Wednesday, 20 June 2018

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 13

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 13
 

Translator : Sai Kuze

Chapter 13 - Hanya Lewat [Bagian 1]


Melewati hutan besar yang terletak di timur Diento, sinar matahari pertama menerangi dinding kota. Tanda-tanda kegiatan bisa terlihat saat kota itu dengan tenang terbangun.

Di jantung kota Diento terdapat kastil yang dimiliki oleh Marquis. Di dalamnya, seorang pria tua menunduk memegangi kepala dengan tangannya.

Dengan rambut putih yang mencapai punggungnya bersama kumis putih di wajahnya, pemilik kastil itu adalah pria besar, Marquis Triton Diento.




"Kenapa begitu ..? Bukankah laporan itu mengatakan bahwa dua giant basilisk muncul di dekat Rubierute? Bukankah kemunculan monster seperti itu telah membuat wilayah itu menjadi kacau? ”


Alasan kepala Triton tertunduk adalah karena menerima laporan mata-matanya di Rubierute pagi ini.

Dalam laporan itu, salah satu dari dua basilisk tampaknya ditaklukkan oleh sekelompok petualang. Setelah itu, petualang itu bekerja sama dengan seratus lima puluh tentara untuk menundukkan yang kedua. Namun, dikatakan lima orang petualang dan tentara yang dikirim sebagai pengintai mendapatkan banyak korban ketika mereka mencoba untuk menundukkan basilisk kedua. Disisi lain kekuatan utama tentara, hanya menerima sedikit korban.


"Nah, Messenger-dono dari Timur mengatakan bahwa teknik itu masih dalam tahap ujicoba, dan nyatanya aku seharusnya tidak berharap banyak dari pekerjaan pemanggil monster ... Meskipun, salah satu dari mereka telah dikalahkan oleh sekelompok petualang, aku pasti sedang mengalami nasib buruk. Jika para tentara yang menghadapi dua basilisk secara bersamaan, maka dipastikan jumlah korbannya pastilah semakin banyak; semakin banyak semakin bagus. ”


Selagi Triton mengatakan ini, seorang pria dengan wajah pucat yang tampak gugup mendesah. Tangannya bergerak untuk merapikan rambutnya, menyembunyikan beberapa bagian dikepalanya yang memiliki rambutnya tipis.

Dia adalah Konsul Diento, Cyrus Dorman.


"Mereka seharusnya tidak memiliki tiga perisai mythril, yang memiliki tingkat resistensi sihir tinggi ..." Triton bergumam kesal.

“Mengenai laporan ini, umpan untuk menangkap 'komoditas' yang diminta oleh koneksi kita di kota… Sepertinya umpan itu tidak dimakan, atau mungkin umpannya tak terlihat pihak lain. Sementara saat ini jumlahnya masih mencukupi, mereka juga kehabisan umpan. Jika tidak ada tindakan yang segera diambil, tanpa seseorang yang terampil dalam menangkap binatang roh, menangkapnya akan semakin sulit. ”


Setelah mendengar laporan itu, wajah Triton menjadi semakin pucat.  Jumlah masalah yang terjadi tak semakin membaik dan malah semakin bertambah, dan hal ini membuatnya frustasi hingga ia menjambak rambutnya.


"Sial! Dan lainnya! Markas mereka seharusnya berada di pedalaman hutan pegunungan Calcutta. Apakah mereka sudah menghubungi kita ?! ”

"Hutan itu sangatlah luas, jadi untuk memastikan lokasi yang tepat dari markas mereka sedikit ... Dan karena sulit bagi unit penaklukan besar untuk melewati daerah itu, hal ini menyebabkan ketidakmungkinan membasmi mereka. Namun, jika monster yang kuat turun dari gunung ... akan sulit untuk berspekulasi apa yang akan terjadi. ”

“Hubungi koneksi lagi dan beri tahu dia bahwa kita akan mengubah klien jika umpannya tidak ditebar! Tindakan penangkapan binatang roh pada dasarnya tidak melanggar hukum !! Cyrus, cari mitra dagang baru untuk mengamankan lebih banyak umpan! ”

“Apakah tidak apa-apa? Apakah tidak ada kemungkinan bahwa mereka mungkin mengancam untuk mengekspos perbuatan kita kepada Ibukota dengan menyampaikan informasi melalui jaringan para pedagang? ”


Cyrus memiliki ekspresi cemas di wajahnya saat dia memprotes perintah tuannya, tetapi Triton sepertinya berpikir bahwa sekelompok atau lebih bandit yang mengancamnya tidak lebih dari gangguan kecil.

Dia bahkan dengan tegas menyangkalnya.


“Hmph! Ketika membicarakan sampah setingkat seperti bandit, kau hanya perlu menyerbu mereka dengan kekuatan militer !! Belum lagi fakta bahwa menghancurkan mereka akan meningkatkan kesan publik. Ha ha ha."


Perut Triton bergoyang menjijikkan saat ia tertawa, dan Cyrus menganggap itu sebagai tanda untuknya pergi dan perlahan keluar ruangan.



----------------------



Saat bel pagi berbunyi, aku terbangun dari tempat tidur di dalam penginapan.

Ponta menyelipkan kepalanya di bawah selimut, hanya memperlihatkan ekor hijau dan putihnya yang halus. Kadang-kadang, ketika menggerakkan mulutnya, dia akan mengeluarkan erangan kecil dari dalam tenggorokannya, seolah-olah dia memakan sesuatu yang lezat di dalam mimpinya.

Meskipun penampilannya seperti rubah omnivora, dia lebih suka memakan kacang dan beri daripada daging.

Aku membangunkan Ponta dengan membelai bagian belakang telinganya, hal ini menyebabkan salah satu kaki belakangnya menendang keluar. Rahangnya terbuka lebar dan ia menguap. Dengan sekali lompatan, dia melompat dari pundakku ke tempat biasanya diatas kepalaku. Rubah lembut ini sepertinya menyukai tempat tinggi.

Saat Ponta menunggangi kepalaku, aku mengenakan jubah hitam besar menutupi armorku. aku membelinya kemarin ketika aku melihatnya dilapak pedagang kaki lima. Sementara jubah ini juga dapat menutupi armorku yang mencolok, aku membelinya karena jubah ini cocok untuk operasi rahasia.

Walau, untuk sementara armor mewahku dapat ditutupi, jubah hitam yang dipasangkan dengan pelindung kepala menjadi kombinasi yang aneh. Jika dilihat dari samping, aku membayangkan bahwa aku sangat mirip dengan seseorang tertentu yang bernama Vader.
(TL Note: 'Vader' Star Wars)

Meskipun orang-orang tidak lagi menatapiku karena armor mewahku, aku pikir pada akhirnya aku tetap menarik perhatian dengan alasan lainnya.

Aku memanggil paman yang sedang memasak di dapur dibelakang bar ketika aku pergi. Karena tempat ini hanya menyajikan makanan di malam hari, aku perlu membeli sarapan dari penjual makanan dijalan.

Terdapat banyak lapak pedagang jalanan dikota, masing-masing berlomba mendapatkan pelanggan membuat suasana menjadi hidup. Selagi aku berjalan, pandanganku tiba-tiba dihalangi oleh ekor berbulu.

Apakah Ponta menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya? Hal ini sepertinya terjadi setiap kali aku melewati sesuatu yang dia inginkan. Mata Ponta akan terkunci ke arah tertentu, dan itu menyebabkan aku hanya bisa melihat ekornya.

Aku memindahkan Ponta kembali ke posisinya yang benar di kepalaku sebelum menuju ke arah kios yang menarik perhatiannya. Tampaknya kios itu menjual jenis kacang kesukaannya. Kulitnya berwarna cokelat muda, dan di antara celah kulit yang terbuka, kacang hijau bisa terlihat. Kacang-kacang ini tampak seperti pistachio.
(TL Note: 'Pistachio' jenis kacang)


"Kyun!"


Dia sepertinya memohon padaku untuk membelikannya. Aku menyerahkan lima koin tembaga pada penjual dan menerima sekantung kecil kacang sebagai balasannya. Aku mengupas kulitnya dan memberi makan Ponta dua atau tiga kacang sekali suap, sehingga dia mengeluarkan gongongan gembira ketika dia mengunyahnya. Kulit-kulit dari kacang yang dimakan kujatuhkan ke tanah, dan kuhancurkan dengan kaki ku ketika aku berjalan.

Selama beberapa hari terakhir, aku berkeliling kota dengan Ponta di atas kepalaku.

Aku memeriksa seluruh kota, tetapi aku belum menemukan informasi apa pun tentang perbudakan elf yang disebutkan oleh pria elf itu. Sejujurnya, karena aku tak tahu di mana para elf berada dan karena aku tak bisa menanyakannya ke sembarang orang, kami hanya mondar-mandir tanpa tujuan di sekitar kota ...

Selain itu, karena penangkapan dan penjualan elf adalah perbuatan ilegal, untuk terjun pada bisnis semacam ini, baik pembeli maupun penjual pasti memiliki pengaruh yang besar.

Jika itu yang terjadi, daripada area umum kota, distrik bangsawan yang terletak di dekat tempat tinggal bangsawan feodal tampak paling mencurigakan. Disana terdapat banyak sekali penjaga dengan lalu lintas pejalan kaki yang sangat sedikit, sehingga sulit bagi seseorang untuk menyelinap di sekitar sana.

Jangan salah paham, aku tidak bermaksud untuk melakukan tindakan keadilan. Meskipun ini agak menggangguku, kenyataannya adalah aku hanya menghabiskan waktu luang. Tanpa tujuan apa pun, aku mungkin akan mengurung diri di dalam kamar penginapan dan hanya bermain dengan Ponta sepanjang hari.

Bagaimanapun, aku bahkan belum memikirkan apa yang akan kulakukan jika aku menemukan para elf yang ditangkap. Karena aku mencoba tidak menarik perhatian, aku pikir aku akan diam-diam membantu jika ada kesempatan bagiku untuk melakukannya.

Ketika aku membayangkan para elf dunia ini diperlakukan dengan kejam, ada sesuatu yang tidak enak mengganjal hatiku.

Meskipun aku belum melihat satupun, apakah besatman juga ada di dunia ini? Menimbang dari apa yang dikatakan elf itu, jika mereka ada didunia ini, maka mereka mungkin akan diperlakukan dengan cara yang sama seperti para elf ...

Saat bayangan itu memenuhi pikiranku, sebelum aku menyadarinya, aku tiba di depan Guild Petualang. Meskipun baru beberapa hari, rasanya aku sudah tidak kesini untuk waktu yang lama.

Hanya berkeliling disekitar kota mungkin tidak akan menghasilkan apapun. Aku memasuki bangunan itu, hanya sekededar untuk melihat papan permintaan setelah libur panjangku.

Beberapa petualang terlihat disekitar memilih permintaan yang mereka inginkan. Aku menuju ke sana juga dan mencari-cari permintaan yang menarik.

Tiba-tiba, sesuatu menarik perhatianku. Pencarian orang hilang.

Isinya adalah sebagai berikut: Temukan sekelompok orang yang tidak kembali setelah pergi ke hulu hutan dari Sungai Rydell. Sudah lima hari pergi tapi mereka tak kunjung kembali.

Hutan, yang membentang dari kaki Pegunungan Naga Angin sampai Sungai Rydell, umumnya dikenal sebagai Hutan Naga Angin. Hutan di sekitar desa Rata juga merupakan bagian dari Hutan Naga Angin. Hutan yang mengelilingi kaki pegunungan bagian timur laut tampaknya juga sangat luas.

Namun, diseberang Sungai Rydell, nama hutan itu berubah, meskipun keduanya berbagi daerah yang sama. Nama hutannya menjadi seperti "Forest of the Elves" atau "Lost Forest". Banyak orang mengatakan jika kau menyebrangi sungai, terdapat hutan yang sangat luas.

Ada rumor tentang monster kuat yang mengusai hutan itu. Sekelompok elf juga dikatakan telah tinggal di sana.

Namun, saat ini aku tidak berniat mengambil permintaan tersebut.

Itu adalah permintaan yang tidak memberimu hadiah kecuali kau membawa kembali orang yang hilang atau bukti kematian mereka. Ini adalah jenis tugas yang menjadi pilihan terakhir ketika seseorang mencari permintaan. Aku mendengar bahwa petualang yang berpengalaman akan mengajari para pemula tentang potensi keuntungan dari permintaan menggunakan contoh permintaan seperti ini.

Meski demikian, aku bisa mengambil kesempatan ini untuk memetakan daerah sungai di hulu.

Aku meninggalkan guild, dan berjalan menuju gerbang timur, yang menghadap ke arah Hutan Naga Angin. Tidak seperti gerbang selatan dan utara yang terdapat kereta pedegang berlalu-lalang melewatinya, gerbang ini jauh lebih kecil: Lebarnya hanya muat satu kereta. Selanjutnya, gerbang timur berada di pinggiran distrik lampu merah. Tidak hanya jalanan yang sempit, tetapi tempat itu juga dipenuhi dengan toko-toko aneh dan gang-gang yang mencurigakan. Meskipun tidak banyak pejalan kaki di siang hari, setelah matahari terbenam, jalan akan menjadi penuh sesak dengan para wanita yang berusaha membawa pria ke toko mereka.

Karena aku ingin menghindari hal-hal yang merepotkan, aku memutuskan untuk menjauhkan diri dari bagian kota ini di malam hari. Selain itu, dengan tubuhku saat ini, bahkan jika aku mengunjungi salah satu toko, tak akan ada artinya ...
(TL Note: Nggak punya tit*it)

Aku meninggalkan gerbang timur, berjalan melewati dua jembatan kayu, dan berjalan kearah hulu di sisi kanan Sungai Rydell. Di sebelah timur terdapat Hutan Naga Angin yang membentang sejauh dua puluh kilometer. Namun, dengan [ Dimensional step ], aku bisa kesana dalam waktu kurang dari lima menit.

Ketika aku memasuki hutan, Ponta mulai menggoyangkan ekornya dengan gembira. Apakah bulu hijau mudanya adalah warna bawaan untuk hidup didalam hutan? Jika ada sekelompok rubah berbulu di hutan ini, mungkin Ponta ingin kembali bersama mereka. Aku menjelajah lebih dalam ke hutan dengan perasaan sedikit kesepian dengan memikirkan itu.

Bagian dalam hutan tidak terlalu gelap; aku bisa melihat dengan cukup baik, tetapi semak yang tinggi membuat langkah kakiku sulit untuk dilihat. Di sebelah kananku ada tebing terjal, dan di bawahnya ada Sungai Rydell. Suara air yang mengalir bergema di hutan. Dikombinasikan dengan nyanyian burung-burung dan gemerisik daun yang ditiup angin, itu menciptakan suasana yang sangat tenang. Rasa takut karena monster mungkin karena beberapa orang mengalami nuansa seperti ini.

Aku melanjutkan perjalananku menuju hulu sambil menikmati sinar matahari yang disaring melalui dedaunan dan suara air. Tiba-tiba, gumpalan bulu coklat muncul di rerumputan tinggi.


"Kyu ~ n ..."


Ponta bersuara kecil ketika dia berpindah dari kepalaku untuk bersembunyi di tengkukku. Dari samping, aku pasti terlihat seperti emak-emak yang memakai syal bulu tebal.

Gumpalan bulu, yang seukuran beruang besar, mulai bergerak. Suara sesuatu berderak terdengar di seluruh area. Ketika aku melihat ini, beruang coklat berdiri dengan dua kaki belakangnya.

Tetapi beruang yang berdiri ini sangat berbeda dibandingkan dengan beruang yang aku tahu.

Sementara tubuhnya adalah beruang, ia memiliki kepala serigala. Selain itu, memiliki telinga runcing seperti keledai. Sembari telinganya bergerak-gerak, binatang itu menatapku. Mulut yang meneteskan darah mengeluarkan suara geraman. Apakah dia marah karena waktu makannya terganggu?

Suara gesekan logam terdengar saat aku menarik pedangku. Beruang serigala menatap tajam ke arahku saat mulai bersiap untuk menyerang, dan perlahan mendekat.

Kemenangan akan datang kepada seseorang yang bergerak lebih dulu!

Aku berteleportasi ke samping monster itu dengan [ Dimensional step ] dan dengan cepat menusukkan pedangku ke perutnya dari samping. Kemudian, aku langsung berpindah ke lokasi lain. Tidak perlu menggunakan skill lain lagi saat ini, karena aku sudah memberikan serangan fatal.


"GAAAAAAAAAAAAA !!!"


Kombinasi kehilangan pandangan dari mangsanya dan rasa sakit tusukan yang dirasakannya menyebabkan binatang itu dengan panik mengayunkan cakar depannya kesembarang arah. Namun, makin banyak darah yang keluar dari lukannya setiap gerakan yang ia lakukan saat mengamuk. Sambil berdiri di jarak yang aman dari beruang berkepala serigala, aku menunggu binatang itu melemah dengan sendirinya.

Sekitar sepuluh menit kemudian, makhluk itu roboh ditanah dan mulai terengah-engah. Meskipun dia masih bernafas, dia tidak lagi menjadi sebuah ancaman.

Mengabaikan beruang berkepala serigala, aku menuju ke tempat yang menarik perhatianku. Itu adalah tempat terbuka yang kecil, tempat di mana binatang itu sedang makan.

Meskipun tampilannya sudah hancur karena gigitan bersama dengan berbagai tulang yang telah berserakan, aku langsung mengetahuinya.

Itu adalah manusia.

Namun, bongkahan daging ini, yang dulunya manusia, tidak memiliki barang yang diperlukan untuk dilakukan identifikasi. Ketika aku memeriksa semak-semak di dekatnya, Ponta, yang telah pulih dan kembali kedirinya, mengonggong pelan dari posisi biasanya.


"Kyuun!"


Ketika aku mencari semak yang menarik perhatian Ponta, aku menemukan kepala manusia. Kondisinya tidak terlalu buruk; masih mungkin untuk mengenali wajahnya secara umum. Namun, mustahil untuk mengetahui apakah kepala ini adalah salah satu dari orang-orang yang hilang yang disebutkan dalam permintaan tersebut.

Aku juga tidak ingin membawa pulang kepala yang terpenggal ini. Sementara aku bisa menggambarkan wajah kutemukan kepada orang-orang di Guild Petualang, mereka mungkin akan meminta untuk melihatnya sendiri untuk memverifikasinya.

Tiba-tiba, aku melihat sesuatu yang aneh. Tempat di mana lehernya dipotong sangat bersih. Tidak seperti potongan karena diserang binatang buas. Atau mungkin, di luar sana, monster yang mampu membuat luka bersih seperti itu ada?

Mungkinkah kelompok yang hilang diserang dan dibunuh oleh bandit? Bahkan, karena tidak ada senjata atau barang bawaan di sekitar mayat ini, aku merasakan kemungkinan itu cukup tinggi. Tidak ada orang waras yang akan memasuki hutan berbahaya dengan tangan kosong.

Itu mengingatkanku, bisakah tempat persembunyian para bandit berada di dekat sini?

Ketika aku mengamati sekelilingku, aku melihat noda darah di dekat sepetak semak diatas tanah terbuka itu. Meskipun darah sudah mengering menjadi warna hitam, aku memutuskan untuk membiarkannya membimbingku lebih dalam memasuki hutan.

Jejak itu membawaku ke tepi Sungai Rydell. Terus melewati bebatuan dan kerikil di dekat tepi sungai sebelum berhenti. Bagian sungai ini melebihi daerah hulu, tetapi relatif jauh lebih luas. Akibatnya, daerah ini juga lebih dangkal. Tampaknya orang ini berhasil melarikan diri dengan menyeberang dari sisi lain sungai.

Hutan di sisi lain adalah milik para elf. Apakah mereka bertanggung jawab atas orang-orang yang hilang? Namun, tidak mungkin para elf tinggal di sekitar sungai. Disana terlalu dekat dengan tempat para manusia memasuki dan meninggalkan hutan. Meskipun akan sulit untuk menemui para elf di sini, mengingat disini adalah pinggiran hutan yang hanya sedikit orang yang mau masuk, tempat ini bisa menjadi tempat persembunyian yang cocok untuk para bandit.


"Hmm, apakah kau siap untuk menjadi pengintai, Ponta?"

"Kyun!" 



[ Volume 1 Chapter 13 SELESAI ]




Like Fanspage Facebook kami supaya tidak ketinggalan update!!
😌


» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 13

2 comments: