Thursday, 5 July 2018

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 19

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 19
 

Translator : Sai Kuze

Chapter 19 - Operasi Dijalankan [Bagian 2]


Setelah gadis ninja itu pergi, aku melihat ke belakang meja tempat ia berdiri sebelumnya. Terdapat sebuah pintu rahasia kecil di bawah meja.

Ada sebuah gembok yang terlihat kokoh menggelinding di sekitar pintu itu, telah gagal menjalankan tugasnya.

Melihat kedalamnya, aku menemukan area penyimpanan kecil, yang terdapat kotak penuh cincin logam dan dokumen-dokumen.

Rupanya ini semacam brankas.

Kantung besar yang dibawanya tadi mungkin dipenuhi dengan uang. Tapi menilai dari sikap dan penampilannya, dia hanya melakukan ini untuk menutupi niatnya yang sebenarnya disini sebagai sebuah perampokan. Aku juga tidak bisa menyalahkannya karena aku juga mengambili uang dari para bandit.

Aku tidak tahu apa yang dia cari, tapi sepertinya itu tidak akan menghalangi operasi kami. Berdasarkan kata-kata perpisahan yang dia ucapkan. Sepertinya ada dua elf lagi terperangkap di kastil tuan feodal. Itu berarti kenyataannya perburuan elf telah disahkan oleh tuan feodal sendiri.

Jika itu benar, maka aku harus memberitahu Ariane tentang itu.

Setelah penyelamatan ini selesai, kami mungkin harus menyusup kesana.

Sembari merenungkan itu, aku mengambil salah satu dokumen dari brankas. Merobek segelnya, ternyata ini adalah kontrak laporan penjualan.

Harga kontrak itu gila, lebih dari 10.000 suk.

10.000 emas adalah harga untuk para elf yang terjual di sini.

Ada enam kontrak lagi seperti ini, totalnya ada tujuh.

Didalam kontrak terdapat nama-nama yang sudah dilelang. Dan juga ada nama-nama pembelinya, sangat memungkinkan untuk melacak elf yang telah terjual.

Tetap saja, budak elf bisa dijual dengan harga yang gila seperti dalam kontrak ini. Aku penasaran mengapa ada permintaan yang tinggi untuk manusia juga?

Aku memasukan ketujuh kontrak itu ke dalam tasku sebelum memasukan sepuluh cincin logam itu setelahnya. Aku membungkus cincin-cincin itu dengan kain dan memasukkannya ke dalam tas untuk mencegahnya bergemerincing.

Kaki pemiliknya saja sudah dingin pasti dia tidak akan keberatan dengan ini.

Setelah brankas dibersihkan, aku melihat sekeliling ruangan yang mencolok dan terlihat mewah, tetapi kebanyakan barang berharganya berukuran besar.

Karena urusanku di sini sudah selesai, aku memutuskan untuk memanggil dua orang lainnya untuk bergabung denganku sedikit lebih awal. Aku mengambil kunci yang tergantung di pintu dan membuka kuncinya. Begitu mereka selesai memeriksa kamar di setiap sisi, mereka pasti menuju ke sini.

Setelah beberapa saat, Ariane dan Danka memasuki ruangan dengan tenang dan cepat menutup pintu.


"Aku hanya menemukan beberapa minion di ruangan itu, bagaimana denganmu?"

"Aku tak menemukan sesuatu yang penting."


Keduanya mendapat hasil yang tidak mereka sukai.

Setelah mendengar jawaban Danka, mata emas Ariane bertanya-tanya menatap ke arahku.


“Aku memperoleh beberapa informasi. Elf yang ditangkap mungkin sedang dikurung di ruang bawah tanah. Dan juga ini. "


Aku menarik dokumen yang aku dapatkan di brankas dari tasku dan menyerahkannya kepada Ariane. Dia melihat semuanya dengan sedikit curiga sebelum dia membuka satu dan melihat isi kontraknya. Kerutan mulai terbentuk di dahinya.


"Ini……!"

“Itu adalah kontrak penjualan elf. Karena nama-nama pembelinya juga ditulis, kau pasti bisa menggunakannya sebagai petunjuk. Masih ada lagi, tampaknya ada dua elf lagi yang terperangkap di kastil tuan feodal. ”

“Dari mana kau mendapatkan informasi itu ……”


Ariane mendongak dan melihat sekeliling ruangan saat dia menanyakan itu. Tubuh-tubuh di dalam ruangan sudah menjadi dingin, dan bosnya sekarang tidak lebih dari sebuah hiasan meja.

Dia menilai bahwa mereka adalah sumber informasi. Sumber informasi adalah hal yang sepele, yang penting sekarang adalah kita harus bergerak cepat.

Sembari aku mempercayai perkataan gadis ninja ...... yang hanya berdasarkan intuisiku sendiri. Mungkin, lebih baik membiarkan mereka mengembangkan kesimpulannya sendiri di sini.


“Setelah kita selesai di sini, kita akan menuju kastil tuan feodal. Mempekerjakanmu adalah keputusan yang tepat ……, biasanya sangat sulit untuk menyelinap ke sebuah kastil. ”


Dia tertawa sembari mengatakan itu dan menggulung dokumen kembali sebelum mengembalikannya padaku.


“Tak kusangka tuan feodal terlibat ......! Para tetua harus diberitahu tentang hal ini ketika kita kembali. "


Danka mengangkat alis saat dia melontarkan komentar itu.

Dilihat dari jumlah uang yang terlibat dalam perdagangan budak elf, bangsawan kaya dan para pedagang pasti mereka yang terlibat di dalamnya; Apakah beban kerjaku bertambah?

Kurasa aku bisa mengumpulkan beberapa uang tambahan dari kastil tuan feodal ...


“Karena saudara kita berada di bawah tanah, kita harus segera ke sana. Setelah itu, menuju kastil tuan feodal. ”


Danka mengangguk setuju dengan perkataan Ariane dan meninggalkan ruangan. Aku mengikuti di belakang Ariane dan Danka menggunakan 【 Dimensional Step 】 untuk mencegah armorku membuat kebisingan.

Kami menuruni tangga melalui lantai dua menuju aula tengah lantai satu.

Meja dan kursi yang berantakan memberi suasana kacau, bahkan ada beberapa orang yang muter-muter di sana. Untungnya mereka belum menyadari kami.

Setelah Ariane memberi isyarat "Mundur kembali", kami diam-diam kembali ke lantai dua.


“Seperti yang diduga, tidak mungkin untuk menuju penjara bawah tanah dari sini tanpa diketahui. Aku akan mengurus yang ada di lantai satu, sementara kalian berdua berurusan dengan bala bantuan dari lantai dua. ”


Baik Danka dan aku mengangguk pada saran itu, dan Ariane menarik keluar pedangnya dan terfokus pada tangga menuju lantai satu.

Lalu dia melompat turun dalam sekejap.

Dari puncak tangga, dia melompat turun dengan pedang di tangan; orang-orang yang berkumpul terkejut pada kejadian ini.
『 ─Dance within this blade, flame─ 』

Setelah dia melantunkan rapalan dengan suara pelan, nyala api mulai menyelimuti bilah pedangnya. Pria yang dia potong dengan pedang apinya, tidak hanya mengeluarkan semprotan darah, tetapi juga meninggalkan api merah membungkus seluruh tubuhnya dan membakar pakaiannya.


"Gyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa !!!"


Saat teriakan kematian pria itu memenuhi aula besar, suara-suara aktivitas dari ruangan lain di lantai satu dan di kedua sisi lantai dua bisa terdengar.

Saat tubuhnya dipanggang oleh bara api, pria itu dalam sekejap berguling-guling di antara meja dan kursi. Beberapa dari orang-orang di dekatnya mencoba untuk memadamkan pria yang terbakar itu, tetapi Ariane langsung menyerang mereka dengan pedang api yang menyebabkan api menjadi lebih besar.

Danka keluar dari salah satu ruangan di lantai dua dan mulai membunuh orang-orang yang mencoba menuju lantai satu, dengan pedang ditutupi cahaya. Dari sini tindakannya terlihat seperti sebuah dansa tanpa pasangan yang dapat mengimbanginya.

Aku ingat bahwa para elf adalah kelompok yang mengkhususkan diri dalam sihir, tetapi melihat keahlian berpedang mereka berdua, aku mungkin harus memikirkan kembali asumsi itu.

Karena pria yang datang dari ruangan di belakang sana dapat melihat apa yang tengah terjadi, mereka mencoba untuk membelakangi Danka, tetapi aku menembakkan 【 Rock Bullet 】 pada mereka satu persatu. Batu berukuran sekepalan tangan tidak hanya membuat lubang pada tubuh mereka tetapi juga melubangi dinding di belakang mereka.

Para penjaga diluar yang mendengarkan keributan ini dapat bergabung dalam pertempuran kapan saja.

Menggunakan 【 Dimensional Step 】, aku berteleportasi di depan pintu depan dan menurunkan penahan besar di pintu tersebut untuk mencegah seseorang masuk atau keluar. Tak satu pun dari orang-orang disini bisa meninggalkan tempat ini hidup-hidup.


"Kau bajingannnnnn !!!"


Seorang pria yang mencoba menaikkan moral dari kelompok itu meneriakiku dari belakang. Ketika dia berada dalam jangkauanku, aku dengan mudah melemparkan kepalan tanganku sebagai balasannya.

Aku merasa tengkorak pria itu hancur sebelum dia tertiup angin, setelah itu melalui sebuah meja dan kursi benturan dengan dinding membuatnya berhenti.

Kemampuan fisik dari tubuh level 255 sedikit berlebihan untuk lawan dengan level segini.

Tiba-tiba, dinding api besar meledak dari dalam sana. Aku pikir salah satu dari orang-orang yang dibarak Ariane dengan pedangnya mungkin berlari ke arah dapur. Rupanya beberapa minyak penggorengan juga terbakar.

Sementara bangunan itu terbuat dari batu, isinya dipenuhi dengan benda-benda yang mudah terbakar. Barisan api mulai bermunculan di seluruh tempat.


"Kyu〜n ......"


Ponta, yang ada di atas kepalaku sampai sekarang, melingkarkan dirinya di leherku dan menekuk telinganya ke bawah karena dia tidak suka api.

Rasanya seperti aku memakai syal bulu dipinggir neraka yang menyala-nyala.

Melihat sekelilingku, terlihat pembersihan lantai dua telah selesai dikarenakan Danka sudah berjalan menuju lantai satu. Ariane telah menghapus api dari pedangnya dan mencari sesuatu.

Aku bisa mendengar seseorang mengetuk pintu depan yang besar dan samar-samar mengeluarkan teriakan. Pintu itu tampak lebih tebal dan lebih berat daripada yang aku kira, dan dikombinasikan dengan penahan yang terpasang dengan kuat, itu berarti tidak ada yang bisa masuk dengan mudah.


"Ada tangga menuju ruang bawah tanah!"


Ketika api menyebar melalui lantai pertama, aku melihat ke arah yang Danka beritahu dan melihat tangga batu menuju ke ruang bawah tanah, yang tersembunyi di belakang tangga utama.

Kepanasan karena meningkatnya suhu yang disebabkan oleh api, Ariane menanggalkan tudung jubahnya dan memberi sebuah isyarat "ikuti aku" sebelum berlari menuruni tangga yang gelap.

Danka dengan cepat mengikutinya di belakang, dan aku mengikutinya juga.


"Apa-apaan ini!!? Gyuaa !!!! ”


Teriakan seorang pria dan suara percikan logam memberitahuku bahwa ada pertarungan yang terjadi di bawah ketika aku menuruni tangga.


"Sialan !! Kenapa kau ada di tempat ini !! Apa yang dilakukan mereka di lantai atas !!! ”


Aku mendengar suara sesuatu mengenai lantai, dan ketika aku tiba, semuanya sudah berakhir.

Ruang bawah tanah itu sangat luas, dan dindingnya dilapisi oleh pintu-pintu penjara. Bau darah ketiga pria yang terkapar itu bercampur dengan bau tanah dari ruang bawah tanah baunya sedikit menjijikkan.

Sementara berlumuran darah, Ariane menarik salah satu pria yang terkapar dan menarik sebuah cincin kunci logam dari pinggangnya sebelum berlari menuju salah satu penjara.


“Aku Ariane Glenys Maple! Aku di sini untuk menyelamatkanmu !! ”


Ketika dia menyampaikan perkenalannya, sesuatu mengenai pintu penjara seperti batu bata dan menyebabkan suara 「 Clang 」 menggema.


"Bohong!? Warrior dari Maple datang kemari untuk menolong kami!?”


Dilihat dari penampilan gadis dibalik pintu penjara yang berteriak karena terkejut dan gembira ia berusia sekitar 17 tahun, dan gadis-gadis yang muncul setelahnya tampak lebih muda darinya.

Mereka semua mengenakan kalung logam yang sama dengan anak-anak di hutan.

Ariane dengan cepat memasukkan kunci setelah mencari-cari kunci pintu yang tepat. Tak lama, aku mendengar bunyi klik kunci dan gadis itu keluar dari dalam penjara, gadis-gadis lain juga segera dibebaskan.

Sementara para gadis memberikan rasa terima kasih mereka kepada Ariane, aku melihat bahwa kobaran api telah mencapai puncak tangga batu. Menghancurkan 『 Magic eating collar 』 bisa dilakukan nanti saja, kita tidak punya waktu untuk berlama-lama disini.


“Ariane-dono, lantai pertama telah dilahap kobaran api. Kita harus cepat. "


Ketika gadis-gadis itu menyadari suaraku, beberapa jeritan terdengar dan mereka semua bersembunyi di belakang Ariane.

Karena tubuhku ditutupi oleh jubah hitam dan wajahku ditutupi pelindung kepala, kesan pertama mereka padaku tidak terlalu bagus.


“Tidak apa-apa, pria ini adalah penolong yang kupekerjakan. Apakah ini sudah semua yang terkurung disini? ”


Gadis-gadis itu tersenyum sedikit sebelum secara bersamaan mengangguk-anggukkan kepala mereka pada pertanyaannya.


“Arc, urusan kita sudah selesai di sini.”

"Baiklah. Aku akan memindahkan kita ke luar kota ini sebentar lagi! ”


Aku mendekati kelompok empat gadis yang ada disekeliling Arine, dan aku mengaktifkan mantra ketika aku yakin Danka sudah berada dalam jangkauanku.


"【 Transfer Gate 】!"


Ruang bawah tanah yang remang-remang diterangi oleh cahaya formasi sihir yang muncul di bawah kaki kami.

Keempat gadis elf itu memiliki beragam ekspresi berebeda sembari mereka menempeli Ariane saat sensasi mengambang dari fenomena sihir terjadi.

Meskipun kecemasan gadis-gadis karena sensasi mengambang berlalu dalam sekejap, penglihatan mereka menjadi gelap, dan tirai dari langit yang diterangi sinar bulan menerangi kegelapan.

Arus sungai dapat terdengar dan bahkan bayangan jembatan enam lengkungan dapat terlihat. Di sisi lain jembatan, tembok kota Diento bisa dilihat.

Gadis-gadis yang mengelilingi Ariane melihat sekeliling dengan takjub karena mereka tidak mengerti apa yang terjadi pada saat itu.

Bersamaan dengan suara sungai dan angin yang bertiup di rerumputan, suara lonceng bernada tinggi terdengar dari arah kota. Itu adalah lonceng peringatan untuk menginformasikan penduduk terjadi kebakaran.

Aku bisa melihat asap membumbung tinggi dan cahaya merah samar dari balik tembok kota.

Itu adalah pemandangan yang bisa dilihat semua orang di kota ...... 



[ Volume 1 Chapter 19 SELESAI ]




Like Fanspage Facebook kami supaya tidak ketinggalan update!!
😌

» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 19

3 comments:

Danyelos said...

lannjut terus min

Ardhi Yahya said...

Nais min

Sai Kuze said...

Sesudah membaca mohon di share Gan

Post a Comment