Saturday, 25 August 2018

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 20

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 20

 
Sai Kuze : Sudah lama semenjak terakhir kali w nyentuh ni novel, btw untuk chapter-chapter kedepan mungkin ada beberapa perubahan penyebutan gelar dan lain-lain.

Translator : Sai Kuze

Chapter 20 - Penyerangan Lord Diento [Bagian 1]


Wilayah Diento diperintah oleh seorang feudal lord, di benteng yang kira-kira berada di pusat wilayah, seorang lelaki berlari menyusuri koridor yang menuju kamar tidur lord dengan kecepatan tinggi. Sementara bagian dalam kastil sangat sunyi, bunyi lonceng alarm bisa terdengar samar dari balik jendela kaca.

Pintu ganda dari kamar feudal lord itu dibuat sangat indah dengan kayu berkualitas tebal dan dihiasi dengan emas.

Dua penjaga berjaga-jaga sebagai penjaga malam dan memantau setiap individu yang mencurigakan.

Seseorang yang panik berlari lurus menuju pintu dan kemudian menggedor pintu dengan keras, tetapi tidak ada yang bisa menyalahkan para penjaga untuk ini.

Pria yang dengan keras menggedor pintu kamar feudal lord itu adalah Cyrus Dorman, Konsul Diento.


“Triton-sama! Saya Cyrus! Ada keadaan mendesak yang harus saya beritahukan kepada anda !! ”


Wajahnya yang biasanya pucat dan tenang sedikit merah dan memiliki tetesan keringat pada malam ini.


“Cyrus, mengapa kau di sini pada jam seperti ini? Buka."


Karena suara itu diredam oleh pintu, Triton dengan ragu menyebut pembicara sebelum memerintah salah satu pelayan di dalam ruangan untuk membuka pintu.

Hanya kata "Ketidaksopanan" yang terlihat saat pria itu masuk ke dalam ruangan.

Triton bangkit dari tempat tidurnya di ruangan yang remang-remang, dan dengan cepat menyingkap tirai tempat tidur sehingga dia bisa bertemu Cyrus di pintu.


“Triton-sama, orang-orang di ruangan ……”


Sembari merapikan kumis putihnya, Triton menyuruh kedua pelayan itu untuk pergi; Setelah melirik Cyrus, keduanya berkewajiban dan meninggalkan ruangan.


"Keadaan mendesak apa yang kau bicarakan?"

"Ada ledakan api di kota──"


Ketika Triton mendengarnya dia meringis dan mendesah dalam kekecewaan.

Sementara marquis Triton mengira bahwa tidak ada alasan untuk menerobos masuk ke kamarnya karena hal sepele seperti itu, konsul Cyrus terus berbicara.


"Api menyebar ke bangunan utama perdagangan budak, termasuk 'gudang' kita!"

"Apa!!!!"


Triton yang terkejut segera berdiri dan dengan marah mendekati konsul.


“Tanggal pengiriman untuk Eastern Leburan Empire sudah dekat! Apa yang terjadi dengan produk yang disimpan di 'gudang' !? ”

"Mengenai itu, para penjaga mengatakan bahwa seseorang menyusup ke bangunan sebelum kebakaran terjadi ..."

“Apa yang mereka katakan !? Para penjaga seharusnya menghentikan penyusup !! Apa yang orang-orang bodoh itu lakukan !!! ”


Marquis secara terbuka mencaci-maki bawahannya yang bodoh dalam kemarahannya.


“Pintu depan tiba-tiba tertutup, mereka hanya bisa mendengar jeritan dari dalam. Semua sisi bangunan ditutupi untuk mencegah semua celah terbuka, satu-satunya kemungkinan adalah ada pengkhianat dalam── ”

"Keparat !! Segera kirim beberapa tentara kastil kesana untuk memastikan pemadaman api! Bahkan jika bagian atasnya terbakar, ruang bawah tanah terbuat dari batu sehingga tidak akan mudah terbakar !!

"Hal itu sepertinya tidak akan terlihat bagus dengan mengerahkan tentara kastil menuju hanya ke lokasi itu ... Jika anda tidak mengirim mereka di tiga lokasi lainnya──"

“Jangan bahas itu sekarang; kirim mereka semua !!! ”


Menanggapi protes Cyrus, pembuluh darah di kepala Triton melonjak saat dia berteriak. Dipicu oleh suasana yang mengancam, Cyrus tersandung kakinya sendiri saat dia dengan cepat meninggalkan ruangan untuk melaksanakan perintah.

Untuk membasahi tenggorokannya setelah mengoceh begitu banyak, nafas pendek Triton meraih teko air di samping tempat tidurnya dan mulai menelannya.


“…… Untungnya tanggal pengiriman telah ditunda. Kasus terburuk kita hanya harus memberikan apa yang kita miliki disini pada Eastern Lebrun sebagai penggantian pesanan mereka …… ”


Mengatakan kalimat itu dengan jijik, marquis Triton menggosok dahinya untuk menekan sakit kepala yang dia peroleh dari memikirkan alasan yang dibuatnya nanti.



Arc POV



Banyak kepulan asap yang terlihat naik di atas Diento dari tepi sungai Rydell, dan aku menyaksikan mereka menyelimuti langit malam.

Kelompok ane──, markas penculik berada di distrik lampu merah dekat gerbang timur. Aku akan mengerti jika api menyebar di daerah itu, tapi mengapa ada begitu banyak kebakaran yang muncul di sekitar kota?


“Ariane-dono, apakah kolaboratormu membakar kota?


Ada kemungkinan bahwa anggota kelompok Ariane menggunakan ini sebagai pengalih untuk operasi penyelamatan. Namun, dengan ekspresi tidak menyenangkan dia menyangkal tuduhan itu.


“Aku tidak tahu. Hanya Danka dan aku yang seharusnya ada di kota. Kebakaran itu disebabkan oleh sesuatu yang lain. Bagaimanapun, itu adalah kejadian tak terduga yang secara sempurna menutupi penyusupan kita. Kita juga bisa memanfaatkan kekacauan ini untuk menyusup ke kastil.

Sepertinya dia tidak berbohong. Dan ini adalah kesempatan bagus seperti yang dikatakannya. Dengan kebakaran bermunculan di banyak tempat, banyak orang yang dikirim dari kastil untuk memadamkannya.

Tidak, jika organisasi bawah tanah yang aku hubungi terancam, hal pertama yang akan aku lakukan adalah mengirim pasukanku. Dengan tingkat keamanan dikastil yang sedang diturunkan, sekarang akan menjadi waktu terbaik untuk mencarinya.


“Yah, jumlah penjaga tidak akan cukup jika para tentara dari kastil diberangkatkan. Dengan asumsi kita mengambil kesempatan ini untuk menyelinap ke dalam kastil bangsawan …… ”


Saat itu Ariane menjilat bibir seksinya dan memberikan tawa tanpa rasa takut, sebelum dia mengalihkan pandangannya pada ekspresi tak mau kalah Danka.


“Danka, bisakah kau mengawasi anak-anak. Jika aku tidak salah, desa terdekat jaraknya satu hari jika kita pergi ke hulu dan memasuki hutan besar, kan? ”

“Itu benar. Di bagian hulu sungai, ada titik pertemuan dengan sungai Riburuto. Aku akan menunggumu di sana.

"Lakukanlah. Arc, mulai melepas kerah pemakan sihir. ”

"Baiklah"


Sementara Ariane menyuruh para gadis elf untuk berdiri di depannya, aku mendekati salah satu dari mereka dan perlahan-lahan meletakkan tanganku pada kerahnya, sehingga aku tidak membuatnya takut.


