Friday, 31 August 2018

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 21

Translator : Sai Kuze

Chapter 21 - Penyerangan Lord Diento [Bagian 2]


Aku berteleportasi ke lantai satu dan mengejar ketiga wanita elf tersebut. Meninggalkan ruang bawah tanah, mereka berjalan ke ruangan di ujung aula dan muncul di tengah-tengah lorong utama.

Sebuah tangga utama yang besar tersusun menuju lantai dua dari pintu masuk utama, dan tangga menuju lantai tiga tampaknya berada di kedua sisi lantai dua yang menghadap satu sama lain. Di bagian atas tangga utama, potret seorang pria dengan rambut beruban dan perut yang menonjol menghiasi dinding. Di tengah ruangan tergantung sebuah lampu gantung besar, dan keragaman furnitur mewah yang ditunjukkan di tempat ini menunjukkan kekuatan pemilik dari tempat ini.


“Kamar lord feudal ada di lantai tiga. Masih tidak ada yang mengawasi aula ...... ini aneh〜? ”


Elf bekas tawanan berambut pendek itu bergumam ketika dia melihat sekeliling aula utama sebelum nyala api terbentuk di tangan kanannya. Dia mungkin akan menembakkan sihir roh pada setiap penjaga yang bertugas.


"Para pekerjanya disebarkan menuju lokasi kebakaran diseluruh kota ......"


Aku menyuarakan pendapatku setelah aku bertemu dengan mereka di aula tengah. Lantai aula terbuat dari marmer yang dipoles dan membuat suara ketika aku berjalan menggunakan armorku, jadi aku tidak sengaja berhenti.


“Baguslah! Mari kita buru-buru memburu babi itu !! ”


Elf berambut panjang itu tertawa tanpa takut ketika angin kencang memenuhi ruangan dan diam-diam melompat ke udara. Ponta meneriakan gongonggan ketika kain tipis wanita itu berkibar tertiup angin saat dirinya mendarat di lantai dua.

Dia pasti seorang manipulator angin seperti Ponta.

Dua lainnya dengan cepat berlari mengejarnya saat mereka menuju tangga lantai tiga.


"Kyun Kyun!"


Karena Ponta sudah nyaman di kepalaku, aku menggunakan 【 Dimensional Step 】 untuk berpindah menuju barisan depan di lantai tiga.

Ketika aku sampai di lantai tiga aku mendengar pria dan wanita menjerit-jerit ketika suara peperangan terdengar di kedalaman aula.

Dengan suara 「 Doon 」, aku melihat pelayan wanita berlari dari kedalaman aula yang dihiasi dengan armor-armor ornamental yang dibalut dengan mantel suci.

Mereka mungkin adalah saksi mata peristiwa malam ini. Jika kesaksian mereka mengatakan bahwa seorang kesatria yang mencurigakan ada di sini, akan menjadi merepotkan dimasa depan.

Telekomunikasi belum diciptakan dan banyak orang yang memakai armor di kota, jadi kesaksian mereka mungkin tidak akan banyak membantu, tetapi aku tetap harus berhati-hati di sini.

Ketika aku melihat salah satu pelayan wanita setengah telanjang semakin mendekat, aku berpindah ke samping dan pura-pura menjadi salah satu armor hias. Ponta, yang ada di atas kepalaku, membaca suasana dan tidak bergerak sedikit pun. Dari sisi yang dilalui mereka Ponta seperti bulu yang sering terlihat pada pelindung kepala roman. Sementara aku memikirkan hal-hal sepele seperti itu, pelayan lain berlari keluar dari ruangan.

Dua pintu yang dulu terlihat mewah kini tanpa ampun digempur dan apa yang tampaknya menjadi tubuh para penjaga kini berserakan. Di sana-sini aku bisa melihat anggota tubuh yang hilang dari jiwa-jiwa malang ini yang berserakan.

Melangkah melewati ambang pintu, aku menemukan diriku di kamar tidur dengan ukuran yang cukup besar. Bahkan dengan mataku yang tidak terlatih aku dapat melihat bahwa barang-barang di ruangan ini semuanya mahal, dari patung-patung yang indah sampai kanopi dengan sebuah tempat tidur besar di dalamnya.

Seluruh ruangan dipenuhi benda-benda seperti kristal disebuah lilin, yang menerangi ruangan seperti lampu pijar.

Di bagian belakang ruangan, terlihat lukisan yang mirip dengan lukisan yang digantung di aula, di depannya ada seorang lelaki menyedihkan dengan tubuh bagian bawahnya terbuka sepenuhnya dan pisau di tangannya.

Elf berambut panjang menendang separuh bagian bawah pria itu dengan sekuat tenaga.


“Gyaahiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii !!!!”


Pria yang berteriak seperti dia mengalami akhir dari dunia mungkin adalah lord; sementara tubuh ini hanya terbuat dari tulang, sendi-sendi pinggulku bergetar.

Lord feudal bahkan tidak terjatuh saat dia memegang bagian dalam pahanya, tertutup keringat dan terengah-engah, dia dengan putus asa berteriak dengan suara yang tegang.


"Kau……! A-Apakah kau berpikir bahwa kau dapat melakukan sesuatu seperti ini kepadaku dan lolos begitu saja !! Aku seorang marquis dari kerajaan ini !! Didepan matamu adala-a-a──── ”

Pada feudal yang menahan rasa sakit di antara pahanya, Ariane melepas tudung jubahnya dan memandang rendah dirinya seperti sebuah kotoran.

Kulit lilac yang disembunyikannya menjadi terlihat, rambut putih saljunya acak-acakan, dan kristal didalam ruangan memberikan pencahayaan membuatnya terlihat seperti sedikit memerah. Suasana di sekelilingnya terasa dingin saat dia melangkah maju.


“Apakah kau mungkin telah salah paham? Bahkan jika kau terbunuh di sini, kerajaan ini tidak dalam posisi untuk membalas perbuatan kerajaan elf Kanada. Oleh karena itu, yang telah melanggar perjanjian Rhoden…. Disingkirkan. ”


Ketika dia memberi perintah dengan nada dingin, dia memasukkan selembar sobekan ke mulut si marquis, dan berbalik dan mengangguk pada kedua elf yang telah melepaskan kekuatan sihir di belakangnya.

Keduanya segera bergegas menuju marquis; hanya jeritan tertahan yang bisa didengar di kamar ketika darah disemprotkan di sekitarnya. Aku merasa seperti sedang menonton sebuah adegan dari sebuah drama gangsta. Tidak peduli seberapa tinggi kemampuan tubuh ini, lebih baik tidak memprovokasi mereka ......

Ketika mencoba untuk melarikan diri dari realitas kebrutalan di dalam ruangan, aku menemukan sebuah pintu kokoh yang tertutup rapat dengan lubang kunci yang terlihat kuat.

Lubang kunci yang terukir indah sudah cukup untuk menciptakan rasa ingin tahu tentang apa yang ada di sisi lain pintu.

Aku menarik pedangku dari pinggang dan menebas pintu itu. Kunci untuk mencegah penyusup tidak berguna karena pintunya mudah dipotong secara diagonal seperti selembar kertas yang dipotong dengan gunting.

Setelah aku menyingkirkan apa yang tersisa dari engsel pintunya, aku maju ke dalam untuk mencari barang-barang dan karya-karya seni yang mahal yang dijejalkan di dalam ruangan; sekali lihat sepertinya aku tidak menemukan barang-barang yang dapat kugunakan disini.

Ada beberapa peti kayu di belakang, dan ketika aku membukanya, aku menemukan bahwa peti itu penuh dengan kantung kulit yang dipenuhi koin emas.

Apakah seperti yang orang-orang katakan 'emas tidak akan gagal memikat hati seseorang'? Aku merasa seperti aku memasang seringai yang tidak disengaja di wajahku ketika aku menemukan harta karun ini. Meskipun tidak memiliki otot wajah untuk tersenyum ...

Seperti yang diduga akan sulit untuk mengambil seluruh koin emas saat ini, tetapi aku bisa mengambil sedikit jika aku mengemas kembali beberapa kantung kulit.

Seperti yang Ariane katakan sebelumnya, caraku mendapatkan kekayaan memang meragukan. Kupikir tidak akan ada yang keberatan jika aku mencurinya dari sini.


Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 21



Setidaknya aku berpikir begitu dan segera melempar kentung penuh emas ke dalam tasku. Karena ini emas sungguhan, tas bawaanku mungkin robek jika aku terlalu rakus. Ketika aku sedang mencari lebih banyak koin emas dengan ekspresi gembira, satu pedang yang dipajang di dinding menarik perhatianku.

Ada noda samar di atas mata pedangnya dan pedang itu sendiri mengeluarkan kilau perak samar. Peganggannya berbentuk kepala singa yang memiliki permata merah sebagai matanya.

Di mana aku telah melihat pedang itu sebelumnya────

Ah, itu adalah pedang yang pernah aku lihat di game. Itu adalah item kelas masterpiece yang diberikan untuk menyelesaikan misi yang disebut 『 Sword of the Lion King 』. Jika aku benar, itu adalah senjata yang meningkatkan kecepatan dan serangan dasar. Aku tidak tahu apakah efek tersebut diterapkan di dunia ini atau tidak ......

Aku akan mengambil ini juga, jika aku meninggalkannya di sini hanya akan tertumpuk oleh debu.

Aku berpikir demikian ketika aku mengambil pedang. Ketika aku menyimpan koin emas di tasku, ruang tidur ini sepertinya telah menjadi hidup.


"Ada pencuri di tempat ini !!! Seorang pencuri ahhhhh !! ”

"Seseorang tangkap di-Gyaaa !!"


Dari suara langkah kakinya pastilah penjaga telah memasuki ruang tidur satu demi satu, dan aku bisa mendengar suara dentuman logam. Sesekali suara laki-laki yang berteriak juga bergema di balik ledakan.

Setelah ledakan yang sangat keras, seluruh penghuni kastil menjadi terkejut, suara 「 para para 」 dapat terdengar ketika sesuatu runtuh, setelah itu suara dari sesuatu yang terbakar dapat didengar.

Kastil pasti terbakar.

Kemudian seseorang memasuki ruangan dan memanggilku dengan ekspresi jijik di wajahnya.


"Apa yang sedang kau lakukan?"


Jubah abu-abunya berkibar saat dia melipat tangannya. Bukit kembarnya yang cukup besar bisa dilihat dari bagian atas armor kulit berbentuk korset, dan mereka bahkan lebih menonjol dengan lengannya disilangkan.

Aku mungkin tampak seperti seorang pencuri disaat mengisi kantung kulit ini dengan koin emas sebelum melepaskannya. Jika aku memiliki topi hijau di atas kepalaku, gambaran itu akan sempurna.
(TL Note: Mungkin ini mengacu pada 'Robin Hood')

Aku mungkin bisa dikira Santa jika ada perapian di dekat sini, tetapi disini tidak ada perapian.


"Diperlukan uang untuk membangun kembali sebuah organisasi."

"?"


Kedua elf itu muncul setelah mereka selesai, dan berdiri di belakangnya dengan ekspresi ragu ketika aku berbicara.


“Jika aku bermaksud untuk membuat kembali organisasi penculikan, hal itu tidak dapat dilakukann tanpa dana yang diperlukan. Kita dapat sangat menghambat lawan dengan mengambil sejumlah besar uang dan properti di sini. ”


Sementara aku hanya dibutakan oleh koin emas, aku ngeles dengan alasan yang masuk akal untuk menutupinya. Apa yang aku katakan seharusnya tidak selalu salah ……

Ketika Ariane menoleh ke belakang pada kedua elf itu, mereka berdua mengangguk seolah setuju dan mulai mengisi kantung kulit dengan koin emas. Ariane juga mulai melempar koin emas secara acak ke dalam kantung.


"Tetap saja, menggendong koin emas seberat ini ...... ini lebih dari tiga kali berat badanku ...... ini ......"

"Kau punya rencana yang lebih bagus, berusaha melarikan diri dengan membawa benda-benda berat seperti ini?"

"Um〜〜, Berat〜"


Mereka bertiga tampak konyol dengan kantung kulit besar dibelakang punggunnya.


“Tidak apa-apa, dia bisa menggunakan sihir teleportasi. Kita tidak punya urusan lagi di sini, jadi ayo pergi. ”

“Uh ?! Hah!? Bukankah itu hanya legenda tentang satu orang yang bisa menggunakan sihir teleportasi ?! ”

"Um, Satu orang tidak akan memiliki kesiapan jiwa dan mana〜"


Ketika mereka berada di tengah-tengah itu, lantai bawah menjadi gaduh lagi. Kami tidak diizinkan untuk bersantai dalam pelarian kami dari tempat ini.

Sebagian besar koin emas yang tersisa telah dikumpulkan oleh mereka bertiga, jadi memang tidak ada lagi urusan di sini.


"【 Transfer Gate 】!"


Lingkaran sihir terbentuk di lantai dan mulai memancarkan cahaya di ruangan. Pada saat berikutnya, lingkungan berubah dalam sekejap dan kami berteleportasi ke hilir dari Diento.


“Pelarian berhasil. Sihir teleportasi itu pasti enak, aku ingin tahu apakah aku bisa mempelajarinya …… ​​”

“Eh? !! Ini bohongan kan !? Ini benar-benar sihir teleportasi ?! ”

“Oh, aku lelah〜. Di mana kita?"


Mereka bertiga melihat-lihat dan bahkan aku terkejut tentang di mana kami berakhir. Segala sesuatu yang ada di dalam lingkaran sihir tampaknya telah diteleportasikan bersama kami.

Karya seni dan furnitur yang ada di sekitar ruangan beberapa saat yang lalu semuanya duduk diatas rumput.

Asap dari kebakaran masih memumbul naik dari Diento, dan tampaknya telah meningkat. Aku ingat suara api menyebar di kastil lord feudal ……


“Jadi sekarang, permintaanmu telah selesai kan?”


Ariane berhenti memandangi sungai dan melihat ke arahku; dia mengambil lima koin emas elf dan melemparkannya ke arahku dengan tawa yang tak kenal takut.


“Kau benar-benar menyelamatkan kami saat ini. Ini hadiahmu seperti yang dijanjikan. Kupikir koin emas yang kita curi lebih berharga dari ini …… ”


Aku mengatakan "Santai saja" ketika aku menangkap koin dengan satu tangan dan meletakkannya di kantung kulit yang terikat dipinggangku.


“Arc, aku menuju ke desa terdekat 『 Raratolaia 』 maukah kau menemui para tetua?"


Menurunkan kantung koin emas dari bahunya, Ariane menanyakan pertanyaan itu dengan ekspresi serius.

Aku pribadi ingin melihat desa elf. Namun, aku ingin dibebaskan dari pertemuan para tetua.


"Hmm, aku ingin pergi ke desa elf ...... Apakah aku harus bertemu dengan para tetua?"

“Seperti yang diduga. Untuk mengundang orang luar, pertama-tama aku harus memintanya dari para tetua. Dan sejujurnya, aku ingin terus menggunakan kekuatanmu di masa depan ... Aku ingin memperkenalkanmu kepada salah satu tetua untuk mendapatkan kepercayaan mereka. Mengapa?"


Kedua elf di samping Ariane terkejut, namun menunggu dengan tenang saat dia membuat proposalnya.


“Aku tidak bisa melepas armor ini ...... Tidak, kau bilang kau ingin memberi aku kepercayaanmu, jadi aku akan berhenti berbohong────. Aku tidak ingin melepas armor ini. "

"Untuk pertemuan dengan para tetua, kau harus melepasnya untuk menunjukkan wajahmu ...... Apakah itu masalah?"


Aku menjawab pertanyaannya dengan diam.


"Bolehkah aku mendengar alasanmu?"


Sulit untuk menjawab ketika ditanya alasanku. Aku pribadi tidak ingin terlalu jauh membohonginya. Namun dia mungkin tidak mengerti bahkan jika aku mengatakan yang sebenarnya.


"Ketika aku melepas pelindung kepalaku, Ariane berjanjilah padaku bahwa kau tidak mengarahkan pedangmu padaku—"

"Jika aku berjanji untuk tidak mengangkat pedangku, apakah kau akan menunjukkan wajahmu?"


Mata emasnya tidak pernah meninggalkan wajahku. Terlihat seperti meluap-luap. aku dapat menggunakan reaksi mereka terhadap sosokku yang terekspos sebagai pedoman untuk tindakanku di masa depan.

Ketika aku menggerakkan tanganku untuk melepaskan pelindung kepalaku, Ponta dengan terampil melompat dari kepala ke pundakku.

Aku melepas pelindung kepalaku dan menghadapinya.


──── Mereka semua terkejut terlihat diwajah mereka.


Tengkorak dibalik armor berdiri di depan mata mereka, dengan api pucat dari orang mati yang muncul di rongga matanya.

Para elf di samping segera mengambil tindakan sebagai gelombang kekuatan sihir yang terbang keluar dari tubuh mereka.

Namun, Ariane berdiri di depan mereka dan meraih tangan mereka untuk mengendalikan mereka.


"Arc ......, Kau, apakah itu ...... tubuhmu?"


Meskipun dia terkejut dia berusaha menahan suaranya, tetapi dia masih bertanya dengan nada ragu.

Bahkan jika aku mengatakan bahwa ini adalah penampilan dari karakter game dan bahwa aku dilemparkan ke dunia ini dengan itu, mereka tidak akan mengerti hal itu.


"Aku tidak tahu ..., aku hanya tahu aku dilemparkan ke kerjaan ini dengan tubuh terkutuk ini ..."

"Bukankah dia adalah undead ?!"

"Undead didalam armor itu sangat kuat!"


Kedua elf itu berekspresi tidak senang tanpa mematahkan pendirian mereka, dan Ariane menatapi keduanya dan berbicara kepada mereka dengan ekspresi tenang.


“Perhatikan baik-baik. Dia tidak memancarkan polusi kematian ... Seekor makhluk roh tidak akan pernah jinak kepada undead yang tercemar oleh polusi kematian. Mungkinkah undead menggunakan sihir penyembuhan? ”


Kedua elf itu secara bertahap bingung dengan kata-katanya.


“I-Itu? Rubah berbulu itu di pundaknya ....... makhluk roh. Eh? Beneran??"

"Para undead menggunakan kekuatan kegelapan terkutuk, tidak mungkin menggunakan kekuatan memurnikan dari sihir cahaya kan?"


Ariane adalah satu-satunya yang tertawa pada kebingungan mereka.


“Arc menggunakan kekuatannya untuk membantu saudara kita ........ dia tidak harus mengungkapkan rahasia tubuhnya. Tergantung pada jenis kutukannya, para tetua mungkin memiliki beberapa pengetahuan tentang itu. ”


Aku bersyukur untuk itu. Bagaimanapun, meskipun dua elf wanita hampir tidak berpakaian berdiri di depanku, hal ini menyedihkan sebagai seorang pria yang tidak memiliki reaksi dari selangkanganku.

Tidak, ini bukan waktunya membuat lelucon ......


“Aku benar-benar berterimakasih. Jika kutukan di tubuhku bisa dihilangkan, itu akan benar-benar indah. ”


Memberikan respon seperti itu, aku memasang pelindung kepalaku lagi.

Aku masih penasaran mengapa aku memilih avatar kerangka, tetapi sudah terlambat untuk menyesali tindakan masa laluku sekarang.


“Aku akan memperkenalkan diriku sekali lagi. Namaku Ariane Glenys Maple. Seorang warrior hutan Kanada dari Maple. "


Dia mengulurkan tangan kanannya sembari mengatakan itu. Aku menggenggamnya kembali.


"Arc. Aku bepergian untuk menghilangkan kutukan ini dari tubuhku. ”


Ketika aku mengatakannya, tujuan masa depanku telah diputuskan.

Sudah diatur dalam pikiranku, bepergian untuk mematahkan kutukanku, meskipun itu mungkin menjadi misi yang tidak bisa diselesaikan.


"Kalau begitu, ayo pergi bertemu Danka di hulu!"


Dia tertawa saat dia meletakkan salah satu kantung koin emas di atas bahunya. Aku mengambil beberapa kantung yang lebih berat juga dan memandang hutan karena terhubung dengan sungai di hulu.

Tanpa penyesalan, di bawah cahaya sinar bulan, untuk pertama kalinya tujuanku telah diputuskan.


──── Lalu haruskah kita istirahat?


[ Volume 1 Chapter 21 SELESAI ]




Like Fanspage Facebook kami supaya tidak ketinggalan update!!
😌
» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 1 Chapter 21

0 comments:

Post a Comment