Sunday, 10 June 2018

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 9

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 9
 

Translator : Sai Kuze

Chapter 9 - Apa, Ini Bukan Tanaman Herbal? Ini monster [Bagian 2]


Entah karena gerakan Marca atau teriakanku, makhluk itu mengguncang tubuh besarnya, sebelum berdiri.

Aku bisa memahami bentuknya dari sini. Dari kepala hingga ekor, tubuhnya yang seperti kadal dengan panjang lebih dari 6 meter. Ia memiliki enam kaki yang besar, dan memiliki sisik hijau keabu-abuan. Di kepalanya ada jengger berwarna hijau, di punggungnya terdapat sisik yang dapat berubah warna, dan pada ekornya ada barisan tonjolan duri. Yang paling aneh adalah bola mata yang lebih besar dari kepalanya, penampilannya seperti bunglon.



Mahluk itu membuka mulutnya lebar, menunjukan rahangnya yang dipenuhi gigi tajam, dan mengeluarkan teriakan aneh.


"Kurororororooooooooo!"


Aku ingat makhluk seperti itu dari game.

Giant Basilisk.

Monster dalam kisaran level 150-170, dapat dikatakan bahwa monster itu bukanlah musuh dengan kekuatan serang yang tinggi. Namun, untuk player pemula dan menengah, kombinasi antara mata yang dapat menghipnotis, kabut beracun, dan cakar yang dapat melumpuhkan menjadi kombinasi efek abnormal yang mematikan.

Hutan ini sangat berbahaya, karena hampir mustahil bagi penduduk biasa untuk menghadapinya. Tunggu, kenapa monster ini ada di sini?

Setelah melihat sosok itu, Marca mulai berlari dari pohon Kobumi, kembali ke sisiku.

Namun, monster itu mengejarnya. Giant Basilisk menggerakan enam kakinya dan mengejarnya, tiba-tiba berhenti mengejar untuk beberapa saat, dan mulai menggelengkan kepala ke atas dan ke bawah. Gerakan aneh ini memungkinkan aku untuk melihat jenggernya berubah warna menjadi merah.

Apa yang dia lakukan sama seperti di game ?!

Dia tampak seperti akan menggunakan serangan mata penghipnotisnya, serangan itu biasanya dilepaskan dalam tanda panah berbentuk kipas untuk serangan berarea luas.

Melemparkan tas, dan meraih perisai di punggungku. Aku berlari menuju Marca dan menjemputnya, sebelum menempatkannya di belakang perisai tangan kananku.

Peralatan kelas mystical 『 Teutates Holy Shield 』. Dapat mencegah sebagian besar efek status abnormal tergantung pada perbedaan level, dan meningkatkan semua resistensi abnormal. Dengan perisai ini, aku melakukan posisi bertahan.

Saat berikutnya, suara "paan" dari ledakan sonik terdengar di seluruh area saat gelombang kejut menipis berjalan melewati perisai. Aku melihat Marca, dibalik perisai, menutupi telinga dan menutup matanya. Dari tempat aku berdiri semuanya normal. Serangan hipnotis tampaknya telah ditiadakan.

Dalam game serangan itu memilik waktu cooldown, tetapi aku tidak dapat bergantung pada itu di sini. Selain itu, tidak mungkin mengambil keuntungan dari pola serangan musuh.

Aku melangkah maju dengan cepat, dan menyembunyikan Marca di belakangku. Aku menempatkan tanganku pada pedang di pinggangku. Karena kehadiran Marca, ini harus diakhiri dengan serangan jarak jauh.

Skill Holy Knight 【 Sword of judgment 】!!

Pedangku mulai disinari cahaya, saat aku mencabutnya dan mengayunkannya ke bawah di tempat. Seketika, lingkaran sihir terbentuk di bawah kaki giant basilisk, dan pedang cahaya muncul di atas kepalanya.


"Guroroororooooooo !!!"


Pedang sepanjang 5 meter itu menembus tubuh besar giant basilisk. Setelah itu, terdengar bunyi seperti cincin logam yang hancur di area, saat pedang cahaya mulai menghilang.

Ketika ketenangan sudah kembali, tubuh besar giant basilisk jatuh ketanah dengan bunyi gedebuk. Aku tidak bergerak satu inci pun, karena aku masih mengamati sekeliling dalam posisi mengayunan pedang ke bawah. Serangan itu tampaknya telah membunuhnya ...

Apakah 【 Sword of judgment 】 selalu membuat sesuatu seperti pedang cahaya besar? Apakah ketegangan situasi itu menyebabkan aku memberikan terlalu banyak kekuatan pada skill itu maka menjadikannya sesuatu yang normal? Atau apakah itu sama seperti sebelumnya, hanyalah peningkatan kekuatan yang menjadi nyata ...... Salah satu dari itu bisa menjadi penjelasan yang tepat; Aku tidak tahu mana yang benar.

Sambil menempel ke punggungku, Marca hanya bisa melihat monster yang jatuh dan menanggapinya dengan "Wow!"


"Marca, apakah itu monster yang baru-baru ini muncul di sekitar desa?"

"Tidak. Monster yang muncul tidak terlalu besar. Aku pikir yang ada di sekitar desa itu disebut Fanged Boar? ”


Kuncir Macra melambai ketika dia menggelengkan kepalanya. Menyadari sesuatu, dia menunjuk ke lereng dan berbicara.


"Ah! Ada satu lagi di sana !! ”


Aku melihat ke arah yang ditunjuk jarinya, dan tentu saja, ada giant basilisk lain di sisi lain lereng. Ketika aku melakukan kontak mata, monster itu mundur dengan terburu-buru.


"Hmm, dia pergi entah kemana."


Mungkin waspada karena temannya dikalahkan. Dan karena tidak ada bahaya lain, pengumpulan herbal bisa dilanjutkan.


“Marca. Masihkah ada sesuatu yang ingin kau lakukan pada tanaman Kobumi? ”


Ketika aku bertanya demikian, dia pergi berlari menuju pohon kubumi. Ketika ia mencapai salah satunya, ia mulai memetik dahan-dahan bunga putih.

Setelah melihat pemandangan seperti itu, aku mengembalikan pandanganku kepada giant basilisk yang kalah. Monster sepanjang 6 meter tergeletak di tanah. Meskipun aku tidak tahu posisi dari hatinya, karena itu adalah monster, dia pasti memiliki batu sihir. Mencarinya di tubuh besar ini akan menjadi tantangan. Apakah posisinya sama dengan hati buaya atau kadal?

Aku menggulingkan tubuh binatang raksasa ini. Luar biasa, ini adalah prestasi yang mudah dicapai. Apakah posisi hati buaya dekat perut atau bagian depannya? Karena sepertinya agak sulit untuk dirobek dengan belati ditasku, aku harus menggunakan pedangku untuk mengeluarkan hatinya. Ketika aku memotong perut basilisk, sebuah batu seukuran kepalan tangan bayi keluar. Aku memegang batu itu di bawah sinar matahari, dan batu itu memantulkan cahaya ungu di mataku. Batu ini sudah cukup untuk sementara waktu.

Karena kau mungkin tidak bisa memakan basilisk seperti orc, tubuhnya akan menjadi makanan hutan. Dan juga, orc yang seperti babi sangatlah berbeda dengan bunglon aneh ini. Dengan segala usaha sepertinya tetap tidak akan terasa enak. Sepertinya juga akan sulit untuk dibawa pulang ......


"Ksatria-sama, bisakah anda mengambil bunga yang diatas?"


Sementara aku merenungkan apa yang harus dilakukan terhadap bangkai giant basilisk, Marca meminta bantuan. Menaruh batu sihir di tasku, aku berjalan menuju pohon kobumi di sebelah Marca.

Bunga-bunga pohon kobumi membentang di setiap cabang. Tersusun lima kelopak putih kecil, dan mengeluarkan aroma manis yang tak terlukiskan.

Marca sudah mulai mengumpulkan bunga dari dahan yang lebih rendah.


"Ini punya efek apa?"

“Ayah Umm〜 tidak mengajari aku. Setelah dikeringkan dan diubah menjadi serbuk, ia hanya akan menjualnya kepada orang dewasa dengan harga tinggi. Karena bisa menyembuhkan penyakit, itu pasti menjadi tanaman herbal, kan? Ksatria-sama, apakah anda tahu penyakit yang hanya diderita oleh orang dewasa? ”


Tanpa berhenti, Marca mengajukan pertanyaan seperti itu.

Penyakit yang hanya orang dewasa derita ……, seperti penyakit geriatrik? Namun, itu adalah nama generik penyakit dan akan berubah namanya ketika seorang anak meninggal karenanya. Aku tidak bisa memikirkan apa pun.


"Tidak, aku tidak tahu nama penyakit yang seperti itu"

"Aku mengerti~. Lain kali, aku akan bertanya pada seorang ahli. Jika aku tidak tahu efek dari barang dagangan, aku bisa dimanfaatkan. ”


Dia tertawa mengatakannya.

Kami berdua bekerja cepat untuk memetik bunga, dan dalam waktu singkat keranjang itu penuh. Aku juga menaruh beberapa bunga ke dalam tas buruanku. Ketika tas itu penuh, aku mengangkatnya di atas bahuku dan bersiap untuk pulang.

Dalam perjalanan kembali, aku masih mengikuti di belakang Marca. Dia tampaknya menggunakan topografi untuk menemukan jalan di sekitar hutan, tetapi bagiku semuanya tampak sama saja. Jika bukan karena dia, ekspedisi akan berakhir dengan bencana.

Ketika kerapatan pepohonan memudar, ladang di sekitar desa kembali terlihat. Di sana, seekor fanged boar besar sedang menggali tanah.


“Ah, fanged boar! Monster itu yang menyerang desa sebelumnya. Dia sangat dekat dengan desa. "


Menyadari suara Marca atau kehadiran kami, fanged boar itu mengangkat kepalanya dan mengeluarkan suara gemuruh. Mahluk ini dan burba sangatlah berbeda dalam hal ukuran. Panjang tubuhnya 2 meter dan tingginya sekitar tinggi Marca. Ada juga empat taring mencuat dari rahang bawahnya.

Setelah mengumpulkan kekuatan di kaki belakangnya, fanged boar itu menyerang kami. Aku dengan cepat menurunkan tasku dan menangani fanged boar yang mendekat.

Namun fanged boar yang tampak marah tak secepat diriku. Dengan terburu-buru, aku meraih taringnya dengan tanganku, dan membantingnya ke tanah. Kepala fanged boar menabrak tanah dengan kecepatan tinggi, dan setelah itu terdiam.

Dengan cepat, aku mulai menusuk perutnya dengan pedangku, ketika aku mengingat sesuatu. Sementara fanged boar bisa bertindak liar dengan anggota badannya yang kokoh, jika aku menahan kepalanya, tidak akan ada masalah.


“Marca, aku akan memberikan serangan terakhir. Tanyakan pada pemburu di desa atau orang lain apakah ada sesuatu di desa yang muat untuk ini? ”

“Y-Ya. Paham! Tunggu sebentar!!"


Marca menanggapi dengan terburu-buru, sebelum berlari menuju desa. Melihat dia pergi, aku berharap dia tidak jatuh dalam perjalanan menuju kesana.

Setelah beberapa menit, beberapa penduduk desa tiba sambil menarik gerobak dorong. Ketika mereka tiba, fanged boar itu berlumuran darah dan kehilangan kemampuan untuk bergerak. Dia hanya bisa mengeluarkan nafas kecil sekarang.

Penduduk desa menatap fanged boar yang sekarat dalam keadaan tegang, sebelum mengeluarkan sorakan penuh kekaguman. Di bawah instruksi seorang pemburu, aku menaruh binatang yang mati di atas kereta.


“Bagaimana seharusnya kita menangani pembagian fanged boar ini, Ksatria-sama? Bulu dapat digunakan, dan taring dapat dijual dengan harga yang bagus. Dagingnya juga pasti lezat. Anda dapat membawanya ke kota jika anda mempekerjakan beberapa penduduk desa. ”


Sementara pemburu memeriksa buruan, aku bertanya tentang penanganannya.


“Hmm, kudengar binatang ini adalah monster. Bisakah kau mengulitinya, dan aku mendapatkan taring dan batu sihir sebagai hadiah? Berikan juga kulitnya pada Marca jika sudah siap. ”

"Hah? Apakah itu baik-baik saja? ”

“Eh, aku mendapatkan kulit ?! Ksatria-sama! "


Mereka berdua benar-benar terkejut dengan permintaanku. Meskipun mereka mengatakan kulitnya memiliki nilai yang tinggi, aku tidak memerlukannya. Jadi aku memberikannya kepada Marca, dengan senang dia menerimanya. Paman berusia 40 tahun yang murah hati kepada anak kecil (pengaturan).


"Aku tidak keberatan. Aku pikir kau juga perlu mendistribusikan daging pada penduduk desa. ”


Penduduk desa yang menarik gerobak mendengar apa yang baru saja aku katakan, dan dengan suara kompak menyuarakan rasa terima kasih mereka. Karena monster sering muncul di ladang, desa itu tampaknya mengalami masalah. Mereka bahkan berpikir untuk membentuk pesta berburu, atau mengajukan permintaan ke guild petualang.

Sepertinya fanged boar ini muncul di dekat desa karena ketakutan oleh giant basilisk sebelumnya.

Begitu sampai di desa, fanged boar itu ditangani di rumah salah satu pemburu. Ketika berita tentang tangkapan itu menyebar, semua orang di desa menjadi penasaran, mereka datang untuk menonton. Kepala desa bahkan datang untuk mengucapkan terima kasih secara pribadi.

Sementara itu, hari mulai berubah menjadi malam.

Karena aku tidak bisa melakukannya, aku menyerahkan distribusi daging dan membuang kotoran pada pemburu dan sukarelawan. Sementara, aku kembali ke rumah Marca. Aku harus menyerahkan tanaman Kobumi yang dipanen yang masih ada di dalam tas buruanku.

Marca dalam suasana hati yang baik karena dia akan bisa makan daging untuk beberapa waktu.


“Aku pulang, ibu! Tau nggak! Ksatria-sama mampu mengalahkan monster yang menyerang desa !! ”


Ketika Marca masuk, hal pertama yang dia sebutkan bukanlah hasil panen, tetapi penaklukan monster.


"Hah!? Kamu menemui monster itu !? Apa ada yang terluka!? Apakah kamu terluka?!"


Ibunya panik, dan mencengkeramnya untuk memeriksa cedera. Dia hanya menghela nafas lega, begitu dia tahu semuanya baik-baik saja. Ketika dia menyadari ibunya menangis, Marca menjadi mewek dan berulang kali meminta maaf padanya. Adik kecilnya, Helena datang dan mulai memeluk kakaknya dari belakang.


“Terima kasih banyak sudah melindungi putriku. Aku tidak tahu bagaimana mengekspresikan rasa terima kasihku …… ”

“Menurut permintaan, aku akan melayani sebagai pendamping Marca. Marca, karena questnya sudah selesai, bisakah kau memberiku plakat penyelesaiannya? ”

"Ah iya!"


Atas permintaanku, dia mengeluarkan balok kayu, seukuran kartu nama, dari saku bajunya. Nomor seri permintaan ditulis di balok kayu itu.


"Terimakasih untuk semuanya."


Setelah mengangguk berlebihan, Marca yang lucu itu menundukkan kepalanya dan mengucapkan terima kasih. Aku mendekatinya dan dengan lembut berbisik,


“Marca, rahasiakan bahwa kita menemukan monster besar itu. Aku tidak ingin membuat ibumu khawatir lagi. "


Ketika aku mengatakan demikian, dia tersenyum setuju. Aku menempatkan balok kayu di tasku sebelum meninggalkan rumah, sambil melambai kembali padanya.

Setelah meninggalkan rumah, aku masih bisa mendengar penduduk desa mengobrol di rumah pemburu. Mereka mungkin masih mengurusi fanged boar. Saat matahari terbenam mewarnai langit menjadi orange, sekawanan burung terlihat memasuki hutan.

Aku harus kembali ke Rubierute sebelum gerbang ditutup. Dengan menggunakan 【 Dimensional step 】, aku hanya bisa berpindah ke pusat kota dari luar dinding, tetapi itu akan menjadi pilihan terakhir.

Aku berjalan keluar desa dari gerbang, sambil melewati kembali para pekerja ladang. Ketika aku berhasil melewati ladang, kehadiran orang lain menghilang, dan hanya suara gemeresik dedaunan dan tanaman yang bisa didengar.

Aku akan mencoba kembali ke kota dengan 【 Transfer gate 】 kali ini. Terakhir kali aku mencobanya, aku hanya menempuh 7 meter dari tempat aku berada. Kemungkinan sihir ini hanya berfungsi jika kau dapat memvisualisasikan lokasi yang ingin kau tuju.

Aku mengatur tempat yang menghadap Rubierute sebagai lokasi transfer. Itu adalah lokasi dengan lalu lintas pejalan kaki kecil dan aku dapat membayangkannya dengan jelas di pikiranku. Jika aku bisa melakukan ini, maka aku akan memiliki cara yang nyaman untuk bepergian ke tempat-tempat yang sudah aku kunjungi. Lokasi dengan pemandangan yang serupa mungkin akan mustahil.

Pertama, aku mencoba untuk menempatkan desa Rata ke dalam ingatanku. Melihat ke belakang, aku melihat asap dari beberapa tungku yang naik dari desa. Itu membuatku ingat, aku masih memiliki roti yang tersisa dari pagi ini.

Berpaling dari desa, aku membuat set point kota Rubierute pada pikiranku.


"【 Transfer gate 】!"


Formasi sihir pucat berdiameter 3 meter muncul saat aku mengaktifkan mantranya. Pandanganku menjadi gelap untuk sesaat, dan aku pergi dengan sensasi mengambang. Sebelum aku menyadarinya, pemandangan benar-benar berubah.

Aku berdiri di atas bukit menghadap Rubierute. Sepertinya 【 Transfer gate 】 sukses. Sekarang jika aku menambahkan jumlah tujuannya, aku pasti dapat berpergian dengan mudah. Ini adalah sihir yang sangat hebat.

Aku memasuki kota dari gerbang timur, dan berjalan menuju bangunan serikat petualang. Aku mendengar bel pintu gerbang menutup setelah setibanya diriku, sepertinya aku tidak terlambat.

Memasuki bangunan guild, aku disambut oleh senyuman jahat paman-beruang yang terkurung. Aku sedikit terkesan karena Marca bisa datang ke tempat ini, menghadapi resepsionis seseram dirinya, dan membuat sebuah permintaan.


“Permintaan selesai. Bisakah aku mendapatkan bukti penyelesaiannya? ”


Aku membuka tasku, dan menempatkan permintaan dan bukti penyelesaian di konter. Setelah mengkonfirmasinya, paman beruang menyerahkan sebuah koin perak. Dengan ini permintaan pertamaku selesai.

Hari ini aku juga akan menginap di penginapan murah lagi, tapi apa yang harus aku lakukan mulai besok?


[ Volume 1 Chapter 9 SELESAI ]




Like Fanspage Facebook kami supaya tidak ketinggalan update!!
😌


» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 9

1 comments:

Post a Comment