"【 Anti-curse 】"


Ketika formasi sihir terbentuk dan terserap ke dalam kerah, lalu membuat suara pecahan yang sama jelasnya seperti yang terakhir kali sebelum terbuka dan jatuh.

Meskipun gadis-gadis lain terkejut, mereka mendatangiku dengan penuh harapan.

Mengangguk, aku menggunakan 【 Anti-curse 】 pada masing-masing gadis dan menghancurkan kerah yang tersisa. Setelah semua kerah dihancurkan, gadis-gadis itu memberikan ucapan terima kasih kepadaku.


"Dia benar-benar mampu menghilangkan sihir kutukan ......"


Danka juga diam-diam menyuarakan keterkejutannya.


"Mari kita segera menuju kastil feudal lord!"


Aku merasakan ketukan lembut di bahu armorku, saat dia dengan keras berteriak dan menatap ke arah kastil lord Diento. Itu adalah sinyal untuk berteleportasi menuju kastil.

Ketika aku memberikan anggukan kecil, Ponta yang berada di leherku mengeluarkan teriakan yang mengatakan dia siap untuk pergi.

Aku pertama kali berteleportasi ke sisi lain sungai menggunakan 【 Dimensional step 】. Suara lonceng alarm menjadi lebih keras setelah kami berteleportasi lebih dekat ke kota.

Karena sisi selatan dinding menghadap ke sungai tidak ada rumah yang dibangun di dinding luar, yang berarti bahwa tidak ada saksi dengan apa yang terjadi saat ini.

Karena sudah larut malam, tidak ada banyak penjaga di atas dinding terluar, hanya beberapa penjaga yang jarang berada di sepanjang dinding.

Dalam hitungan detik, aku menggunakan 【 Dimensional step 】 untuk berteleportasi ke bagian atas dinding terluar dan kemudian ke dinding bagian dalam yang terlihat dari sana.

Tidak seperti dinding terluar, yang memisahkan padang belantara dari kota, tidak ada penjaga yang ditempatkan di dinding bagian dalam. Apakah tujuan dinding ini untuk mempertahankan kota jika terjadi pengepungan?

Namun, untuk amannya aku membungkuk dan mengamati situasi di kota melalui salah satu celah di pagar dinding.

Asap datang dari seluruh kota, mungkin mucul dari empat titik? Keempat kebakaran itu sebagian besar telah terjadi secara bersamaan karena tidak mungkin bagi sebuah kebakaran tiba-tiba muncul kebetulan mengingat waktunya.

Setelah menyembunyikan tubuh dark-elfnya dengan jubah abu-abunya, Ariane menatapku dengan mata emasnya, memintaku untuk berteleportasi ke lokasi berikutnya.

Karena kulit lilacnya yang ditutupi oleh jubahnya bersatu ke dalam kegelapan, hanya mata emasnya yang bisa dilihat dari sini, itu seperti dia adalah konduktor dari beberapa jenis galactic express. Meskipun tubuh bagian dalamnya adalah dinamit sekalipun ......
(TL Note: 'Galactic Express' sebuah karakter dari manga Galaxy Express 999)

Aku melihat istana kastil feudal yang berdiri di tengah-tengah dari celah pagar. Kastil, yang remang-remang diterangi cahaya bulan, berada sangat jauh dari sini. Kaki kastil ditutupi oleh bayangan bangunan besarnya sendiri, dan pinggiran bangunan ditelan oleh kegelapan.

Ariane masih menatapiku dari belakang, tetapi ini tidak seperti aku ingin mundur tanpa membuat sebuah usulan. Sepertinya aku tidak akan bisa hanya berteleportasi di dekat kastil.

Aku pertama kali berpikir bahwa kastil feudal lord dibangun dengan mekanisme yang menghalangi sihir, tapi sebenarnya itu hanya masalah menemukan tujuan teleportasi yang sesuai. Sihir ini tampaknya tidak dapat digunakan pada area yang gelap.

Karena atap kastil diterangi oleh cahaya bulan, aku mengatur lokasi teleportasi di sana dan memakai 【 Dimensional Step 】 tanpa hambatan.

Kota ini dibangun di atas bukit dan kastil ditempatkan pada titik tertinggi kota; tidak ada yang mengaburkan pandanganku pada daerah ini. Ini adalah pemandangan yang indah. Aku ingin melihat pemandangan ini pada siang hari jika memungkinkan.

Ariane terkejut ketika kami tiba-tiba berpindah diatas atap, dan dia menjerit kecil ketika dia mencoba untuk mendapatkan kembali keseimbangannya.


“Kya! Hei jangan tiba-tiba berteleportasi ke atap tanpa memberitahuku ?! Jika kau akan mendarat pada pijakan yang tidak stabil beritahukan dulu sebelum melakukannya. ”

"Ah, aku melakukan sesuatu yang bodoh."


Ponta, tiba-tiba berpindah ke atas pelindung kepalaku dan mengeluarkan geraman sebagai protes atas tindakan Ariane, menyebabkan Ariane meminta maaf. Karena Ponta menyelesaikan masalah ini, aku akan membelikannya beberapa buah anggur saat ini selesai.

Seperti yang diharapkan, kami dapat menyaksikan semua aktivitas kastil dari atap, tanpa ada yang menyadarinya.

Kastil feudal lord tidak begitu elegan dalam penampilan; malah terlihat lebih mirip benteng. Selain dua dinding yang mengelilingi kastil, ada parit, sehingga sulit diserang.

Di antara dinding dan kastil, ada taman besar di depannya, dan sisa ruangan dipenuhi dengan barak besar dan sebuah lapangan latihan kosong.

Kastil ini tersusun dari enam menara pengawas, terhubung pada struktur pusat oleh koridor kecil.

Dari atas satu dari enam menara tempat kami berdiri, memungkinkan untuk melihat seluruh kota.

Satu-satunya cara bagi musuh untuk menemukan kita adalah jika mereka secara acak memutuskan untuk mencari, tetapi agak sulit untuk menemukan para elf.

Menara yang kami pijaki saat ini adalah menara pengawas, yang bisa berfungsi sebagai tempat penyimpanan biji-bijian atau berbagai kegunaan lain jika benteng ini mengalami pengepungan. Tampaknya ada fasilitas untuk menampung tawanan dan penjahat di bawah tanah, sekarang di mana kira-kira jika aku akan menyimpan budak elf kualitas tinggi?


“Araine-dono. Aku ragu untuk bertanya, tetapi bagaimana perlakuan yang diberikan pada para budak elf? ”

"...... Apakah pertanyaan itu benar-benar relevan untuk saat ini?"


Dia menatapku dengan mata emasnya dari dalam jubahnya dengan ekspresi tidak senang secara terus terang.


“Dengan perlakuan yang mereka terima, kupikir akan lebih mudah untuk mengidentifikasi lokasi mereka ……”


Setelah mendengar maksudku, dia menjawab dengan jijik setelah beberapa saat.


"Dalam kasus wanita, mereka sering menjadi mainan ......, para pria dibuat untuk berenaena dengan para wanita bangsawan untuk menghasilkan seorang anak."

“Ketika aku melihat kontrak penjualan, mengapa biaya laki-laki lebih tinggi? Apakah itu ada hubungannya dengan mereka yang berenaena dengan wanita bangsawan? ”

"Ketika anak ras campuran terlahir, itu akan mewarisi ras ibunya kan?"


Anak-anak ras campuran mengikuti ibu mereka ……, itu hal lain yang tidak kuketahui, tapi aku berpura-pura untuk menyuruhnya menjelaskan maksudnya.


“Seorang anak manusia dengan demikian terlahir dengan kekuatan sihir yang tinggi yang merupakan karakteristik para elf ...... Para bangsawan manusia memiliki banyak orang dengan bakat sihir tinggi, yang diperoleh dari para elf di masa lalu. Ah, manusia itu masih belum bisa menggunakan sihir roh— “


Aku mengerti, untuk bertahan hidup di dunia ini yang dipenuhi dengan monster, manusia harus menjadi lebih baik dalam menggunakan sihir, jadi mereka secara paksa mengambil kekuatan dari para elf.

Maka itu para bangsawan yang sebagian besar mampu menggunakan sihir ... Hanya keuangan dan militer yang bisa memegang kekuasaan di dunia ini. Mengapa orang-orang dari kerajaan ini membiarkan makhluk yang disebut elf berlarian bebas ketika mereka dapat memperkuat kekuatan militer mereka sendiri?

Dunia ini dibangun di atas feodalisme, jadi tidak mungkin hak asasi manusia dihormati.

Jadi dengan pola pikir seorang pria yang berkekuatan────, keberadaan para elf yang hilang harus diputuskan oleh hal itu.

Jika aku terhubung dengan tawanan seksual aku tidak akan menyimpannya di penjara biasa, jadi kita mungkin harus memeriksa daerah sekitar apakah feudal lord sedang tidur?

Ada beberapa tentara yang secara rutin berpatroli di pekarangan. Aku masih tidak mengetahui benar atau tidaknya keadaan ini dikarenakan kebakaran dikota yang menyebabkan penjagaan jadi seminimal ini, tetapi aku masih bersyukur untuk situasi ini.


"Aku akan berteleportasi ke bangunan utama kastil."


Ketika Ariana meletakkan tangannya di pundakku dan memberi persetujuannya, aku memindahkan kami dari puncak menara ke semak di sebelah kediaman utama.

Kaca terpasang di bingkai jendela, dan kau bisa melihat dalaman ruangannya. Aku mengkonfirmasi bahwa tidak ada bayangan manusia di lorong sebelum aku berteleportasi kedalam. Pandanganku dari sisi ini tidak sama seperti dari luar jendela.

Lorong lebih lebar di sisi ruangan tempat ia terhubung, dan dipenuhi dengan berbagai perabotan.

Ariane diam-diam berjalan ke salah satu pintu pada lorong, dan dengan cepat memeriksa ruangan di belakangnya.

Dia memberi aku gerakan "Ikuti aku" sebelum memasuki ruangan. Ruangan itu memiliki lantai kayu parket, sebuah meja kayu yang dipoles dikelilingi oleh kursi-kursi, dan di bagian belakang tergantung sebuah permadani besar. Berdasarkan isi dari ruangan ini mungkin ini adalah ruang tunggu. Interiornya remang-remang, dan terlihat suram.

Tepat di seberang kami ada pintu lain, yang dibuka dan telah diintai keadaannya oleh Ariane.

Ketika aku melihat bangunan dari atap menara bangunan ini tidak terlihat mengesankan, tetapi tampaknya agak besar dilihat dari dalam. Apakah ada penjara bawah tanah di sini?

Ariane dengan tenang membuka pintu ditengah langkahnya dan kemudian pergi. Aku mengikutinya keluar dari ruang tunggu.

Lorong ini hanya setengah dari lebar sebelumnya, pintu berjajar di kedua sisi, dan ada lukisan-lukisan kecil di antara setiap pintu.

Lebih jauh ke bawah, lorong melengkung ke kiri sehingga mustahil untuk melihat seseorang di balik belokan. Aku berteleportasi ke tepinya dan mengintip ke sekeliling.

Pada suatu titik, lorong itu buntu, dengan pintu kayu di tengah dinding, dan seorang penjaga tertidur di kursinya di depannya. Tidak seperti yang sebelumnya, pintu berpalang itu mengeluarkan getaran aneh.

