Tuesday, 12 June 2018

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 10

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 10
 

Translator : Sai Kuze

Chapter 10 - Mundur dengan Strategis


Pagi berikutnya yang dimulai dari penginapan biasanya, dan aku terbangun dengan penampilanku yang biasanya.

Sambil duduk di tempat tidur, aku mengeluarkan roti kemarin. Aku meneguk minuman dari botol minuman setelah menggigit roti. Roti ini sangat berbeda dari yang biasa aku makan di dunia asalku. Ada rasa asinnya, lebih berat dan lebih keras. Seperti hanya untuk mengisi lubang perutmu saja......

Meskipun ada toko roti di kota, tampaknya desa-desa hanya membuatnya untuk festival dan sebuah perayaan. Aku mengetahuinya dari Marca kemarin, ternyata makanan pokok penduduk desa adalah bubur beras gandum.

Itu hal yang tak terduga ternyata mereka memiliki bubur Jepang di dunia ini. Tidak mungkin untuk membelinya, tapi aku bisa membuatnya sendiri ditempat yang sepi. Tubuh ini adalah berkah campuran. Aku tidak perlu takut makan terlalu banyak tetapi sulit untuk menemukan tempat untuk makan.

Ketika aku selesai makan roti yang tidak terlalu enak, aku membawa tasku ke lantai pertama. Aku melewati konter kosong dan keluar dari bangunan.

Aku menuju ke guild petualang di jalan utama. Hari ini ada beberapa petualangan yang berdiri di depan papan permintaan. Ini adalah pertama kalinya aku melihat begitu banyak orang didalam bangunan guild. Ketika aku mendekati papan permintaan, bahkan tanpa berbicara, petualangan-petualangan lain itu tampak seperti terkejut.

Lagipula papan permintaan hanya memiliki permintaan pribadi yang hanya memberikan hadiah receh. Tidak ada satu pun plakat yang menawarkan lebih dari 5 koin perak di atasnya. Karena tidak ada permintaan yang menarik perhatianku hari ini, aku memutuskan untuk pergi berburu hewan buruan di pinggiran kota dan menjualnya ke asosiasi pedagang.

Tujuannya adalah selatan Rubierute, aku memasuki hutan diseberang tepi sungai. Aku senang karena rasanya seperti menjelajahi peta baru dalam game.

Aku akhirnya menyusuri hutan sepanjang hari. Aku pertama kali menemukan sekelompok kecil orc, tetapi setelah aku mengalahkan yang lain, mereka berlari dengan kecepatan penuh. Tampaknya orc adalah monster penakut.

Aku membawa orc yang ku bunuh di atas bahuku.

Hutan itu memiliki berbagai monster dan hewan di dalamnya. Sebagian besar aku tidak mengetahuinya. Tapi tidak seperti dalam game, mereka ragu-ragu untuk mencoba membunuhku. Tidak ada hasil drop dan juga EXP poinku tidak meningkat ketika aku membunuh monster.
(TL Note: 'Drop' disini, hasilnya berupa gold/item ketika membunuh monster)

Namun, wilayah hidup manusia sangat kecil. Mungkin wilayah tidak dapat berkembang tanpa kemampuan pembasmian monster yang konstan.

Jauh di dalam hutan aku menemukan minotaur di dalam gua. Minotaur itu tingginya sekitar 3 meter, dengan kepala dan tubuh bagian bawah sapi, dan tubuh bagian atas berupa tubuh manusia berotot.
Jika ini adalah game, maka monster ini akan membawa iron axe, namun dia tidak membawanya karena suatu ras mengakuisisi kerajinan logam kuno untuk tujuan menghancurkan umat manusia. Tapi sama seperti orc, mahluk ini masih membawa-bawa pentungan.

Omong-omong, aku belum melihat manusia menggunakan sihir. Sihir pasti menjadi salah satu senjata bertahan wilayah manusia. Mungkin sifat kekuatan dan struktur kekuasaan di dunia ini menjaga sihir diluar jangkauan rakyat jelata.

Sambil memikirkan hal-hal seperti itu, aku melewati gerbang barat, dan berjalan ke gudang asosiasi pedagang. Seperti terakhir kali, pria muda kurus itu keluar menuju meja pemeriksaan. Aku duduk dan menaruh orc yang ada dipundakku dan menanyakan harganya.


"Satu orc adalah 7 sek dan 5 sok."


Harganya sama seperti burba dengan panjang 1 meter? Sangat murah. Apakah karena para Orc lebih mudah dikejar daripada burba?

Yah karena tujuanku adalah mendapatkan penghasilan tetap, aku tidak keberatan. Ketika aku mengatakan menerima tawaran itu, kemudian pria meninggalkan kursinya untuk menyiapkan uang.

Sementara aku dengan tenang menunggu pembayaranku, aku mulai mendengar dua pedagang berbicara. Ini adalah hal yang wajar untuk tidak mengabaikan informasi yang dapat berguna bagi dirimu.


“Baru-baru ini, ada rumor yang beredar tentang monster kuat yang muncul di dekat perbatasan. Di dekat desa perbatasan timur dan Reburan, kereta pedagang yang lewat disana mengalami rusak parah. ”

"Hutan itu dekat dengan pegunungan naga angin, bukan hal yang aneh kalau ada monster di sekitar sana, kan?"

"Idiot, monster biasanya tidak memasuki jalanan."

"Hmm, mungkin saja seekor naga mengamuk di pegunungan?"


Anggota staf muncul dengan bayaranku ketika aku sedang memikirkan naga yang disebutkan oleh para pedagang. Setelah memverifikasi jumlahnya, aku menaruh uang dikantongku.

Berjalan santai dikota, aku memikirkan kembali menuju penginapan yang biasanya hari ini. Aku harus mendirikan markasku sendiri suatu hari nanti dan menentukan kemana aku harus pergi dari sana. Markasku sendiri akan memungkinkanku untuk melepaskan armor ini dan bersantai tanpa khawatir tentang ada seseorang yang melihat.

Dengan 【 Transfer Gate 】, bahkan jika markasku berada di dasar laut, aku dapat langsung kembali ke kota.

Pertama, aku harus menyelidiki geografi disini sambil mendapatkan penghasilan tetap.

------------------------------------------

Sudut pandang orang ketiga.


Kota atau Rubierute memiliki letak strategis, karena jalanannya melintasi kota Diento dan ibu kota kerajaan, yang ada di pusat kerajaan Rhoden.

Menuju perbatasan utara ibu kota ada dua jalan pintas utama di sekitar pegunungan calcutta. Satu jalan mengarah menuju timur sementara yang lainnya menuju barat.

Meskipun jaraknya dekat dari ibu kota, jalur barat mengarah ke tanah kering ribot. Tanah kering itu dipenuhi oleh kota-kota kecil dengan tempat persediaan air langka. Medan yang tandus juga membuat transportasi skala besar menjadi sulit.

Perbandingannya, jalur timur menyediakan perjalanan menyusuri sungai rydell, yang membawa air ke ibu kota, dan terdiri dari dataran rendah berbukit. Selain itu, sisi timur pegunungan calcutta dihiasi dengan kota-kota yang relatif besar. Kau harus menyeberangi sungai rydell, yang mengalir dari pegunungan naga angin, dua kali menyebranginya, tetapi selain itu relatif mudah untuk dilakukan.

Diento adalah kota dihulu sungai rydell, dan berada tepat di depan jembatan besar. Jembatan batu sepanjang 300 meter dengan awalnya dari gerbang selatan kota dan melintasi seluruh sungai. Fakta ini juga berarti bahwa kota juga dapat dilihat memiliki letak strategis. Oleh karena itu, kota ini dibangun dengan dinding berlapis ganda yang memungkinkan kota untuk dijadikan benteng bila diperlukan.

Kota ini diperintah oleh marquis Triton. Kastil di pusat kota sebanding dengan benteng itu sendiri. Dinding kastil ukurannya dua kali lebih besar dari dinding normal, dan paritnya dua kali lebih lebar.

Di dalam kantor benteng, marquis Triton sedang memeriksa dokumen yang tergeletak di mejanya.

Marquis Triton adalah seorang pria besar yang sudah setengah baya, memiliki rambut abu-abu yang mencapai kakinya, dan mempunyai kumis putih. Gaya berpakaiannya terlalu flamboyan, yang tampak membungkus tubuhnya yang besar.
(TL Note: Gambar cari digoogle keyword "Bangsawan Eropa")

Mendengar ketukan di pintu kantornya, dia memindahkan matanya dari dokumen dan memberi izin kepada orang itu untuk masuk.


"Permisi"


Yang memasuki kantor adalah Cyrus Dorman. Wajah Cyrus yang gugup terlihat pucat, saat dia merapikan rambut yang menipis di atas kepalanya, untuk menutupi bagian botaknya.

Cyrus mendekat kearah meja dan dengan tulus membungkuk kepada tuannya. Meskipun, ia kembali merapikan rambutnya ketika berpindah dari tempatnya.


"Insiden di Rubierute ...... tampaknya telah berakhir dengan kegagalan."


Mendengar laporan Cyrus, Triton berkedut. Dia mengangkat kepalanya dari dokumen, duduk kembali di kursinya, dan menghela napas panjang.


"Ketika aku meminta orang-orang berbakat, aku mendengar bahwa mereka sang ahlinya?"

"Maafkan saya. Mereka memang berbakat, semua pengawal dikalahkan, tapi tidak beruntungnya seorang petualang ikut campur, dan dia mengalahkan para bandit ...... ”

“Lagipula, bandit adalah bandit …… Tak lebih dari itu! Setelah membuat hanya para wanita tetap hidup, mereka kalah karena kecerobohan mereka sendiri. ”


Dengan ekspresi pahit, Triton melontarkan kritiknya. Ekspresi setuju terlihat pada wajah pucat Cyrus.


"Mengapa pangeran Douglass ingin menabur perselisihan dengan Rubierute?"

"Yah. Agar pangeran Douglass mendapatkan dukungan dari timur, dia telah mengirimkan permintaan ini. Jika perbatasan utara bergabung dengan faksi bangsanya maka timur akan sepenuhnya miliknya, dan ia akan mampu sejajar dengan Reburan di barat tanpa khawatir. Hal ini akan bermanfaat bagi kita karena perdagangan di timur akan terpusat di sini. ”

“Rubierute mendapat dukungan dari barat, jadi kemungkinan mereka bergabung dengan fraksi Yang Mulia. Karena belum menentukan pilihan fraksinya, hal ini seharusnya tidak diketahui publik, tapi …… ”

“Jika ini tidak diketahui maka akan baik-baik saja. Kita harus cepat dan amankan produknya. Kau harus segera mengirimnya. Kirimkan mereka kepada para bangsawan yang layak sebelum orang lain mengetahui rencana ini! Kau harus memastikan bahwa putri Juliana tidak mengetahui hal ini. ”


Tubuh besar Triton bergoyang saat dia meraih laci mejanya, mengeluarkan cerutu, dan menyalakannya. Asap rokok perlahan-lahan dihembuskan, sementara Cyrus yang terbatuk-batuk melaporkan status produknya.

"Ada 4 produk dan mereka ditahan di 'gudang' bawah tanah. Saya akan pergi mengamankan produk tambahannya sekarang ...... ”

“Mengamankan produk semakin sulit juga. Apakah mereka sudah bertindak semakin waspada? …… Secepatnya yang kau bisa. Aku belum pernah melihat Audrain beberapa waktu ini, apa yang dilakukan sibodoh itu? ”

"Ketika saya memeriksa kamar Audrain-sama, dia mengatakan pedang yang digunakan untuk pengadaan produk tidak memuaskan untuk tugas itu."

“Sibodoh itu! Ini bukanlah permainan! Pedang sudah cukup untuk memasuki hutan elf, sisanya hanya akan menjadi gangguan!! Sudah cukup, pergilah. "


Setelah mendengar kata-kata itu, Cyrus membungkuk sopan sebelum dengan tenang meninggalkan ruangan. Triton menghirup tembakau terakhir dari cerutu itu sebelum dengan keras mengeluarkannya, dia kemudian kembali mengurusi dokumen yang tergeletak dimeja.

----------------------------------------

Sudut pandang Arc.


Beberapa hari kemudian, meskipun aku telah menyelidiki daerah sekitar Rubierute untuk menemukan lokasi markas yang ideal, masih tidak ada yang berubah dalam kehidupan sehari-hariku.

Sosok armor mencolokku menarik banyak perhatian pada awalnya, tetapi tampaknya semua sudah tenang sekarang. Namun, satu-satunya tempat untuk diriku menyantap makanan hanya kamar penginapanku atau lokasi yang jauh di luar kota, itu karena aku tidak tau kapan jikalau seseorang melihat tampangku.

Tetapi hari ini berbeda karena apa yang terjadi pagi ini. Itu terjadi setelah aku meninggalkan penginapan, melihat permintaan di bangunan guild, dan pergi ke gerbang barat untuk menyelidiki dan mendapatkan penghasilan harianku.

Namun, pusat kota memiliki suasana yang tidak biasa hari ini. Bergerak menuju gerbang barat, jumlah orang-orang lebih banyak dari biasanya. Aku memutuskan untuk berjalan di belakang sepasang pria yang menuju gerbang sehingga aku bisa mendengarkan percakapan mereka.


“Aku mendengar kalau pasukan yang mengalahkan giant basilisk hanya beranggotakan lima orang! Mereka seharusnya membawanya ke alun-alun sekarang! ”

"Itu benar!? Mahluk itu membunuh begitu banyak orang, partynya pasti benar-benar kuat ... lagipula, giant basilisk adalah buruan besar. Di kota sebelah pernahkah ada rumor tentang mereka? ”

“Baru-baru ini ada banyak beredar rumor seperti itu. Apakah ini pertanda buruk atau apa? ”


Tampaknya kelompok itu mampu membunuh giant basilisk. Di dunia ini tampaknya melakukan hal itu merupakan pencapaian besar. Namun, sepertinya mahluk itu adalah monster yang jarang terlihat. Berpikir aku bisa melihat dua dari mereka di hutan naga angin ......

Alun-alun kecil itu sudah penuh sesak dengan orang-orang, di tengah alun-alun ada kereta yang dikelilingi oleh lima orang, salah satu dari lima orang itu sedang menceritakan pertempuran heroik mereka sambil membuat gerakan tangan.

Rasanya seperti ada pertunjukan, karena penduduk kota menerima cerita mereka tanpa pikir panjang.

Seekor giant basilisk dipotong menjadi potongan-potongan kecil dan ditumpuk di atas kereta. Tentu saja kereta tidak akan mungkin muat untuk membawa mahluk raksasa itu. Kepala itu ditaruh dibagian atas tumpukan agar semua orang bisa melihatnya.

Sambil menonton, aku mencoba bertanya pada seorang pria besar di dekatku.


"Apakah membunuh giant basilisk adalah pencapaian yang luar biasa?"


Pria yang aku tanyai langsung berbalik dengan terkejut, dan dengan ekspresi bingung menjawab pertanyaanku.


"Ksatria-sama, ketika seekor giant basilisk terlihat, sebuah party petualang yang terkenal perlu dikerahkan atau tentara bangsawan harus dikirimkan. Sederhananya, dibutuhkan banyak uang untuk mengalahkan satu ekor monster itu. Sepertinya daging beracun monster itu bisa dikeringkan dan dijadikan serbuk untuk membuat senjata beracun yang dapat digunakan untuk menaklukkan monster. ”


Berapa banyak uang yang bisa dihasilkan jika aku membawanya satu...... Tapi itu pasti akan menyebabkan keributan jika aku membunuh satu ekor saja dan membawanya kembali.

Aku memikirkan ini ketika sebuah kelompok lain dari para kerumunan menatap mataku.

Sekelompok tentara berlapis armor dituntun ke tengah alun-alun oleh seorang petugas sipil yang berpakaian bagus. Orang-orang di sekitar menyadarinya, dan kebisingan di alun-alun sedikit demi sedikit mereda, sampai hanya beberapa bisikan yang bisa didengar.

Sebuah jalan terbuka langsung ke pusat alun-alun, dan kelompok tentara dan petualangan saling berhadapan.

Pria dengan pakaian bagus itu tinggi tetapi kurus, tampak berusia pertengahan 30-an, dan berdiri di tengah-tengah para tentara. Setelah menata rambutnya sedikit, pria itu melangkah maju.


“Aku adalah Buckle De Robert viscount dan tuan tanah feodal dari Rubierute, dan ini adalah Bosco Futran dan Zetorasu Futran. Yang mana dari kalian yang bertindak sebagai perwakilan kalian? ”

“Oh, ya be-benar! Kami adalah tim petualangan 『 Iron Fang 』 saya pemimpinnya Masco !! ”


Pria yang menceritakan kisah heroik sebelumnya itu melangkah maju dan menjawab dengan nada yang terlihat sangat tegang. Anggota lain dari party itu berdiri kaku dengan tegang.


"Apakah kau orang-orang yang membunuh giant basilisk ini?"

"......, Y-Ya !!"


Pertanyaan Zetorasu tampaknya membuat laki-laki itu ketakutan, Masco tetap terdiam sesaat sebelum memberikan jawaban kecil itu.


“Aku dengar mahluk ini berada dipedalaman hutan naga angin. Apakah itu benar?"

"Ya!! Mahluk ini ditemukan di hutan dekat desa Rata! ”


Hah? Bukankah aku meninggalkan yang salah satunya di hutan dekat desa Rata.

Mungkinkah, yang aku tinggalkan disana sama seperti yang ada dikereta itu? Namun tidak ada bukti, dan itu tidak seperti aku ingin mengklaim kepemilikannya. Lagipula ada dua giant basilisk saat itu. Bisa saja yang dikereta adalah salah satu yang kabur.


"Beberapa saat yang lalu, aku melihat dua ekor di hutan naga angin ..."

"Apa!? Apakah itu benar Ksatria-sama ?! ”


Pria besar di sebelahku mengeluarkan suara keras ketika dia mendengarku bergumam pada diriku sendiri. Secara alami suara nyaring menyebabkan semua orang segera berbalik kesini, dan orang-orang di sekitarnya membuka jalan.

Ketika Zetorasu memperhatikan bahwa banyak orang sedang meributkan sesuatu yang lain, alisnya sedikit bergetar ketika dia mendengar pernyataan itu.


"Dan kau?"

“Tidak bukan aku, pernyataan tak terduga Ksatria-sama membuatku berteriak ……, itu adalah yang sebenarnya!”


Atas perkataan pria itu, Zetorasu menatapku langsung. Seluruh tubuhku ditatap olehnya, aku mulai merasakan berbagai tatapan.


"Tidak, aku hanya mengatakan bahwa aku ingat melihat dua giant basilisk di tempat yang sama beberapa hari yang lalu."


Aku tidak tahu yang ada disini itu sama seperti yang aku bunuh atau yang berhasil kabur, tapi …….

Informasi yang aku ucapkan itu menyebabkan kerumunan itu menjadi ribut. Penduduk kota percaya dengan apa yang ku katakan dan membuat mereka merasa dalam bahaya.


"Hah?! Idiot, ada dua! Apakah itu kebetulan !? Kenapa kau tidak melaporkan ini kepada siapa pun !? Kenapa kau tetap diam sampai sekarang !? ”


Zetorasu mengkritikku dengan nada kasar, dan menatapku dengan mata marah.

Bahkan dengan hal-hal seperti itu, aku yang tidak akrab dengan keadaan mereka tidak dapat menilai signifikansi situasinya. Aku tidak mengkhawatirkannya karena satu ekor melarikan diri ke dalam hutan, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


“Aku baru pertama kali melihat giant basilisk. Namun melihatnya dari kejauhan, aku tidak tahu apakah mereka itu ancaman atau bukan. ”


Kenyataannya, ini adalah pertama kalinya aku melihat yang asli. Aku pernah menemuinya beberapa ekor saat didalam game, dan ketika aku mulai memburu mereka, aku lupa sudah berapa ekor yang kuburu.

Pada jawabanku, Zetorasu memejamkan mata, dan wajahnya menunjukkan ekspresi bijaksana. Apakah kau berpikir tentang apa yang harus dilakukan di masa depan?

Apakah dia berpikir bahwa dua giant basilisk mencoba membuat anak? Dalam gime, basilisk diatur bisa berevolusi menjadi giant basilisk. Namun untuk menjadi Basilisk, diharuskan berada di level 40-50 ketika monster itu bisa menggunakan racun, sebelum menjadi basilisk mereka hanyalah remah roti yang tak perlu diwaspadai.


"Kita harus kembali ke mansion untuk mempersiapkan pasukan penaklukan! 『 Iron Fang 』 aku meminta kalian untuk ikut dengan kami. Aku ingin beberapa pengintai berkerjasama dengan 『 Iron Fang 』 untuk melakukan pengintaian! Dengan segala cara, tolong beritahu kami bagaimana kalian dengan berani mampu membunuh giant basilisk !! ”


Para warga menjadi tenang mendengar pernyataan itu. Itu mungkin sebuah pertunjukan yang digunakan untuk membersihkan kegelisahan kerumunan ini.

Korban dari seluruh kejadian ini pastilah para anggota 『 Iron Fang 』. Mereka sepertinya tidak bisa membentuk kata-kata yang ingin mereka katakan. Ini pasti menjadi tugas berat untuk menceritakan petualangan dan mendapatkan ketenaran, jadi kesempatan ini mungkin tampak seperti berkah dari Tuhan.

Namun, setiap anggota 『 Iron Fang 』 memiliki ekspresi muram di wajah mereka. Sepertinya kesempatan ini tidak seperti berkah bagi mereka. Aku tidak diundang untuk bergabung dengan acara khusus ini. Pertama-tama, lebih baik bagiku untuk tidak terlibat dengan hal merepotkan seperti itu.

Dengan Zetorasu yang memimpin, para anggota 『 Iron Fang 』 bergerak menuju rumah bangsawan feodal.

Jika tentara tuan feodal dilibatkan masalah pasti akan segera diselesaikan.

Karena aku tidak ingin berhubungan dengan seseorang yang berkuasa, lebih baik aku pergi dari sini sebelum masalah muncul lagi. Berpikir demikian, aku berbalik dan menuju ke gerbang barat.

Berdasarkan survei awal, ada kota kecil di sebelah timur dari sini, dan tampaknya kota tetangga terbesar disebut Diento. Jaraknya 3-4 hari perjalanan menggunakan kereta.

Karena bawaanku hanyalah tas punggung, mari kita pergi ke sana.

Tapi pertama-tama sedikit mebereskan masalah kecil di desa Rata ー.


[ Volume 1 Chapter 10 SELESAI ]




Like Fanspage Facebook kami supaya tidak ketinggalan update!!
😌


» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 10

2 comments:

Danyelos said...

semangat terus min

elza samsumar said...

Lanjutkan min 👍

Post a Comment