? Dan dia terdengar seperti dia mengerti semuanya!

Ainz menolak dorongan untuk bertanya tentang kecepatan pemrosesan yang tidak normal Demiurge, sesuatu seperti kalimat "Kau sudah sangat pintar, mengapa kau pikir aku lebih pintar? Apakah ini cara baru untuk menindasku !? ”


"Seperti yang diharapkan, ah ... kau sama mengesankan seperti yang aku harapkan, Demiurge."

"Terima kasih banyak, Ainz-sama."

"Tetap saja, aku, ah, minta maaf, meski rasanya aku sedang mengujimu ..."

“Tentu saja tidak, Ainz-sama. Bagi saya, fakta bahwa Anda ingin menilai kemampuan saya adalah suatu kehormatan tertinggi. Saya pasti akan memberikan hasil yang sesuai dengan harapan anda, Ainz-sama! ”

“Umu. Aku akan serahkan itu kepadamu, Demiurge. Dalam hal itu, selama kegiatan kita di Holy Kingdom, aku akan menimbulkan masalah sesuai kebutuhan dan kau akan mengubah rencana tersebut sebagai tanggapan. Apakah itu baik-baik saja? ”

"Ya! Saya mengerti!"


Baiklah--! Ainz bersukacita di dalam hatinya. Dia sangat senang bahwa emosi itu ditekan.

Meski begitu, kegembiraan masih tetap di dalam dirinya.

Sangat bagus, sangat bagus. Dengan cara ini, bahkan jika aku gagal, aku dapat mengatakan bahwa aku melakukannya dengan sengaja! Tidak, tentu saja! Tidak, tentu saja, aku harus berhati-hati untuk tidak mengacaukan dalam keadaan normal. Jika aku tahu, aku seharusnya mengatakan ini dari awal.


Meskipun dia tidak memiliki kebiasaan buruk yang menyenangkan ketika rencana bawahan menjadi kacau, itu mungkin bahwa dia secara tidak sengaja melakukan sesuatu untuk membuat mereka khawatir. Dengan cara ini, mereka tidak perlu menebak apakah dia memiliki suatu rencana dalam pikirannya, tetapi sebaliknya beralih ke merevisi rencana yang diperlukan. Ainz merasakan kebahagiaan yang datang mengangkat beban berat dari pundaknya.


“... Pelayan Anda mengerti kekhawatiranmu, Ainz-sama. Jadi apakah itu berarti Anda akan secara bersamaan menilai kemampuan masing-masing Guardian Floor dan Area juga? ”


Saat dia mendengar pertanyaan Albedo, Ainz secara singkat bingung untuk sesaat dan berpikir, apa yang dia katakan? Namun--


“Tidak perlu terburu-buru. Aku melakukannya untuk Demiurge karena dia harus bekerja di luar Nazarick untuk waktu yang lama. Sedangkan untuk yang lain, aku akan menguji mereka ketika itu diperlukan. ”

"Saya mengerti…"

“Umu. Sekarang, untuk topik selanjutnya ... rencana awal adalah untuk membawa rakyat dari Holy King yang terpesona denganku dan melanjutkan ke bagian timur Holy Kingdom, ke Abelion Hills tempat para demihuman tinggal. Namun, aku akan mengubah bagian rencana ini. Aku akan pergi ke sana dulu. Dari sana, sebarkan berita tentang kematianku. ”


Rasanya seperti waktu telah berhenti sejenak. Lalu--


“--Eh? Apa yang Anda katakan, Ainz-sama !? Bagaimana kami bisa mengumumkan kematian Mahluk Tertinggi, Ainz-sama !? ”


Protes itu datang dari Albedo. Ini mungkin pertama kalinya dia melihat ekspresi Albedo runtuh seperti ini. Setidaknya, raut wajahnya membuatnya merasa seperti itu. Tapi sebelum Ainz bisa menjelaskan niatnya yang sebenarnya kepada Albedo, giliran Demiurge yang berbicara.


“Albedo. Karena Ainz-sama telah menyatakan ini, Ainz-sama pasti memiliki beberapa tujuan dalam pikiran-Nya yang tidak dapat kita bayangkan. Apakah kau tidak berpikir menolaknya secara emosional itu tidak pantas? ”

"Demiurge. Aku mempertanyakan dari mana ketenanganmu berasal. Apakah kau bereaksi dengan cara ini jika Ulbert Alain Odle ... -sama mengatakan hal yang sama? Atau…?"

“Fufu… Albedo. Bisakah kau memberi tahuku apa yang kau maksud dengan itu? Atau maksudmu, ada yang ingin kau katakan padaku setelah itu? ”


Kedua Guardian mengarahkan tatapan dingin membeku dan tatapan panas yang menyala-nyala secara bergantian, dan atmosfir aneh mulai terbentuk di antara mereka berdua. Sensasi tercekik ini seperti apa yang dia rasakan ketika dia melawan Shalltear. Mungkin itu ketakutan atau ketegangan, tetapi bahkan Lupusregina mulai terengah-engah.



"--Cukup!"


Suasana berbahaya di udara langsung sirna saat Ainz berteriak. Perubahan tiba-tiba membuat Ainz bertanya-tanya apakah semuanya sekarang hanyalah khayalan belaka. Namun, nafas Lupusregina yang terengah-engah membuktikan bahwa itu bukanlah sebuah khayalan.


“Tenang, kalian berdua. Inilah alasan mengapa aku harus memalsukan kematianku. Ada kegiatan yang disebut latihan bencana. Kita harus mempersiapkan diri secara mental dan merencanakan sebelumnya dalam keadaan darurat. Kalau begitu, apa yang akan kau lakukan jika aku mati? Aku akan mulai denganmu, Albedo. Katakan padaku apa yang ada di pikiranmu. ”


"Baik! Aku akan segera memberi semua rasa sakit yang bisa dirasakan di dunia ini pada orang yang berani tidak menghormati Anda dan kemudian bersiap untuk membangkitkan Anda, Ainz-sama! ”

"Saya mengerti. Giliranmu, Demiurge. "

"Baik! Sambil mempersiapkan kebangkitan Anda, saya akan memperkuat pertahanan Nazarick dan kemudian mengumpulkan informasi tentang orang-orang yang tidak menghormati Anda. ”


Albedo menatap Demiurge dari sudut matanya.


“Mengumpulkan informasi itu terlalu lembut. Terlepas dari siapa yang berani tidak menghormati Mahluk Tertinggi, mereka harus diburu dengan semua kekuatan yang Nazarick dapat tahan dan kemudian disiksa sampai ke titik di mana ego mereka rusak. ”

“Albedo, aku merasa apa yang kau katakan sangat masuk akal. Namun, musuh adalah seseorang yang bisa membunuh Ainz-sama. Jadi, kita tidak bisa sembrono. Mempelajari pergerakan dan kekuatan musuh sangat penting. Jika musuh lebih kuat dari yang kita bayangkan, maka tempat di mana kita membangkitkan Ainz-sama akan menjadi sangat penting. ”

Sebelum ekspresi Albedo bisa mengubah bahkan lebih suram, Ainz mengetuk stafnya di lantai. Dampak kerasnya seperti memercikkan seember air es pada mereka berdua, dan wajah mereka segera mendapatkan kembali ketenangan mereka.


“Aku tidak mengatakan aku dibunuh oleh seseorang. Jika keadaan memburuk ... bukan tidak mungkin aku akan mati secara alami dari beberapa keadaan yang tak terduga. ”


Sebenarnya, dia tidak bisa memikirkan penyebab alami dari mana dia bisa mati, itulah mengapa dia menggunakan istilah yang samar-samar.


“Namun, tampaknya bahkan dua orang yang kuanggap paling cerdas dari semuanya memiliki pendapat yang berbeda. Itu membuatku sedih. Itulah mengapa kita harus melakukan pelatihan ini, sehingga tidak akan ada masalah jika skenario yang dibayangkan ini terjadi. ”


Mereka berdua menundukkan kepala.


“Tentu saja, Aku bukan satu-satunya yang bisa mati. Demiurge, sebagai komandan defensif Nazarick selama masa penyerangan, jika situasi tak terduga terjadi dan kau mati, bisakah Nazarick terus berfungsi secara normal? ”

"Ya! Saya telah melakukan persiapan yang matang dalam hal itu. Saya ingat mengirim laporan tentang itu kepada Anda di masa lalu, Ainz-sama. "


Eh, apakah aku menerima sesuatu seperti itu? Ainz memutuskan bahwa akan lebih baik mempercayai memori Demiurge daripada miliknya sendiri.


“Umu. Namun, itu hanya dalam dokumentasi, bukan? Alasanku bertanya adalah karena aku ingin tahu apakah kau telah memeriksa untuk melihat apakah operasi normal dapat dilanjutkan. ”

“Saya meminta maaf dengan tulus! Saya belum melakukannya! ”


Demiurge menundukkan kepalanya, wajahnya menunjukan penyesalan terdalam dan suaranya bergetar.


“Permintaan maafku yang terdalam, Ainz-sama! Saya benar-benar bodoh untuk mengajukan dokumen itu tetapi tidak memikirkan saran itu! ”


Albedo memiliki tampilan yang sama di wajahnya seperti Demiurge saat dia menundukkan kepalanya.

Ainz dipenuhi dengan rasa bersalah yang luar biasa. Salah siapa itu? Jawabannya adalah itu miliknya sendiri. Jika dia lebih bisa diandalkan, mereka berdua tidak perlu meminta maaf seperti ini. Apakah dia bukan bos yang payah?


“- Tidak perlu bagi kalian berdua untuk meminta maaf. Itu kesalahanku karena tidak menjelaskan beberapa hal dengan baik pada kalian. Akulah yang seharusnya tidak menyadari bahwa tidak memberikan ujian seperti itu. Kesalahannya adalah milikku. ”Ainz menundukkan kepalanya sampai dahinya menyentuh meja. "Semua ini karena ketidaklayakanku, dan aku meminta maaf pada kalian."


"Apa!? Ainz-sama! ”

"Tolong, tolong jangan lakukan itu!"


Mereka berdua buru-buru mencoba menghentikan Ainz. Namun, Ainz tidak mengangkat kepalanya. Dia terlalu malu untuk menunjukkan wajahnya kepada mereka, karena dia tahu bahwa dia begitu dangkal sehingga dia bahkan tidak bisa sempurna ketika meminta maaf.


“Lu-Lupusregina! Cepat dan angkat kepala Ainz-sama! "

“Eh! Saya? Tolong, tolong maafkan saya, saya tidak mungkin mengangkat kepala Ainz-sama! ”

"Tolong, tolong angkat kepala Anda!"


Baru setelah mereka bertiga - Demiurge khususnya - mulai terlihat sangat khawatir tentang itu Ainz buru-buru mendongak. Setelah itu, dia mendengar napas lega dari mereka bertiga.


“... Aku bersyukur kau telah menerima permintaan maafku. Sekarang, ketika aku mencapai Abelion Hills, kita akan menggunakan kematianku sebagai dasar untuk latihan. Ya. Karena ini adalah kesempatan langka, mengapa kita tidak melakukan latihan lain juga? Misalnya, jika Demiurge dan aku dibunuh oleh seseorang, hal semacam itu ... ”


Pada titik ini, Ainz mulai merasa gelisah tentang saran sendiri.


“Bisa dibilang, bahkan aku belum sepenuhnya merencanakan detail tentang pelatihan ini. Oleh karena itu, jika kalian telah membuat rencana yang lebih baik maka lakukanlah. Ahh, tidak perlu meminta izinku. Bagaimanapun, ini adalah latihan yang dilakukan untuk menghadapi ketika aku sudah mati. "


Mereka berdua tersenyum pahit.


"Ainz-sama, untuk memikirkan diri Anda mati pada fase awal pelatihan ini sedikit ..."

"Seperti yang dikatakan Demiurge, Ainz-sama."


Hahahaha, tawa tiga orang terdengar di kabin.

Dua dari mereka tertawa dari hati, tetapi satu hanya pura-pura.


“Tetap saja, kalian tidak perlu terlalu serius, ya? Bagaimanapun juga, tujuan dari latihan ini bukanlah untuk menyebarkan kebencian di seluruh Nazarick, seperti yang terjadi dengan kalian berdua sekarang. Namun, aku ingin melakukan berbagai jenis pelatihan dan mendapatkan pengetahuan di bidang itu, sehingga setiap Guardian dapat digantikan - baik, aku tahu apa yang aku katakan tidak ada gunanya mengingat kecerdasan kalian masing-masing. Lakukan apa yang menurut kalian perlu dilakukan, sejauh apa pun yang kalian anggap sesuai. Bisakah aku menyerahkan itu kepada kalian? "


Sekarang setelah dia memikirkannya, Suzuki Satoru tidak pernah menjadi tipe orang yang serius melakukan latihan bencana, jadi apakah itu benar-benar meyakinkan ketika seseorang seperti itu menyuruh orang lain melakukan yang terbaik? Itulah mengapa dia tidak bisa lupa untuk memberitahu mereka untuk melakukannya dengan santai.

Setelah melihat mereka berdua membungkuk dalam-dalam, Ainz berkata, "Sekarang, sementara ini adalah masalah yang berbeda--"


Ayo pergi, diriku!


Beberapa bagan alur disusun untuk mensimulasikan persuasi kedua Guardian itu, untuk tujuan ini.


"- Kalian harus membekukan semua kegiatan pembuatan patung raksasa diriku yang direncanakan."

"Saya mengerti. Kami akan lakukan sesuai keinginan Anda. ”


Kalimat tunggal Albedo tampaknya mengakhiri seluruh topik.

Hah? Sikap Ainz berubah dari tercengang menjadi ketakutan saat dia dengan gugup bertanya apa yang ada dalam pikirannya.


“... Apakah itu baik-baik saja? Itu idemu, bukan, Albedo? ”

“Bagaimana mungkin ada yang tidak setuju dengan keputusan yang dibuat oleh Yang Mahakuasa, Ainz-sama? Jika Anda mengatakan itu putih, maka itu akan menjadi putih meskipun itu hitam. Itu saja, Ainz-sama. ”


Ainz menelan ludah. Cara berpikir seperti itu membuatnya takut, dan dia gemetar.


“... Aku tidak suka cara berpikir seperti itu, Albedo. Itu seperti mengabaikan semua pemikiran, dan bahkan aku pasti akan membuat kesalahan pada suatu saat nanti. ”


Dia hanya mengatakan "pasti", tetapi rasanya seperti itu telah terjadi sepanjang waktu.


“Dan dalam hal ini, tidakkah semuanya akan berakhir jika aku tertangkap? Orang yang mencuci otak Shalltear masih ada di luar sana, tahu? Meskipun tidak perlu menanyakan tujuanku satu per satu, tetapi ketika aku membuat rencana, jika ada sesuatu yang kau pikirkan, kau harus mengatakannya.

"Saya mengerti."


Albedo dan Demiurge saling memandang sebentar.


“Lalu, bolehkah saya bertanya mengapa Anda ingin menghentikan pembuatan patung? Tujuan pembuatan patung adalah agar dunia memahami kebesaran Anda, Ainz-sama?”

"Umu," Ainz tertawa dalam hatinya. "Kebesaranku bukanlah sesuatu yang hanya bisa diekspresikan melalui benda-benda material."


Dia ingat bahwa kalimat ini telah mendapat persetujuan dari Neia.

--Itu sempurna.


“Bukankah lebih baik mengajari mereka dengan benda-benda material? Orang bodoh, seperti yang mereka katakan, adalah mereka yang hanya bisa mengerti apa yang mereka lihat di depan mata mereka. ”


Kata-kata Albedo membeku di tempat. Itu seperti pitcher melempar bola ke adonan, tetapi alih-alih memukulnya balik ke arahnya, batter menangkapnya dan melemparkannya kembali dengan kekuatan penuh.
(TL Note: Pitcher & Batter istilah pelempar dan pemukul dalam Baseball)


"...Aku mengerti. kau ada benarnya, Albedo, tapi-- ”


Saat Ainz mengucapkan terima kasih pada suaranya karena tidak gemetar, dia berjuang untuk memeras otaknya, dan kemudian menyerah ketika tidak ada yang muncul dalam pikiran. Sementara dia hampir mengitari bahunya, dia tidak bisa membiarkan citranya sebagai penguasa runtuh di hadapan bawahannya.


"- Tidak, lupakan saja. Aku yakin Albedo dapat memahami setidaknya lima kekurangan yang aku lihat, dan kelebihannya lebih besar daripada kekurangannya. Dalam hal itu, tidak ada lagi yang bisa aku katakan."

“Lima, lima kekurangan? ... Demiurge, aku perlu mendiskusikan sesuatu denganmu nanti. Bolehkah aku meminjam pengetahuanmu untuk sementara waktu? ”

“Tapi, tapi tentu saja. Saya, saya tidak mengharapkan ada kekurangan dari Anda, Ainz-sama, untuk berpikir Anda akan mengatakan kecerdasan kami lebih dari Anda ... sungguh, Anda terlalu rendah hati. ”

Mereka berdua mulai bingung, dan Albedo menundukkan kepalanya dalam-dalam.


“Saya, saya benar-benar minta maaf, Ainz-sama. Sementara rencana saya untuk membangun patung Anda telah menerima persetujuan Anda, ijinkan saya untuk sementara menangguhkan proses pembuatannya. Saya dengan tulus meminta maaf. ”

"Hmmm. Yah, mau bagaimana lagi. Lanjutkan, Albedo. "


Ainz baru saja mengeluarkan pernyataan begitu saja, tapi Albedo dan Demiurge tampak terguncang oleh pernyataannya. Dia bahkan bisa mendengar Lupusregina berbisik "luar biasa" dari belakang.

Ainz mengalihkan pandangannya, merasa bersalah karena dia telah membingungkan mereka berdua dengan berbicara omong kosong. Namun, dia senang bahwa rencana untuk membangun patung raksasa itu akan dihentikan sebentar.


Selanjutnya, aku perlu melakukan sesuatu tentang empat festival dengan menamainya dengan namaku, seperti Sorcerer King Grand Thanksgiving, Sorcerer King Birthday, dan seterusnya! Jika Sorcerer King Grand Thanksgiving dibatalkan karena patung itu telah dibatalkan juga, itu hanya menyisakan tiga dari mereka! Selain itu, jika ini adalah festival yang normal, aku juga tidak ingin menghentikannya!


Sebenarnya, Ainz pernah berpura-pura tidak bersalah dan menyarankan rencana untuk menyelenggarakan festival. Namun, itu mengarah pada pembentukan komite festival yang aneh dan memalukan. Ainz mendesah panjang dan keras di dalam hatinya, dan kemudian menatap Demiurge.


“Baiklah, itu meninggalkan detail yang perlu aku diskusikan dengan Demiurge. Setelah ini, kau mengumpulkan para iblis, yang berarti, Jaldabaoth, menyerang kota itu, kan? ”

"Ya. Memang benar demikian. ”

“Karena itu ... aku punya beberapa permintaan. Yang pertama menyangkut rencana pribadiku yang sepertinya tidak akan berjalan mulus, aku akan membutuhkan bantuanmu. Ah, jangan khawatir, tidak perlu terlalu berlebihan dengan itu. Dan yang kedua adalah, bisakah kau memerintahkan iblis yang kau panggil untuk bertarung secara serius melawanku? ”


[Volume 13 Chapter 2 Bagian 1 SELESAI]


Like Fanspage Facebook kami supaya tidak ketinggalan update!!
😌
 
» Anda baru saja membaca: Novel OVERLORD Bahasa Indonesia Volume 13 Chapter 2 Bagian 1

13 comments:

  1. Mantavv. Di tungguin ampe jam 3 akhirnya keluar. makasih min.

    ReplyDelete
  2. Njeer mantap wkwk
    Bacanya lebih panjang semangat eui >_<

    ReplyDelete
  3. Gracias Admin. Puas dah part ini bacanya.

    ReplyDelete
  4. Ditunggu semaleman sampai subuh akhirnya keluar juga, terima kasih kerja keras nya dan semangat. Jangan di tanya gue stand terus di sini

    ReplyDelete
  5. saya tunggu sambil tidur, bangun² sudah update. terimakasih min >:-{)

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. Aihhh gagal lagi pertamaxx.. thanks a lot mimin.. terjemahannya selalu mudah di pahami, semangatt

    ReplyDelete
    Replies
    1. kamu mau pertamax tpi waktu commendmu udh mw malam lagi okwowkokwokw

      Delete
    2. Mantau sampe ketiduran om hehe

      Delete
  8. Update gak gan hari ini, di tunggu sampai subuh wkwkwk

    ReplyDelete
  9. Part 2nya ada 1496baris :v
    Semangat gan

    ReplyDelete