Wednesday, 27 June 2018

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 17

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 17
 

Translator : Sai Kuze

Chapter 17 - Menunggu untuk Menyusup [Bagian 2]


Setelah membahas persiapan penyusupan dengan Ariane, Danka memakai tudungnya kembali, menariknya sekali lagi menutupi matanya sebelum duduk dengan tangan terlipat di dadanya, dan dengan tenang menutup kelopak matanya. Ternyata masih ada sedikit waktu sebelum penyusupan.


"Kalau begitu, sepertinya aku harus menyelesaikan beberapa urusan ..."

» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 17

Tuesday, 26 June 2018

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 16

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 16
 

Translator : Sai Kuze

Chapter 16 - Menunggu untuk Menyusup [Bagian 1]


“Kalau begitu, pertama, aku akan bergabung dengan Danka yang sudah menyusup ke Diento. Ikuti aku.

"Tentang itu ... Bisakah aku menyarankan sesuatu?"


Untuk memperkuat hubunganku dengan para elf, mungkin lebih baik untuk menunjukan salah satu kemampuanku. Selain itu, penampilan ini membuat operasi penyusupan tidaklah mungkin dilakukan. Namun, dengan penggunaan 【 Dimensional Step 】 yang memungkinkan telerpotasi jarak pendek, menyelinap ke suatu tempat tanpa terlihat tidak akan menjadi sesuatu yang sulit.
» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 16

Sunday, 24 June 2018

Novel Saikyou Mahoushi no Inton Keikaku Bahasa Indonesia Chapter 1

Novel Saikyou Mahoushi no Inton Keikaku Bahasa Indonesia Chapter 1



Translator : Sai Kuze

Chapter 1 - Dunia Baru Yang Tak Menyenangkan


Fasilitas penelitian guru terpisah dari gedung akademi, dan bangunan eksperimental yang baru dibangun. Ukuran satu ruangan didalam bangunan itu sendiri luasnya lebih besar dari ruangan milik guru. Mungkin bisa dianggap satu lantai saja. Dan satu ruangan itu sepenuhnya dialokasikan untuk satu siswa baru, yang membuat para guru kebingungan.

Tanpa pengecualian, akademi ini mengatur semua siswa baru untuk tinggal di asrama. Kebijakan ini dijalankan oleh organisasi manajemen untuk menekan skandal apa pun yang pasti akan terjadi. Sangat mudah bagi penyihir amatir untuk menyalahgunakan sihir mereka dan itu membahayakan. Bahkan masalah terkecil sekalipun dapat menyebabkan bencana, yang telah terjadi beberapa kali. Jika masyarakat umum mendengar berita semacam itu, Magic Training Organization harus mengubah kebijakan mereka. Hal itu akan secara langsung menurunkan jumlah kekuatan nasional yang dimiliki negara.

» Anda baru saja membaca: Novel Saikyou Mahoushi no Inton Keikaku Bahasa Indonesia Chapter 1

Saturday, 23 June 2018

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 15

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 15
 

Translator : Sai Kuze

Chapter 15 - Aku Menerima Permintaan Pekerjaan


Bau anyir darah dan isi perut menyebar diudara sekitar. Dengan satu ayunan, pedangku menghempaskan sisa darah yang menempel, dan mendapatkan kembali kilau biru pucat yang sebelumnya. Aku kemudian menyarungkan pedangku, menyembunyikannya dibalik jubah hitamku.

Tepat ketika aku melangkah menuju kereta, suara lantang wanita terdengar dari belakang.


"Berhenti di sana!! Jangan bergerak !! ”


Sembari melihat ke belakangku, kulihat dark-elf perempuan memberiku tatapan mengintimidasi dengan pedangnya yang ditodongkan ke arahku. Di belakangnya, elf pria turun dari pohon dan mendekat dengan penuh waspada menyiagakan busurnya.
» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 15

Thursday, 21 June 2018

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 14

Translator : Sai Kuze

Chapter 14 - Hanya Lewat [Bagian 2]


Ketika aku memanggil Ponta yang sedang minum di tepi sungai, dia berjalan ke arahku sembari menggonggong dengan riang. Sementara aku menunggunya sembari duduk dengan lutut terangkat, dia menggunakannya untuk melompat ke pundakku sebelum akhirnya menempatkan dirinya pada posisi seperti biasa di atas kepalaku. Aku mengambil dan mengupas beberapa pistachio dari tasku, sehingga dia dengan gembira mengibas-ngibaskan ekornya.

Setelah berjalan melalui bagian sungai yang dangkal, aku memasuki hutan di seberang sungai.

Dari tempat ini hingga didepan sana, aku berada di wilayah para elf. Namun, atmosfir di hutan sama sekali tidak mencekam. Sebaliknya, dengan sinar matahari yang menembus puncak pohon, rasanya cukup menyenangkan.

Namun, tidak ada noda darah di area ini.

Sebaliknya, ada tanda-tanda seseorang telah menginjak area ini. Mungkinkah luka orang itu terbasuh setelah menyeberangi sungai, sehingga darah hanya muncul di area seberang sungai sebelumnya?

Mungkin ini berarti para bandit seharusnya menganggap area ini berbahaya.

Jika itu yang terjadi, maka jika aku tetap mencari sesuatu diarea ini, tidak ada kemungkinan bagiku untuk dapat menemukan tanda lainnya untuk mengejarnya. Sepertinya aku hanya bisa mencarinya perlahan dengan berjalan.

Karena aku tidak terpaku pada waktu, aku berjalan santai melewati hutan bersama Ponta. Kadang-kadang, kacang-kacangan tertentu akan menarik perhatiannya; setelah menggunakan sihir angin untuk mengambilnya dari pohon, dia akan menikmatinya di atas kepalaku.

Tak lama, cahaya matahari mulai memudar, secara bertahap mewarnai hutan menjadi merah. Pada saat inilah kami menemukan sesuatu yang terlihat seperti sebuah jejak roda. Lebarnya dapat dilalui satu kereta. Semak-semak telah disingkirkan menjadikannya hampir bisa dianggap sebagai sebuah jalan.

Jalan itu membentang dari arah timur laut ke arah barat daya.

Karena hari sudah mulai gelap, aku menuju ke arah barat daya, menuju arah pintu keluar hutan. Dari kepalaku, uapan mengantuk Ponta bisa terdengar secara berkala.

Lebih jauh menyusuri jalan, aku mendengar suara senjata berbenturan satu sama lain.

Aku keluar dari jalan, bergerak perlahan melalui semak-semak saat aku mendekati sumber suara. Ada kereta barang dengan sekelompok kecil orang di sekitarnya, mereka mengeluarkan senjata dan wajah mereka diselimuti dengan tampang mengancam.

Orang-orang yang mengelilingi kereta barang itu memiliki warna jubah yang sama, senjata dan perisai mereka diposisikan dalam formasi untuk melindungi kereta. Mereka jelas sangat berbeda dibandingkan dengan sekelompok bandit biasa dengan peralatan seadanya.

Kereta barang yang diposisikan sedikit di belakang mereka ditutupi dengan kain hitam, menyembunyikan isinya. Namun, aku merasakan tanda-tanda kehidupan di bagian dalam kereta; di sana pasti ada orang yang disembunyikan di dalamnya.

Seorang lelaki kurus di samping kereta mengangkat pedangnya, tetapi tidak seperti penjaga di depannya, pedangnya bergetar saat tangannya menariknya dari pinggulnya.

Mayat tiga pria yang ditancapi anak panah mengelilingi kereta barang. Mereka tampaknya menjadi korban serangan dadakan.

Di antara pria-pria dengan gairah yang meningkat di dekat bagian depan kereta, seorang pria yang memiliki tubuh gagah mengeluarkan erangan kesakitan sebelum dia ambruk ke tanah. Saat dia ambruk, aku melihat sosok penyerang yang menarik pedangnya sebelum dengan waspada mengamati sekelilingnya.

Dengan sekali lihat pada wanita cantik yang berdiri di sana dengan memegang sebuah pedang tipis, jelas bahwa dia bukanlah manusia.

Kulitnya yang berwarna lila sangat mulus; rambut panjangnya putih seperti salju. Telinga runcingnya melengkapi mata tajamnya, yang bersinar dengan warna emas yang aneh di hutan yang gelap ini. Dibandingkan dengan elf yang pernah kulihat sebelumnya, telinganya juga lebih pendek.
(TL Note: 'Lila' warnanya merah muda)

Wanita itu mengenakan sebuah gaun berlengan panjang dengan sebuah hem sedang yang membuatnya dapat bergerak dengan leluasa. Korset kulitnya berfungsi sebagai pelindung, sementara jubah abu-abunya berkibar tertiup angin dibelakangnya.
(TL Note: 'Korset kulit' itu lho yg bentuknya mirip kek 'Kozwi sledingshot hanya ada di jaco')


Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 14


» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 14

Wednesday, 20 June 2018

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 13

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 13
 

Translator : Sai Kuze

Chapter 13 - Hanya Lewat [Bagian 1]


Melewati hutan besar yang terletak di timur Diento, sinar matahari pertama menerangi dinding kota. Tanda-tanda kegiatan bisa terlihat saat kota itu dengan tenang terbangun.

Di jantung kota Diento terdapat kastil yang dimiliki oleh Marquis. Di dalamnya, seorang pria tua menunduk memegangi kepala dengan tangannya.

Dengan rambut putih yang mencapai punggungnya bersama kumis putih di wajahnya, pemilik kastil itu adalah pria besar, Marquis Triton Diento.

» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 13

Monday, 18 June 2018

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 12

Translator : Sai Kuze

Chapter 12 - Bentuk Kota [Bagian 2]



Aku mengambil tasku dari pintu masuk gua untuk memasukan senjata dan koin emas ke dalamnya.

Tiba-tiba, kandang besi kecil di sudut gua menarik perhatianku. Sosoknya seperti bayangan ditempat minim cahaya, jadi sosok itu tak kusadari sampai sekarang. Ketika aku melihat ke dalam kandang, aku melihat hewan terluka menatap tajam ke arahku.

Aku menaruh lampu diatas kandang sehingga aku bisa melihat jelas hewan di dalam kandang. Ada seekor rubah di dalam kandang. Tidak, itu sepertinya binatang mirip rubah.

Dari kepala ke ekor panjangnya sekitar 60 cm, dan ekornya memiliki penampilan dandelion dan panjangnya setengah dari panjang tubuhnya. Kepala rubah memiliki telinga segitiga besar yang runcing ke atas, menunjukkan bahwa sosok itu sedang waspada. Ada sesuatu seperti selaput di kakinya, yang meninggalkan kesan seekor tupai terbang.

Di bawah cahaya lampu, aku bisa melihat bulu hijau pucat menutupi punggungnya sementara bulu di perutnya berwarna putih.

Tanpa menghentikan tatapan tajamnya, makhluk di dalam kandang itu mengeluarkan geraman pelan dan mengembangkan ekornya yang panjang dan berbulu. Telapak kaki depannya terdapat luka goresan, dan bulu di sekitar kaki belakangnya diwarnai warna merah.

Untuk memberikan sihir penyembuh pada luka-lukanya, aku membuka paksa kandang. Namun, rubah hijau pucat itu semakin waspada, karena tidak menunjukkan tanda ingin keluar dari kandang. Karena hal ini, aku mengulurkan tanganku ke rubah di dalam kandang.


"Gyau!"


Rubah mengeluarkan gongongan kecil sebelum menggigit jari-jariku. aku tidak merasakan sakit berkat armorku, tetapi aku sedikit merintih ketika rubah hijau itu tidak kunjung melepaskan jari-jariku.


"Kau tahu, aku tidak seseram itu ......"


Sambil mengatakan itu, aku mulai menarik tanganku yang digigit keluar dari kandang, rubah hijaupun keluar dari kandang. Aku sepertinya tidak punya keahlian untuk menenangkan hewan ......


"【 Heal 】"


Ketika sihir pemulihan dipanggil, cahaya mulai memancar dari jari-jariku yang digigit dan meresap ke luka rubah. Basic skill dari kelas priest. Rubah hijau terkejut dengan kejadian ini, dan ekornya yang berbulu mengembang saat melompat mundur. Matanya yang besar berkedip-kedip.


"Kyun?"


Rubah itu dengan penasaran menengokan kepalanya ke samping untuk melihat kaki belakangnya, dan menjilati daerah yang seharusnya terluka. Sama seperti kucing, ia kemudian mulai menjilati telapak kakinya. Setelah selesai, rubah duduk di tempat dan mengibas-ibaskan ekor berbulunya.

Rubah itu tidak menunjukkan tanda-tanda melarikan diri.

Aku teringat sesuatu yang ada di tasku. Ketika aku mengeluarkan buah beri kering yang aku beli pagi ini, hidung hijau rubah berkedut sedikit sebelum bergerak. Sambil tertawa karena adegan itu, aku menempatkan beri di tanganku dan mengulurkannya.

Awalnya bersikap waspada, tapi perlahan-lahan mendekati tanganku yang terdapat beri. Dengan cepat rubah mengambil beri ditanganku, sebelum mundur kembali, dan mulai mengunyahnya dari kejauhan. Ketika selesai memakan beri, aku mengambil kembali beberapa beri dan mengulangi tindakan tadi. Setelah maju beberapa langkah, rubah itu baru mulai memakan buah beri dari tanganku.

Kewaspadaannya yang tadi ia tunjukan tampaknya telah benar-benar lenyap, tetapi aku ingin tahu apakah tidak apa-apa untuk memperlakukan satwa liar seperti ini.

Ketika semua buah beri dimakan, aku mulai membelai kepala rubah hijau itu, dengan senyum tipis. Mahluk kecil itu tampak kegelian karena mulai mengeluarkan gongongan kecil yang menyenangkan.

Karena tidak ada benda berharga yang tersisa disini, aku berdiri bersiap untuk pergi. Tapi ketika aku meninggalkan gua, rubah kecil itu berlari di belakangku secepat yang ia bisa. Ketika aku berhenti berjalan dan berbalik, rubah itu duduk sambil mengibaskan ekornya yang berbulu.


"Apa kau mau ikut denganku?"


Aku tidak mengharapkan jawaban, tetapi rubah hijau mengeluarkan suara “Kyun” sebagai jawaban. Rubah itu benar-benar menunjukkan bahwa dia seperti bisa mengerti pertanyaanku.

Aku tidak tahu nama makhluk mirip rubah ini, tetapi aku tidak tahan menyebutnya rubah hijau. Aku memeras otakku mencoba memikirkan sebuah nama.

── Rubah Hijau ……


"Oage atau Tempuro, kedengarannya cocok?"


Ketika aku menyarankan nama-nama itu, ekor berbulu rubah itu tampak terkulai. Kau tampaknya tidak menyukai keduanya ...


── Rubah hijau ……


"Kalau begitu, Ponta."

"Kyun!"


Ekornya sekarang berdiri tegak dan berayun.


"Lalu Ponta, siap untuk pergi?"


Ponta mengeluarkan suara 'yep' dan mulai melompat dari tempatnya, ketika aku menanyakan pertanyaan itu. Tiba-tiba, angin mengelilingi Ponta, dan setelah mengembangkan bulunya, Ponta mulai terangkat seperti berada di dalam lift yang tak terlihat.


Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 12


"Ooooh !?"


Aku mengeluarkan suara terkejut, saat mataku terpaku pada Ponta. Tampaknya dia bisa menggunakan sihir angin. Kalau tidak, tidak mungkin ada tekanan angin seperti ini didalam gua. Ponta melayang diatas tekanan angin sampai cukup tinggi untuk melompat ke pelindung kepalaku. Karena Ponta menghadap diriku saat naik keatas, ekornya yang berbulu sekarang menghalangi pandanganku. Ketika aku mencoba menggerakkan ekornya, Ponta mengubah posisinya sehingga bidang penglihatanku menjadi bersih.

Aku tidak dapat menyangkal bahwa rubah ini adalah makhluk fantasi, dia menggunakan sihir untuk terbang keatas kepalaku ... Di dunia asalku, hewan arboreal, seperti tupai terbang, mampu terbang karena bentuk tubuhnya mendukung untuk melakukannya.
(TL Note: 'Hewan arboreal' adalah hewan-hewan yang sebagian besar hidupnya dihabiskan di atas pepohonan atau belukar)

Aku mencoba untuk menenangkan kegembiraanku, saat aku mengangkat tasku keatas bahuku dan meninggalkan gua.

Mayat para bandit aku kumpulkan di dekat pintu masuk. Karena hal ini akan merepotkan jika berakhir menarik sesuatu yang aneh, aku menggunakan 【 Flame 】 untuk membakar semuanya. Pada mulanya Ponta terkejut oleh api yang menyala, tetapi setelah beberapa saat ia kembali mengibaskan ekornya di atas pelindung kepalaku.

Aku meninggalkan markas bandit ketika aku sudah yakin tidak ada yang tersisa selain abu.

Karena aku mengumpulkan begitu banyak jarahan perang, bahkan jika aku tidak bekerja untuk sementara waktu aku seharusnya baik-baik saja.

Dengan tenang aku bergerak dan berjalan, sampai aku mencapai pintu masuk hutan.

Daun pepohonan tidak menutupinya, jadi aku bisa melihat langit telah berwarna merah. Waktu yang cukup lama sepertinya telah berlalu sejak aku memasuki hutan. Aku bisa melihat dinding kota Diento di kejauhan, dan ladang pertanian sudah tak ada orang.

Setelah beberapa saat berjalan menyusuri sungai rydell, aku menemukan seseorang yang sedang berdiri membelakangiku.

Dia mengenakan jubah krem, dan helaian rambut emas kehijauannya terlihat dari bawah tudung dan berkibar tertiup angin. Bentuk fisiknya seperti manusia, tetapi bagian yang berbeda dari manusia dapat dilihat. Telinga runcing yang panjang, jelas terlihat dari posisiku, karakteristik rasialnya sering terlihat dalam dongeng dan game.


"Ini pertama kalinya aku melihat Elf."


Sedikit bersemangat, aku menggunakan 【 Dimensional step 】 untuk muncul di belakang elf, dan aku akhirnya berbicara dengan tidak sengaja.

Elf itu melompat menjauh dariku ketika aku melakukan ini, menarik pedang tipis saat melakukannya, dan menatap tajam ke arahku dengan pedang di tangan dan ekspresi tidak senang di wajahnya.

Rambut emas kehijauan tidak bisa dibandingkan dengan mata hijau tajam yang mengamatiku. Tubuhnya ramping, tetapi dilapisi dengan armor ringan. Pedang tipis yang menunjuk ke arahku juga stabil di tangannya. Sikap dan suasana benar-benar berbeda dari para bandit sebelumnya. Dengan satu tatapan aku mengerti bahwa seorang warrior hebat ada di depanku.


"Kau siapa?"


Elf itu segera waspada dan berubah ke posisi bertarung. Suaranya agak kecil, tetapi jelas bahwa pria itu mencoba menciptakan beberapa serangan kejutan. Namun, mata pria itu tampaknya tertuju pada satu titik. Pandangannya terfokus pada Ponta, yang berada di puncak kepalaku ......?

Aku punya pertanyaan untuk pria itu, tapi aku harus menjawab dulu.


"Arc. Seorang pengelana. Aku tidak sengaja memanggilmu karena ini adalah pertama kalinya aku melihat elf. ”


Masih ada keraguan di matanya, tetapi titik pedangnya diturunkan sedikit.


“…… Seorang manusia? Vento vulpix mengikuti manusia …… ”

"? Vento? "

“…… Nama umumnya adalah rubah berbulu. Binatang roh itu yang duduk di kepalamu ...... Mereka biasanya hidup dalam berkelompok, bagaimana kau menjinakkannya? ”

“Wow, ini roh? Ponta adalah ”


Di kepalaku, Ponta menjerit aneh, namun tetap berada di sana. Elf itu memandang situasi aneh ini dengan takjub.


“Dia bukan roh, dia adalah binatang buas. Anggap saja sebagai hewan yang memiliki kekuatan berelemen roh. Apakah hal semacam itu kau bahkan tak tau? Apakah isi dari armor yang luar biasa itu kosong? ”


Aku dianggap bodoh oleh pria ini, yah mau gimana lagi. Dengan keadaanku sekarang, tidak mungkin aku tahu ekosistemnya.

Tapi armor ini tidak kosong, penuh dengan tulang──.


"Maafkan aku. Ini adalah binatang roh pertama yang pernah aku lihat. Aku menemukannya ketika ia ditangkap dan terluka oleh para bandit, dan membebaskannya. Dia menjadi seperti ini setelah aku menyembuhkannya dan memberinya sedikit… .. ”

“Omong kosong, bahkan kewaspadaan binatang roh sangat tinggi sehingga mereka tidak akan menerima anggota ras elf. Apakah kau mencoba mengatakan hal konyol itu bisa terjadi dimana saja? …… ”


Pria itu berkata begitu sambil menyarungkan pedangnya, dan dan menutupi telinga elfnya dengan tudungnya. Aneh, aku punya firasat dia meremehkanku ketika dia mengatakan itu, tetapi itu tidak mungkin kan?


“Jadi, apa yang kau lakukan di tempat seperti ini? Aku belum pernah melihat elf di kota, 〜apa sekarang kau mau pergi kesana? ”


Elf yang berjubah itu mendesah kagum.


“Apakah kau benar-benar manusia? Manusia adalah orang yang membenci dan takut pada mereka yang berbeda atau lebih baik dari diri mereka sendiri. Kami elf hidup panjang dan umumnya memiliki kemampuan sihir yang tinggi. Meskipun kami menandatangani perjanjian dengan kerajaan Rhoden, aku akan menjadi target buruan jika orang-orang melihatku. Penduduk hutan sepertinya biasa dijual dengan harga tinggi disana. ”


Mata di bawah tudung itu dipenuhi dengan kemarahan dan kebencian.

Secara resmi mungkin ilegal untuk berburu elf di negeri ini. Namun, tampaknya larangan itu tidak diberlakukan dengan benar. Kau hanya perlu melihat ke matanya untuk membayangkan kengerian yang dia lihat.

Bahkan jika kau menyebutnya berburu, itu tidak berarti membunuh. Para elf tidak perlu masuk ke dalam perjanjian barbar seperti itu, tindakan itu sudah dilarang oleh hukum setempat, jika tidak, ada orang yang mau membayar banyak uang untuk menundukkan mereka. Mungkin ada desas-desus bahwa darah elf bisa menyembuhkan semua penyakit, atau mereka mungkin diperdagangkan sebagai budak ....... Maka alasan pria ini berada di dekat kota adalah—


"Membebaskan budak elf dari kota──"


Ketika aku bergumam begitu, elf itu memiliki tatapan yang berbahaya dan waspada di matanya.


“Hmm, aku tidak mengatakan apapun kepada manusia. Aku harus bertemu dengan sekelompok elf di sini …… ”


Sambil mengangkat bahunya dan mencoba membuat gerakan, situasi mencekam itu diakhiri.


"Bisakah kau mempercayai kata-kata seorang manusia──"

"Kyun Kyun!"


Pengerasan suara elf itu dan usahanya untuk meraih pedangnya, menyebabkan Ponta mengeluarkan gongongan kencang.

Ketika elf melihat ini, dia berhenti dan melepaskan tangannya dari pedangnya.


"Sial. Ada yang mengatakan bahwa seseorang yang terikat pada binatang roh hati mereka telah terhubung. Jangan lupakan kata-kata yang aku ucapkan beberapa saat yang lalu. ”


Mengatakan demikian, pria itu berjalan ke hutan dengan langkah cepat, dan aku akhirnya kehilangan pandangannya.

Pada akhirnya, aku bahkan tidak mendengar nama elf itu──.

Aku pikir itu adalah kesempatanku untuk berinteraksi dengan spesies lain di dunia isekai ini, tetapi pandangan negatif terhadap manusia membuat hal itu cukup sulit.

Yah, kuharap kita bertemu lagi. Karena elf sedang dipenjara di kota, aku akan mengumpulkan informasi untuknya jika kita bertemu lagi.

Berpikir seperti itu, aku sekali lagi mulai berjalan ke arah kota.

Dinding kota diterangi matahari terbenam seperti kemarin. Namun tidak seperti kemarin, dinding itu tampak seperti sekat yang menutupi keserakahan manusia.


[ Volume 1 Chapter 12 SELESAI ]




Like Fanspage Facebook kami supaya tidak ketinggalan update!!
😌


» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 12

Tuesday, 12 June 2018

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 11

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 11
 

Translator : Sai Kuze

Chapter 11 - Bentuk Kota [Bagian 1]


Aku melakukan perjalanan disepanjang sungai sprite menggunakan 【 Dimensional step 】. Diperjalanan aku melihat beberapa desa kecil, yang dikelilingi oleh dinding kayu berukuran kecil. Setelah beberapa saat aku melihat kota Koruna yang merupakan versi Rubrier yang lebih kecil. Kota itu dikelilingi oleh dinding batu. Sambil memperhatikan sekelilingku, aku terus berjalan lebih jauh lagi.

Pegunungan calcutta dapat dilihat di arah barat daya, saat aku tiba dipercabangan menuju sungai utama yaitu sungai rydell. Sungai rydell terlihat mengalir kearah timur dari pegunungan calcutta dan tampaknya berakhir melewati ibukota. Lebih jauh ke hilir sungai tujuanku, Diento, mulai terlihat.

» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 11

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 10

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 10
 

Translator : Sai Kuze

Chapter 10 - Mundur dengan Strategis


Pagi berikutnya yang dimulai dari penginapan biasanya, dan aku terbangun dengan penampilanku yang biasanya.

Sambil duduk di tempat tidur, aku mengeluarkan roti kemarin. Aku meneguk minuman dari botol minuman setelah menggigit roti. Roti ini sangat berbeda dari yang biasa aku makan di dunia asalku. Ada rasa asinnya, lebih berat dan lebih keras. Seperti hanya untuk mengisi lubang perutmu saja......

Meskipun ada toko roti di kota, tampaknya desa-desa hanya membuatnya untuk festival dan sebuah perayaan. Aku mengetahuinya dari Marca kemarin, ternyata makanan pokok penduduk desa adalah bubur beras gandum.

Itu hal yang tak terduga ternyata mereka memiliki bubur Jepang di dunia ini. Tidak mungkin untuk membelinya, tapi aku bisa membuatnya sendiri ditempat yang sepi. Tubuh ini adalah berkah campuran. Aku tidak perlu takut makan terlalu banyak tetapi sulit untuk menemukan tempat untuk makan.

Ketika aku selesai makan roti yang tidak terlalu enak, aku membawa tasku ke lantai pertama. Aku melewati konter kosong dan keluar dari bangunan.

Aku menuju ke guild petualang di jalan utama. Hari ini ada beberapa petualangan yang berdiri di depan papan permintaan. Ini adalah pertama kalinya aku melihat begitu banyak orang didalam bangunan guild. Ketika aku mendekati papan permintaan, bahkan tanpa berbicara, petualangan-petualangan lain itu tampak seperti terkejut.

Lagipula papan permintaan hanya memiliki permintaan pribadi yang hanya memberikan hadiah receh. Tidak ada satu pun plakat yang menawarkan lebih dari 5 koin perak di atasnya. Karena tidak ada permintaan yang menarik perhatianku hari ini, aku memutuskan untuk pergi berburu hewan buruan di pinggiran kota dan menjualnya ke asosiasi pedagang.

Tujuannya adalah selatan Rubierute, aku memasuki hutan diseberang tepi sungai. Aku senang karena rasanya seperti menjelajahi peta baru dalam game.

Aku akhirnya menyusuri hutan sepanjang hari. Aku pertama kali menemukan sekelompok kecil orc, tetapi setelah aku mengalahkan yang lain, mereka berlari dengan kecepatan penuh. Tampaknya orc adalah monster penakut.

Aku membawa orc yang ku bunuh di atas bahuku.

Hutan itu memiliki berbagai monster dan hewan di dalamnya. Sebagian besar aku tidak mengetahuinya. Tapi tidak seperti dalam game, mereka ragu-ragu untuk mencoba membunuhku. Tidak ada hasil drop dan juga EXP poinku tidak meningkat ketika aku membunuh monster.
(TL Note: 'Drop' disini, hasilnya berupa gold/item ketika membunuh monster)

Namun, wilayah hidup manusia sangat kecil. Mungkin wilayah tidak dapat berkembang tanpa kemampuan pembasmian monster yang konstan.

Jauh di dalam hutan aku menemukan minotaur di dalam gua. Minotaur itu tingginya sekitar 3 meter, dengan kepala dan tubuh bagian bawah sapi, dan tubuh bagian atas berupa tubuh manusia berotot.
Jika ini adalah game, maka monster ini akan membawa iron axe, namun dia tidak membawanya karena suatu ras mengakuisisi kerajinan logam kuno untuk tujuan menghancurkan umat manusia. Tapi sama seperti orc, mahluk ini masih membawa-bawa pentungan.

Omong-omong, aku belum melihat manusia menggunakan sihir. Sihir pasti menjadi salah satu senjata bertahan wilayah manusia. Mungkin sifat kekuatan dan struktur kekuasaan di dunia ini menjaga sihir diluar jangkauan rakyat jelata.

Sambil memikirkan hal-hal seperti itu, aku melewati gerbang barat, dan berjalan ke gudang asosiasi pedagang. Seperti terakhir kali, pria muda kurus itu keluar menuju meja pemeriksaan. Aku duduk dan menaruh orc yang ada dipundakku dan menanyakan harganya.


"Satu orc adalah 7 sek dan 5 sok."


Harganya sama seperti burba dengan panjang 1 meter? Sangat murah. Apakah karena para Orc lebih mudah dikejar daripada burba?

Yah karena tujuanku adalah mendapatkan penghasilan tetap, aku tidak keberatan. Ketika aku mengatakan menerima tawaran itu, kemudian pria meninggalkan kursinya untuk menyiapkan uang.

Sementara aku dengan tenang menunggu pembayaranku, aku mulai mendengar dua pedagang berbicara. Ini adalah hal yang wajar untuk tidak mengabaikan informasi yang dapat berguna bagi dirimu.


“Baru-baru ini, ada rumor yang beredar tentang monster kuat yang muncul di dekat perbatasan. Di dekat desa perbatasan timur dan Reburan, kereta pedagang yang lewat disana mengalami rusak parah. ”

"Hutan itu dekat dengan pegunungan naga angin, bukan hal yang aneh kalau ada monster di sekitar sana, kan?"

"Idiot, monster biasanya tidak memasuki jalanan."

"Hmm, mungkin saja seekor naga mengamuk di pegunungan?"


Anggota staf muncul dengan bayaranku ketika aku sedang memikirkan naga yang disebutkan oleh para pedagang. Setelah memverifikasi jumlahnya, aku menaruh uang dikantongku.

Berjalan santai dikota, aku memikirkan kembali menuju penginapan yang biasanya hari ini. Aku harus mendirikan markasku sendiri suatu hari nanti dan menentukan kemana aku harus pergi dari sana. Markasku sendiri akan memungkinkanku untuk melepaskan armor ini dan bersantai tanpa khawatir tentang ada seseorang yang melihat.

Dengan 【 Transfer Gate 】, bahkan jika markasku berada di dasar laut, aku dapat langsung kembali ke kota.

Pertama, aku harus menyelidiki geografi disini sambil mendapatkan penghasilan tetap.

------------------------------------------

Sudut pandang orang ketiga.


Kota atau Rubierute memiliki letak strategis, karena jalanannya melintasi kota Diento dan ibu kota kerajaan, yang ada di pusat kerajaan Rhoden.

Menuju perbatasan utara ibu kota ada dua jalan pintas utama di sekitar pegunungan calcutta. Satu jalan mengarah menuju timur sementara yang lainnya menuju barat.

Meskipun jaraknya dekat dari ibu kota, jalur barat mengarah ke tanah kering ribot. Tanah kering itu dipenuhi oleh kota-kota kecil dengan tempat persediaan air langka. Medan yang tandus juga membuat transportasi skala besar menjadi sulit.

Perbandingannya, jalur timur menyediakan perjalanan menyusuri sungai rydell, yang membawa air ke ibu kota, dan terdiri dari dataran rendah berbukit. Selain itu, sisi timur pegunungan calcutta dihiasi dengan kota-kota yang relatif besar. Kau harus menyeberangi sungai rydell, yang mengalir dari pegunungan naga angin, dua kali menyebranginya, tetapi selain itu relatif mudah untuk dilakukan.

Diento adalah kota dihulu sungai rydell, dan berada tepat di depan jembatan besar. Jembatan batu sepanjang 300 meter dengan awalnya dari gerbang selatan kota dan melintasi seluruh sungai. Fakta ini juga berarti bahwa kota juga dapat dilihat memiliki letak strategis. Oleh karena itu, kota ini dibangun dengan dinding berlapis ganda yang memungkinkan kota untuk dijadikan benteng bila diperlukan.

Kota ini diperintah oleh marquis Triton. Kastil di pusat kota sebanding dengan benteng itu sendiri. Dinding kastil ukurannya dua kali lebih besar dari dinding normal, dan paritnya dua kali lebih lebar.

Di dalam kantor benteng, marquis Triton sedang memeriksa dokumen yang tergeletak di mejanya.

Marquis Triton adalah seorang pria besar yang sudah setengah baya, memiliki rambut abu-abu yang mencapai kakinya, dan mempunyai kumis putih. Gaya berpakaiannya terlalu flamboyan, yang tampak membungkus tubuhnya yang besar.
(TL Note: Gambar cari digoogle keyword "Bangsawan Eropa")

Mendengar ketukan di pintu kantornya, dia memindahkan matanya dari dokumen dan memberi izin kepada orang itu untuk masuk.


"Permisi"


Yang memasuki kantor adalah Cyrus Dorman. Wajah Cyrus yang gugup terlihat pucat, saat dia merapikan rambut yang menipis di atas kepalanya, untuk menutupi bagian botaknya.

Cyrus mendekat kearah meja dan dengan tulus membungkuk kepada tuannya. Meskipun, ia kembali merapikan rambutnya ketika berpindah dari tempatnya.


"Insiden di Rubierute ...... tampaknya telah berakhir dengan kegagalan."


Mendengar laporan Cyrus, Triton berkedut. Dia mengangkat kepalanya dari dokumen, duduk kembali di kursinya, dan menghela napas panjang.


"Ketika aku meminta orang-orang berbakat, aku mendengar bahwa mereka sang ahlinya?"

"Maafkan saya. Mereka memang berbakat, semua pengawal dikalahkan, tapi tidak beruntungnya seorang petualang ikut campur, dan dia mengalahkan para bandit ...... ”

“Lagipula, bandit adalah bandit …… Tak lebih dari itu! Setelah membuat hanya para wanita tetap hidup, mereka kalah karena kecerobohan mereka sendiri. ”


Dengan ekspresi pahit, Triton melontarkan kritiknya. Ekspresi setuju terlihat pada wajah pucat Cyrus.


"Mengapa pangeran Douglass ingin menabur perselisihan dengan Rubierute?"

"Yah. Agar pangeran Douglass mendapatkan dukungan dari timur, dia telah mengirimkan permintaan ini. Jika perbatasan utara bergabung dengan faksi bangsanya maka timur akan sepenuhnya miliknya, dan ia akan mampu sejajar dengan Reburan di barat tanpa khawatir. Hal ini akan bermanfaat bagi kita karena perdagangan di timur akan terpusat di sini. ”

“Rubierute mendapat dukungan dari barat, jadi kemungkinan mereka bergabung dengan fraksi Yang Mulia. Karena belum menentukan pilihan fraksinya, hal ini seharusnya tidak diketahui publik, tapi …… ”

“Jika ini tidak diketahui maka akan baik-baik saja. Kita harus cepat dan amankan produknya. Kau harus segera mengirimnya. Kirimkan mereka kepada para bangsawan yang layak sebelum orang lain mengetahui rencana ini! Kau harus memastikan bahwa putri Juliana tidak mengetahui hal ini. ”


Tubuh besar Triton bergoyang saat dia meraih laci mejanya, mengeluarkan cerutu, dan menyalakannya. Asap rokok perlahan-lahan dihembuskan, sementara Cyrus yang terbatuk-batuk melaporkan status produknya.

"Ada 4 produk dan mereka ditahan di 'gudang' bawah tanah. Saya akan pergi mengamankan produk tambahannya sekarang ...... ”

“Mengamankan produk semakin sulit juga. Apakah mereka sudah bertindak semakin waspada? …… Secepatnya yang kau bisa. Aku belum pernah melihat Audrain beberapa waktu ini, apa yang dilakukan sibodoh itu? ”

"Ketika saya memeriksa kamar Audrain-sama, dia mengatakan pedang yang digunakan untuk pengadaan produk tidak memuaskan untuk tugas itu."

“Sibodoh itu! Ini bukanlah permainan! Pedang sudah cukup untuk memasuki hutan elf, sisanya hanya akan menjadi gangguan!! Sudah cukup, pergilah. "


Setelah mendengar kata-kata itu, Cyrus membungkuk sopan sebelum dengan tenang meninggalkan ruangan. Triton menghirup tembakau terakhir dari cerutu itu sebelum dengan keras mengeluarkannya, dia kemudian kembali mengurusi dokumen yang tergeletak dimeja.

----------------------------------------

Sudut pandang Arc.


Beberapa hari kemudian, meskipun aku telah menyelidiki daerah sekitar Rubierute untuk menemukan lokasi markas yang ideal, masih tidak ada yang berubah dalam kehidupan sehari-hariku.

Sosok armor mencolokku menarik banyak perhatian pada awalnya, tetapi tampaknya semua sudah tenang sekarang. Namun, satu-satunya tempat untuk diriku menyantap makanan hanya kamar penginapanku atau lokasi yang jauh di luar kota, itu karena aku tidak tau kapan jikalau seseorang melihat tampangku.

Tetapi hari ini berbeda karena apa yang terjadi pagi ini. Itu terjadi setelah aku meninggalkan penginapan, melihat permintaan di bangunan guild, dan pergi ke gerbang barat untuk menyelidiki dan mendapatkan penghasilan harianku.

Namun, pusat kota memiliki suasana yang tidak biasa hari ini. Bergerak menuju gerbang barat, jumlah orang-orang lebih banyak dari biasanya. Aku memutuskan untuk berjalan di belakang sepasang pria yang menuju gerbang sehingga aku bisa mendengarkan percakapan mereka.


“Aku mendengar kalau pasukan yang mengalahkan giant basilisk hanya beranggotakan lima orang! Mereka seharusnya membawanya ke alun-alun sekarang! ”

"Itu benar!? Mahluk itu membunuh begitu banyak orang, partynya pasti benar-benar kuat ... lagipula, giant basilisk adalah buruan besar. Di kota sebelah pernahkah ada rumor tentang mereka? ”

“Baru-baru ini ada banyak beredar rumor seperti itu. Apakah ini pertanda buruk atau apa? ”


Tampaknya kelompok itu mampu membunuh giant basilisk. Di dunia ini tampaknya melakukan hal itu merupakan pencapaian besar. Namun, sepertinya mahluk itu adalah monster yang jarang terlihat. Berpikir aku bisa melihat dua dari mereka di hutan naga angin ......

Alun-alun kecil itu sudah penuh sesak dengan orang-orang, di tengah alun-alun ada kereta yang dikelilingi oleh lima orang, salah satu dari lima orang itu sedang menceritakan pertempuran heroik mereka sambil membuat gerakan tangan.

Rasanya seperti ada pertunjukan, karena penduduk kota menerima cerita mereka tanpa pikir panjang.

Seekor giant basilisk dipotong menjadi potongan-potongan kecil dan ditumpuk di atas kereta. Tentu saja kereta tidak akan mungkin muat untuk membawa mahluk raksasa itu. Kepala itu ditaruh dibagian atas tumpukan agar semua orang bisa melihatnya.

Sambil menonton, aku mencoba bertanya pada seorang pria besar di dekatku.


"Apakah membunuh giant basilisk adalah pencapaian yang luar biasa?"


Pria yang aku tanyai langsung berbalik dengan terkejut, dan dengan ekspresi bingung menjawab pertanyaanku.


"Ksatria-sama, ketika seekor giant basilisk terlihat, sebuah party petualang yang terkenal perlu dikerahkan atau tentara bangsawan harus dikirimkan. Sederhananya, dibutuhkan banyak uang untuk mengalahkan satu ekor monster itu. Sepertinya daging beracun monster itu bisa dikeringkan dan dijadikan serbuk untuk membuat senjata beracun yang dapat digunakan untuk menaklukkan monster. ”


Berapa banyak uang yang bisa dihasilkan jika aku membawanya satu...... Tapi itu pasti akan menyebabkan keributan jika aku membunuh satu ekor saja dan membawanya kembali.

Aku memikirkan ini ketika sebuah kelompok lain dari para kerumunan menatap mataku.

Sekelompok tentara berlapis armor dituntun ke tengah alun-alun oleh seorang petugas sipil yang berpakaian bagus. Orang-orang di sekitar menyadarinya, dan kebisingan di alun-alun sedikit demi sedikit mereda, sampai hanya beberapa bisikan yang bisa didengar.

Sebuah jalan terbuka langsung ke pusat alun-alun, dan kelompok tentara dan petualangan saling berhadapan.

Pria dengan pakaian bagus itu tinggi tetapi kurus, tampak berusia pertengahan 30-an, dan berdiri di tengah-tengah para tentara. Setelah menata rambutnya sedikit, pria itu melangkah maju.


“Aku adalah Buckle De Robert viscount dan tuan tanah feodal dari Rubierute, dan ini adalah Bosco Futran dan Zetorasu Futran. Yang mana dari kalian yang bertindak sebagai perwakilan kalian? ”

“Oh, ya be-benar! Kami adalah tim petualangan 『 Iron Fang 』 saya pemimpinnya Masco !! ”


Pria yang menceritakan kisah heroik sebelumnya itu melangkah maju dan menjawab dengan nada yang terlihat sangat tegang. Anggota lain dari party itu berdiri kaku dengan tegang.


"Apakah kau orang-orang yang membunuh giant basilisk ini?"

"......, Y-Ya !!"


Pertanyaan Zetorasu tampaknya membuat laki-laki itu ketakutan, Masco tetap terdiam sesaat sebelum memberikan jawaban kecil itu.


“Aku dengar mahluk ini berada dipedalaman hutan naga angin. Apakah itu benar?"

"Ya!! Mahluk ini ditemukan di hutan dekat desa Rata! ”


Hah? Bukankah aku meninggalkan yang salah satunya di hutan dekat desa Rata.

Mungkinkah, yang aku tinggalkan disana sama seperti yang ada dikereta itu? Namun tidak ada bukti, dan itu tidak seperti aku ingin mengklaim kepemilikannya. Lagipula ada dua giant basilisk saat itu. Bisa saja yang dikereta adalah salah satu yang kabur.


"Beberapa saat yang lalu, aku melihat dua ekor di hutan naga angin ..."

"Apa!? Apakah itu benar Ksatria-sama ?! ”


Pria besar di sebelahku mengeluarkan suara keras ketika dia mendengarku bergumam pada diriku sendiri. Secara alami suara nyaring menyebabkan semua orang segera berbalik kesini, dan orang-orang di sekitarnya membuka jalan.

Ketika Zetorasu memperhatikan bahwa banyak orang sedang meributkan sesuatu yang lain, alisnya sedikit bergetar ketika dia mendengar pernyataan itu.


"Dan kau?"

“Tidak bukan aku, pernyataan tak terduga Ksatria-sama membuatku berteriak ……, itu adalah yang sebenarnya!”


Atas perkataan pria itu, Zetorasu menatapku langsung. Seluruh tubuhku ditatap olehnya, aku mulai merasakan berbagai tatapan.


"Tidak, aku hanya mengatakan bahwa aku ingat melihat dua giant basilisk di tempat yang sama beberapa hari yang lalu."


Aku tidak tahu yang ada disini itu sama seperti yang aku bunuh atau yang berhasil kabur, tapi …….

Informasi yang aku ucapkan itu menyebabkan kerumunan itu menjadi ribut. Penduduk kota percaya dengan apa yang ku katakan dan membuat mereka merasa dalam bahaya.


"Hah?! Idiot, ada dua! Apakah itu kebetulan !? Kenapa kau tidak melaporkan ini kepada siapa pun !? Kenapa kau tetap diam sampai sekarang !? ”


Zetorasu mengkritikku dengan nada kasar, dan menatapku dengan mata marah.

Bahkan dengan hal-hal seperti itu, aku yang tidak akrab dengan keadaan mereka tidak dapat menilai signifikansi situasinya. Aku tidak mengkhawatirkannya karena satu ekor melarikan diri ke dalam hutan, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


“Aku baru pertama kali melihat giant basilisk. Namun melihatnya dari kejauhan, aku tidak tahu apakah mereka itu ancaman atau bukan. ”


Kenyataannya, ini adalah pertama kalinya aku melihat yang asli. Aku pernah menemuinya beberapa ekor saat didalam game, dan ketika aku mulai memburu mereka, aku lupa sudah berapa ekor yang kuburu.

Pada jawabanku, Zetorasu memejamkan mata, dan wajahnya menunjukkan ekspresi bijaksana. Apakah kau berpikir tentang apa yang harus dilakukan di masa depan?

Apakah dia berpikir bahwa dua giant basilisk mencoba membuat anak? Dalam gime, basilisk diatur bisa berevolusi menjadi giant basilisk. Namun untuk menjadi Basilisk, diharuskan berada di level 40-50 ketika monster itu bisa menggunakan racun, sebelum menjadi basilisk mereka hanyalah remah roti yang tak perlu diwaspadai.


"Kita harus kembali ke mansion untuk mempersiapkan pasukan penaklukan! 『 Iron Fang 』 aku meminta kalian untuk ikut dengan kami. Aku ingin beberapa pengintai berkerjasama dengan 『 Iron Fang 』 untuk melakukan pengintaian! Dengan segala cara, tolong beritahu kami bagaimana kalian dengan berani mampu membunuh giant basilisk !! ”


Para warga menjadi tenang mendengar pernyataan itu. Itu mungkin sebuah pertunjukan yang digunakan untuk membersihkan kegelisahan kerumunan ini.

Korban dari seluruh kejadian ini pastilah para anggota 『 Iron Fang 』. Mereka sepertinya tidak bisa membentuk kata-kata yang ingin mereka katakan. Ini pasti menjadi tugas berat untuk menceritakan petualangan dan mendapatkan ketenaran, jadi kesempatan ini mungkin tampak seperti berkah dari Tuhan.

Namun, setiap anggota 『 Iron Fang 』 memiliki ekspresi muram di wajah mereka. Sepertinya kesempatan ini tidak seperti berkah bagi mereka. Aku tidak diundang untuk bergabung dengan acara khusus ini. Pertama-tama, lebih baik bagiku untuk tidak terlibat dengan hal merepotkan seperti itu.

Dengan Zetorasu yang memimpin, para anggota 『 Iron Fang 』 bergerak menuju rumah bangsawan feodal.

Jika tentara tuan feodal dilibatkan masalah pasti akan segera diselesaikan.

Karena aku tidak ingin berhubungan dengan seseorang yang berkuasa, lebih baik aku pergi dari sini sebelum masalah muncul lagi. Berpikir demikian, aku berbalik dan menuju ke gerbang barat.

Berdasarkan survei awal, ada kota kecil di sebelah timur dari sini, dan tampaknya kota tetangga terbesar disebut Diento. Jaraknya 3-4 hari perjalanan menggunakan kereta.

Karena bawaanku hanyalah tas punggung, mari kita pergi ke sana.

Tapi pertama-tama sedikit mebereskan masalah kecil di desa Rata ー.


[ Volume 1 Chapter 10 SELESAI ]




Like Fanspage Facebook kami supaya tidak ketinggalan update!!
😌


» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 10

Sunday, 10 June 2018

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 9

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 9
 

Translator : Sai Kuze

Chapter 9 - Apa, Ini Bukan Tanaman Herbal? Ini monster [Bagian 2]


Entah karena gerakan Marca atau teriakanku, makhluk itu mengguncang tubuh besarnya, sebelum berdiri.

Aku bisa memahami bentuknya dari sini. Dari kepala hingga ekor, tubuhnya yang seperti kadal dengan panjang lebih dari 6 meter. Ia memiliki enam kaki yang besar, dan memiliki sisik hijau keabu-abuan. Di kepalanya ada jengger berwarna hijau, di punggungnya terdapat sisik yang dapat berubah warna, dan pada ekornya ada barisan tonjolan duri. Yang paling aneh adalah bola mata yang lebih besar dari kepalanya, penampilannya seperti bunglon.

» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 9

Saturday, 9 June 2018

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 8

Translator : Sai Kuze

Chapter 8 - Apa, Ini Bukan Tanaman Herbal? Ini monster [Bagian 1]



Pagi berikutnya, aku terbangun karena kebisingan pasar.

Aku menginap di penginapan yang sama seperti sebelumnya. Posisi tidurku juga sama seperti sebelumnya, duduk di tempat tidur dengan punggung bersandar ke dinding.

Menegakan tubuh kakuku, aku mengambil tas dan membawanya ke lantai satu.

Lagi-lagi tidak ada seorang pun di konter. Aku membuka pintu dan berjalan dijalan utama, lalu langsung menuju gerbang timur.

Untuk menyelesaikan permintaan yang aku terima kemarin, aku harus pergi ke desa Rata yang membutuhkan waktu setengah hari naik kuda dari sini.

Aku menemukan sebuah toko yang menjual roti saat aku melewati pasar. Hanya ada satu jenis roti, teksturnya seperti roti baguette , tetapi bentuknya seperti satu roti melon besar. Harganya sama dengan sate kelinci yang aku beli kemarin. Rasanya agak mahal, lagipula aku membelinya hanya untuk mencoba rasanya.

Setelah itu aku melanjutkan perjalanan, berhenti sebentar di saluran air untuk mengisi kembali botol minumanku. Alun-alun kecil di depan gerbang itu terdapat beberapa laki-laki bersenjata yang berkeliaran, dan mata mereka sering menatap tajam ke mana-mana. Mungkin mereka adalah anggota pasukan tentara bayaran yang bermarkas di kota ini.

Gerbangnya sama dengan yang lain, jadi aku hanya perlu menunjukkan surat izinku dan meninggalkannya. Aku berjalan ke utara disepanjang dinding kota, sampai aku melewati parit ladang gandum. Sepanjang jalan, para petani di tengah ladang akan menghentikan apa yang mereka lakukan dan menundukkan kepala mereka kepadaku. Mereka tampaknya berpikir bahwa aku adalah kesatria kerajaan.

Ketika aku mencapai sisi utara Rubierute, jalur yang lebih besar dari yang kulalui terlihat. Aku berjalan menyusurinya ke utara. Setelah aku keluar dari daerah lapangan terbuka dan pejalan kaki yang berlalu lalang tak terlihat, aku melanjutkan untuk bergerak dengan 【 Dimensiona 】 step】.

Rute yang diberitahukan padaku, menginstruksikan bahwa aku harus mengambil jalur kiri di persimpangan jalan. Setelah beberapa saat bergerak, sebuah tiang yang tertancap di tanah terlihat di jalan yang terbagi dua. Sisi kiri kondisinya jalanan berumput layu, menandakan bahwa jalan itu pernah dilalui. Sembari memperhatikan bahwa jalan itu melintasi hutan, aku bergegas melanjutkan kembali perjalananku kearah jalanan berumput.

Di sisi lain dari hutan, sebuah desa yang dikelilingi oleh lumpur dan dinding kayu, dan bersebelahan dengan sebuah ladang kecil mulai terlihat. Desa ini dikelilingi oleh paritnya sendiri, dan sebagian dari gerbangnya tampaknya tergantung diikat beberapa tali yang kokoh. Jika musuh mencoba menyerang, desa tinggal menjatuhkan satu bagian dari gerbang di atasnya.

Di depan gerbang, ada dua lelaki tua dengan tombak, yang duduk dan berbagi cerita. Dari sini berjalan sebentar, ketika salah satu pria melihatku, dia segera memberi tahu temannya. Dua lelaki tua itu melakukan gerakan tangan ke arahku sebelum mereka kembali berbicara satu sama lain.

Sementara salah seorang dari mereka mengangkat tombak mereka, aku bergegas menuju desa. Sejujurnya, kesan yang dilakukan penjaga gerbang tidak tampak bisa diandalkan.


“Ks-Ksa-Ksatria-sama! Ada ur-urusan apa yang membawa anda ke desa terpencil seperti ini? ”

“Hmm, tidak perlu terlalu formal. Aku hanya seorang petualang. aku datang ke sini hari ini untuk menyelesaikan permintaan Marca dari desa Rata. ”

“Marca? Yang anda maksud bukan anak tertua dari Senna kan? "

"Pak tua, bisakah kau mengantarku ke rumah Marca?"

'”Y-YA! Tidak masalah."


Setelah balasannya, orang-orang tua itu mengizinkanku masuk ke desa. Sementara penjaga gerbang lain tampak kesal karena pekerjaan tambahan, aku tidak memedulikannya saat aku melanjutkan menuju desa.

Begitu aku masuk, setiap pasang mata di desa tertuju padaku. Mereka mungkin berhati-hati karena orang luar, terutama yang memakai full armor, sesuatu yang langka. Aku merasa bahwa reaksinya akan sama di mana pun aku pergi ……

Rumah-rumah di desa, tidak memberikan nuansa rumah yang sebenarnya. Mereka tak lain lebih mirip gubuk.

Orang tua itu mengetuk pintu salah satu gubuk, dan memanggil penghuni di dalam.


“Senna, apa kau disana !? Ada tamu untukmu !! ”


Aku mendengar jawaban seorang wanita dari dalam, setelah beberapa saat pintunya dibuka dengan lembut. Namun, aku tidak melihat siapa pun di celah itu. Menurunkan pandanganku, seorang gadis yang tampak sekitar 10 tahun terlihat.


“Ah, Helena? Dimana ibumu? Ksatria ini perlu berbicara dengannya. ”


Ketika gadis bernama Helena mendengar pertanyaan lelaki tua itu, dia membuka pintu sepenuhnya dan memaksa kami untuk masuk.


“Kalau begitu, Ksatria-sama, diriku ……”


Orang tua itu hanya mengatakan itu, sebelum kembali menuju gerbang.


"Aku akan masuk."


Begitu berada di dalam rumah, aku melihat perapian dengan batu besar, dan terdapat tungku di atasnya. Di sudut ruangan, beberapa peralatan makan kayu berjejer. Di tempat lainnya, ada beberapa perabotan kayu. Sebuah meja dengan empat kursi di sekitarnya, dan dan 2 tempat tidur dengan sekat di sekelilingnya.

Gadis itu berdiri di sebelah meja dengan ekspresi khawatir. Dia memiliki rambut pirang gelap, dan mata cokelat yang mencerminkan gadis aktif dibaliknya.

Dari tempat tidur, berjalan tertatih-tatih, datang seorang wanita. Dia juga memiliki rambut pirang gelap seperti gadis itu, tetapi miliknya diikat ke belakang dan mencapai pundaknya. Mata biru jernihnya dikelilingi oleh wajah mulus dan berbintik-bintik. Tingginya sekitar 170 cm, dan dadanya yang melimpah dengan mengagumkan terikat di dalam bajunya seperti pakaian.


“Saya ibu Helena, Senna. Ada urusan apa dengan kami? Saya tidak yakin bahwa keluarga saya memiliki koneksi dengan keluarga ksatria ...... ”

“Namaku Arc. Aku bukan seorang ksatria, aku seorang petualang. Jadi tolong santai saja. Seorang wanita dengan kaki yang sakit, seharusnya duduk ketika dia berbicara. ”

"Te-Terima kasih ...... Jadi apa yang membawa anda ke rumah kami?"


Sang ibu, Senna, membungkuk sedikit sebelum duduk di salah satu kursi meja. aku juga duduk setelah dia duduk dengan sempurna. Itu kursi yang bagus dan kokoh.

Untuk menanggapi pertanyaan mengenai tujuanku kesini, aku merogoh kantongku dan menunjukkan kepadanya plakat permintaan.


“Seperti yang aku katakan namaku adalah Arc, dan aku telah mengambil permintaan ini dari guild petualang. Seorang gadis bernama Marca adalah orang yang mengajukan permintaan ini. Apakah dia disini?

“Eh? Dia melakukan hal seperti itu ?! Marca sekarang sedang keluar sepertinya diladang ......, dia seharusnya kembali siang ini. ”


Tak beruntungnya, gadis yang membuat permintaan itu tampaknya keluar untuk sementara waktu. Dia akan kembali sekitar tengah hari, seharusnya tidak terlalu lama. Aku bisa tinggal di sini sampai dia kembali.


“Aku bisa menunggunya di sini. …… Jika tidak keberatan, bisakah kau memberitahuku apa yang terjadi dengan kakimu? ”


Untuk membunuh kebosananku, aku mencoba memulai percakapan. Agak sedih melihat dia bergerak dengan balutan kain yang membungkus kaki kirinya.


"Tidak apa-apa. Beberapa waktu lalu monster raksasa muncul didekat sini ...... Kaki ku terluka saat melarikan diri, karena ini Marca sekarang bekerja di ladang sendirian. Namun, aku adalah salah satu yang beruntung. Pada saat kejadian seseorang tewas, menyebabkan kepanikan diseluruh desa ...... ”


Tampaknya aku memilih topik yang salah, amosfirnya jadi berat euy. Helena, yang bersembunyi di belakang ibunya, melirik ke arahku ketika suasananya menjadi berat.

Itu mengingatkanku, bukankah aku memiliki sub-kelas paus? Bukankah seharusnya aku bisa menyembuhkan lukanya? Lagipula, itu adalah batas tertinggi kelas priest. Jadi pengetahuan tertinggi dari penyembuhan dan mantra penghilang kutukan pasti ada.

Tunggu, kemampuan penyembuhan tingkat tinggi dari seorang paus tidak akan diperlukan. Pertama aku harus menguji mantra penyembuhan tingkat rendah dari seorang priest. Karena aku belum terluka sejak aku datang ke sini, aku belum sempat mencoba mantra penyembuhan. Aku hanya menggunakan mantra serangan 【 Flame 】 sejauh ini.


“Nyonya, jika tidak keberatan, bisakah aku memeriksa kakimu. Karena sudah lama, aku tidak tahu apakah itu akan berhasil, tetapi aku dapat mencoba menyembuhkan kakimu."

"Hah? T-Tidak, itu …… ”


Bingung pada penawaranku, wanita itu mengeluarkan suara tinggi.

Tidak heran, maksudku kami hanya bertemu hari ini. Selanjutnya wajah lawan bicaranya tertutup pelindung kepala. Jika tiba-tiba diminta untuk menunjukkan kakimu, kau pasti ingin menolak.

Namun, ketika Helena muda mendengar bahwa kaki ibunya dapat disembuhkan, dia menatap aku sejenak. Lalu dia dengan lembut mengangkat kaki yang terluka ke atas, sehingga aku bisa memeriksanya.

Sang ibu, Senna, tersenyum masam saat ia menyerahkan dirinya pada takdir.

Setuju dengan itu, aku menempatkan tangan kananku di atas kaki yang terluka dan mencoba merapal mantra. Dengan lembut meneriakkan 【 Heal 】, cahaya putih muncul dari tanganku dan mengelilingi kaki Senna. Setelah beberapa saat, cahaya terserap ke kulitnya.

Ibu dan putrinya dengan hampa menyaksikan tontonan di depan mereka, tetapi sesudahnya Helena melepas perban dari kaki ibunya. Apa yang muncul dari perban adalah kaki yang sangat halus.


"Ibu! Tidak ada cedera! Terlebih tidak ada bekas luka!! ”


Sikap Helena benar-benar berubah dari beberapa saat yang lalu. Sekarang dia tersenyum lebar dan sepertinya tidak bisa berhenti melompat kegirangan.

Melihat senyum putrinya, Senna menggosok kepalanya sebelum membungkuk kepadaku.


"Terima kasih banyak. Arc-sama, anda pastilah priest terkenal. Saya tidak percaya bahwa tidak ada bekas luka yang terlihat ...... ”

“Tidak, aku hanya ingin mencoba karena sudah lama, aku bahkan tidak terlalu yakin bahwa itu akan berhasil. Lukanya disembuhkan, dan itulah yang terbaik. ”


Sebenarnya, ini adalah pertama kalinya aku menggunakan sihir pemulihan dalam kehidupan nyata, jadi aku adalah orang yang paling diuntungkan di sini ...... Dilihat dari reaksinya, tampaknya tidak ada kekhawatiran tentang sihir penyembuhan. Sekarang tinggal mencari tahu seberapa berkembangnya sihir peyembuhan didunia ini.


"Aku pulang Bu."


Anak perempuan tertua, Marca, akhirnya pulang dari ladang. Gadis yang penasaran itu menempatkan keranjang besar di dekat pintu. Tingginya sekitar 150 cm, dan rambut cokelat mudanya diikat kuncir, di atas bahunya. Mata birunya sama dengan mata ibunya. Dia juga memiliki warna kulit yang sehat.


“Marca, apa kau mengajukan permintaan ke guild petualang? Aku di sini untuk menyelesaikan permintaan itu. Kau adalah yang mengajukan kan? ”

"Ah! Permintaanku diterima oleh Ksatria-sama ?! Permintaan itu untuk mendampingiku mengumpulkan ramuan obat. ”

"Apa kamu gila! Bahan ramuan itu sudah berbahaya! Namun kamu tetap ingin melakukannya, bahkan dengan munculnya monster baru-baru ini ?! ”

“Tapi ……, biaya permintaan sudah dibayar dan hadiahnya sudah diposkan ……”


Sang ibu, yang mendengar isi permintaan itu, menolaknya dengan kasar. Marca mengerutkan kening, karena permintaan sudah dibayar. Aku penasaran apa yang terjadi ketika klien menarik permintaan itu? Gagasan absurd tentang kehilangan duit muncul dari kepalaku.


"Lalu! Aku akan pergi mengumpulkan herbal sebagai gantinya! ”

“Tunggu sebentar bu! Bagaimana kamu bisa mengumpulkan dengan kaki yang terluka itu? ”

“Cukup duduklah dan dengarkan Marca! Ksatria-sama sudah menyembuhkan kakiku! Maka tidak apa-apa bagiku untuk memasuki hutan !! Mengerti."


Senna mengangkat ujung roknya sedikit, untuk menunjukkan pada Marca kaki yang benar-benar sembuh. Setelah melihat kaki yang telah sembuh, Marca menatapku dengan heran.


“Aku berterimakasih karena telah menyembuhkan kaki ibu. Ibu, kamu bahkan tidak tahu di mana herbal tumbuh! Jadi tidak ada gunanya bagimu untuk melakukannya! ”


Ternyata pengetahuan ibunya tentang tanaman herbal tidak begitu tinggi. Malam mungkin datang sebelum ibu dan anak menyelesaikan adu argumen ini.


“Kamu adalah alasanku mencari pengawal. Apakah kamu mengerti bu ?! ”

“Kalau begitu !! Ksatria-sama akan memandumu menyusuri hutan! ”


Setelah diberi tahu, Marca mengambil keranjangnya dan pergi keluar. Setelah menyadari apa yang baru saja terjadi, aku mengejarnya. Ketika aku meninggalkan rumah, aku menerima terima kasih lagi dari Senna. Jika masalah muncul, aku bisa langsung mengambil Marca dan melarikan diri dengan [ Dimensional step ].

Ketika aku melihat-lihat sekeliling desa, Marca melambaikan tangannya padaku di dekat gerbang.


Kuangkat tasku di pundakku lagi dan mulai menuju ke sana. Bersama dengan Marca, aku meninggalkan desa dan berjalan di sepanjang perbatasan utara.


“Ksatria-sama, terima kasih sekali lagi untuk menerima permintaan ini. Setengah dari alasan yang saya butuhkan untuk mengumpulkan herbal adalah karena cedera ibu. Namun, karena Ksatria-sama sudah menyembuhkannya, saya hanya punya satu alasan sekarang."


Marca berkata demikian, sambil tertawa lewas.


"Hmm, jadi apa alasannya untuk pergi kalau begitu?"

“Tahun lalu, ayah saya meninggal karena sakit. Saya membantu di ladang, tetapi itu masih cukup berat bagi kami. Tanaman herbal dapat dibeli dengan harga yang bagus di kota, itu bisa meringankan keadaan ibu sedikit …… jadi setiap tahun, saya memetik herbal dengan ayah saya, dan dia akan menjualnya. ”

“Untuk meringankan keadaan ibumu dengan mencari banyak herbal. Bukankah perjalanannya juga berbahaya? ”

“Tidakkah anda tahu, melewati hutan ini makan anda akan tiba di kaki pegunungan naga angin. Di bagian yang lebih dalam, anda akan menemukan sesuatu seperti naga darat atau wyverns, tetapi pastilah aman jika kita hanya berada di daerah yang dangkal. Meskipun, kita tidak bisa berlama-lama karena ada lebih banyak monster di sini daripada di hutan lain. ”


Aku mendengarkan penjelasan Marca ketika kami memasuki hutan. Rupanya, timur laut dari lokasi kami saat ini adalah pegunungan naga liar. Lebih jauh lagi puncak gunung putih dapat dilihat.

Sambil berjalan melewati hutan, tekanan untuk meninggalkan tempat ini semakin bertambah semakin jauh kami masukinya.

Marca sepertinya telah menemukan sesuatu, saat dia mulai berlari. Kami mendekati sebidang tanah yang lebih cekung daripada sekitarnya, dan memiliki banyak batu di tengah lubang. Di antara batu itu, sepetak kecil tanaman bisa dilihat.

Marca pergi ke sana, dan mulai mengisi keranjangnya dengan tanaman. Jumlah yang tak terhitung banyaknya tanaman berbentuk teratai dengan cepat dikumpulkan.


“Ini adalah tanaman herbal kokar. Ini efektif untuk menangani luka dan penyakit kulit ”


Sambil mengumpulkan herbal, Marca menggoyangkan kepangnya dan menjelaskan kegunaan tumbuhan. Aku mengamati sekeliling kami, tetapi tidak ada tanda-tanda binatang atau monster. Jadi aku turun untuk membantu mengumpulkan tanaman kokla. Melihat kondisi kikuk ku, Marca mulai tertawa.

Tampaknya melihat seorang pria, dengan tinggi badan lebih dari 2 meter dan full armor, berjuang untuk memetik tanaman adalah pemandangan yang menyenangkan.

Setelah satu jam, keranjang itu setengahnya dipenuhi tanaman kokla. Meskipun masih ada beberapa tanaman yang tersisa di antara bebatuan, Marca mengatakan kami harus berpindah kelokasi berikutnya. Lokasi berikutnya rupanya tempat memanen utama.

Sekali lagi tekanan untuk pergi meningkat saat kami melangkah lebih dalam. Ketika hewan liar melihat tekanan, mereka akan berbalik dan berlari, yah walau meskipun kita belum menemukan monster apa pun.

Kami berlanjut menyusuri hutan untuk sementara waktu, sebelum menemukan tempat terbuka. Lereng landai melebar, ketika aku memperhatikan ranting-ranting pohon di sekitarnya berwarna putih pucat, dan ternyata pohon-pohon itu dikelilingi oleh lingkaran bunga putih yang berjatuhan. Aroma manis juga tertiup oleh angin.


"Kita berhasil! Bunganya mekar sempurna! Ranting-ranting pohon kobumi semuanya berwarna putih pucat !! ”


Dipenuhi dengan perasaan senang, Marca mulai berlari menuju kearah kobumi dengan secepatnya. Aku dengan cepat mencoba mengeluarkan peringatan agar Marca tetap diam. Dibalik pohon, aku melihat batu seperti benda. Tapi tidak seperti batu biasa, benda ini memberi perasaan makhluk hidup.


“Marca, jangan bergerak !! Ada yang bersembunyi di sana !!! ”

"Eh?"


[ Volume 1 Chapter 8 SELESAI ]




Like Fanspage Facebook kami supaya tidak ketinggalan update!!
😌

» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 8

Friday, 1 June 2018

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 7

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 7
 

Translator : Sai Kuze

Chapter 7 - Mencari Pekerjaan sebagai Petualang [Bagian 2]


Meskipun ini adalah dunia yang berbeda, ini tidak terasa fantasinya. Terus terang, disini hanya terasa seperti dunia diera Abad Pertengahan. Tidak ada pulau terbang, elf, atau bahkan monster biasa seperti goblin. Aku mendengar didunia ini ada monster, tetapi mereka kemungkinan hanya versi yang lebih besar dari hewan normal.

Saat ini, elemen yang paling fantasi di sini adalah diriku. Meskipun kerangka, aku bisa makan, berjalan, berbicara, dan bahkan menggunakan sihir.

Tampaknya satu-satunya indikator bahwa ini adalah dunia lain adalah bahwa rupanya ada hewan buas yang seperti monster.
» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 7