Ketika aku berteleportasi ke sisi penjaga yang sedang tertidur, aku memegang kepalanya dan memutarnya. Sebuah suara retakan yang memuakkan terdengar di seluruh aula lalu aku mendekap tubuhnya sebelum membentur lantai.

Aku merobek kuncinya dari pinggang penjaga yang mati dan memasukkannya ke lubang kunci dipintu.

Ketika aku mendengar suara cekrekan kunci, perlahan aku membuka pintu; ruangan itu benar-benar berbentuk persegi yang tidak terlalu lebar, dan di sana ada tangga yang mengarah ke bawah tanah.

Kami berada di lantai pertama bangunan dan tangga menuju ke ruang bawah tanah. Karena ada penjaga aku bisa menemukan petunjuk.

Aku memanggil Ariane, yang daritadi telah mencari di ruangan lain.


"Araine-dono"


Meskipun dengan suaraku yang kecil, Ariane muncul dalam sekejap, membuktikan ketajaman pendengaran para elf.

Dia mengangguk ketika aku memiringkan kepalaku ke arah ruang persegi dan mengikuti di belakang tak lama setelah itu. Setelah memeriksa tangga di ruangan itu, dia mulai turun.

Seakan dia seorang ninja, dia tanpa suara menuruni tangga tanpa bersuara meskipun terbuat dari kayu. Aku menggunakan teleportasi untuk mengikuti di belakang gerakan seni bela diri Indianya. Armorku membuatnya tidak mungkin untuk meniru gerakan diam-diamnya.


"Gufu !! Ga! "


Aku mendengar erangan seorang lelaki dari ruang bawah tanah, sebelum sesuatu mengenai lantai dan semuanya menjadi sunyi. Seorang penjaga mungkin telah ditempatkan di bawah sini.

Berbagai lampu di sekitar dinding bertindak sebagai satu-satunya sumber cahaya di ruang bawah tanah ini, dan tiga pintu besi yang diperkuat memagari dinding batu. Karena pintunya tidak berjendela, kami tidak tahu apa yang ada dibaliknya.


“Namaku Ariane Glenys Maple. Apakah ada di antara saudara-saudaraku di sini ?! ”


Ketika Ariane menggedor pintu dan mendeklarasikan dirinya, ada jawaban langsung dari sisi lain.


“Seorang warrior dari Maple ?! Bantuan telah datang !! ”

"Syukurlah! Aku ingin pergi sesegera mungkin 〜 !! Kumohon~!"


Sepertinya warrior dari Maple itu identik dengan seseorang yang terkuat di antara para elf. Rasa lega dan senang bisa terdengar dari suara di sisi lain pintu.

Untuk membebaskan mereka, Ariana mencari mayat penjaga yang roboh tetapi sepertinya tidak menemukan apapun.


“Kuncinya tidak di sini! Bagaimana ini!?"


Kekhawatiran tercampur dengan suaranya, dan tiba-tiba jawabannya datang dari sisi lain pintu.


“Feudal lord memiliki kuncinya. Berkat kerah sihir, kita tidak bisa menggunakan sihir roh untuk menghancurkan pintu. ”


Aku mengerti, penjaga tidak perlu memiliki kuncil penjara. Berarti tidak perlu menggunakan kunci pintu karena pintu mudah dihancurkan dengan sihir roh.


"Mundur dari pintu."


Berhenti sejenak setelah mengatakan itu, begitu aku yakin bahwa orang itu sudah menjauh, aku mengirimkan tendangan kuat ke pintu besi yang telah diperkuat.

「 Bakiin! 」 Ketika aku mendengar suara keras itu, pintu itu benar-benar terlepas dari engselnya. Dengan kekuatanku saat ini, membengkokkan sel-sel penjara untuk melarikan diri mungkin saja bisa dilakukan.

Di sisi lain pintu ada seorang wanita berkulit putih langsing dengan ekspresi kesal di wajahnya. Dia memiliki rambut pirang, mata hijau dan telinga panjang para elf; meskipun hanya sepotong kain tipis menutupi tubuhnya yang mulus. Menatap sedikit lebih rendah, aku menangkap tunas sederhana di dadanya. Menyingkirkan pandanganku lebih jauh, aku memperhatikan bahwa pergelangan tangannya terikat dengan belenggu kayu sederhana.

Itu mungkin dilakukan untuk mencegah mereka mencoba melarikan diri. Karena tubuh elf tidak memiliki banyak otot, ini masih cukup efektif.

Menyerahkan belenggu pada Ariane, aku membuka pintu lain dengan cara yang sama, dan wanita yang tampak serupa muncul dibaliknya. Namun, para wanita sebelumnya memiliki rambut panjang sementara rambut wanita ini dipotong pendek.


"Siapa orang yang berada dibalik armor ksatria itu?"


Para wanita berambut pendek menanyakan pertanyaan itu kepada Ariane sembari melihat ke arahku. Para elf pasti tidak memiliki seseorang yang dilengkapi dengan full armor. Penampilanku terlihat mencurigakan.


“Dia adalah pembantu yang aku gunakan untuk misi penyelamatan ini. Mungkin sulit untuk dipercaya, tetapi kalian tidak perlu khawatir karena dia adalah orang yang dapat dipercaya. ”


Dia tersenyum kecut saat dia mengatakan itu dan memintaku untuk melepas kerah pemakan sihir dari dua orang itu.

Aku mengangguk pelan sebelum melemparkan 【 Anti-curse 】 pada keduanya, dan dengan suara retakan yang familiar kerah jatuh ke lantai.


"...... Mengejutkan ...... Untuk menugaskan seseorang yang mampu menghilangkan kutukan tanpa mantra ......"


Wanita berambut panjang itu mengatakan hal yang sama seperti yang digumamkan oleh Danka, sementara itu dia menyentuh lehernya untuk memastikan bahwa ini nyata.


“Itulah tujuan utamaku. Setelah kita melarikan diri dari sini dan bergabung dengan yang lain, apakah rencananya akan selesai──? ”


Di tengah mengusulkan tindakan kami berikutnya, keberatan diberikan oleh dua mantan tawanan.


"Tunggu! Aku minta maaf karena membuatmu kesusahan setelah membebaskan kita, tapi si babi feudal lord dan orang-orang Rhoden perlu diberi pelajaran! ”

"Ya~! Aku telah dipenjara di sini selama empat tahun! Pikiranku tidak akan pernah tenang jika aku tidak menghajar babi itu dengan tanganku sendiri〜! ”


Keduanya menyatakan keluhan mereka pada arahan Ariane, dan memohon dengan mata mereka untuk tindakan kita selanjutnya. Dia terlihat telah memikirkannya sedikit sebelum dia berbalik dan menjawab para wanita.


"Baik. Untuk mencegah penderitaan di masa depan, sepertinya bijaksana untuk mengakhiri feudal lord yang merupakan akar dari kejahatan ini sekarang. Dimana dirinya berada? ”


Didorong oleh kenyataan bahwa pembunuhan lord sudah diterima, keduanya melompati tubuh yang telah roboh dilantai saat mereka berjalan ke tangga. Meskipun keduanya hanya mengenakan kain tipis, mereka dengan cepat berlari ke lantai pertama, dengan Ariane mengikuti di belakangnya.

Pembunuhan bangsawan tampaknya segera dilaksanakan. Sementara aku ingin menghindari menarik perhatian pada diri sendiri dengan tindakan mencolok, aku tidak bisa begitu saja mengabaikan niat pemohon dalam situasi ini.

Karena ini seolah-olah balas dendam para elf, agar tidak mencolok lebih baik untuk mengambil bagian dalam tindakan kriminal ini.



[ Volume 1 Chapter 20 SELESAI ]




Like Fanspage Facebook kami supaya tidak ketinggalan update!!
😌

» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 20

2 comments: