Wednesday, 26 September 2018

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 3

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 3


 
Translator : Sai Kuze

Chapter 3 - Ibukota Hutan Maple


Keesokan harinya, tetua Raratoia dan ayah Ariane pergi ke sebuah kuil kecil yang terletak di pohon besar di pusat desa.

Saat matahari terbit, angin yang berhembus melewati desa masih membawa udara dingin yang tidak menyenangkan.

Kabut pagi menutupi jarak pandang penglihatan, hanya menyisakan pemandangan redup cabang-cabang dan dedaunan yang memanjang dari pohon besar; sepertinya ada sedikit atmosfir yang misterius disini.

Di belakang kuil kecil itu, terdapat aliran kecil yang mengalir dari timur ke barat melewati jantung desa, dengan suara gemercik aliran sungai dan cuitan kicau burung mencari ikan di sekitarnya.

Mengelilingi kuil kecil itu terdapat pagar kayu sederhana, meskipun itu tampaknya tidak berfungsi khusunya sebagai penghalang. Tingginya mencapai tidak lebih tinggi dari pinggang, bertindak hanya sebagai garis batas kuil.

Dua warrior berjaga di depan pintu yang merupakan pintu masuk menuju kuil. Mereka mengenakan armor kulit yang tebal, dengan salah satu warrior elf yang membawa sebilah pedang di pinggulnya. Ketika mereka melihat Tetua Dylan mendekat, mereka menundukkan kepala sebentar dan mengucapkan salam.


“Tetua Dylan-sama, kami sudah menunggu anda. Persiapan untuk berteleportasi menuju Maple telah selesai.”


Dylan mengucapkan terima kasih, dan setelah basa-basi sebentar, kedua tentara itu secara bersamaan berpindah ke samping. Agar tidak menunda, Ariane juga memasuki kuil sesudahnya.

Di belakang Ariane, membawa karung besar koin emas yang disumbangkan Arc kemarin, beberapa pria melewati pintu masuk secara bersamaan.

Meskipun kuil itu tidak seluas mansion, langit-langitnya lebih tinggi untuk menampung atrium yang mengelilingi pohon di tengahnya. Atrium didukung oleh pilar-pilar tebal yang mengelilingi pohon.

Di tengah ruangan ada lingkaran pijakan yang sedikit lebih tinggi di mana terdapat alat sihir yang terpasang, diterangi oleh penerangan dari kristal lampu.

Terukir diatas permukaan lingkaran pijakan sebuah formasi sihir yang rumit dan misterius; dari situ, cahaya redup bisa terlihat.

Kuil kecil ini adalah posisi teleportasi desa elf Raratoia.

Kepala suku generasi pertama dari Hutan Besar Canada adalah orang yang menyusun formasi teleportasi di Maple dan desa-desa utama. Dipasang 800 tahun yang lalu, dikelola selama beberapa generasi oleh para tetua desa, dan sekarang ini merupakan fasilitas penting untuk menghubungkan setiap desa ke ibukota, Maple.

Ketika Dylan berjalan sampai sebelum mencapai formasi teleportasi, dari sisi ruangan tempat pengurus kuil tinggal, seorang pria elf pendek muncul.

Meskipun pria itu tampak berusia empat puluhan, elf memiliki rentang kehidupan hampir 400 tahun, dan tidak seperti manusia, usia penampilan mereka berhenti dititik ini.


“Tetua Dylan, persiapan untuk formasi teleportasi telah selesai. Namun, karena teleportasi ini tidak dijadwalkan, alhasil sumber tenaga batu sihir yang kita butuhkan untuk mengoperasikannya tidak mencukupi, jadi ...”


Pria pendek yang mengelola formasi itu berbicara dengan ekspresi yang sedikit kebingungan, sementara Dylan memberikan anggukan setuju yang mengisyaratkan dirinya mengetahui apa yang pria itu coba katakan, lalu Dylan mengeluarkan batu sihir yang dia terima dari Arc kemarin dan menyerahkannya pada pengurus.


“Gunakan batu sihir ini sebagai sumber tenaga. Maaf merepotkanmu."


Setelah menerima batu sihir itu, si pengurus menundukan kepalanya sebentar dan pergi.

Melihat itu, Dylan melangkah maju menuju pusat formasi sihir dan memanggil Ariane.

Orang-orang pembawa karung yang mengikuti di belakang, menurunkan karung emas ke formasi sihir dan mereka pergi ke sisi kuil.

Dengan langkah cepat, Ariane berdiri di samping ayahnya Dylan untuk menanggapi panggilannya, sementara formasi di kaki mereka mulai bersinar terang. Saat cahaya menyilaukan menyelimuti kuil, mereka merasakan sensasi mengambang sejenak; ketika cahaya menghilang, mereka berdiri di tempat yang tidak banyak berubah dari ruangan tempat mereka berada sebelumnya.

Namun, formasi sihir teleportasi di kaki mereka lebih besar dari sebelumnya, dan kuil itu sendiri jauh lebih besar. Ada banyak ornamen yang tersebar di penjuru kuil, dan penjaga yang sebelumnya tidak hadir berdiri di sana-sini.

Mereka telah diteleportasikan dari kuil kecil dan tiba di ibukota hutan, Maple.

Setelah sapaan sederhana kepada pengurus yang bertanggung jawab atas kuil Maple dan meminta seseorang untuk mengangkut karung-karung koin emas menuju kantor pemerintah pusat, Dylan dan Ariane meninggalkan kuil.

Apa yang menunggu mereka di luar kuil adalah kota yang sangat besar.

Tidak hanya ada pohon-pohon besar yang hampir sama dengan pohon-pohon di Raratoia, bahkan pohon-pohon yang lebih besar juga berdiri berjajar di sana-sini. Berjalan melalui jalanan yang terhubung ke segala arah, jumlah elf yang sangat banyak terlihat.

Langit biru pagi dengan udaranya yang dingin disembunyikan oleh puncak-puncak bangunan besar seperti pohon; cahaya matahari, yang masih rendah di langit, tidak sampai untuk mencapai lembah.

Namun, jalanan dipenuhi pertokoan, dengan orang-orang yang penuh energi menjajakan dagangannya, dan para pembeli yang memandangi barang-barang dalam keributan, tidak kalah ramai daripada yang terlihat di jalanan yang penuh dengan manusia.

Sementara barter masih merupakan bentuk perdagangan yang dominan bagi para elf, di Maple sudah biasa menggunakan koin emas.

Ariane, setelah sekian lama pergi dari ibukota, mengambil napas dalam-dalam untuk memastikan udaranya, dan menggeliat.

Ibukota hutan adalah kota metropolitan di mana lebih dari 100.000 jiwa hidup. Munculnya sebuah kota besar di Hutan Besar Canada, di mana monster yang seharusnya mengamuk disana-sini adalah sesuatu yang manusia tidak akan pernah bisa percayai.

Setelah semua, sejak 800 tahun didirikan, tidak pernah ada waktu ketika ibukota Maple telah mengundang manusia ke dalamnya. Bahkan orang-orang dari Rinburuto Arch Dukedom yang merupakan mitra dagang belum melihat pemandangan dikota ini.

Alasannya adalah karena berbagai hal akan menyebabkan ketidaknyamanan jika manusia menjadi sadar akan tempat ini. Salah satu alasan itu terjadi begitu saja di depan mata Ariane.

Dia memiliki tubuh pendek sekitar 130 sentimeter, tetapi itu tidak berarti dia anak kecil. Lengan kekar yang besar lebih tebal daripada dark-elf biasa dengan bentuk tubuhnya yang padat, telinga runcing yang pendek, dan janggut panjang yang melebar hingga pinggangnya.

Pria yang baru saja lewat adalah seorang pria dari ras dwarf.

Yang sebelumnya adalah para pemimpin dalam bidang metalurgi dan akibatnya menjadi sasaran, mereka adalah ras yang secara resmi dikenal oleh masyarakat manusia sebagai ras yang telah punah. Jika kau melihat pemandangan sekitar dan melihat dengan teliti, kau dapat melihat mereka di sana-sini di penjuru kota, berpadu dengan banyak sekali elf.
(TL Note: 'Metalurgi' salah satu bidang ilmu dan teknik bahan yang mempelajari tentang perilaku fisika dan kimia dari unsur-unsur logam, senyawa-senyawa antarlogam, dan paduan-paduan logam yang disebut aloi atau lakur)

Kota metropolitan Maple adalah kota sihir yang terbentuk melalui kombinasi sihir roh para elf dan teknologi metalurgi dwarf, sementara sosok itu adalah pemimpin pendiri yang menciptakan peluang untuk membangun kota ini.

Kepala suku generasi pertama juga melarang keras mengundang manusia menuju Maple.

Namun, desa-desa lain di lingkar luarnya diserahkan kepada kebijaksanaan para tetua. Desa-desa di pinggiran hutan yang berdagang dengan manusia karena desa mereka memiliki keuntungan karena relatif dekat dengan kota-kota manusia. Namun, sebagian besar desa yang jauh di kedalaman hutan dan jauh dari habitat manusia jarang menemui mereka. Oleh karena itu, sangat jarang juga seorang manusia masuk ke desa lain.

Arc diundang menuju Raratoia adalah kasus karena Ariane, tak terduga putri tetua, bertindak sebagai mediator ─ pengecualian yang cukup besar.

Setelah Ariane benar-benar menikmati pemandangan Maple yang tak berubah begitu lama dan kemudian berlari menuju ayahnya, Dylan yang memberi isyarat untuk mendekat.

Dylan berjalan melalui jalanan melewati lembah bangunan pohon-pohon di pohon besar tanpa ragu-ragu sembari menghindari kerumunan.

Beberapa waktu kemudian, mereka muncul di tempat di mana pemandangan yang sebelumnya terhalangi oleh bangunan-bangunan pohon besar tiba-tiba terbuka. Di tengah-tengah daerah terbuka yang luas itu berdiri struktur terbesar yang pernah mereka lihat sejauh ini: terbuat dari pohon raksasa, struktur itu seperti menara ketika melihatnya di depan mata mereka.

Bangunan itu menjulang tinggi keatas sehingga lehermu akan terasa sakit saat kau mencoba melihat puncaknya.

Banyak penjaga berdiri di depan pintu masuk yang lebar, terus-menerus mengawasi orang-orang yang masuk dan keluar bangunan itu. Setelah melewati pintu depan menuju konter dan menyampaikan bahwa mereka memiliki urusan, mereka segera disambut oleh resepsionis perempuan.

Dipimpin oleh resepsionis, mereka dipandu menuju koridor salah satu ruang beberbentuk silinder di antara banyaknya ruang yang berjejer di dalam bangunan itu.

Di tengah ruang silinder, sesuatu yang mirip dengan bola kristal ditempatkan pada pusatnya, dengan setengah dari bola itu tertanam di dalamnya. Ketika pemandu perempuan menyentuh bola kristal, perlahan-lahan mulai memancarkan cahaya redup.

Tanpa banyak peringatan, lantai ruang silindris naik, bergerak tanpa suara ketika naik lebih tinggi dan lebih tinggi.

Tak lama, lantai berhenti naik, mencapai tingkat yang diinginkan, dengan lorong penghubung menuju ke bagian luar menara. Dengan jendela yang membentang di sepanjang lingkar luar, ini menawarkan  seluruh pemandangan kota.

Menghadap sisi barat, seluruh kota Maple terlihat dari bawah kaki mereka, dengan danau besar membentang di cakrawala. Bahkan melihat sisi utara, atau selatan, tepian danau tidak terlihat.

Disebut Great Slave oleh kepala suku generasi pertama, danau besar adalah sumber air kota yang sangat berharga, menyediakan sangat banyak ikan untuk ditangkap ─ harta karun yang masih bertahan.

Sembari melihat pemandangan dengan matahari pagi yang memantul dari danau Great Slave, yang berkilauan, mereka berjalan melalui koridor dan akhirnya sampai di tujuan mereka.

Tak lama, mereka tiba di depan satu set pintu ganda besar. Setelah petugas wanita membuka satu sisi pintu dan memberi tahu orang itu tentang kedatangan pengunjung, dia menyingkir, menyuruh keduanya masuk.

Ariane dan Dylan mengangguk satu sama lain dan melewati pintu.

Di dalamnya tidak ada dekorasi mewah atau sejenisnya; sebaliknya, suasana di dalam ruangan besar itu cukup tenang. Ada meja bundar besar yang ditempatkan di tengah ruangan, dengan sebelas pria dan wanita duduk di sekitarnya.

Mereka yang duduk hampir semuanya elf, tetapi sosok-sosok dark-elf dan dwarf juga dapat terlihat. Ini adalah dewan pemerintahan pusat sepuluh tetua agung Maple, dengan kepala suku generasi ketiga, Brian Boyd Evangeline Maple, berkumpul bersama mereka.

Kepala saat ini adalah seseorang dalam silsilah Evangelin yang merupakan kepala suku generasi pertama, meskipun tidak biasa bagi seorang elf untuk mewarisi dan menyebut diri mereka dengan nama generasi pertama.


“Tetua Dylan Raratoia, apakah sudah waktunya untuk melaporkan hasil misi penyelamatan saat ini? Mengapa kau di sini untuk melaporkannya secara langsung?"


Seseorang yang duduk di belakang ruangan dengan tenang bertanya kepada Dylan pertanyaan itu.

Pria dengan suasana tenang itu tampak berusia empat puluhan dan memiliki rambut pirang panjang berwarna hijau yang diikat bersama dengan kepangan dengan pola yang rumit. Dia adalah kepala suku Brian, kepala suku generasi ketiga.

Menanggapi pertanyaan itu, ayahnya berbicara dengan ekspresi gugup yang jarang diperlihatkan, sehingga Ariane sesekali melirik keadaan Dylan dengan mata penasaran. Ketika percakapan mencapai bagian tentang feudal lord, ekspresinya sedikit gelap dan matanya menatap kebawah.

Ketika Dylan menyelesaikan laporannya, suara-suara di ruangan itu menghilang, mengisinya dengan suasana tenang, membuat gerakan kecil seseorang yang berdiri terlihat sangat kasar.


"Yah, untuk saat ini, para tahanan telah diselamatkan, dan dua orang yang baru menghilang juga diselamatkan dengan aman."


Ketika salah satu dari para tetua agung mengatakan ini untuk memulai percakapan, itu seperti sebuah bendungan telah rusak ketika pendapat mulai dipertukarkan, dilemparkan dengan cepat.


“Masalahnya adalah fakta bahwa kedua orang yang diselamatkan ditahan oleh feudal lord. Bukankah ini sedikit merepotkan?”

“Namun, mereka secara pribadi melanggar perjanjian yang dibuat dari 400 tahun yang lalu. Mempertimbangkan ini, maka tidak ada alasan di mana mereka bisa protes dalam masalah ini ...”

“Tunggu tunggu, feudal lord yang berpartisipasi dalam penculikan kali ini adalah alasan yang sah untuk memulai perang! Apakah mereka sudah lupa, 600 tahun yang lalu, mereka berperang melawan kita dan kerajaan itu hancur !?”

"Kisah perang 600 tahun yang lalu yang kita dengar dari orang tua kita sudah cukup bagi kita, tapi itu tidak lain hanyalah sebuah kisah yang ditulis dalam buku-buku sejarah untuk manusia ... Tampaknya sangat tidak mungkin untuk membangun hubungan persahabatan yang lama dengan mereka."

"Huh, musuh mungkin tidak bisa mengatakan apa-apa jika kita berbicara tentang memberi persediaan pada mereka dengan karunia batu sihir ..."


Para tetua agung masing-masing berteriak dengan suara keras yang menyatakan pendapat mereka, dan aula jatuh ke dalam kekacauan.

Dylan yang melihat keadaan dan kepala suku Brian, yang duduk di belakang mendesah secara bersamaan.

Akhirnya, dengan istirahat makan siang, diskusi menuju kesimpulan tentatif, tetapi sulit untuk mengatakan bahwa kesimpulan yang ditetapkan sangat signifikan.


"Untuk saat ini, kita tunggu saja dan terus mengawasi ..."


Sementara lantai melingkar tanpa suara meluncur di ruang silinder, Dylan berdiri di samping Ariane, menggumamkan kesimpulan yang dicapai beberapa saat yang lalu.

Kerajaan Rhoden telah memulai perang 600 tahun yang lalu; Namun, jumlah percikan baru-baru ini hampir tidak ada. Pada saat itu, para duke Tishiento mempertahankan sikap menentang perang dengan para elf dan memisahkan diri dari kerajaan Rhoden, mendirikan Rinburuto Arch Dukedom.

Sejak itu, interaksi dengan manusia seperti perdagangan hanya terbatas pada Rinburuto.

Pada saat perang, sebagian besar pasukan raja dan feudal lord Kerajaan Rhoden menghilang; menjadi jatuh kedalam jurang kehancuran. Kerajaan itu tetap berdiri hingga sekarang karena Leburan Empire terbelah di timur dan barat pada saat suksesi takhta pada waktu itu, sebuah anugrah untuk membangun kembali kerajaan yang didapatkan dari sebuah perang sengit.

Setelah itu, raja Rhoden 400 tahun yang lalu secara resmi meminta maaf atas perang tersebut, dan dengan niat baik, menandatangani perjanjian yang melarang penangkapan para elf.

Tentu saja, pembunuhan feudal lord kali ini mungkin berlebihan, tetapi kesalahan terletak pada kerajaan ─ sebuah opini yang akan sulit untuk diajukan banding.

Untuk mengantisipasi kedatangan seorang utusan resmi, dengan mengatakan bahwa persiapan harus dilakukan, semua ini akhirnya berakhir.


"Saya minta maaf, Tetua Dylan."


Putrinya, yang menarik pelatuk kali ini, memiliki ekspresi suram dengan mata menghadap kebawah. Dengan lembut membelai kepala dengan rambut putih indah yang diwarisi dari ibunya, Dylan tersenyum masam.


“Ariane, kau masih muda; selain itu, masalah masih belum diselesaikan, kan?”


Mengatakan demikian, dia mengambil kontrak yang disebutkan tadi terkait dengan perdagangan elf dari saku di dadanya. Bisa dikatakan penyelidikan orang-orang yang disebutkan dalam kontrak akan kembali dipercayakan kepada Dylan.


“Sepertinya kau memiliki kesempatan untuk meminta maaf karena mereka memintamu untuk tetap menjadi bagian dari penyelidikan. Kita dapat secara resmi meminta bantuan dari Arc-kun saat ini. Namun hasilnya, itu membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan; Meskipun aku datang ke Maple, aku bahkan tidak punya waktu untuk bertemu Ivin. "


Dylan memiliki ekspresi sedikit lelah saat dia mengangkat bahunya. Ivin adalah putrinya yang lain ─ kakak perempuan Ariane.


“Apa ayah punya urusan dengan Onee-san?”


Ariane memiliki ekspresi keingintahuan saat mengingat wajah pantang menyerah dari saudari yang belum dia temui baru-baru ini.


“Eh, apakah kau belum berbicara dengannya, Ariane? Aku mendengar bahwa dia akan menikah tahun depan. Meskipun aku belum menyetujuinya karena aku belum melihat wajah tunangannya ...”


Ariane sangat terkejut mendengar komentar singkat ayahnya sampai-sampai rahangnya bisa terkilir.


"Apa?! Ayah bohong kan!? Kakak perempuan maniak pertarungan yang mengatakan dia tidak akan pernah menikah dalam hidupnya ?! Apakah tunangannya adalah ksatria yang kukenal?”

"Tidak, menurut apa yang kudengar, dia bertunangan dengan seorang petani."


Ariane hanya bisa menanggapinya dengan ekspresi tak percaya.

Penggemar pertempuran yang tak tertandingi, memiliki kemampuan yang bahkan melampaui Ariane, dia adalah seorang warrior terkuat yang disombongkan oleh Maple, yang memiliki kekuatan luar biasa di atas segalanya. Kakaknya adalah orang yang hanya menunjukkan minat pada lawan yang kuat, sehingga Ariane hanya bisa tercengang karena cerita yang tampaknya seperti orang yang sama sekali berbeda.

Ketika mereka meninggalkan menara pohon raksasa yang berfungsi sebagai bangunan utama sembari melakukan percakapan seperti itu, warna biru langit pagi telah berubah menjadi senja.

Dari jendela bangunan pohon besar, di samping alat sihir penerangan, penampilan kota yang menolak malam dengan lampu jalan dari bawah kaki terlihat.

Kakak perempuan yang dia pikir tidak akan pernah berubah telah berubah dengan cara yang tidak diketahui oleh dirinya sendiri, menyebabkan beberapa perasaan bingung dan kesepian yang akan lahir di dalam hatinya.

Ketika dia tenggelam dalam pikiran atas emosi yang baru terbentuk ini, dengan setiap momen yang lewat, langit menjadi gelap.

Dylan dan Arian berjalan berdampingan dengan beberapa kata disepenjang jalan yang diterangi cahaya, dan bergegas menuju kuil teleportasi untuk kembali ke Raratoia.


[ Volume 2 Chapter 3 SELESAI ]




Like Fanspage Facebook kami supaya tidak ketinggalan update!!
😌
» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 3

0 comments:

Post a Comment