Monday, 3 September 2018

Novel World Teacher – Other World Style Education & Agent Intermission 1 Bahasa Indonesia

Novel World Teacher – Other World Style Education & Agent Intermission 1 Bahasa Indonesia



Translator : Sai Kuze

Intermission 1 - Bertujuan untuk Menjadi Petualang


Sekarang aku sudah tinggal di Elysion selama lebih dari empat tahun.

Ulang tahun ketiga belas Reus dirayakan kemarin, aku sendiri berumur tiga belas beberapa hari sebelumnya.

Di dunia ini, berumur tiga belas tahun berarti jumlah lokasi di mana kau diizinkan untuk mendaftar dan bekerja secara drastis meningkat.

Maka dari itu, kami pergi menuju Serikat Petualang sesegera mungkin.

Apa itu Serikat Petualang?

Berbagai serikat ada di dunia ini, masing-masing dengan cabang yang terletak di sebagian besar pusat populasi. Ini dikarenakan, selain menguntungkan bagi serikat-serikat itu sendiri, memiliki serikat-serikat ini di sebuah kota membawa kekayaan dan kemakmuran, dibantu dengan pembangunan. Kedua pengecualian untuk aturan ini adalah Serikat Penyihir, yang khusus menangani hal-hal yang berkaitan dengan sihir dan orang-orang yang berkaitan dengan itu, dan serikat Pedagang. Serikat Pedagang berfokus terutama pada sistem perdagangan-dan-pertukaran dan, yang lebih jelas, perkumpulan para pedagang.

Terlalu panjang untuk menjelaskannya, karena itu akan memakan banyak waktu, cukuplah untuk mengatakan bahwa Serikat Petualang adalah tempat di mana kau dapat menerima imbalan untuk penaklukan monster. Itu adalah eksistensi yang diperlukan untuk para pengembara tanpa tujuan, sehingga mereka dapat memiliki penghasilan. Jika kita ingin bertualang setelah lulus sekolah, mendaftar adalah syaratnya.

Meskipun ada banyak persyaratan untuk bergabung, satu-satunya yang menimbulkan masalah adalah pembatasan usia; kau harus berusia tiga belas tahun sebelum mereka mengizinkanmu mendaftar. Karena Emilia setahun lebih tua dari Reus dan aku, dia bisa mendaftar tahun lalu. Dia menolaknya, lebih senang mendaftar bersamaku.

Bagaimanapun, karena baik Reus dan aku telah berusia tiga belas tahun, kami bertiga akhirnya kemari untuk mendaftar. Tanpa diduga, ada satu lagi yang ikut serta.


“Ngomong-ngomong, Reese, apakah kau yakin ingin mendaftar juga? Aku pikir kau tidak suka melawan monster; kau tidak pernah mencoba untuk mengalahkan apapun." (Sirius)

“Itu memang benar, tapi kurasa aku akan baik-baik saja sekarang. Aku telah tumbuh jauh lebih kuat dalam beberapa tahun terakhir, dan ... ibuku terdaftar, jadi aku pikir aku juga menginginkannya.” (Reese)

“Itu mengingatkanku, ibumu adalah seorang petualang juga, kan? Yah, aku kira tidak ada salahnya kau mendaftar, lagipula kau dapat menghasilkan uang tanpa perlu bertarung." (Sirius)


Aku telah mendengar dari Zack bahwa sementara fokus utama Serikat Petualang adalah penaklukan monster, permintaan yang benar-benar diajukan sedikit bervariasi, beberapa menyimpang terlalu jauh dari tujuan yang dimaksudkan. Aku pikir Serikat Petualang adalah organisasi yang bagus, karena menangani semua jenis permintaan.


"Akhirnya, kita bisa menghasilkan uang dengan tangan kita sendiri." (Emilia)

“Apakah kau memiliki sesuatu yang ingin kau beli? Kau dapat berdiskusi denganku jika kau menginginkannya, karena kau memiliki uang sakumu sendiri, kan?" (Sirius)


Aku mendapatkan penghasilan saat ini dengan menjual informasi dan produk baru kepada Perusahaan Galgan. Aku kemudian menghabiskan sebagian dari uang itu untuk pengeluaran makanan dan kebutuhan sehari-hari Emilia dan Reus, dan selain itu, aku memberikannya sedikit untuk mereka uang saku setiap bulan.

Aku sangat ingin melakukan yang terbaik. Aku tidak ingin pelit dengan membesarkan para murid, tetapi aku juga tidak ingin merusaknya. Jadi, sementara aku tidak menahan diri ketika menyangkut kebutuhan hidup, aku belum menghabiskan uang untuk hal-hal yang sepele.


“Tidak, aku baik-baik saja karena aku bisa mendapatkan uang sendiri. Aku tidak ingin dilihat sebagai anak yang manja oleh Sirius-sama." (Emilia)

"Benar. Kami akan menghasilkan banyak uang dan membantu Aniki. Kita bisa makan apa saja bahkan jika Aniki tidak melakukan apa-apa. ” (Reus)

"Aku tidak ingin menjadi seperti itu ..." (Sirius)


Bagaimanapun, aku tidak berencana untuk membiarkan mereka melakukan apa pun yang mereka inginkan untuk mendapatkan penghasilan.

Sampai saat ini mereka hampir tidak memiliki ketertarikan dengan uang ... tanpa diduga mereka memiliki alasan seperti itu karena ingin mendapatkannya. Aku tidak ingin merasa seperti orang tua dengan anak yang berbakti, mengerti kan !? Aku belum siap untuk itu….


"Jika kami memikirkan Sirius-sama dapat hidup sejahtera dengan penghasilan yang kami dapatkan, motivasi untuk melakukan itu akan naik tanpa henti." (Emilia)

“Mengalahkan monster, menghasilkan uang, dan kembali ke rumah untuk makan masakan Aniki di malam hari. Kedengarannya seperti kehidupan yang luar biasa.” (Reus)


Oi Reus, kedengarannya kurang seperti kehidupan seorang pelayan, dan lebih seperti seorang pekerja kantoran, kan? Lagipula, bukankah kau mengundangku untuk menjadi ayah yang tinggal di rumah?

Terlepas dari itu, aku tidak berencana untuk menjadi sesuatu seperti itu, jadi aku harus meyakinkan mereka untuk bekerja secara santai. Sialnya, ini mungkin memakan waktu cukup lama untuk meyakinkannya.

Cabang Serikat Petualang di sini di Elysion berada di pusat ibu kota.

Kami belum pernah ke sini sebelumnya, karena tidak ada alasan untuk datang kecuali mendaftar, dan kami tidak bisa melakukannya sampai saat ini. Jadi, ini sebenarnya pertama kalinya kami melihatnya.

Di dalam gedung ada bar di mana banyak orang, baik manusia dan beast-kin, duduk, minum dan mengobrol; adegan yang sudah terbayang bermunculan.

Melihat sekeliling interior bangunan, aku dapat melihat bahwa sebagian besar penghuninya adalah orang dewasa. Seperti yang diharapkan, karena kami hanyalah anak-anak, kami menarik banyak perhatian. Kami maju ke depan seolah-olah kami tidak memperhatikan sekitar, akhirnya berhenti di depan sebuah konter dengan tanda di atas yang bertuliskan "Penerimaan".

Pelanggan berkumpul di kerumunan di depan konter, semua menunggu resepsionis memanggil mereka maju ..


“Selamat datang di Serikat Petualang, cabang Elysion!” (Resepsionis)


Resepsionisnya adalah perempuan ras kucing. Dia menyambut kami dengan senyuman, meletakkan formulir hitam di atas meja sebelum melanjutkan.


“Jika anda berada di sini untuk mengajukan permintaan kepada serikat, silakan isi rincian pada formulir ini, termasuk tugas dan uang hadiahnya. Jika anda di sini untuk membeli atau menjual bahan, saya rasa ini bukan konter yang tepat, yang anda cari ada di sana. ” (Resepsionis)

"Terima kasih, namun kami datang hari ini untuk mendaftar, bukan untuk membuat permintaan." (Sirius)


Senyumannya tidak berhenti, namun ekspresi lesu berkedip di wajahnya dengan cepat. Aku menanggapinya sebelum dia bisa kembali memasang senyum profesionalnya. Resepsionis melihat kami semua, dia akhirnya menatapku dan bertanya dengan meminta maaf ...


“Hanya untuk konfirmasi, maukah anda memberitahu usia anda? Anda sadar persayaratannya itu bagi semua pihak yang tertarik untuk mendaftar harus berusia tiga belas tahun, kan?” (Resepsionis)

"Ya aku tau. Kami berempat berada pada atau di atas usia tiga belas, jadi tolong jangan mempermasalahkan hal itu." (Sirius)

"Apakah begitu? Saya minta maaf, anda terlihat sangat muda untuk ... beberapa alasan. Saya hanya ingin memastikan bahwa anda memiliki usia yang sudah cukup untuk mendaftar.” (Resepsionis)


Reese satu tahun lebih tua dariku, dan memiliki penampilan sesuai untuk usianya. Meskipun relatif, baik Emilia dan Reus keduanya lebih tinggi dariku, dengan Reus yang sudah menjadi lebih tinggi dariku. Hal ini sebagian besar disebabkan karena mereka seorang beastkin, tetapi terlepas dari itu, ketiganya terlihat seperti orang dewasa ketika berdiri di sampingku. Karena aku jauh lebih pendek dari mereka bertiga, mudah untuk mengira kami sebagai bangsawan yang malas ditemani rombongan pelayannya. Sepertinya lebih mudah untuk menganggapku sebagai anak haram dari seorang bangsawan kaya.


“Itu pekerjaanmu, jadi aku tidak keberatan. Apakah tidak apa-apa bagi kita untuk mendaftar?" (Sirius)

“Ya, semuanya tampak baik-baik saja. Isi formulir ini dengan informasi yang diperlukan, dan akan dikenakan koin perak sebagai biaya untuk transaksi ini." (Resepsionis)

“Tentu, tidak masalah.” (Sirius)


Kami mendapatkan empat formulir dari wanita resepsionis, mengisinya dengan hal-hal seperti nama dan usia kami, seperti yang diduga. Ada juga bagian untuk senjata pilihan, dan senjata keahlian, dan Reese ragu-ragu ketika dia mencapai bagian ini dalam formulir.


"Err, aku tidak menggunakan senjata, jadi apa yang harus aku tulis di sini?" (Reese)

"Jika anda berspesialisasi atau lebih suka menggunakan sihir, anda bisa membiarkan bagian itu kosong." (Resepsionis)

"Aku harus menulis pengguna pisau bersama Sirius-sama, kan?" (Emilia)

“Tapi Nee-chan, Aniki bisa menggunakan pedang juga, tau? Bukankah seharusnya dia menulis pedang juga?” (Reus)

"Tidak, pilihan senjatanya sama dengan punyaku, Pisau!" (Emilia)

"Dia pengguna pedang, pedang!" (Reus)

"Kalian berdua, jangan meributkan hal-hal sepele." (Sirius)


Mengabaikan orang yang dimaksud hanya karena kau ingin bersaing tentang siapa yang lebih dekat denganmu, tolong jangan bertindak begitu bodoh.

Secara umum aku menggunakan pisau, tetapi itu tidak berarti bahwa gaya bertarungku hanya berputar dalam penggunaan pisau saja. Karena itu akan merepotkan untuk memilih salah satu dari yang lain, aku malah memilih beberapa tipe, termasuk taijutsu.
(TLN Note: 'Taijutsu' seni bela diri tangan kosong, kek Rock Lee dari Naruto)

Setelah aku selesai mengisi formulir dan melerai pertengkaran kedua bersaudara, aku menyerahkan formulir kepada resepsionis. Dia mengambil alat yang digunakan untuk mengukur atribut sihir dari bawah meja, bermaksud untuk mengukur bakat dan kemampuan kami dengan atribut tersebut.


“Selanjutnya, saya akan memeriksa kemampuan atribut kalian secara langsung. Sangat jarang bagi seseorang untuk tidak mengetahui atribut mereka, tetapi demi mendaftar, kami harus menentukannya dengan metode ini setidaknya sekali. Kalau begitu, Emilia-sama, tolong." (Resepsionis)


Setelah menyerahkan formulir, Emilia menyentuh alat dan kristal berkilauan dengan warna hijau. Kecerahan warnanya telah meningkat sejak terakhir kali aku melihatnya; bukti bahwa kolam mana miliknya telah meningkat secara drastis sejak saat itu.

Resepsionis terkejut sejenak, tidak menduga bola bersinar begitu terang. Dia segera memperbaiki sikapnya, meskipun, menulis catatan di atas kertas.


“Sepertinya Emilia-sama memiliki kolam mana yang besar, dan tanpa ada kesalahan atributnya - tipe angin. Sekarang, siapa yang selanjutnya ... ”(Resepsionis)


Proses ini dilanjutkan dengan Reese dan Reus, dan kami mulai mengumpulkan perhatian orang-orang di sekitarnya. Akhirnya, giliranku ...


"Terakhir adalah Sirius-sama tapi ... apakah anda yakin bahwa anda mengisi formulir ini dengan benar?" (Resepsionis)

"Ya, itu seperti yang aku tulis." (Sirius)

“Dimengerti. Err ... ini mungkin hanya pendapat saya sendiri, tetapi bukankah menurut anda lebih baik untuk melakukan ini secara pribadi? Jika anda mau, saya bisa meminjam ruangan di belakang, dan menjelaskan situasinya.” (Resepsionis)


Kami telah mengumpulkan banyak perhatian pada kami, jadi dia berbicara dengan nada yang membuat sebagian besar orang tidak dapat mendengar. Aku tahu betul stigma terhadap orang-orang yang tidak berwarna, jadi aku membayangkan bahwa ini adalah caranya untuk membantuku. Seperti yang diharapkan dari seorang resepsionis, bahkan tau bagaimana menangani kegaduhan petualang secara dini.


"Terima kasih banyak. Namun, karena itu terdengar seperti akan merepotkan, aku baik-baik saja dengan melakukannya di sini." (Sirius)

"Apakah begitu? Kemudian, tolong ulurkan tangan anda." (Resepsionis)


Ketika aku meletakkan tanganku di atas bola kristal, bola itu memancarkan kecerahan yang lebih tinggi daripada salah satu muridku. Aku melepaskan tanganku terlalu lambat, dan sebelum aku bisa bereaksi, suara retakan 'krak' terdengar saat bola itu terbelah.

… Apakah aku melatih manaku sedikit terlalu banyak? Karena pemulihan manaku kecepatannya tidak normal, aku melatihnya sampai kelelahan beberapa kali sehari ..

Meskipun kami mungkin telah menarik perhatian sebelumnya, sekarang kami mendapat perhatian penuh dari semua anggota di bar. Sementara orang lain tetap diam dalam menghadapi peristiwa semacam itu, kedua bersaudara dengan bangga menempelkan dada mereka, membual.


"Aniki luar biasa!" (Reus)

“Hal ini wajar jika itu Sirius-sama. Tidak ada yang bisa mengatakan sepatah kata pun dalam menghadapi kekuatan seperti itu." (Emilia)

“Kau tau, Emilia, aku pikir mereka hanya terkejut, tidak ada kekuatan yang terlibat.” (Sirius)


Resepsionis di belakang tampaknya telah mendapatkan kesadarannya, dia meluruskan rambutnya sebelum batuk ringan dan melanjutkan. Aku ingin tahu apakah mendengar perbincangan dari kedua bersaudara membuat dia kembali ke dunia nyata?


“K-karena alat ini telah digunakan selama bertahun-tahun, ini pasti sudah rusak karena sering digunakan. Tidak apa-apa, yap, aku bisa mengkonfirmasi atributnya.” (Resepsionis)


Dia mencoba melaluinya dengan alasan alatnya rusak, tapi aku tidak keberatan. Akan merepotkan jika aku harus menjelaskan sesuatu, jadi aku membiarkannya ..

Setelah mengisi formulir dan penilaian atribut, kami diberi tahu bahwa tahap berikutnya akan menjadi tes praktek ketrampilan. Sepertinya pengawasnya adalah petualang veteran, dan jika kami bisa menyelesaikan tugas-tugas darinya, maka pendaftaran anggota serikat akan selesai.

Karena instruktur sedang beristirahat di belakang gedung, dan butuh waktu beberapa saat untuk mempersiapkan penilaian, kami menunggu di dekat meja penerima tamu. Selama waktu itu, orang-orang lain di dalam secara bertahap terkejut dari penilaian sebelumnya, dan kembali menatap curiga pada kami. Tiba-tiba, wanita resepsionis itu berpaling ke arahku dan menanyakanku sebuah pertanyaan.


"Err .. ini hanya pertanyaan pribadi, tapi apakah kalian semua murid akademi?" (Resepsionis)

"Itu benar, apakah ada masalah?" (Sirius)

"Tidak, tidak, bisa dimengerti bahwa kolam mana anda akan sebesar itu jika anda adalah seorang siswa dari akademi." (Resepsionis)


Segera setelah mereka memahami bahwa kami adalah siswa akadami, pandangan mencurigakan dari orang-orang disekitar menjadi lebih santai. Aku telah mendengar bahwa akademi itu terkenal, tetapi aku tidak membayangkan bahwa akan sejauh ini.

Akademi sangat dihargai, bahkan di sini ya? Penduduk sekitarnya mengagumi "Cake Master", seorang pria paruh baya mendekati kami. Meskipun dia mengenakan perlengkapan petualang yang umum, kualitasnya rata-rata, dia memberikan suasana intimidasi. Itu adalah tekanan yang hanya bisa dimiliki oleh seorang veteran berpengalaman. Dia mungkin instrukturnya.


“Yah, empat orang… benar? Kalian adalah anak-anak yang datang untuk mendaftar, kan? ” (??)

"Ya. anda adalah orang yang bertanggung jawab atas ujian praktek keterampilan, benar? Kebetulan, apakah anda mantan petualang?" (Sirius)

"Benar. Ya, aku adalah mantan petualang. Padahal, itu semua di masa lalu. Ketika ada kesempatan penisun aku langsung mengambilnya dan bekerja di sini sebagai seorang instruktur. Pertama-tama, mengapa kita tidak memulai dengan memperkenalkan diri? Namaku Reed, tapi ketika kita di sini, aku lebih suka kau menyebutku sebagai Instruktur Reed.” (Reed)

“Saya mengerti. Nama saya Sirius. Kalau begitu, anak-anak ini, dia adalah ..." (Sirius)



-



Setelah aku selesai memperkenalkan para murid, Instruktur Reed membawa kami ke tempat latihan di belakang gedung. Itu tidak berbeda banyak dari tempat latihan di akademi, dengan pengecualian yang jelas dengan adanya latihan petualang pemula di sini bersama siswa.

Kami berbaris di sudut di samping beberapa boneka tanah liat dengan bentuk manusia, kemungkinan dibuat dengan sihir bumi, dan kami diberi instruksi untuk ujian praktek keterampilan.


“Ketika mendaftar ke Serikat Petualang, penting bagimu untuk menampilkan kemampuan bertarungmu secara terbuka. Mulai darisini, kau harus membuktikan kekuatan dan keterampilanmu, dan aku akan menentukan apakah kau akan diterima dalam Serikat Petualang.” (Reed)

“Bagaimana seharusnya kita menampilkan kekuatan kita? Haruskah kita bertarung dengan Instruktur Reed?” (Emilia)

“Itu tergantung pada situasinya. Untuk memulainya, aku ingin kau memamerkan bakat sihir atau fisik dan keterampilan senjata yang kau jelaskan pada formulir. Jika aku merasa kau kurang di suatu tempat, aku akan membermu saran.” (Reed)

"Aku tidak menggunakan senjata apa pun, jadi apakah tidak masalah bagiku untuk menggunakan sihir secara langsung?" (Reese)

“Aah, itu benar. Ini hanya untuk mengujimu untuk melihat apakah kau bisa bertarung atau tidak. Namun, jika kau ingin mendengar saranku sebagai veteran, aku akan mengatakan gunakan apa pun yang kau miliki, asalkan kau tidak melewati batas dan menyebabkan kehabisan mana.” (Reed)

"Err ... bisakah Aikido dianggap sebagai senjata?" (Emilia)

“Aikido? Aku tidak yakin apa itu, tapi silakan tunjukkan nanti. Baiklah, mari kita mulai. Pertama adalah… Reus.” (Reed)

"Ouu!" (Reus)


Instruktur Reed memanggil namanya sembari melihat dirinya. Saat Reus berpindah ke lapangan, Reed melihat punggungnya dan memanggilnya.


“... Kau menulis bahwa dirimu mahir dalam ilmu pedang, tapi bisakah kau benar-benar mengangkat pedang yang diikat dipunggungmu?” (Reed)

"Benar. Namanya 'Silver Fang'." (Reus)

"Jika tidak keberatan, maukah kau membiarkanku memegangnya?" (Reed)

"Tentu." (Reus)


Mungkin terlihat ringan, tetapi greatsword sebenarnya memiliki berat lebih dari 40 kg. Reus mengangkatnya dengan satu tangan dan menyerahkannya kepada Instruktur Reed. Harus dipuji, Reed tidak menyerah pada berat pedangnya, dan sementara itu butuh beberapa saat, dia secara bertahap menyesuaikan diri dengan itu.


“Ini ... berat, tapi ini pedang yang luar biasa.” (Reed)

“Dia rekanku. Grant-Jiichan yang membuatnya.” (Reus)

“Maksudmu ... Grant itu !? Hmmm ... Tentu saja, pedang ini tidak bisa menjadi seperti ini kecuali dibuat oleh pandai besi terbaik.Aku akui, aku tertarik dengan rekanmu, tetapi mengapa kau memilih untuk menggunakan pedang sebesar ini?” (Reed)

“Akan sulit menggunakan teknik pedang Jii-chan jika aku menggunakan pedang biasa atau pedang ringan. Haruskah aku memotong target sekarang?" (Reus)

"Ya silahkan. Aku tidak tahu siapa yang mengajarimu, tetapi jika kau tidak keberatan, aku akan memintamu menunjukkan teknikmu sekarang.” (Reed)


Setelah menerima pedangnya kembali dari Instruktur Reed, Reus berdiri di depan target dan mengambil gaya 'Hard Break'. Mengambil napas dalam-dalam, Reus mengayunkan pedang ke bawah menuju target, dan ... hancur lebur. Boneka itu benar-benar hancur menjadi potongan-potongan kecil.

Latihan para petualang di daerah sekitar dan para instruktur berhenti untuk menatap pemandangan itu.


"... Aku telah membuat kesalahan." (Reus)

"A-apa kesalahannya?" (Reed)

"Aku berencana untuk membuat potongan yang bersih, tapi aku malah menghancurkannya." (Reus)


'Hard Break - One Hand Style' adalah teknik di mana kau mengayunkan pedang dengan semua kekuatanmu. Ini mungkin tampak mudah, tapi ... itu adalah teknik yang perlu dipelajari secara menyeluruh untuk digunakan dengan benar. Dia tergelincir sembari sedikit berayun, menyebarkan momentum dan membuat satu serangan dengan kekuatan brutal, menghancurkan target, bukan memotongnya. Ini akan menjadi teknik yang pasti membunuh jika digunakan pada seseorang, tetapi hasilnya kali ini jelas merupakan hasil dari pengguna yang tidak berpengalaman. Lior akan marah jika dia melihat adegan ini.

Bahkan ketika serpihannya masih terbang, Reus beralih ke Instruktur Reed untuk meminta pengulangan.


“Bolehkah aku melakukannya sekali lagi? Aku akan memotongnya menjadi setengah dengan bersih kali ini.” (Reus)

“Tunggu, tunggu sebentar! Itu sudah cukup!Aaku melihat bahwa kau sudah kuat! Sebaliknya, mengapa kau memiliki kekuatan seperti itu?” (Reed)

"Aku akan merasa tidak enak jika aku berhenti di sini, dan selain itu, Jii-san akan mampu memotong dinding di belakang target juga." (Reus)

“Aku mohon, berhentilah! Kau tidak perlu menunjukkannya lagi!" (Reed)

"Aku akan merasa terluka jika aku berhenti di sini, aku akan melakukannya dengan sangat cepat." (Reus)

"Hentikan, Reus." (Sirius)

"Ouu!" (Reus)


Reus mundur hanya dengan perkataanku, menyarungkan pedang di punggungnya. Melihat bahwa Reus entah bagaimana telah ditarik, Instruktur Reed menghela nafas lega ketika dia mencatat sesuatu di beberapa kertas.


“Aku belum pernah bertemu murid yang tidak normal seperti itu, tapi ... bagaimanapun juga, kau lulus. Jika kita berbicara tentang dirimu sekarang, kau mungkin bisa mengalahkan Jya-Ora Snake .. ” (Reed)

“Oh, Jya-Ora Snake? Aku memotongnya beberapa hari yang lalu. ” (Reus)

“... Berikutnya adalah Emilia. Tolong tunjukkan kemampuan bertarungmu, menggunakan beberapa kombinasi sihir atau senjata.” (Reed)


Ngomong-ngomong, Jya-Ora Snake adalah sejenis monster ular yang hidup di danau sedikit jauh dari Elysion. Mahluk itu memiliki sisik keras yang menahan ayunan pedang setengah hati, dan mahluk itu bergerak dengan cara yang tidak menentu, membuatnya menjadi monster yang sulit bahkan bagi petualang menengah untuk menghadapinya.

Kembali ketika kami datang ke Elysion untuk pertama kalinya, pemilik penginapan 'Spring Breeze's Perch' meminta bantuan untuk mendapatkan daging Jya-Ora Snake, jadi kami membunuhnya. Seperti yang dia katakan, sementara kami menghentikan gerakan ular, Reus memotongnya menjadi dua.

Dengan keadaan ketika petualang menengah saja kesulitan dengan monster itu, dan kemudian ada anak kecil yang belum menjadi petualang mengatakan bahwa dia telah membunuhnya satu? Mungkin dia pura-pura tidak mendengarnya, tetapi lebih mungkin Instruktur harus berpaling untuk menyelamatkan apa yang tersisa dari kebanggaannya setelah komentar itu, entah itu benar atau tidak.


"Giliranku sekarang. Haruskah aku menyerang target berikutnya?" (Emilia)

“Aah. Kau telah menulis sihir angin dan bakat pisau, jadi akan sangat membantu jika kau bisa menampilkan keduanya.” (Reed)

“Saya mengerti. Kalau begitu ... akan kulakukan!" (Emilia)


Emilia melemparkan beberapa pisau lempar yang dia ambil dari dadanya pada target, masing-masing tertancap pada seluruh persendian anggota badan pada target. Itu akan menyegel pergerakan target jika ini adalah pertarungan sungguhan, dan kemudian dia menghabisi target dengan [ Air Shot ] ke arah dadanya, menghancurkannya sepenuhnya dan selesai.

Terlepas dari mekanisme yang digunakan, kondisi akhir dari targetnya sama dengan Reus.


"Apakah ini sudah cukup?" (Emilia)

“... K-kau lulus. Selanjutnya adalah Reese.” (Reed)


Sepertinya tidak ada kesempatan untuk memberikan saran karena kualitas kinerja Emilia, dan dia tampaknya lebih suka tidak memikirkannya lebih jauh. Selanjutnya giliran Reese, tetapi dia sedikit gugup, jadi aku menepuk bahunya untuk membuatnya rileks.


“Dengan kemampuan Reese, tidak akan ada masalah. Ini akan baik-baik saja jika kau melakukannya seperti biasa." (Sirius)

"Y-ya!" (Reese)


Dia mengambil napas dalam-dalam, sebelum mengarahkan telapak tangannya ke sasaran. Melemparkan bola air dari telapak tangannya, mantra tingkat dasar [ Aqua ], dia menciptakan bola air yang lebih besar dari biasanya untuk menutupi target. Biasanya, mantra tingkat itu akan menghasilkan bola yang tidak lebih besar dari bola basket. Mantranya, di sisi lain, mampu menciptakan bola air yang cukup besar untuk mencakup seluruh target.

Menelan target sepenuhnya, tekanan di dalam bola air sudah cukup untuk mengubah tanah menjadi lumpur. Pada saat Reese membatalkan mantranya, semua yang tersisa dari targetnya adalah setumpuk lumpur.


"Err ... awalnya, aku telah merencanakan untuk menjaga bola air di sekitarnya sampai boneka itu terurai, tapi karena aku mengubahnya menjadi lumpur, aku membatalkan mantranya." (Reese)

“... Meskipun sihir air biasanya tidak dianggap sebagai sihir ofensif, memang ada cara untuk menggunakannya seperti itu, seperti yang kau tunjukkan. Ngomong-ngomong, apa itu Aikido yang kau sebutkan tadi?” (Reed)

“Aku akan menunjukkannya daripada mencoba menjelaskan dengan kata-kata. Maukah kau membantuku, Reus?" (Reese)

"Aku mengerti, tidak apa-apa jika aku menggunakan pukulan?" (Reus)

"Tolong lakukan." (Reese)


Reus melepaskan pukulan menuju Reese, tetapi dia dengan cepat meraih pergelangan tangannya dan menyapu kakinya dari bawah, menyelesaikannya dengan melemparkan dia ke tanah. Reus segera berdiri, membersihkan debu dari dirinya sendiri, tidak ada luka yang disebabkan oleh pertarungan. Pertahanan Reese hampir sempurna, dan dia mampu melempar orang lain, yang jauh lebih berat daripada dirinya sendiri, dengan mudah!

Instruktur menatap adegan yang dimainkan di hadapannya, terkesan oleh teknik yang dapat dengan mudah menjalar atau menjatuhkan lawan, terlepas dari beratnya.


“Ini Aikido. Melempar dengan menggunakan kekuatan lawan, itu adalah teknik yang dapat digunakan oleh mereka yang tidak memiliki kekuatan.” (Reese)

“Meski tekniknya sangat bagus, sepertinya sangat sulit. Siapa yang mengajarimu ini?” (Reed)

“Aku diajari oleh Sirius-san di sini.” (Reese)

"Kau?" (Reed)

"Ya itu benar. Aku sendiri tidak berwarna, dan karenanya telah menciptakan Aikido untuk mendukung diriku sendiri; dengan fokus pada pelatihan dan teknik bukan hanya kekuatan sihir saja." (Sirius)

“Begitukah ... kau tidak berwarna, ya? Untuk menciptakan teknik yang sangat bagus, aku penasaran seberapa kesulitan yang telah kau lalui.” (Reed)


Sang instruktur menatapku dengan iba di matanya karena kebohonganku, tetapi kenyataannya adalah aku belum benar-benar mengalami kesulitan.

Setelah itu, dia melihat pada formulir yang aku isi, tampaknya resepsionis menambahkan berbagai hal dan dia terkejut ketika melihatnya.


“Umur ... tiga belas tahun. Apa, alat sihir rusak karena ukuran kolam mana nya !? Meskipun jika ini benar, dia tidak berwarna ... adalah takdir yang kejam.” (Reed)

"Aku punya pertanyaan, apakah alat sihir itu mudah rusak?" (Emilia)

“Selama aku masih hidup, tak satu pun dari alat-alat sihir itu telah rusak kecuali mereka dirusak. Ada cerita tentang master sihir yang memecahkan alat-alat sihir, tetapi sebagai tidak berwarna, itu takdir yang sangat kejam.” (Reed)


Aku terus bekerja keras dan berusaha untuk menjadi yang terbaik, tetapi aku harus mengakui bahwa Rodwell memiliki lebih banyak waktu daripada diriku, meskipun telah menjalani dua kehidupan. Bahkan tidak mempertimbangkan bahwa dia adalah seorang 'Triple', Rodwell adalah pengguna sihir yang luar biasa.

Namun, ketika aku memikirkan 'master sihir' ini, mengapa aku hanya memikirkan orang yang sangat bernafsu pada kue?


“Dan kemampuan senjatamu ... adalah jujutsu? Apakah kau tidak menggunakan senjata?” (Reed)
(TL Note: 'Jujutsu' nama dari beberapa macam aliran beladiri dari Jepang)

“Aku menggunakannya, tetapi karena gaya bertarungku berubah berdasarkan situasinya, sulit untuk memilih salah satu senjata. Jika aku harus memilih, kupikir, paling sering aku menggunakan pisau?" (Sirius)

“Hmm… melihat ke tiga itu tadi, sepertinya kau bukan orang biasa. Maafkan aku, tetapi apakah kau keberatan melakukan simulasi pertempuran denganku?” (Reed)

"Aku tidak keberatan. Bagaimana aturannya?" (Sirius)

“Kondisi kemenangan adalah mendapatkan pukulan fatal, atau membuat lawan menyerah. Aku tidak menggunakan senjata apa pun, dan aku akan memberikan kemudahan untukmu, tetapi jangan ragu untuk melawanku.” (Reed)



-



Kami mengambil beberapa jarak dari satu sama lain, mengangkat tangan kami.

Sekarang, aku diminta untuk melakukan pertempuran tiruan sebelum aku menyadarinya, tetapi bagaimana aku harus menunjukkannya? Karena tujuannya adalah untuk menampilkan Jujitsu, aku tidak bisa menggunakan sihir. Pada saat yang sama, aku tidak ingin mengungkapkan terlalu banyak. Aku kira aku harus mengakhirinya dengan satu nafas?

Aku mengambil postur rendah dan menyerangnya, membidik kakinya, tetapi Instruktur Reed memprediksi itu dan melemparkan pukulannya untuk menepis. Aku menggenggam tangannya, diputar sekali dan melemparkannya dengan cara yang mirip dengan Reese yang telah melempar Reus sebelumnya. Anehnya, meski hanya melihat contoh sekali, dia sudah memikirkan metode untuk melawannya. Alih-alih melawan kekuatan, dia menerimanya dan menggunakan momentum untuk mendarat dengan kakinya, bukan punggungnya. Selain itu, dia menggunakan kekuatannya untuk mencegahku memisahkan diri darinya dan bersiap untuk serangan lain.

Seperti yang aku harapkan dari seorang petualang veteran, dia melakukannya dengan baik. Bisa dibilang, itu ide yang buruk untuk membiarkanku menjauh darinya, kau tau? Karena dia tidak terpisah dariku, aku memutuskan untuk memutar balik.

Menahan tangan dan lengannya di antara kedua kakiku, tubuhnya membungkuk di dekatku saat aku mendorong ibu jarinya ke arah tangannya. Ini teknik yang bagus untuk memutuskan pertempuran. Instruktur itu menderita rasa sakit, jatuh ke tanah dan terlihat kesakitan, tapi aku tidak melepaskan tekniknya.

Ini disalin dari seni bela diri yang dikenal sebagai gulat; itu teknik 'Arm Bar'.

Aku memilih teknik ini karena teknik ini memberiku semua keuntungan. Tidak mudah untuk melepaskan diri dari teknik ini, bahkan dengan perbedaan fisik yang sangat besar di antara para pesaing. Lebih jauh lagi, itu dapat dengan mudah menyakiti seorang amatir jika mereka memaksa mencoba keluar dari kuncian, jadi ini efektif dalam membatasi gerakan seseorang.

Aku berbisik kepada Instruktur Reed saat dia berbaring di sana dengan seringai di wajahnya ...


“Maukah kau menyerah?” (Sirius)

"Uuuhh .. aku akan menyerah ..." (Reed)


Dengan ini, kami semua berhasil terdaftar di Serikat Petualang.



-



Setelah itu, kami duduk di lobi menunggu untuk menerima Kartu Terdaftar Serikat Petualang ... singkatnya, kartu serikat.

Ngomong-ngomong, meskipun Instruktur Reed dikalahkan oleh seorang anak kecil, dia sama sekali tidak keberatan. Sebaliknya, dia memuji teknik yang aku gunakan dan bahkan meminta untuk diajarkan beberapa dari mereka. Tidak salah lagi, dia orang yang baik karena tidak menghakimiku dengan buruk karena tidak berwarna, bahkan dengan semua waktu yang dihabiskannya di sini. Aku ingin tetap berhubungan baik dengan orang seperti itu.

Karena dibutuhkan beberapa saat untuk kartu yang harus disiapkan, resepsionis memberiku penjelasan tentang berbagai fungsi dalam serikat dan aplikasi kartu serikat, sembari kami menunggu.


“Ada formasi sihir khusus yang digambar di kartu serikat. Pertama, anda harus meneteskan sedikit darah pada formasi sihir. Setelah melakukannya, kartu akan menyesuaikan dirinya dengan mana anda, sehingga terikat pada anda. Ini juga berfungsi sebagai bentuk identifikasi untuk alasan ini." (Resepsionis)


Setelah diberi tau berbagai hal, aku dapat meringkasnya seperti di bawah ini;

Kartu serikat kami dapat digunakan di mana-mana, karena cabang Serikat Petualang ada di seluruh dunia.

Ada sistem peringkat dengan kartu-kartu itu, yang kau masukkan pada saat kau menerima kartumu. Penyelsaian mengenai quest penaklukan dan menyelesaikan tugas akan terdaftar pada kartu, memungkinkanmu untuk mendapatkan poin dan meningkatkan peringkatmu. Jadi, sementara seseorang dapat dianggap sebagai petualangan pemula berdasarkan pada sejumlah kriteria, kartu serikat memiliki sistem spesifik tersendiri untuk menentukan pengalaman. Mereka yang baru saja mendaftar diberikan peringkat kesepuluh, dan dianggap sebagai petualang pemula. Status menengah dimulai dari peringkat keenam dan seterusnya, dan puncak adalah peringkat pertama. Akhirnya, peringkatmu adalah apa yang menentukan permintaan yang diizinkan untuk kau ambil.


"Terima kasih telah menunggu. Kartu sudah siap, jadi tolong teteskan sedikit darah kalian pada kartu untuk mendaftarkannya kepada kalian secara pribadi. ”(Resepsionis)


Meskipun kartu terbuat dari kayu, ini fleksibel dan tidak mudah rusak. Saat ini kartu tersebut terbuat dari kayu, tetapi ketika kau meraih peringkat bahannya seharusnya berubah. Aku menantikan saat-saat itu.

Ketika kami meneteskan darah pada kartu seperti yang diinstruksikan, formasi sihir pada kartu itu berkilauan saat proses pendaftaran selesai.


"Selamat. Dengan ini, proses pendaftaran kalian selesai. Karena kalian akan didenda beberapa koin perak untuk pembuatan ulang kartu, harap berhati-hati agar tidak menghilangkannya. ” (Resepsionis)

“Kami mengerti. Kemudian, ini koin perak untuk biaya kartunya. ” (Sirius)


Aku mengambil empat koin perak dari dadaku, dan menyerahkannya ke resepsionis. Reese ingin membayarnya sendiri, tetapi aku mengatakan kepadanya untuk menganggapnya sebagai pengeluaran yang pantas untuk muridku, dan dia menyerah.

Resepsionis mengambil koin perak, meletakkannya di bawah meja. Kemudian, dia kembali menatap kami dengan ekspresi serius.


“Hmmm… beberapa saran pribadi. Belakangan ini aku mendengar desas-desus tentang petualang baru menghilang secara tidak wajar. Kalian semua, harap berhati-hati.” (Resepsionis)


Aku paham, tentang penyebab dari perasaan suram yang aku lihat ketika kami mengatakan kami ingin mendaftar. Dia mungkin melihat banyak pendatang baru, dan kemudian akan mendengar kemudian bahwa mereka tidak pernah kembali.

Setelah memberi saran, resepsionis kembali memberikan senyumannya yang biasa dan menunjukkan kepada kami bagaimana menemukan permintaan untuk pendatang baru seperti kami.

Kami belum mendapat masalah dengan uang, dan karena kami tidak terburu-buru untuk menaikkan peringkat kami, kami segera pergi. Aku sudah membuat rencana untuk berkunjung ke Perusahaan Galgan setelah kami selesai dengan pendaftaran kami, jadi kami mulai menuju ke sana.



-



Sembari berjalan di pusat kota, para murid tampak senang melihat kartu serikat. Ini normal untuk kedua bersaudara, tetapi Reese terlihat sangat bersemangat. Dia ingin menjadi seorang petualang karena ibunya, tapi aku pikir mungkin ada yang lebih dari itu.


"Kau tampak sangat senang, Reese-ane." (Reus)

“Semua orang senang, tetapi dengan ibu Reese yang juga seorang petualang, aku yakin Reese lebih bersemangat daripada yang lain.” (Sirius)

“Memang benar aku bahagia karena aku bisa menjadi petualang seperti Kaa-san, itu benar. Namun, aku merasa seperti bagian dari diriku juga senang menjadi mandiri, mungkin?” (Reese)

“Bukankah Reese-ane terlihat seperti orang yang berbeda? Seperti dirimu yang dipanggil 'Blue Saintess'.” (Reus)


Seperti revolusi sebelumnya, Reese tidak hanya bertarung, tetapi menyembuhkan orang lain. Lebih dari seratus orang muncul di depannya membutuhkan pertolongan medis, tetapi dia mampu menangani setidaknya setengah dari mereka sendiri. Dengan melakukan itu, dia menggunakan terlalu banyak mana, namun dia tetap bisa berlari dengan cepat. Terlebih lagi, sepanjang waktu dia menjaga sikap tenang dan pasif yang memukau banyak orang yang dia tolong.

Sebutan itu tersebar di sekitar sekolah, dan sebelum dia tahu itu dia telah memperoleh gelar 'Blue Saintess'. Tak perlu dikatakan, orang itu sendiri malu dengan sebutan itu dan meyangkalnya sepenuhnya.


“Mereka memanggilku secara sukarela! Aku sudah terdaftar di Serikat Petualang dan menjadi mandiri melalui kerja kerasku sendiri!" (Reese)

“Kamu sudah bekerja keras, Reese. Ketika kamu mulai berlatih dengan kami, Sirius-sama dan kami ada di sana untukmu tidak peduli berapa kali kamu jatuh. ”(Emilia)

“Ya, aku sudah bekerja keras! Sudah empat tahun sejak itu ... sungguh cepat." (Reese)


Dia memicingkan mata ke langit, tenggelam dalam pikirannya.

Kami belum mendengar apa-apa tentang itu, dan Reese belum menyebutkannya, tapi ... Aku ingin tahu apa rencananya setelah lulus?

Dia tidak suka berada di Elysion sebelumnya, tetapi sekarang dia telah berdamai dengan ayahnya, dan telah membuat reputasi untuk dirinya sebagai seorang penyembuh yang luar biasa. Selain itu, ia memiliki kakak perempuannya, Putri Lifell di sini, dan sebagai bangsawan tidak ada persyaratan baginya untuk bertualang.

Dia pasti akan ikut denganku jika aku, bunga cintanya, mengundangnya. Aku tidak bisa tidak merasa bahwa jika dia hanya datang untuk alasan itu, pasti akan ada perasaan tidak menyenangkan yang tersisa.

Ini adalah keputusan yang harus dia buat sendiri, dan aku akan mendukung keputusan mana pun yang dia buat.



-



Satu tahun sampai lulus.

Aku akan mengabaikan masalah Reese untuk saat ini, tetapi rencana perjalanan kami berjalan dengan baik.



[ Intermission 1 Selesai ]




Like Fanspage Facebook kami supaya tidak ketinggalan update!!
😌
» Anda baru saja membaca: Novel World Teacher – Other World Style Education & Agent Intermission 1 Bahasa Indonesia

0 comments:

Post a Comment