Saturday, 23 June 2018

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 15

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 15
 

Translator : Sai Kuze

Chapter 15 - Aku Menerima Permintaan Pekerjaan


Bau anyir darah dan isi perut menyebar diudara sekitar. Dengan satu ayunan, pedangku menghempaskan sisa darah yang menempel, dan mendapatkan kembali kilau biru pucat yang sebelumnya. Aku kemudian menyarungkan pedangku, menyembunyikannya dibalik jubah hitamku.

Tepat ketika aku melangkah menuju kereta, suara lantang wanita terdengar dari belakang.


"Berhenti di sana!! Jangan bergerak !! ”


Sembari melihat ke belakangku, kulihat dark-elf perempuan memberiku tatapan mengintimidasi dengan pedangnya yang ditodongkan ke arahku. Di belakangnya, elf pria turun dari pohon dan mendekat dengan penuh waspada menyiagakan busurnya.


“Aku bukan orang yang mencurigakan. Aku kebetulan berada di dekat— ”

Ketika aku mencoba memberikan penjelasan, pada akhirnya aku berbicara layaknya orang yang mencurigakan. Aku meratapi dalam hatiku, apa yang aku katakan tadi malah membuat diriku makin mencurigakan.


"Diam! Jangan bergerak! Donnaha, cari kuncinya! ”


Namun, dia sepertinya tidak ingin mendengarnya. Setelah memberi perintah kepada elf pria, dia memposisikan dirinya memisahkan diriku dari anak-anak yang berada di kereta. Pria bernama Donnaha itu mengangguk dengan tenang, dan mulai mencari kunci untuk membuka kurungan para anak-anak elf dari mayat-mayat yang berserakan.

Bahkan saat dark elf perempuan secara berkala memantau pekerjaan temannya, dia dengan gigih mempertahankan pedangnya yang ditodongkan padaku. Pada saat itu, Ponta menjadi lebih santai. Dia melepas lilitan tubuhnya, yang telah melingkari leherku, dan melompat kembali ke tempat biasanya sebelum mengonggong.


"Kyun!"


Saat melihat Ponta, mata emas dark elf itu melebar karena terkejut. Dia sedikit menurunkan pedangnya sebelum memanggilku.


“Tidak mungkin, itukan fluffy fox? Bagaimana bisa manusia menjinakan binatang roh ?! ”


Sama seperti elf yang pernah aku temui sebelumnya, dia terkejut melihat kehadiran Ponta. Sepertinya itu adalah kejadian yang langka.


“Elf yang kutemui tempo hari juga terkejut. Aku hanya menyembuhkan luka binatang ini dan memberinya beberapa makanan ... Sejak saat itu, dia terus mengikutiku. ”


Aku mengambil tas yang ku tinggalkan di semak-semak sebelum memasuki pertempuran, dan mengeluarkan kantong kacang pistachio dari dalamnya. Ketika aku meletakkan isi tas di telapak tanganku, Ponta dengan lembut meninggalkan kepalaku untuk memakan kacang di tanganku. Dia dengan terampil melepas cangkangnya sebelum memasukkan kedalam mulutnya, memakannya dengan penuh khidmat.

Setelah dark-elf menyaksikan adegan ini, dia menghilangkan tatapan mengintimidasinya dan menyarungkan pedangnya. Meskipun dia tetap waspada, dia sepertinya mau mendengarkan penjelasanku sekarang.


"Mengenai Elf yang kau temui kemarin?"

“Aku bertemu dengannya di dekat kota Diento. Dia juga sepertinya ingin membebaskan para elf yang dijadikan budak di kota itu. ”


Meskipun elf itu mengatakan bahwa dia tidak berbicara dengan manusia mana pun, karena ia tampaknya memiliki tujuan yang sama dengan keduanya di sini, aku menyebutkannya. Setelah mendengarnya, dia dengan cepat mengajukan pertanyaan lanjutan; kewaspadaannya terlihat sedikit berkurang.


“Kau bertemu Danka ?! Tidak mungkin…"

"Tidak, dia tidak secara eksplisit memberitahuku hal-hal ini ..."


Untuk saat ini, aku menginterupsi kecurigaannya dengan sebuah penjelasan. Masih dipertanyakan apakah mereka akan percaya padaku.

Tiba-tiba, elf pria yang mencari kunci itu, Donnaha, berseru.


"Ariane, aku menemukannya."


Setelah ucapannya, Donnaha berjalan menuju pintu kurungan besi dan membuka penguncinya. Dengan suara gesekan logam, pintu kurungan terbuka, dan keempat anak itu keluar, masing-masing memiliki luka. Salah satunya menyeret kakinya yang terluka.

Untuk mendapatkan beberapa poin plus, rencanaku  kedepan untuk menciptakan hubungan baik dengan para elf, aku menawarkan sedikit kemampuanku kepada Ariane si dark-Elf.


“Sepertinya ada yang terluka, aku bisa menggunakan sihir penyembuhan untuk mengobatinya. Jika kau tak masalah, aku ingin melihat luka anak-anak itu. "

“Bukankah kau manusia? Ingin membantu elf ... apa tujuanmu? ”

“Tidak semua manusia membenci para elf ... hanya itu. Lagipula, apakah ada yang aneh dengan tindakan ku saat ini? ”


Setelah aku menjawab, dia menatapku dan Ponta yang duduk di tanganku, sebelum akhirnya, membisu sebentar, lalu memberi anggukan sekali. Sepertinya aku sudah diberi izin.

Agar tidak membuat anak-anak ketakutan, aku membawa Ponta, yang masih makan kacang bersamaku. Anak-anak itu benar-benar ketakutan, karena salah satu dari mereka bahkan bersembunyi di balik Donnaha. Aku berlutut dan menurunkan Ponta sebelum mendekati anak-anak.

Gadis kecil dengan kaki yang terluka, mungkin dia mendapatkannya saat gagal ketika berusaha melarikan diri, wajahnya menjadi tegang.

Aku dengan lembut mendekatkan tanganku dan melemperkan ? Heal ?. Cahaya pucat menyelimuti kakinya, membungkus lukanya, lalu menyembuhkan luka dalam hitungan detik. Ketika dia melihat bahwa lukanya telah hilang, ekspresi tegangnya berubah menjadi senyuman kecil.


"Hmm, bisa menggunakan sihir penyembuhan tanpa rapalan ... sangat mengesankan."


Ariane berkomentar dengan kagum. Rupanya, rapalan mantra biasanya diperlukan jika seseorang ingin menggunakan sihir. Dalam game penggunaaan sihir dibatasi dengan cooldownn, sehingga kau tak perlu lagi melakukan perapalan. Dan lagi, sepertinya penggunaan sihir tanpa rapalan ada didunia ini.

Anak-anak lainnya memutuskan mempercayaiku setelah melihat bahwa luka gadis itu telah pulih, dan merapat padaku untuk disembuhkan luka-lukanya. Setelah aku melemparkan ? Heal ? pada tiga anak yang tersisa, mereka semua berterima kasih kepadaku dengan suara kecil.


"Ariane, benda yang dipasang pada leher anak-anak adalah [ Magic-Eating Collars ]. Mereka tidak bisa menggunakan sihir apa pun dalam keadaan ini; apa yang harus kita lakukan?"


Seperti yang Donnaha amati, ada kalung besi hitam yang dipasang di leher setiap anak. Masing-masingnya terdapat sebuah pola yang rumit.


"? Magic-Eating Collar ??"


Aku mempertanyakan istilah yang tidak ku kenal itu.

Menurut Donnaha, itu adalah item sihir yang menyerap mana seseorang yang memakainya hingga si pengguna tidak dapat lagi menggunakan sihir. Bisa dikatakan jika para elf mengenakan kalung itu, mereka tidak akan bisa menggunakan sihir roh kebanggaan mereka.


“Ariane, setelah ini kau temuilah Denka. Lalu, aku sendiri akan memulangkan empat anak yang sihirnya disegel, kemungkinan keadaan ini tidak akan benar-benar aman sampai kita tiba di desa terdekat ... Kita harus melakukannya ... ”


Sembari Donnaha melihat anak-anak yang disembuhkan dengan ekspresi serius diwajahnnya, Ariane tiba-tiba menoleh ke arahku dan menanyakan sebuah pertanyaan.


"Hei kau. Pria Armor! Jika kau bisa menggunakan sihir penyembuhan, maka kau pasti memiliki kekuatan seorang miko atau shaman, kan? Bukankah seharusnya kau bisa menghilangkan kutukan dari kalung itu?”
(TL Note: 'Miko' macam gadis kuil tapi disini lebih seperti monk)


Kelas miko adalah kelas ekslusif untuk karakter perempuan di dalam game, tetapi tidak ada yang namanya kelas shaman. Namun, ketika aku berpikir tentang apa yang dia tanyakan, seorang priest dapat melakukannya. Jika aku tidak salah, kelas Bishop tingkat menengah seharusnya memiliki skill ? Anti Curse ?, dan kelas Pope tingkat lanjutan pasti memiliki skill ? Holy Purification ?.

? Anti Curse ? adalah skill sihir yang memungkinkan penghilangan atribut kutukan dari item maupun status seseorang, sementara ? Holy Purification ? adalah skill sihir yang, selain menghilangkan semua kutukan, juga memberikan sejumlah besar damage pada spesies undead.


“Aku bukan pria Armor; Namaku Arc. Kurang lebihnya, skill untuk menghilangkan kutukan dengan menggunakan sihir ... tapi aku tidak tau apakah mungkin ada efek samping saat melakukannya. ”


Lagian, aku belum pernah menggunakan mantra ini dalam keadaan nyata ... Dengan memikirkan itu, aku menempatkan tanganku di atas salah satu kalung seorang anak dan melemparkan ? Anti Curse ?. Sebuah formasi sihir yang rumit muncul di atas telapak tanganku sebelum tersedot ke dalam kalung. Pada saat itu, sihir itu membuat suara pecahan kristal sebelum kalung itu hancur hingga jatuh ke tanah.

Anak yang sekarang bebas dari kalung kutukan itu memegangi lehernya sebentar sebelum memberikanku senyuman bahagia.


"Terima kasih! Armor Oji-san !! ”


Ya, tidak ada keraguan lagi bahwa dengan ini aku memberikan kesan yang baik kepada para elf. Aku merasa kegirangan dengan berpikiran seperti itu. Anak-anak lain yang sedang melihat adegan tadi mendekatiku. Aku menyuruh mereka untuk berbaris dan melepaskan kalung kutukan itu secara berurutan.

Setelah melihat bahwa anak-anak sudah aman karena telah dibebaskan dari kalung kutukannya, Donnaha menghela nafas lega. Itu mungkin karena semuanya telah kembali tenang, tetapi dia segera mulai memarahi anak-anak.


“Sekarang ... kalian semua, bukankah kalian sudah disuruh untuk tidak meninggalkan desa tanpa izin dari orang tua dan para tetua? Itu sangat berbahaya. ”

"…Maaf. Roh merasa tertekan dan terus mengucapkan 'bantu aku, bantu aku', dan aku pikir aku harus ... ”


Ketika salah satu dari anak-anak itu menangis saat menjelaskan keadaan mereka, Ariane mulai bertanya.


“Spirit yang tertekan? Dimana itu?"

"Ketika aku pergi ke tempat yang ditunjukkan roh, aku melihat seekor fluffy fox yang terluka terperangkap di sana ... Dia telah ditangkap oleh manusia, jadi kupikir aku harus membantu ..."


Mendengar itu, kedua mata Ariane dan Donnaha menatap tajam ke arahku, menciptakan suasana di mana rasanya seperti ketika kau memenangkan balapan lari tetapi kau diskualifikasi karena curang. Tidak ada yang perlu dilakukan di sini kecuali menjelaskan, dan menjernihkan kesalahpahaman yang tidak terduga ini.


“Jangan salah paham, aku hanya membantu Ponta yang ditangkap di sebuah markas bandit. Tentunya kau tidak bisa menuduhku bahwa aku memiliki hubungan dengan para penculik dan menggiring anak-anak kan? "

“-Yah, kurasa begitu. Fluffy fox, dikenal karena tingkat kewaspadaan mereka yang tinggi, mereka tidak akan pernah menjadi jinak secara emosional pada seseorang yang melukainya ... ”


Ariane bergumam sambil mengangkat bahunya, lengannya disilangkan dibawah dadanya yang besar. Donnaha mengangguk setuju, dan dengan itu, tatapan tajam yang mengarah ke arahku telah menghilang. Sepertinya aku bisa menyelesaikan kesalahpahaman ini dengan benar.

Selagi aku memikirkan itu, aku melihat anak-anak elf mengerumuni Ponta dengan santai mengelus bulu tebalnya. Dikatakan bahwa rubah memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi dan mereka jarang secara emosional jinak pada seseorang. Namun, dengan melihat pemandangan seperti itu di depan mata, siapa pun akan mulai meragukan pernyataan itu.


“Kalau begitu, aku akan mengantarkan anak-anak ke desa terdekat dulu. Kami akan berangkat sebentar lagi; malam sudah dekat. Apakah kalian semua bisa menggunakan sihir roh, setidaknya bisa untuk melindungi diri sendiri? ”

Ketika Donaha bertanya pada mereka, anak-anak memberikan respon penuh semangat sebelum melangkah memasuki hutan. Bahkan anak-anak kecil ini mampu menggunakan sihir roh. Tampaknya untuk melindungi diri sendiri di hutan yang berbahaya ini, kau harus memiliki kemampuan tempur yang tinggi.


“Hati-hati, Donnaha. Sebelumnya kau menyebut dirimu Arc kan? Jika kau tak ada kerjaan lain, bagaimana jika kau membantuku? Membersihkan itu ... ”

Sembari berbicara, dia menunjuk dengan dagunya yang indah ke area di sekitar kereta yang terdapat sisa-sisa mayat kelompok bersenjata yang berserakan dimana-mana.

Hmm, aku kira, dibandingkan jika kau melakukannya sendiri, berdua menjadikan waktu bersih-bersihnya makin cepat. Selain itu, disuruh oleh Onee-san yang cantik ini adalah pengalaman yang sangat sulit didapat.

Ketika kami mengumpulkan sisa-sisa mayat ke satu tempat, aku mengumpulkan benda berharga dari kantong-kantong mereka, serta persenjataan yang laku dipasaran. Setelah melihat ini, alis Ariane yang indah menjadi cemberut.


"Melakukan sesuatu seperti mencuri benda milik orang mati ... Ini menjadi sebuah misteri mengapa fluffy fox itu menyukai orang sepertimu."

“Dalam masyarakat manusia, bagaimanapun, seseorang tidak dapat hidup tanpa uang. Selain itu, butuh banyak biaya saat berkelana; kesempatan seperti ini tidak boleh dilewatkan ... Apakah ras elf tidak menggunakan mata uang?


Mendengar pertanyaanku, Ariane menimpalinya, “Elf juga cukup memiliki koin emas!”

Rupanya, sistem barter adalah hal yang biasa di desa elf, sementara koin emas digunakan untuk transaksi eksternal.

Daripada menggunakan emas campuran untuk koin mereka seperti yang dilakukan manusia, para elf menggunakan emas murni sebagai gantinya; tampaknya koin mereka lebih berharga daripada koin manusia mereka. Ariane dengan bangga menceritakan tentang bagaimana, setelah para elf dengan sengaja menggunakan koin emas mereka dalam bertransaksi hingga menarik perhatian para manusia, bisnis-bisnis manusia dalam skala besar mulai berebutan untuk menukarkan koin mereka dengan koin para elf.

Aku merasakan suasana glamor di sekitar Onee-san yang menggairahkan ini; Namun, sosoknya yang dengan bangga menceritakan itu agak menawan dan manis. Meskipun jika aku mengatakannya dengan lantang, mata emas yang tajam mungkin akan menatapku, jadi aku menutup mulutku.

Setelah semua mayat dikumpulkan di satu tempat, Ariane tiba-tiba maju kedepan dan duduk, memberi isyarat agar aku mengikutinya.

Ketika aku menundukan tubuhku, Ponta muncul pada saat yang sama dan memutar tubuhnya ke posisi di antara kakiku sebelum ia juga duduk. Mengerakan telingannya dia tampaknya sedang penasaran dengan gerakan yang dilakukan Ariane.


[-Menjadilah satu dengan tanah-]


Dia menggenggam kedua tangannya di atas tanah, dan, setelah gumaman kecil, permukaan bumi di sekitar mayat segera mulai bergelombang. Seolah-olah seperti makhluk hidup, tanah mulai menelan mayat. Setelah beberapa saat, tumpukan mayat yang seperti gunung itu benar-benar menghilang tanpa bekas.


"Aku kira dengan begini, dengan menjadi makanan untuk hutan, orang-orang ini bisa sedikit berguna."


Saat dia mengatakan itu, Ariane membersihkan debu di tangannya dan berdiri.

Ponta berulang kali menggaruk dengan cakar depannya ditempat tanah yang sempat mengombak tadi, dan dengan kebingungan memiringkan kepalanya ke samping.

Itu adalah jenis sihir yang sangat cocok untuk membersihkan mayat.


“Hmm, jadi itu sihir roh. Ini pertama kalinya aku melihatnya digunakan. ”


Setelah hanya mengetahui sedikit contoh jenis sihir tersebut sampai saat ini, kau dapat mengatakan bahwa setelah secara langsung menyaksikannya dengan nyata, perasaanku tersentuh karenanya.

Dengan selesainya pembersihan mayat, Ariane melepas pelana kuda yang terpasang di kereta dan memukul punggung mereka, membuat mereka lari menjauh. Tampaknya kali ini kami membiarkan kedua kuda itu bebas.

Ditempat kejadian hanya tersisa kereta dan kurungan di dalamnya. Mungkin kalau dijual cukup lumayan, tetapi mencoba menjualnya di kota akan sangat menarik perhatian tidak peduli bagaimana kau melihatnya. Tidak ada yang bisa dilakukan kecuali hanya meninggalkannya di sini.


“Aku memiliki sihir roh api dan tanah sebagai spesialisasiku. Oh, aku belum mengucapkan terima kasih dengan benar. Kau telah datang menyelamatkan kami; Terima kasih. Aku Ariane. Ariane Glenys Maple. "

Dia berbalik dan memperkenalkan dirinya. Seiring dengan rambut panjang seputih salju yang dihiasi dengan bulu mata panjang yang terlihat sexy, di bawahnya sepasang mata emas mengintip keluar, berbalik ke arahku, bibirnya menunjukan senyum menawan. Daya tarik yang berasal dari tubuhnya sudah cukup untuk membuat seorang pria tidak kompeten sebelumnya yang marah menjadi nafsu.

Namun, namanya sepertinya agak imut ...


"Arc. Hanya seorang petualang yang berkelana. Dan yang duduk di sana adalah Ponta. ”

"Kyun!"


Ketika aku memperkenalkannya, Ponta mendongak dan membuat gonggongan kecil. Sepertinya itu bukan untuk perkenalan diri.

Mengikuti apa yang dilihat Ponta, aku melihat seekor burung besar dengan bulu turquoise yang indah mendekat ke arah sini. Ketika Ariane memperhatikan juga, dia melihat ke langit.
(TL Note: 'Turquoise' disini itu semacam warna antara biru-hijau)

Setelah dengan terampil terbang di antara pepohonan di bawahnya, burung itu dengan tenang mendarat di lengan kiri Ariane yang terulur.

Meskipun sedikit lebih kecil dari burung gagak, burung itu masih cukup besar untuk dilihat dari dekat. Jambul putihnya berdiri seperti ahoge.
(TL Note: 'Ahoge' (アホ 毛, アホ げ) istilah yang sering digunakan dalam anime atau manga untuk mendeksripsikan rambut yang muncul diatas kepala.)


"Secara umum dikenal sebagai Whisper Bird, dia juga adalah binatang roh."


Setelah dia menjelaskan secara singkat nama burung itu, paruhnya terbuka dan mulai berbicara dengan suara maskulin.


[ Danka menemukan markas penculik di Diento. Ariane, bergabunglah dengan Danka dan selamatkan saudara-saudara kita. ]


Whisper Bird menutup paruhnya setelah mengucapkan itu dan memiringkan kepalanya. Setelah itu, Ariane mengeluarkan kacang merah kecil dari kantong kulit yang mengantung di pinggulnya, dan paruh Whisper Bird dengan terampil membungkuk untuk mematuknya. Setelah dengan lembut mengusap bulu di atas kepalanya, Ariane mulai berbicara kepada burung itu.


“Donnaha dan aku telah berhasil menyelamatkan keempat anak itu; dia saat ini kembali ke desa. Aku akan segera bergabung dengan Danka. ”


Setelah dia selesai berbicara, lengan kirinya diangkat sedikit di atas kepala. Menggunakan sedikit ancang-ancang, Whisper Bird mulai terbang, dengan terampil melewati setiap dedaunan pohon saat terbang menuju kedalam hutan, menghilang dari pandangan.

Sepertinya burung itu mirip dengan merpati pos. Tetapi, satu yang membedakan adalah kemampuan perekam suara yang sempurna. Melihat dari penggunaan suara Whisper Bird dari beberapa waktu yang lalu, aku kira pesannya akan disampaikan dengan cara yang sama.

Sambil melihat keadaanku yang terlihat terkejut, Ariane mulai menertawakanku.


“Apakah itu karena sulit bagi manusia untuk menjinakkan binatang roh menjadikanmu tidak tahu tentang hal semacam itu? Ngomong-ngomong, kau mengatakan bahwa dirimu adalah seorang petualang, kan? Bagaimana jika kau menerima pekerjaan dariku? "


Ariane memberikan tatapan merayu padaku saat dia mengeluarkan lima koin emas dari kantong kulit yang menggantung di pinggangnya, dan membuat peryataan seperti itu.


“Lima koin emas elf di muka, dan lima lagi sesudahnya. Tidaklah buruk bukan? ”


Bukankah Whisper Bird tadi mengatakan tentang misi membantu membebaskan para elf di Diento? Apakah elf yang kemarin menemukan keberadaan para elf yang dikurung? Jika demikian, usaha pencarianku baru-baru ini menjadi sia-sia ...

Setelah mempertimbangkan semua hal, mengapa dia menawarkan untuk mempekerjakanku ...? Sepertinya ada pertikaian yang terjadi antara para elf dan manusia. Secara obyektif, kau tidak akan dengan mudah mempercayai seorang pria tak dikenal yang mengenakan full armor, kan?

Melipat tanganku supaya terlihat sedang mempertimbangkan, aku bertanya kepada dark-elf tersebut secara langsung.


“Hmm. Bisakah kau mempercayai manusia sepertiku? ”

“Aku tidak percaya padamu. Fluffy fox di sana, Ponta? Aku hanya mempercayainya. Bahkan jika seekor binatang roh berteman dengan manusia, biasanya hanya dengan seorang anak kecil ... Untuk orang dewasa yang menjinakkan mereka, pastilah orang itu tidak memiliki niat jahat atau orang itu hanyalah orang bodoh. ”


Apakah tadi barusan dia menghinaku? Tentu saja, aku biasanya tidak menganggap hal-hal yang merepotkan sebagai pertimbangan, tetapi untuk mengatakan bahwa aku memiliki kecenderungan hidup hanya dengan mengandalkan naluri ...

Di kakiku, Ponta lehernya dimiringkan ke satu sisi seperti kebingungan ketika dia menatapku.


"Hmm, bukankah para petualang disewa untuk sesuatu semacam ini?"

“Ada aturannya. Hei!"


Dia melempar koin emas di tangannya ke arahku. Aku dengan mudah menangkapnya dari udara.

Tidak seperti koin emas kerajaan ini, ukurannya masing-masing sekitar koin seratus yen, dengan desain mencolok di kedua sisinya; kualitasnya sangat tinggi. Hanya dengan melihat koin emasnya, aku dapat mengatakan bahwa para elf memiliki teknologi yang lebih maju dibandingkan dengan manusia.

Ini pastinya terbuat dari emas murni; dengan sekali lihat, seseorang bisa mengatakan bahwa koin ini lebih berharga daripada koin manusia.

Aku menyimpan koin emas elf di kantong uang dalam tasku.

Yah, misi untuk menyelamatkan para elf yang tertangkap pada dasarnya dilakukan secara diam-diam. Bergerak secara terang-terangan akan mustahil, menjadikan metode pergerakan instan yang sering kugunakan pastilah sangat berguna.

Para elf tampaknya lebih bisa dipercaya ketimbang para manusia yang bodoh itu;  ini pastinya adalah kesempatan yang bagus untuk memperkuat hubungan kita.

Ini adalah permintaan pekerjaan pertamaku sebagai seorang petualang; semoga berjalan lancar--



[ Volume 1 Chapter 15 SELESAI ]




Like Fanspage Facebook kami supaya tidak ketinggalan update!!
😌


» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 15

2 comments: