Wednesday, 26 September 2018

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 4

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 4


 
Translator : Sai Kuze

Chapter 4 - Berkeliling Raratoria


Hal pertama di pagi hari, bau sarapan dan suara kicau burung mencapai telinga dan hidungku. Mataku terbuka karenanya dan aku bisa melihat sekelilingku.

Mengangkat kepalaku untuk melihat-lihat ruangan, aku melihat bahwa full-body armorku yang berwarna perak dengan corak putih dan biru sedang bersandar di samping tempat tidur.

Kemarin adalah pertama kalinya diriku melepas armor ketika tidur semenjak aku datang ke dunia ini. Karena aku tidak lebih dari kerangka, aku tidak perlu menutupi diriku, tetapi aku akan merasa aneh jika tidak melakukannya.

Ketika mencoba untuk duduk, aku menyadari tubuhku lebih berat dari biasanya. Menyingkap selimut, aku mengingat Ponta menyelinap di bawah selimutku di malam hari. Lebih parahnya, dia sedang tidur di dalam tulang rusukku.


"Dowa!"


Aku tidak sengaja berteriak kaget.

Setelah mengeluarkan Ponta dari dadaku, aku meletakkannya di samping tempat tidur sementara dia melanjutkan perjalanannya menyusuri alam mimpi.

Menarik makhluk hidup keluar dari tulang rusukmu sendiri ......, sensasi yang tak terlukiskan──

Selagi aku bangun dari tempat tidur, suara tulang-tulangku yang bergesek 「 Kokikoki 」 bisa terdengar. Kau pasti berpikir bahwa fleksibilitas akan hilang dengan tubuh yang tidak memiliki otot, tetapi aku tidak memiliki perasaan itu.

Aku mengenakan armor yang tersandar di samping sebelum memasang pelindung kepala.

Sementara keluarga tetua telah menyadari rahasia tubuhku, aku tidak perlu membaginya dengan setiap penduduk Raratoia. Dylan mengatakan bahwa sangat sedikit orang yang tahu tentang hal itu tadi malam. Bahkan, satu-satunya yang tahu selain keluarga Dylan adalah bekas tawanan Diento, Senna dan Oona.

Aku mendengar bahwa jarang sekali manusia masuk ke desa-desa elf, jadi ketika itu terjadi, berita itu menyebar dengan cepat di antara penduduk desa.

Kau harus menghindari masalah yang tidak perlu ketika kau bisa.

Jubah hitam yang kupinjamkan pada Oona kemarin ada di tanganku; dia sudah mengembalikannya, tetapi tidak ada jubah hitam atau armor yang mencolok yang akan mengurangi sosokku di dalam desa.

Karena tidak perlu memakai jubah di dalam desa, aku memasukkannya ke tas penyimpananku.

Begitu aku siap untuk meninggalkan ruangan, tanpa terduga Ponta bangkit dan berjalan di depan pintu, dengan postur yang bagus dan mengibaskan ekornya yang berbulu.

Tampaknya Ponta tertarik oleh bau yang melayang dari bawah.

Ketika aku membuka pintu kamar, dia hampir tersandung saat dia berlari menuruni tangga secepat yang bisa diambil oleh tubuh mungilnya di sini.

Menurut para elf, binatang roh bisa bertahan lama tanpa makan, dan mereka jarang terlihat makan di depan umum.

Ketika mereka meninggalkan hutan lebih jauh dari area tempat tinggalnya, itu kemungkinan besar kesempatan untuk melihat mereka makan; Namun, peraturan ini tampaknya tidak berlaku untuk Ponta karena ia memiliki selera makan yang sehat di mana pun lokasinya.

Ketika aku sampai di kamar di lantai dua dari makanan lezat semalam, Ponta sudah tersedot pada piring sarapannya, dan ibu Ariane, Glenys memperhatikannya.

Dia mengenakan celemek di atas pakaian tradisional elf yang dikenakannya kemarin.


“Ah, selamat pagi. Apakah semalam anda bisa tidur nyenyak? Untuk kerangka yang tidur ... Saya hanya merasa sulit untuk membayangkannya. ”


Glenys pasti mencoba membayangkannya karena dia memiliki senyuman geli di wajahnya.

Meskipun mungkin menyenangkan untuk melihat sesuatu kecuali kerangka yang ditutupi oleh selimut, butuh orang yang sangat berani untuk bercanda tentang hal itu di depan orang itu sendiri tanpa ragu-ragu.

Tidak seperti Ariane, ada suasana lembut di sekitarnya.


“Selamat pagi, Glenys-dono.”

"Kyun!"


Ketika aku mengembalikan ucapan Glenys, Ponta juga memberikan balasannya sendiri; dia mengangkat kepalanya untuk menanggapi sebelum mengisi wajahnya dengan sarapan lagi.


"Saya sudah menyiapkan sarapan, jadi silakan duduk dan tunggu sebentar."


Setelah membelai Ponta, Glenys berdiri dan membawa figur apronya menuju dapur dibelakang.


"Terima kasih banyak. Ngomong-ngomong, saya belum melihat Dylan-dono atau Ariane-dono, apakah mereka sudah berangkat menuju Maple?”


Sembari melihat sekeliling, aku bertanya pada Glenys sebuah pertanyaan ketika dia pergi menuju dapur dibelakang.


"Ya, pagi tadi."


Glenys memberi jawaban singkat saat dia kembali dari dapur sembari membawa nampan sarapan. Dia menurunkan nampan di depanku sebelum mengambil kursi yang berlawanan denganku sendiri.

Aku menaruh pelindung kepalaku ke samping, sebelum meletakkan tanganku di atas makanan di depanku.

Makanan itu terdiri dari sosis goreng yang ditutupi saus putih, roti panggang coklat muda, telur goreng, dan sup miso.

Ketika aku menggigitnya, suara roti yang renyah dan bau roti yang dipanggang menggenang; kedua sosis gorengnya lembut dan dibumbui dengan sempurna. Selain itu, ada sesuatu yang familier dengan rasa sausnya, dan akhirnya aku mengeluarkan teriakan kaget.


"Mayones……"

“Oh, anda tahu ini? Ini adalah saus yang dirancang kepala suku pertama, kupikir itu hanya menyebar pada manusia di Rinburuto ……”


Glenys memiringkan kepalanya dengan bingung pada ucapanku yang tak terduga.

Nama ramuan itu sepertinya adalah mayones. Karena mayones tidak terlalu sulit untuk dibuat, itu bisa dilakukan jika kau memiliki sedikit pengetahuan tentangnya.

Kepala suku yang pertama membangun Maple 800 tahun yang lalu, dan mungkin saja dia adalah seseorang yang memiliki situasi serupa dengan milikku. Para elf memiliki rentang hidup yang panjang, jadi mungkinkah orang itu masih hidup?


"Apakah kepala suku pertama masih hidup?"


Sembari mendorong lagi telur goreng menuju mulutku, aku bertanya pada Glenys pertanyaan tanpa banyak harapan.


“Fufufu. Meskipun elf memang memiliki umur yang panjang, kita tidak bisa hidup selama itu. Harapan hidup rata-rata seorang elf mungkin sekitar 400 tahun.”


Masih ada umur lebih dari 400 tahun ……, bukankah usia rata-rata manusia sekitar 50 tahun selama periode itu? Tidak, bukankah mereka yang memiliki kekuatan dapat memperpanjang hidup mereka dengan menggunakan sihir pemulihan?

Mungkin saja kepala suku yang pertama adalah seseorang dalam situasi yang sama denganku, tetapi tidak ada cara untuk memastikannya ketika orang yang ditanyakan sudah meninggal. Karena tidak ada cara untuk memastikannya, lebih baik aku tidak memikirkannya selamanya.

Hari ini, setelah menyelesaikan sarapanku, aku berencana untuk menjelajahi desa elf Raratoia.

Karena aku mendapat izin Dylan, aku berencana untuk menghabiskan hari dengan santai. Glenys setuju untuk bertindak sebagai pemanduku, tetapi juga akan ada pengawas. Berpikir tentang hubungan antara manusia dan para elf, langkah-langkah ini tidak bisa dihindari, jadi aku tidak begitu keberatan.

Karena Dylan dijadwalkan kembali di malam hari, lebih baik tidak menimbulkan masalah di desa.

Sama seperti makan malam semalam, makanannya lezat. Makanan pokok manusia biasa adalah kentang yang sedikit dibumbui, kacang, dan berbagai jenis bubur. Ada daging dari monster untuk membuat berbagai hidangan daging, dan beberapa rempah-rempah umum juga tersedia.

Aku bersyukur karena dapat tinggal di tempat di mana aku bisa makan makanan lezat.

Ketika aku mencoba membawa sosis goreng terakhir ke mulutku, Ponta memusatkan perhatian padanya dari tempatnya di samping meja.

Aku melambai-lambaikan sosis yang tertancap digarpu seperti maestro yang mengubah tempo, kepala Ponta bergerak mengikutinya.

Aku menyerahkan sosis kepada Ponta, yang dengan senang hati menyambarnya sebelum mengunyahnya.

Glenys tertawa riang saat dia menatap pemandangan itu dengan mata yang hangat. Kerangka tidak bisa mengubah raut wajahnya, tapi aku berdeham untuk mengubah suasana.


"Anda sepertinya sangat senang Glenys-dono"


Menunjukkan rasa terima kasihku untuk makanan, aku berdiri sembari memakai pelindung kepalaku kembali; begitu dia selesai, Ponta menggunakan sihir angin untuk terbang ke tempat regulernya.

Ketika aku pergi menuju lantai pertama dari mansion seperti pohon, aku melihat keluar dari pintu depan.

Kemarin, kegelapan menyulitkan memahami daerah itu secara keseluruhan; Namun berkat matahari pagi, pemandangan dari struktur yang menyatu secara misterius menjadi jelas.

Sementara pemandangan kota manusia memberi kesan yang sama pada Eropa abad pertengahan, pemandangan di depanku tampak seolah-olah berasal dari game atau novel. Bangunan-bangunan di desa ini adalah tempat-tempat seperti yang belum pernah aku lihat. Beberapa rumah di kejauhan pada dasarnya seperti jamur kayu besar.

Ketika aku melihat kembali ke mansion, aku melihat bahwa Glenys tidak lagi memiliki celemek ketika dia mendekat.


"Apakah bangunan-bangunan ini tidak biasa bagi manusia?"


Ketika dia menyadari bahwa aku melihat sekeliling dengan penuh perhatian, dia memberiku senyuman kecil ketika menanyakan pertanyaannya.


"Um, aku sama sekali tidak tahu bagaimana struktur ini dibangun."

"Itu benar, mungkin mustahil untuk membuatnya tanpa menggunakan sihir roh."


Bangunan-bangunan itu tampaknya dibangun dengan sihir roh, dan itu pasti memakan banyak biaya karena hanya ada beberapa dari mereka di sekitar.


“Kadang-kadang fluffy fox akan datang dengan cara yang sama seperti Ponta. Lagipula fluffy fox biasanya bergerak dengan angin dan bergerak bersama kelompoknya...... ”


Sementara dia berbicara, dia melihat Ponta yang duduk di atas kepalaku. Sejak aku menggunakan sihir untuk menyembuhkan lukanya, tempat itu adalah tempat favoritnya.

Jika kami menemui teman-teman Ponta, maka itu adalah haknya untuk pergi bersama mereka.

Memikirkan itu, aku mengikuti Glenys saat dia menuntunku melewati desa.

Aku telah ditatapi dengan rasa ingin tahu ketika melewati para elf disekitar, jadi itu tidak terlalu berbeda dari manusia.

Dinding-dinding desa Raratoia kebetulan mencakup area tanah yang luas. Dari kejauhan, kau bisa melihat puncak hijau dari pintu masuk desa.

Di dalam dinding ada padang rumput yang luas untuk ternak merumput, dan aliran sungai yang dirawat dengan indah mengalir ke seluruh desa. Ada juga ladang dengan berbagai tanaman yang ditanam di dalamnya.

Tak lama kemudian kami menemukan sebuah rak yang dipenuhi tanaman ivy aneh yang memiliki buah-buahan seperti labu tumbuh dari puncaknya.


"Glenys-dono, apa ini?"


Buah seperti labu itu semi-transparan dan penuh dengan cairan; bijinya melayang di tengah seperti pembudidayaan hidroponik. Permukaannya licin ketika aku menyentuhnya, seperti kantong plastik berisi air.
(TL Note: '水耕栽培' disini saya bingung nerjemahinnya, dareka tasukete!!)


“Semangka. Sementara isinya sebagian besar air, kulitnya masih bisa digunakan. Setelah anda menguras airnya dan mengasapi kulitnya, kulitnya dapat digunakan sebagai bumbu untuk melembutkan daging.”

"Hah, apakah sosis goreng yang saya makan tadi pagi dibuat seperti itu?"

“Ya, karena beberapa jenis daging monster agak keras, mereka perlu diproses sebelum mereka bisa dimakan. Kepala suku pertama adalah orang yang memberitahu kami cara memanfaatkan semangka dengan cara seperti itu. Meskipun di masa lalu, tampaknya semangka hanya digunakan sebagai sumber air.”


Kepala suku yang pertama tampaknya sangat ingin mencari makanan yang layak.

Ketika aku melihat sekelilingku aku melihat seorang pekerja lapangan yang membungkuk ke arah kami. Ada banyak elf lain yang bekerja di ladang sekitarnya, mirip dengan yang berasal dari desa-desa manusia.

Sejujurnya, jumlah elf di sini membuatnya lebih terasa seperti sebuah kota daripada sebuah desa.


“Apakah ini desa yang relatif besar? Sepertinya ada banyak sekali elf di sini. ”

“Untuk alasan keamanan, beberapa desa yang lebih kecil digabungkan menjadi satu yang besar; mungkin sekitar 4000 jiwa tinggal di sini?"


4000 jiwa yang tinggal di kedalaman hutan adalah jumlah yang cukup bagus ketika aku memikirkannya. Sementara aku berpikir, seorang gadis berlari ke arahku dari sisi seberang lapangan. aku mengenali gadis itu sebagai salah satu dari mereka yang diselamatkan pada misi kemarin.

Ketika dia di depanku gadis itu berhenti dan mendongak. Rambut pirangnya yang dikepang berwarna kehijauan menggelayut ke atas dan ke bawah.


“Armor ojii-san! Bisakah aku memberikan ini pada Ponta?"


Gadis itu mengulurkan sesuatu di tangannya ketika dia bertanya. Dia memegang buah merah seperti apel kecil.

Ekor Ponta yang berkedut menunjukkan bahwa aroma manis buah itu telah memprovokasi dirinya, dan tak lama kemudian dia melompat dari kepalaku menuju telapak tangan gadis itu.


"Oh, aku tidak keberatan."


Gadis itu memberinya senyuman sebelum memberikan seluruh apel pada Ponta. Setelah berpikir sejenak, Ponta memutar apel disekitarnya saat dia menggigitnya.

Dari belakang gadis kecil yang terpesona itu, seorang pria dan wanita muda muncul mendekatiku dan menundukkan kepala mereka.


"Terima kasih banyak karena sudah menyelamatkan putri kami."


Pemuda itu, yang kelihatannya adalah ayah gadis itu, menatap lurus ke arahku ketika dia mengucapkan terima kasih. Wanita disampingnya yang adalah seorang ibunya tidak bisa mengatakan ucapan terima kasihnya dengan benar, tetapi meskipun dia terus terisak, kepalanya diturunkan berkali-kali.


“Ap-, tidak perlu berterima kasih. Saya hanya dipekerjakan oleh Ariane-dono, jadi kalian tidak perlu melakukannya sampai sejauh itu. ”


Namun, pasangan itu menggelengkan kepala dan sekali lagi mengungkapkan rasa terima kasih mereka. Situasi aneh menyebabkan para petani di sekitarnya ingin melihat ke arah kami.

Ketika kedua orangtua itu menyadari bahwa mereka menyebabkan keributan di tengah desa, mereka menundukkan kepala dan mengucapkan terima kasih sekali lagi.

Karena aku hanya menerima permintaan pribadi Ariane, semua ini menyebabkan kulit punggungku sedikit gatal. Tidak, karena itu diriku, tulang punggung dan bahuku yang gatal.

Ponta tampaknya puas dengan makanannya karena dia dengan tangkas melompat menuju kepalaku dan tertidur.

Untungnya, keduanya berhasil mendapatkan ketenangannya kembali.

Ketika aku melihat sekelilingku aku tersadar bahwa matahari sudah terbenam dan lampu jalanan yang terpasang mulai menyala.

Glenys memanggil untuk memberi tahuku bahwa Dylan akan segera kembali dan kami harus kembali ke rumah.


[ Volume 2 Chapter 4 SELESAI ]




Like Fanspage Facebook kami supaya tidak ketinggalan update!!
😌

» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 4

2 comments: