Tuesday, 4 September 2018

Novel World Teacher – Other World Style Education & Agent Intermission 2 Bahasa Indonesia

Novel World Teacher – Other World Style Education & Agent Intermission 2 Bahasa Indonesia



Translator : Sai Kuze

Intermission 2 - Tempat Dimana Kami Harus Pulang


- Emilia -



Beberapa hari setelah mendaftar ke Serikat Petualang, kami, kedua bersaudara, dan Reese berkumpul di Penginapan 'Spring Breeze's Perch'.

Mereka berdua di sini karena aku mengundang mereka tapi karena ini adalah pertemuan rahasia, master kita, Sirius-sama, tidak ada saat ini.

Alasannya adalah karena diskusi kita dari sekarang adalah rahasia dari Sirius-sama. Aku merasa tidak enak karena memiliki rahasia dari orang itu tetapi kami semua setuju karena ini akan membawa hal-hal besar baginya.


"Terima kasih banyak karena meminjamkan tempat ini, Laura-san." (Emilia)

"Aku benar-benar tidak keberatan tapi jarang sekali kalian tidak berada di sekitar Sirius-kun." (Laura)

“Aku juga berpikir hal yang sama. Tidak biasa bagi Nee-chan meninggalkan Aniki.” (Reus)


Ketika aku mengucapkan terima kasih kepada ibu pemilik 'Spring Breeze's Perch' dan menyiapkan teh, Reus mengatakan dia terkejut tentang diriku.

Astaga, adik yang tidak sopan. Memang benar aku mencintai Sirius-sama tapi aku tidak punya rencana untuk menjadi seorang wanita yang mengganggu masternya dan mengikutinya dengan gigih. Sirius-sama juga punya waktu saat dia ingin sendirian jadi aku akan meninggalkannya ketika aku mengetahui suasana hatinya.

Itu benar, sebagai pelayan untuk orang itu, itu mudah ... mudah ... aah, aku ingin melihatnya!


"Ne ... Nee-chan ..." (Reus)

“Hei, Emilia! Mengapa kamu mencekik leher Reus? Tenangkan dirimu! ” (Reese)

"Haa !?" (Emilia)


Tidak bagus, tidak bagus. Karena aku ingin bertemu dengannya jika aku memikirkannya, ayo berhenti di sini. Aku sudah merindukan Sirius-sama tetapi aku harus bertindak dengan tenang sebagai petugas untuk orang itu. Aku melepas Reus, aku mengelus kepalanya dan meminta maaf.


"Gohoo ... kenapa aku tidak bisa melampaui Nee-chan?" (Reus)

“Karena aku adalah kakakmu. Sekarang, alasanku mengumpulkan kalian tidak lain dari ini. Terus terang, aku berpikir untuk mengucapkan terima kasih kepada Sirius-sama yang telah merawat kita seperti biasanya” (Emilia)


Itu benar, kita benar-benar dilindungi oleh Sirius-sama. Bahkan dengan sajian makanannya, tidak hanya dengan daging saja tetapi dia juga mencampurkannya dengan sayuran karena dia khawatir tentang kesehatan kami, tetapi itu membuat kami tidak mengetahui apa-apa. Apa yang harus kami berikan kepada orang itu untuk membalas kebaikannya?

Aku berpikir untuk memberi waktu pertamaku untuk membalas kebaikannya tetapi ... dia tidak akan menerimanya. Meskipun Erina-san berkata 'untuk secara aktif mengajak seorang pria ketika dia  sudah siap pada usia tertentu' ... bukankah ini aneh? Meskipun aku ingin membuatnya puas dengan dada besar ini ...
[TL Note: 'Waktu pertama','big bewbs' ( ͡° ͜ʖ ͡°) ]

Tidak, ini bukan seperti aku tidak sabaran. Erina-san mengatakan sepertinya akan ada waktu ketika seorang pria akan tertarik pada seorang wanita jadi itu akan menjadi 'pertandingan' mulai sekarang.

Hal seperti memberikan tubuhku, itu akan terjadi cepat atau lambat. Jadi, ayo kita pikirkan tentang hadiah dari kami untuk situasi saat ini.


“Kita telah mendaftar di serikat dan kita menghasilkan uang. Karena itu, aku berpikir tentang hadiah macam apa yang cocok untuk diberikan pada Sirius-sama dengan menggunakan penghasilan kita… bagaimana menurutmu?” (Emilia)

"Itu pertanyaan yang bagus! Aku akan bekerja keras untuk itu!” (Reus)

“Ya, Sirius-san telah banyak membantuku jadi apapun itu, aku ingin membalas kebaikannya.” (Reese)


Aku tidak berpikir mereka akan keberatan tetapi di atas semuanya, mereka setuju untuk itu.

Ngomong-ngomong, Sirius-sama saat ini memiliki urusan dengan Zack-san di Perusahaan Galgan. Aku tidak mendengar detailnya tetapi dia mengatakan sesuatu tentang memesan barang-barang yang diperlukan untuk kelulusan kami.

Hari ini, kami mendapat izin untuk menghabiskan waktu dengan bebas. Sekarang sudah pagi dan aku disuruh kembali ke rumah saat makan malam. Jadi, kita akan mencari uang sampai malam untuk mempersiapkan rasa terima kasih kita.


“Emilia. Ada apa dengan perasaanmu sekarang? Padahal kemarin kamu masih seperti biasanya, kan? ” (Reese)

“Dengan menjadi seorang petualang, mendapatkan penghasilan adalah satu langkah menuju kedewasaan dan sebagai pelayan bagi orang itu, aku berencana untuk menerimanya. Pada awalnya, aku akan mulai dengan perasaan seperti itu. Dan pada akhirnya, aku bertujuan untuk menjadi pelayan seperti Erina-san yang mengajariku.” (Emilia)

"Erina-san adalah orang yang luar biasa." (Reus)

“Apakah dia yang mengajarimu bagaimana menjadi pelayan? Apakah dia luar biasa? ”(Reese)

“Ya, dia luar biasa. Meskipun itu waktu yang singkat, aku diajarkan berbagai hal oleh beliau." (Emilia)


Aku pikir Erina-san adalah model sempurna dari seorang pelayan.

Dia memahami waktu untuk tidak mengganggu ketika Sirius-sama bekerja, dan dia dengan sempurna melayani tuannya ketika dia membutuhkan sesuatu yang perlu tanpa diberitahu. aku belum mencapai tahap itu tetapi aku ingin menjadi seperti itu sebagai pelayan bagi orang itu.

Tetapi prioritas utama saat ini adalah rasa terima kasih kami pada Sirius-sama.


“Yah, aku sudah mengatakan tujuanku, jadi ayo cepat bergerak. Aku sudah menerima dua permintaan dari serikat." (Emilia)

“Kau bergerak sangat cepat, Nee-chan. Bahkan jika itu tidak hanya untuk hari ini khususnya, bukankah seharusnya kita mendapatkan penghasilan kita secara perlahan-lahan?” (Reus)

"Aku tidak ingin jauh dari Sirius-sama dilain-lain waktu." (Emilia)

"Aku mengerti!" (Reus)

"Aku mengerti! Tidak ... aku tidak mengerti.” (Reese)


Tujuanku adalah menjadi perawat pribadi Sirius-sama. Itu sebabnya aku tidak bisa jauh darinya dilain-lain waktu.

Bagaimanapun, karena keduanya setuju, aku mengeluarkan dua lembar kertas dengan permintaan dan menaruhnya di atas meja. Permintaannya adalah untuk menyelidiki sarang Goblin dan memetik bunga kristal air di danau Jya-O yang agak jauh dari Elysion. Mereka berdua mengambilnya dan mengkonfirmasinya tetapi sepertinya mereka memiliki pertanyaan karena mereka melihat padaku.


“Ini adalah penyelidikan yang tidak melakukan penaklukkan dan pemintaan yang dapat dipilih. Hadiahnya sekitar beberapa koin tembaga hingga satu koin perak ya ...” (Reus)
[TL Note: Ini ceritanya kek Quest Tutorial gitu, coba deh main gim-gim MMORPG macam Dragon Nest]

"Ya. Aku tidak yakin apa yang harus diberikan untuk Sirius-san tapi aku ingin tau apakah ini sudah cukup. Meskipun aku pikir itu tidak perlu bergantung pada hal-hal yang membutuhkan uang tetapi jika memungkinkan, aku ingin menyiapkan sesuatu yang bagus." (Reese)

“Ini hanya untuk mereka yang baru saja mendaftar. Namun, permintaan hanya untuk penampilan luarnya saja." (Emilia)


Benar. Lagipula, hal yang paling penting dari permintaan adalah tempatnya. Untuk itu, kami telah selesai menyiapkan berbagai keperluan.


“Kita akan menyelidiki sarang Goblin. Aku pernah mendengar dari resepsionis dia mengatakan bahwa kita harus lari jika kita diserang tetapi mereka tidak mengatakan apa-apa tentang mengalahkannya. Dan, itu tidak disebutkan dalam permintaan tertulis." (Emilia)

“Singkatnya, apa yang akan kita lakukan, Nee-chan?” (Reus)

“Reus, penyelidikan kita itu hanya sebagai alasan tetapi kita akan memusnahkan mereka. Kebetulan, aku sudah mengamankan seluruh tempat penjualannya." (Emilia)

"Aku mengerti!" (Reus)

“Ehh !? Bukankah itu ... berbahaya?" (Reese)


Reese terkejut sesaat tetapi dia menyadari bahwa tidak akan ada masalah karena dia telah menyaksikan Reus mengalahkan goblin dengan mudah berkali-kali.

Serikat mungkin akan memarahi kami karena kami melakukan ini sesuka kami, tetapi musuh adalah goblin yang memburu ternak dan tidak berpikir apa pun selain menghamili wanita. Kami tidak akan dimarahi jika kami mengalahkan musuh wanita dan penilaian terhadapt kami dapat meningkat.

Jadi, jika kami memeriksa sarang mereka untuk menyelidiki dan kemudian kami harus melaporkan bahwa kami menemukan sarang dan memusnahkan mereka. Mengambil kesempatan ini, peringkat kami mungkin tidak hanya naik tetapi kami juga mendapat penghasilan. Ini seperti membunuh dua burung dengan satu batu.


"Jika kamu menemukan sarangnya, 'tanpa berpikir' langsung serang saja." (Emilia)

"Maka itu akan menjadi pemusnahan 'tanpa berpikir' ya." (Reus)

"Itu tidak menjadi 'tanpa berpikir', lho ..." (Reese)

“Ya, ini adalah kotak makan siang dan minuman. Setelah selesai, mari berkumpul kembali di sini.” (Emilia)

“Aku mengerti, Nee-chan. Aku akan segera pergi.” (Reus)

“Kembalilah sebelum malam. Hati-hati." (Emilia)

"Hati-hati ..." (Reese)


Reus pergi setelah mengemasi barang-barangnya. Tampaknya Reus akan tiba di tempat sarang sebelum tengah hari. Sirius-sama mengatakan bahwa jaraknya hanya akan memakan waktu sekitar satu jam jika yang melakukannya Reus.

Selanjutnya giliran kita. Isi kertas permintaan adalah pengiriman bunga kristal air tetapi tentu saja tidak hanya itu.


"Jika Reus akan memusnahkan goblin, apakah ada sesuatu tentang permintaan ini?" (Reese)

"Tentu saja. Kamu tau bagaimana jenis habitat di danau Jya-O, kan? ” (Emilia)

“Kalau tidak salah ... habitat Ular Jya-Ora kan? Itu artinya ... ” (Reese)

“Seperti yang diharapkan dari Reese. Sembari kita mengumpulkan bunga kristal air, kita hanya perlu 'tanpa berpikir' memburu Ular Jya-Ora dan menjual bahan mentahnya." (Emilia)

"Jangan menyebutnya 'tanpa berpikir'! Ini bukan saatnya mengatakan itu.” (Reese)


Jika aku tidak mengatakan 'tanpa berpikir', apa yang harus aku katakan? Kami seperti petualang pemula yang sedang bersinar (pangkatnya) dan bahkan para petualang tingkat menengah dikatakan kesulitan melawan monster itu. Jadi, aku tentu tidak bisa berhenti mengatakan itu.


“Tapi kamu tahu, ada baiknya jika kita membunuhnya tetapi… bagaimana seharusnya kita memapah bahan mentahnya dan membawanya kembali? Karena daging dan taring sangat dibutuhkan, bukankah itu akan menjadi berat?” (Reese)

“ku meminta Zack-san untuk menyiapkan kereta karena alasan itu. Jika aku menjelaskannya untuk tujuan Sirius-sama, dia akan menyewakannya dengan murah." (Emilia)

"Bukankah itu akan ketahuan oleh Sirius-san?" (Reese)

“Aku memintanya untuk merahasiakannya dan sejak diterimanya pembayaran bukan dari Perusahaan Galgan, itu akan baik-baik saja. Waktu sangat berharga, jadi haruskah kita segera pergi?” (Emilia)

“Meski aku khawatir tentang berbagai hal tapi aku mengerti. Jika aku menganggap ini sebagai rasa terimakasih pada Sirius-san, aku akan menutup mata pada detailnya.” (Reese)


Reese juga mengemasi keperluannya dan kemudian kami memutuskan untuk segera pergi ke danau Jya-O.



-



Kami pergi menuju pengangkutan kereta kuda yang dekat ke gerbang masuk Elysion, kami menyerahkan catatan yang kami terima dari Zack-san dan menyewa kereta. Kereta ini dengan satu kuda, memiliki kap kecil yang hanya bisa memuat dua orang, tetapi itu sudah cukup bagus karena kami tidak akan pergi untuk jarak yang jauh. Seperti yang diharapkan dari Zack-san, dia mempersiapkannya dengan baik.

Kami berangkat dan aku duduk di kursi kusir dan Reese melihat ke arahku dengan bingung.


"Emilia bisa mengendarai kuda?" (Reese)

"Meskipun ini adalah pertama kalinya, aku tau bagaimana melakukannya." (Emilia)


Aku diajari oleh Zack-san ketika kami pergi menuju Elysion. Saat itu kereta kudanya dengan dua kuda tetapi kali ini hanya dengan satu kuda. Jika kita berhati-hati, aku bisa menanganinya.


"Bukankah lebih baik mempekerjakan seorang kusir?" (Reese)

“Akan memakan banyak biaya jika melakukan itu. Selain itu, jangan khawatir karena hanya ada satu kuda." (Emilia)

“... Aku agak gelisah tetapi kurasa yah mau bagaimana lagi.” (Reese)


Setelah aku meyakinkan Reese, kami berangkat.



-



Kami menyerahkan kartu serikat kami dan meminta surat kepada penjaga gerbang di pintu masuk dinding yang mengelilingi Elysion, dan kemudian kami berangkat keluar.

Ini mengingatkanku, ini adalah pertama kalinya diriku pergi ke luar kota tanpa Sirius-sama. Jika ini di masa lalu, aku pasti akan takut dan tidak pernah melakukannya tapi sekarang, aku tidak berpikir itu menakutkan. Ini juga karena pelatihan dari Sirius-sama dan itu berkontribusi pada fakta bahwa aku belajar teknik untuk bertahan hidup di luar. Kami harus berhasil dalam menyelesaikan permintaan ini, sehingga kami dapat menghasilkan banyak uang dan membalas kebaikannya.

Masih ada beberapa jarak lagi menuju danau Jya-O, kereta terus melaju sembari menambah sedikit kecepatan. Cuacanya juga terang dan sembari berjemur di bawah sinar matahari, Reese muncul di sebelahku sementara aku memegang kendali.


"Apakah kamu baik-baik saja mengendarai kuda?" (Reese)

"Tidak ada masalah. Kudanya jinak dan baik, kuda ini mengikuti perintah dengan patuh.” (Emilia)

"Daripada hanya mengendarai ini, maukah kamu mengajariku juga caranya?" (Reese)

"Yakin. Pertama menarik kendali ... '' (Emilia)


Setelah itu, sembari mengajarinya cara mengendalikan kuda, kami menuju ke danau Jya-O.



-



Kereta kami melaju dengan kencang selama satu jam sembari bergantian kusir dan kemudian kami akhirnya tiba di danau Jya-O.

Ada yang bilang monster akan berkumpul dengan mudah di tempat-tempat di mana ada air tetapi karena ular Jya-Ora, monster peringkat tinggi, tinggal di lingkungan danau Jya-O, ada beberapa monster lain di sini. Karena kuda ini tidak mungkin diserang, kami mengikat kuda ke pohon sedikit menjauh dari danau dan menyelesaikan persiapan kami.

Pertama-tama, mari kita mulai dengan mengambil bunga kristal air sesuai permintaan aslinya.


"Permintaan itu membutuhkan dua puluh bunga kristal air, kan?" (Reese)

"Itu ditulis dalam kertas permintaan tetapi kita bisa membelinya jika itu ada yang menjualnya." (Emilia)


Bunga kristal air adalah bunga yang mekar di air jernih. Keistimewaan dari kelopak bunga adalah mereka sangat jernih. Meskipun itu bunga kecil, itu adalah bunga yang dapat digunakan sebagai obat antipiretik dan restoratif. Karena tumbuh di tempat yang dangkal, aku dapat mengumpulkannya bahkan dari tempat kering.

Bunga itu tidak begitu berharga dan harga satuannya murah tetapi Sirius-sama berpikir debu bahkan ketika menumpuk bisa berarti sesuatu.

Menurut rencana, kami mencari bunga setelah mengkonfirmasi ular Jya-Ora tidak ada tetapi aku lebih suka mereka menemui kami sehingga kami bergerak tanpa memikirkannya.

Kami terus mengumpulkan bunga dan kemudian kami merasakan kejadian yang tidak biasa ketika kami tiba di posisi ke-30.


“Eh? Tidak ada monster lain juga.” (Reese)


Menurut Reese, satu monster yang meminum air di tempat yang agak jauh dari kami telah menghilang. Mungkinkah…


"Sepertinya ada sesuatu yang terjadi." (Emilia)

"Bagaimana kita akan bertarung?" (Reese)

"Karena hari ini kita hanya berdua, ayo kita serang dengan Reese sebagai pengalih dan aku akan meyerangnya." (Emilia)

“Baiklah. Roh-roh hidup disini karena ini adalah area danau jadi aku sudah siap.” (Reese)


Kami berhenti mengumpulkan dan membawa bunga kristal air dengan cepat menuju kereta. Ketika kami sudah selesai dengan itu, bayangan besar muncul dari danau dan Ular Jya-Ora muncul bersama dengan semprotan air.

Seluruh tubuh ular besar ditutupi dengan sisik kuning dan ada taring yang tak terhitung jumlahnya di mulutnya. Apakah panjangnya mungkin sekitar lima meter? Ukurannya dua kali lebih besar dari biasanya jadi aku kira ular itu sudah dewasa.

Entah itu memperhatikan kami atau tidak, matanya yang tajam melihat ke arah kami. Kemudian, tubuh besarnya keluar dari danau dan mendekat kepada kami. Biasanya, kita harus melarikan diri tetapi ... Reese dan aku tidak bisa memisahkan mata kami dari tubuh besar itu sembari menelan air liur.


“Unajuu…” (Emilia)
[TL Note: Ini adalah belut panggang yang disajikan di atas nasi dalam dua kotak yang ditumpuk terpisah]

"Kabayaki juga pasti lezat ..." (Reese)
[TL Note: Kabayaki ini kek sate belut.]


Ketika kami memakan daging Ular Jya-Ora untuk pertama kalinya di penginapan 'Spring Breeze's Perch', Sirius-sama mengatakan rasanya seperti Unagi.

Tak lama setelah itu, Sirius-sama mendapatkan daging Ular Jya-Ora dan membuat hidangan baru darinya. Berwarna hitam, dipanggang dan memiliki rasa yang mendalam, hidangan yang menggabungkan nasi dan Unajuu disatu piring adalah hidangan yang luar biasa.

Aku ingin memakannya ... lagi. Melihat Ular Jya-Ora, kami memutuskan untuk memburu tidak peduli apa pun yang terjadi.


"Meskipun dagingnya terjual dengan harga tinggi ..." (Reese)

"Aku akan memastikannya sedikit." (Emilia)


Hati kami menjadi satu, sekarang setelah piala berburu ada di depan kami, kami menjadi pemangsa. Ular Jya-Ora yang mendekat menjadi goyah sesaat tetapi mungkin itu hanya imajinasi kami.

Aku mengambil pisau lempar sementara Reese berbicara kepada roh dan mempersiapkan sihirnya.


"Ayo kita lakukan ini!" (Emilia)

"Silahkan! [ Aqua Pillar ]” (Reese)


Dan pertempuran berakhir dalam sekejap mata.

Untuk lebih spesifik, gerakannya terhalang oleh banyak [ Aqua Pillar ] dan aku memotong lehernya dengan menggunakan [ Air Slash ]. Begitulah mengakhirinya, pada dasarnya [ Air Slash ] akan dipentalkan oleh sisiknya tetapi sihirku lebih tipis dan tajam ke titik dimana jika seseorang menyentuhnya dia akan terluka. Aku diajari oleh Sirius-sama untuk membayangkan angin yang tajam.

Dan hasilnya adalah potongan yang luar biasa tajam dan indah yang terlihat. Jika cara itu tidak berhasil, kami berencana untuk menggunakan [ Aqua Cutter ] Reese tetapi sepertinya itu tidak perlu.


"Sekarang, bisakah kita menguliti sisiknya dan mengambil taringnya sementara kita menunggu darahnya dikeringkan?" (Emilia)

"Benar. Bola matanya adalah bukti menaklukkan ular sehingga bisa dijual dengan harga tinggi, kan?” (Reese)


Saat Reese mengatakan itu, dia menusukkan pisau di atas kepala ular tanpa ragu-ragu.

Reese adalah anak yang lembut yang tidak ingin menyakiti orang lain tetapi ketika menyangkut untuk menguliti dan memasak daging monster, dia tidak akan ragu-ragu. Mungkin, itu karena ibunya adalah seorang petualang tetapi dia benar-benar tidak punya masalah untuk mengambil bola mata. Setelah itu, dia mengangkat bola mata yang dapat memantulkan sinar matahari seperti kristal dan mengangguk puas.

Jika seperti ini, kita sepertinya melakukannya dengan baik sebagai petualang. Aku menaruh taring dan sisik sembari berpikir begitu.


"Aku sudah selesai dengan kedua bola matanya." (Reese)

“Taruh saja diatas taring dan sisik. Selanjutnya adalah dagingnya. Meskipun kita mungkin tidak sepenuhnya mengeringkan seluruh darahnya, ayo kita kemasi juga.” (Emilia)


Bahkan, aku ingin menggantungnya untuk menguras darah tetapi tidak mungkin karena Reus, yang bertanggung jawab memiliki kekuatan, tidak ada di sini. Selain itu, jika kami mengambil terlalu banyak waktu, monster lain akan muncul karena mereka tergoda oleh bau darah. Kemudian, kami akan memisahkannya untuk yang dijual dan yang dibagikan kepada penginapan Spring Breeze's Perch. Kami mengambilnya sebagian untuk kami makan dan menaruh sisanya dikereta.

Meskipun kami berburu sebagai rasa terimakasih terhadap Sirius-sama, bukankah aneh untuk menyerahkan ular ini kepadanya dan membuat dirinya memasaknya, tetapi hidangan Sirius-sama adalah yang terbaik namun... itu adalah masalah lain.



-



Kami kembali menuju kota setelah memasukkan barang-barang dikereta.

Penjaga gerbang dan Serikat Petualang terkejut tetapi entah bagaimana mereka malah membeli bahan mentahnya sementara kami melaporkan pencapaian permintaan bunga kristal air.

Mungkin karena Reese dan aku memburu Ular Jya-Ora, peringkat kami di serikat naik. Promosi itu tidak mungkin hanya dalam beberapa hari setelah mendaftar tetapi Instruktur Reed yang tau kemampuan kami ada di sana, peringkat kami naik dari peringkat sepuluh menjadi delapan.

Kami mengembalikan kereta dan ketika kami pergi menuju penginapan Spring Breeze's Perch lagi, hari sudah berubah menjadi sebelum senja. Tidak ada cara lain untuk membuatnya lebih awal karena memindahkan bahan mengambil sebagian besar waktu kami dan aku bisa menyelesaikannya sebelum senja karena aku sedang terburu-buru.


“Oh, selamat datang kembali. Kalian kembali dengan selamat." (Laura)

"Aku kembali. Ngomong-ngomong, apakah Reus sudah kembali? ”(Emilia)

“Dia masih belum kembali. Aku akan tau jika dia sudah kembali dan aku tidak berpikir aku akan mengabaikannya." (Laura)

"Begitukah? Ah, aku ingin membagikan daging ini sebagai hadiah. Terimalah ini sebagai ucapan terima kasih karena telah meminjamkan kami tempat ini.” (Emilia)

[TL Note: 'Back' disini sebenarnya mau saya artikan 'pulang' tapi rasanya nggak cocok karena tempat mereka pulang yaitu disisi Sirius-sama, dan ucapan terimakasih Emilia-tan ini ditunjukkan karena mpok Laura ngebiarin penginapannya dijadiin tempat pertemuan mereka bertiga]


Aku menyerahkan puluhan kilo daging yang aku dapatkan kepada Laura-san. Bongkahan daging belum diproses tapi dia sepertinya memperhatikan segera karena itu adalah daging yang digunakan untuk hidangan utama Penginapan Spring Breeze's Perch.


“Apakah ini ... tidak apa-apa? Jika aku boleh membelinya, akan kubeli dengan harga satu koin emas, lho?" (Laura)

"Aku tidak keberatan. Karena kami sudah mengamankan bagian kami dan menjual sebagian besarnya. Akan sulit bagi kami untuk menjualnya jika kamu mengembalikan daging itu kepada kami.” (Emilia)

"Begitukah? Tetapi aku akan tetap membelinya, bukan menerimanya sebagai hadiah. Aku akan menyiapkan uangnya jadi tolong tunggu di meja makan.” (Laura)


Seperti yang dia katakan, kami kembali ke meja dimana kami mengadakan pertemuan pagi ini.

Aku bebas sekarang karena Reus belum kembali jadi aku akan membahas tentang perhitungan uang dan apa yang harus dibeli dengan Reese?


“Hmmmm ... totalnya kita memiliki tiga koin emas dan dua belas koin perak. Lalu apa yang harus kita beli?” (Emilia)

“Aku masih tidak percaya aku menghasilkan banyak uang dalam sehari. Dengan ini, kita bisa membeli berbagai hal.” (Reese)

"Hei kalian, jangan menyebarkan uang (di atas meja) begitu saja!" (Laura)


Sementara kami masih berpikir, Laura-san memarahi kami dengan uang di tangannya. Dia benar, saat ini akan menjadi waktu makan malam dan sebentar lagi jumlah pelanggan akan meningkat jadi jika mereka melihat anak-anak seperti kita memegang banyak uang, akan ada musuh dengan perilaku buruk yang mungkin akan muncul.


"Maafkan aku. Aku agak ceroboh." (Emilia)

“Itu baik-baik saja jika kamu memahaminya. Ini, harga dagingnya. Ngomong-ngomong, apakah kamu sudah makan malam?” (Laura)

"Belum, tetapi aku akan pulang dan makan malam bersama dengan Sirius-sama." (Emilia)

"Begitukah? Aku tidak keberatan tetapi jika kalian menunggu sampai Reus kembali, setidaknya aku harus menyiapkan beberapa minuman. Kami benar-benar terselamatkan karena persediaan daging kami tinggal sedikit." (Laura)


Aku meminta Laura menyiapkan jus buah dan terus menunggu Reus sembari mendiskusikan apa yang harus kita beli.



-



Setelah satu jam ... ini akan buruk jika kita tidak segera pulang tetapi Reus akhirnya kembali. Ada darah di sana-sini di tubuhnya tetapi dia tertawa puas. Aku pikir semua itu adalah darah goblin.


“Aku kembali, Nee-chan! Reese-ane!” (Reus)

“Selamat datang kembali, Reus. Meskipun kamu luar biasa terlambat, apakah kamu baik-baik saja?" (Emilia)

"Selamat datang kembali. Meskipun berlumuran darah, kamu tidak terluka, kan?" (Reese)

“Ou! Aku baik-baik saja karena aku tidak terluka sama sekali. Dan meskipun aku terlambat, itu karena banyak hal yang terjadi, aku juga mendapatkan beberapa uang." (Reus)


Reus dengan santai meletakkan kantong di atas meja tetapi tampaknya kantong itu sangat membengkak dan diisi dengan banyak uang. Aku pikir itu akan baik baginya untuk mendapatkan beberapa koin perak dari hadiah penyelidikan dan dengan menjual bahan mentah tetapi melihat jumlah dikantongnya, aku pikir sarang goblinnya besar. Reus juga sudah bekerja keras.

Reus duduk dan aku memberikan jus milikku kepadanya. Dan kemudian, aku memeriksa isi kantong itu. Isinya adalah koin perunggu, koin perak, dan beberapa koin emas…. Ehhh !?


“Ada apaEmilia? Apakah itu terlalu banyak?" (Reese)

"... Bahkan jika aku melihatnya sekilas, aku pikir ada dua puluh koin emas." (Emilia)

"Ehh !?" (Reese)


Apa yang dilakukan adik laki-lakiku? Dengan jumlah uang sebesar ini, tidak peduli berapa banyak goblin yang kamu bunuh, akankah kamu mendapatkan jumlah segitu? Tidak, bahan mentah dari goblin murah dan harganya tidak lebih dari koin perunggu dan aku mungkin tidak akan menghasilkan uang sebanyak ini bahkan jika aku melucuti ular selama setengah hari.

Itu artinya, pasti ada faktor lain.


"Reus." (Emilia)

“Ada apa Nee-chan? Kenapa kau terlihat marah?” (Reus)

“Katakan apa yang terjadi setelah kamu pergi dari sini. Tidak baik jika kamu menyembunyikannya." (Emilia)

“O, ou! Err, setelah aku meninggalkan kota ..." (Reus)



Karena saat latihan Reus terus berlari setiap hari dengan beban, ia tampaknya terus berlari tanpa istirahat sampai mencapai tempat sarang itu berada. Dan ketika dia akan segera tiba di hutan yang dituju, dia menemukan sebuah kereta yang melaju dengan terburu-buru.


“Ketika aku pikir itu aneh bagi mereka untuk terburu-buru, ternyata mereka dikejar oleh perampok. Setelah aku mengkonfirmasi mereka adalah musuh, aku menghajar mereka semua. Ada pasangan bangsawan di kereta tetapi mereka tidak dapat berbicara karena mereka panik jadi aku mendengarkan Onee-san pengawal mereka yang cantik tentang situasi mereka.” Reus
[TL Note: Onee-san hanyalah seorang pengawal, tidak memiliki hubungan keluargadengan para bangsawan.]

Reus jarang memuji jadi aku pikir dia benar ketika mengatakan jika seorang perempuan terlihat cantik. Dia mendengar situasi di mana mereka tiba-tiba diserang oleh sekelompok goblin beberapa waktu yang lalu dan entah bagaimana berhasil melarikan diri. Namun, putri satu-satunya bangsawan dan para pengawal muda diculik.

Para goblin itu mungkin berasal dari sarang permintaan itu. Untuk menyelamatkan mereka dengan cepat, mereka kembali ke kota dengan terburu-buru dan kemudian mereka diserang oleh perampok, dan Reus menolong mereka. Mereka sangat tidak beruntung sampai-sampai diserang dua kali.

Pasangan bangsawan dan pendamping perempuan memohon Reus untuk menyelamatkan mereka tetapi Reus, yang lebih memprioritaskan penghasilan dan untuk kepentingan Sirius-sama, dengan mudah menolak mereka.


"Itu tidak mungkin karena aku harus memasuki sarang goblin 'tanpa berpikir' '... itulah yang aku ucapkan untuk menolak mereka." (Reus)

"Tidak ada gunanya jika kau mengatakan 'tanpa berpikir'." (Emilia)

“Bukan itu masalahnya. Tapi ... apakah kamu mengatakan itu untuk menolaknya? ”(Reese)


Setidaknya Reus berencana untuk menolaknya. Jika mereka yang tidak mengenalnya melihat situasi, tidakkah mereka akan menganggapnya sebagai orang yang keren? Jika digambarkan dalam sebuah buku, Reus terlihat seperti tokoh protagonis dalam dongeng.

Setelah itu, dia langsung menemukan sarangnya dan dia pikir itu aneh karena hampir tidak ada yang mengawasi. Lalu dia mendengar jeritan seorang wanita.


“Aku menyerang karena aku bisa mendengar suara dari sarang, kedua Onee-san dikelilingi dan ditekan oleh para goblin di bagian dalam. Aku pikir ini adalah apa yang Aniki katakan tentang para goblin yang menculik seseorang untuk berkembang biak jadi aku membunuh goblin yang paling dekat dengan Onee-san sekaligus.” (Reus)

[TL Note: Biar kutebak, pasti didalam sana penuh dengan adegan ini dan tu ( ͡° ͜ʖ ͡°) ]


Dia pikir itu adalah tindakan yang terbaik untuk menyelamatkan kedua wanita itu. Setelah itu, Reus mempora-porandakan sarang goblin dan memusnahkan mereka dalam waktu singkat.


"Ngomong-ngomong, berapa banyak goblin di sana?" (Emilia)

"Hmmm ~ ... Aku berhenti menghitungnya setelah lima puluh." (Reus)


Seratus mungkin sudah mudah untuk ditangani Reus sekarang tetapi itu sudah bagus membunuh sebagian besar dari mereka dan mereka mungkin memang mengincar wanita pada waktu itu.

Setelah Reus berhasil memusnahkan mereka, ia mencabut tanduk dari mayat goblin.

... dan meninggalkan dua wanita tanpa mengawasinya.


"... Meninggalkan wanita yang sudah serang begitu saja, bagaimana bisa kamu melakukan itu?" (Emilia)


Aku membuat kepalan dan menggenggam bahu Reus. Baginya untuk mengabaikan wanita ... tampaknya anak ini perlu diajari.


“T-tapi! Tidak ada reaksi tidak peduli berapa kali aku memanggil mereka dan aku tidak ingin membuang waktu.” (Reus)

“Tetap saja, kamu laki-laki dan kamu harus tinggal di sana sampai mereka tenang. Jika ada Sirius-san, dia juga akan mengatakan itu perlu untuk memperhatikan bahkan pada detail terkecil.” (Reese)

"Ba-baiklah!" (Reus)


Kedua wanita itu mungkin tenang setelah beberapa saat dan mereka mungkin ingin mengucapkan terima kasih kepada Reus dan menawarkan diri untuk membantu Reus memotong tanduk goblin. Pada saat itu, aku menyadari ada sesuatu yang tersentak.

Setelah itu, kereta mengejar Reus dan bertemu dengannya. Mereka mengatakan bahwa mereka sangat berterima kasih atas telah menyelamatkan putrinya dan adik perempuannya.


“Kemudian mereka menanyakan hadiah apa yang harus mereka berikan karena anak mereka sudah diselamatkan. Jadi, aku mengatakan uang atau sesuatu seperti itu." (Reus)


... Aku merasa seperti sesuatu yang lain hancur lagi. Kali ini, benar-benar rusak.

Kemudian dia mendapat koin emas dari para bangsawan dan mengawal mereka di sepanjang perjalanan dan ketika mereka mendekati kota, dia menyadari itu hampir senja. Jadi dia berlari dari kereta dan kembali ke kota.

Begitu dia sampai, dia segera pergi untuk melaporkan permintaan dan mengambil hadiah penyelidikan tetapi dia dalam masalah besar karena daripada menyelidiki, dia melaporkan pemusnahan para goblin. Akhirnya, karena dia memegang banyak tanduk yang telah dilucutinya sebagai permintaan dengan rekomendasi untuknya bersama kami dari Instruktur Reed. Jadi dia mendapat bonus dan pangkatnya dinaikkan satu.


"Itu artinya ... aku tidak punya rencana untuk menghabiskan uang sekarang jadi aku menyerahkan semuanya pada Nee-chan." (Reus)

"... Tentu, terima kasih." (Emilia)


Dan kantong yang ada di depan kami termasuk itu dan uang dari penjualan bahan mentah.

Aku ingin memujinya karena mendapatkan sebanyak ini dalam setengah hari, tetapi ... mengapa aku tidak merasa seperti melakukannya?

Karena aku tidak mengerti dan ada perasaan tidak menyenangkan yang tersisa, mari laporkan ini pada Sirius-sama.



-



Dan kemudian, dengan uang yang kami kumpulkan, kami pergi ke toko dekorasi berkualitas tinggi yang terkenal di kota.

Toko-toko berbaris aksesoris yang harganya setidaknya sepuluh koin emas. Reese dan aku mencari-cari aksesori untuk Sirius-sama. Ngomong-ngomong, Reus tinggal di luar karena kotor dengan noda darah.

Kami kesulitan memilih tetapi ketika kami akhirnya memutuskan, langit telah menjadi gelap dan perut kami mulai menggerutu. Itu wajar karena ini adalah waktu biasanya untuk menyiapkan makan malam. Terlepas dari itu, aku harus buru-buru pulang atau aku akan tidak mematuhi instruksi Sirius-sama untuk pulang sebelum makan malam. Tidak, sebelum mengatakan itu, aku sebenarnya ingin segera melihat Sirius-sama.

Kami bergegas pulang dan ketika kami berbelok di gang ... aku melihat kehadiran yang mencurigakan.

Apakah mereka berdua juga memperhatikannya, karena mereka bersiap untuk bertempur. Kemudian, tiga orang berdiri di depan kami dan kami dikelilingi oleh dua orang lagi di belakang kami.


"Aku mendengar dari pembicaraan bahwa pendatang baru kali ini sangat bagus." (??)

"Ya. Kita bisa mendapatkan harga yang bagus.” (??)

"... Kalian memiliki urusan apa dengan kami?" (Emilia)


Meskipun terasa tidak menyenangkan dari orang-orang yang tertawa itu, ini adalah kesopanan untuk melakukan percakapan terlebih dahulu. Kemampuan mereka diketahui dari seberapa buruk mereka menyembunyikan kehadiran mereka tetapi haruskah aku mempersiapkan diri sehingga kita tidak akan tiba-tiba disergap karena kecerobohan kita?


"Apa, kami hanya datang untuk melindungi petualang baru." (??)

"Kami datang untuk menawarkan pekerjaan yang terdiri dari petualang pemula." (??)

"Tidak, terima kasih. Karena kami sedang terburu-buru, bisakah kalian membiarkan kami lewat?” (Emilia)

"Ya, segera menyingkir dari jalan kami." (Reus)


Entah apakah Reus terburu-buru atau tidak, dia juga menjadi tidak senang. Tapi aku lebih tidak senang. Kami akan terlambat untuk kembali kesisi Sirius-sama karena kami bertemu dengan kalian.


"Tunggu sebentar. Jika kalian bekerja dengan kami, kalian akan mendapat banyak uang, tau?” (??)

“Itu benar, kami baru saja akan mengumpulkan uang kami. Hei, budak tidak akan butuh uang, kan?” (??)

"…Begitukah? Apakah kalian penjahat?" (Emilia)


Pada hari kami mendaftar di Serikat Petualang, aku ingat apa yang dikatakan resepsionis wanita itu.


“Hmmm… ini hanya saran pribadiku, tetapi aku sering mendengar baru-baru ini bahwa pendatang baru tidak kembali secara tidak wajar. Kalian juga, harap berhati-hati.” (Resepsionis)


Ketika aku mendengar rinciannya, mereka mengatakan seorang pendatang baru kemungkinan besar akan menghilang. Aku sering mendengar bahwa seorang petualang pemula biasanya tidak memiliki tempat untuk kembali. Selain itu, penyelidikan terhadap pemula yang hilang biasanya sangat bodoh karena mereka diasumsikan diserang oleh monster diluar.

Aku mengerti sesuatu setelah mendengar pembicaraan itu jadi aku kira pembicaraan itu adalah tentang orang-orang yang muncul di hadapan kita.


"Apa yang akan kita lakukan, Nee-chan?" (Reus)

“Apakah kamu tidak mendengar tentang petualang pemula yang hilang? Mereka diculik oleh orang-orang ini dan dijual sebagai budak.” (Emilia)

"Apa !?" (Reus)


Kemarahan Reus mencapai puncak ketika dia mendengar tentang budak. Aku juga marah tetapi ada kemungkinan itu mungkin karena sesuatu yang lain. Aku berdiri sembari meningkatkan mana dan memberi instruksi agar Reus menunggu melalui tatapanku.


"Karena sebelumnya telah menyadari kehadiran kami, kamu Ojou-chan adalah yang paling awal." (??)

“Jika kau menyadarinya, tidak mungkin menolak kita. Jika kau mengikuti dengan patuh, tidak akan ada luka yang tidak berarti, kan?” (??)

"Aku tidak ingin menjadi budak dan aku tidak punya masalah dengan uang jadi aku menolak." (Emilia)

“Haa !? Tidak ada alasan untuk membuat masalah ... Untuk anak-anak muda seperti kalian menjadi petualang, hidup kalian akan menderita dan tidak punya tempat untuk pulang!" (??)

“Karena itu, kami di sini untuk menghilangkan masalah itu. Kau akan mendapatkan pekerjaan yang stabil sebagai budak dan kami mendapatkan uang kami. Jadi kita berdua akan mendapat keuntungan.” (??)


... Ini menjadi pembicaraan sepihak. Bagaimanapun, karena mereka tetap keras dengan pedapatnya, tidak apa-apa untuk menandai mereka seluruhnya sebagai musuh.

Aku melihat untuk mengkonfirmasi kondisi Reese sebelum melawan mereka tetapi dia tampak luar biasa marah. Dia yang dulu pasti akan ketakutan tetapi sekarang dia benar-benar menjadi lebih kuat.


"Reese, akan ada darah mulai sekarang jadi ... Aku sarankan kamu untuk menutup matamu." (Emilia)

“Tidak, tidak apa-apa. Aku harus terbiasa dan itu karena aku tidak bisa memaafkan orang-orang ini.” (Reese)

“Ya, kamu sangat bisa diandalkan Reese. Kalau begitu, aku menyerahkan bagian belakang padamu." (Emilia)

"Serahkan padaku." (Reese)


Kami yang dilatih bersama di bawah Sirius-sama, hanya dengan satu kata ... tidak, sangat memungkinkan untuk saling memahami hanya dengan tatapan mata kami. Kami sudah mengatur target kami masing-masing.


“Apa yang kau ragukan dalam pembicaraan ini? Sangat penting untuk melatihmu bahkan setelah menjualmu.” (??)

"Reus." (Emilia)

"Ada apa, Nee-chan?" (Reus)

"Lakukan." (Emilia)

"Ouu!" (Reus)


Ketika Reus mengambil langkah dan menggunakan pedangnya, lengan pria itu terbang di udara.

Selanjutnya, [ Air Slash ] ku memotong lengan dua orang dan [ Aqua Bullet ] Reese mengenai keduanya di belakang.

Aku akan memberikan ucapan untuk mereka yang berteriak. Sirius-sama, aku akan menggunakan kalimat bijak yang kamu katakan.


"Bagaimana perasaanmu ketika kamu sebagai pemburu, telah menjadi buruan?" (Emilia)



-



Kami tidak membunuh orang-orang itu, kami mengikat mereka dan mengirim mereka menuju Serikat Petualang.

Mereka ada yang kehilangan kedua lengannya dan terkena pukulan diperut sehingga mereka tidak bisa makan. Kami tidak punya masalah karena itu adalah pembelaan diri yang sah.

Interogasi untuk situasi penculikan para pendatang baru dipercayakan kepada serikat dan kami dibebaskan setelah kami menceritakan apa yang kami dengar dari orang-orang itu. Sementara kami mendapat ucapan penghargaan dari berbagai orang, resepsionis yang bertanggung jawab dengan pendaftaran kami berbicara kepada kami sembari tersenyum.


"Terima kasih. Terima kasih kepada kalian, kasus ini telah benar-benar terpecahkan. Dan karena itu, kecemasan kami bisa menjadi lebih baik dan kami benar-benar terselamatkan.” (Resepsionis)

"Itu bukan apa-apa." (Emilia)

“Huhu… sangat rendah hati. Terlepas dari itu, apa kalian tidak lapar? Karena ini tidak akan menjadi masalah untuk mengambil makanan dan berada di serikat, kalian bisa memakan apa saja.” (Resepsionis)

"Aku sudah kelaparan." (Reus)

"Aku juga. Diluar sudah gelap jadi wajar.” (Emilia)

"Ya, perutku juga— ..." (Reese)


Perut kami yang kelaparan untuk makan malam Sirius-sama ...

Dan di luar sudah malam.

... Dan itu artinya?


"" "Aahhhhh—- !?" "" (Emilia / Reus / Reese)



-



Kami berlari secepat yang kami bisa. Kami berlari dengan putus asa dengan kecepatan yang tidak dapat dibandingkan dengan saat kami latihan.

Diluar sudah gelap gulita dan waktu makan malam sudah berlalu. Meskipun dapat dikatakan bahwa kami terlibat dengan sebuah kasus, dadaku sesak karena aku tidak bisa mematuhi instruksi Sirius-sama.

Tetapi aku tidak punya waktu untuk meratap. Sekarang, aku ingin kembali bahkan jika itu sedikit lebih awal dan meminta maaf kepada Sirius-sama.


"Aku sudah melihatnya, Nee-chan!" (Reus)

"Ya ... Seperti yang diharapkan ... aku akan mencapai batasku ..." (Reese)

“Jangan menyerah, Reese. Hanya sedikit lagi ..." (Emilia)


Ketika kami melihat Pondok Berlian, kami perlahan-lahan mengurangi kecepatan kami. Kami memperbaiki pernapasan kami dan sementara aku berpikir bagaimana kami harus menghadapi Sirius-sama, itu juga berakhir dengan kesia-siaan.

Karena ... Sirius-sama sedang menunggu di depan pintu masuk dan menunggu kami.


"Err ... aku pulang ... Sirius-sama." (Emilia)

"..." (Sirius)


Kami berbaris di hadapan Sirius-sama yang sedang menyilangkan tangannya di pintu masuk. Tapi Sirius-sama tidak mengatakan apapun. Dia menatap kami tanpa ekspresi apa pun.

Aku belum pernah melihat Sirius-sama dengan ekspresi seperti itu. Aku tidak tau apakah dia marah tetapi itu membuatku menangis secara tidak sengaja.


"Err ... Sirius-sama?" (Emilia)

“... Ada apa?” (Sirius)

"Apakah kamu marah? Karena kami terlambat ..." (Emilia)

“... Bisakah aku mendengar alasannya?” (Sirius)


Aku menjelaskan apa yang terjadi hari ini tanpa menyembunyikan apa pun. Demi Sirius-sama, kami mendapat uang, pergi keluar untuk berburu monster, dan berakhir dengan menghukum orang-orang yang menargetkan pendatang baru. Aku menceritakan semua kepadanya.

Aku selesai berbicara sementara Reese dan Reus menambahkan penjelasan mereka di sela-sela, lalu kami menunggu ucapan Sirius-sama.


"... Hmmph!" (Sirius)

"" "Ouchh!" "" (Emilia / Reus / Reese)


Jawaban Sirius-sama adalah kepalan tangan. Meskipun ada satu kepalan tangan, kepala kami bertiga dipukul hampir bersamaan. Ekspresi Sirius-sama berubah 180 derajat saat dia melakukan senyuman lembut mengawasi kami dengan kami yang tercengang.


"Astaga, murid-muridku ini." (Sirius)

"Apakah kamu tidak ... marah?" (Emilia)

"Marah? Mengapa aku harus marah ketika kalian bekerja keras demi diriku? Pukulan barusan itu karena kalian membuatku khawatir. ” (Sirius)

"Kau khawatir, Aniki?" (Reus)

“Bukankah sudah jelas !? Jika aku masih tidak dapat menemukan kalian melalui [ Search ] dalam satu jam lagi, aku akan mencari kalian.” (Sirius)

"Begitukah? Kamu… khawatir.” (Emilia)


Pukulan Sirius-sama barusan sangat menyakitkan. Tapi aku senang. Sirius-sama benar-benar seperti ayah dan ibu, pikirannya memarahi kami dengan sungguh-sungguh membuatku bahagia.

Dua orang di sampingku juga memiliki pemikiran yang sama. Sembari menahan rasa sakit, mereka senang. aku juga memiliki ekspresi yang sama.


"... Kenapa kalian tersenyum meskipun kalian sedang dimarahi?" (Sirius)

"…Tidak apa. Tapi Sirius-sama, aku benar-benar minta maaf membuatmu khawatir." (Emilia)

"Aniki, aku minta maaf!" (Reus)

"Aku minta maaf, Sirius-san." (Reese)

“Bagus kalau kalian mengerti. Selain itu, ketika aku memikirkan kalian, kalian semua telah menjadi petualang dan tumbuh dewasa. Bahkan, itu akan sia-sia jika kalian selalu berada di sisiku." (Sirius)

"Tidak, kita tidak akan meninggalkan sisi Sirius-sama!" (Emilia)

"Aku juga, Aniki!" (Reus)

"Bahkan jika aku menjadi dewasa ... aku ingin berada di sisimu." (Emilia)


Tidak peduli seberapa besar aku berkembang dan bahkan jika aku memiliki kekuatan untuk berdiri sendiri, aku tidak punya rencana untuk meninggalkan sisi Sirius-sama. Bukan karena aku akan kesepian tapi karena aku bersumpah ke bulan bahwa aku akan terus mendukung Sirius-sama.

Sirius-sama tersenyum masam mendengarkan ucapan kami, lalu dia membalikkan punggungnya dan membuka pintu masuk Pondok Berlian.


“Bagaimanapun, bisakah kita makan malam? Bukankah kalian lapar?" (Sirius)

"Ya, aku lapar." (Emilia)

"Aku juga. Hari ini, aku sibuk membuat rebusan. Aku akan menghangatkannya segera." (Sirius)

"Sirius-san ... Mungkinkah Sirius-san belum makan?" (Reese)

"Ya. Ngomong-ngomong, aku tau bahwa kalian tidak pulang tetapi apakah kalian memiliki sesuatu mendesak sebelumnya?" (Sirius)


Itu wajar bagi Sirius-sama untuk memberitahu kami langsung, dia pergi menuju Pondok Berlian dan memanggil kami.


"Hei, berapa lama kalian akan berdiri di sana, masuklah. Ini akan segera menjadi dingin." (Sirius)


Seperti apa yang diucapkan orang-orang itu bahwa kebanyakan anak-anak muda yang menjadi petualang tidak punya tempat untuk pulang dan itu tidak sepenuhnya salah.

Adapun Reus dan aku, kampung halaman kami dihancurkan oleh monster dan ibu dan ayah kami meninggal. Jadi, apakah ucapan orang-orang itu juga berlaku pada kami.

Tapi sekarang ... tempat di mana kami memilki tempat di mana kami harus pulang ke rumah.

Karena tempat di mana aku berasal adalah sisi Sirius-sama.


"" "Aku pulang." "" (Emilia / Reus / Reese)

"Selamat datang kembali." (Sirius)



-



Setelah kami selesai makan malam, aku membersihkan piring bersama dengan Reese dan kemudian aku duduk di meja sembari menarik napas.

Aku ingat rebusan itu. Setiap hidangan Sirius-sama sangat lezat tapi sup yang dibuat hari ini memiliki rasa yang agak kuat dan itu benar-benar lezat.

Jika rebusan dimakan bersama dengan roti, bisa dibilang rasa yang kuat ... akan membuat rasa baru muncul. Aah ... sepertinya aku dilatih lebih dan lebih lagi untuk tidak hidup tanpa orang itu. Tidak, itu bukan perasaan yang tidak menyenangkan tetapi justru memberi dampak besar.


"Emilia ... Emilia!" (Reese)

“Haa !? A-ada apa Reese?” (Emilia)

“Aku mengerti supnya enak tetapi ini sangat…. dan aku mengerti. Berikan itu kepadanya.” (Reese)


Ini tidak baik, aku tidak boleh melupakan alasan utama untuk hari ini.

Reese juga terpesona dengan sup tetapi dia lebih tenang dariku. Kembali ke dunia nyata, aku menyiapkan hadiah yang kami beli dan kami bertiga berbaris di depan Sirius-sama yang duduk di sofa sembari membaca buku.


"Sirius-sama, bolehkah kami meminta sedikit waktumu?" (Emilia)

"Tentu, ada apa?" (Sirius)

“Meskipun kami telah mengatakan hal ini sebelumnya, ini adalah hadiah dari kami. Tolong terima ini." (Emilia)

“Hanya untuk Aniki, kami bekerja keras dan membelinya dengan penghasilan kami.” (Reus)

"Ini hanyalah rasa terimakasih kecil untuk selalu menjaga kami sepanjang waktu." (Reese)

"Kalian semua ... Terima kasih dan aku menerimanya dengan senang hati." (Sirius)


Meskipun kita sudah tahu, Sirius-sama tersenyum dan menerima hadiahnya.

Isinya adalah liontin yang dihiasi dengan batu sihir biru. Karena Sirius-sama lebih menyukai hal-hal yang sederhana dan praktis, kami memilih liontin yang cocok dengan preferensinya.

Ada formasi sihir pemulihan di batu sihir dan jika diberi mana, sihir pemulihan akan terpanggil. Meskipun Sirius-sama tidak memerlukannya, ini adalah keinginan kami untuk keselamatannya.

Sirius-sama mengambil liontin itu dan memakainya. Lalu, dia menepuk kepala kami.


"Terima kasih. Aku akan menjaganya dengan baik." (Sirius)


Aku merasa semuanya sepadan dengan senyuman itu. Itu sulit, tetapi aku pikir kami melakukannya dengan baik.


“Oh iya, aku juga punya hadiah untuk kalian.” (Sirius)


Saat Sirius-sama mengatakannya, dia mengeluarkan sebuah kotak kecil. Ada dua kalung yang luar biasa pendek dihiasi dengan batu sihir di dalam kotak. Sirius-sama mengambil satu batu sihir berwarna hijau dan memberikannya padaku.


“Bukankah kamu bilang kamu menginginkan kalung sebelumnya? Adapun kalung ini, aku pikir itu terlihat mirip jadi aku membuatnya. Ini juga bisa disebut choker atau kalung pendek." (Sirius)
[TL Note: Kerah dan kalung keduanya memiliki kanji yang sama, tapi aku pikir kerah dalam novel ini lebih kepada perbudakan.)


Meskipun aku mengatakannya beberapa kali di masa lalu ... dia memikirkannya.

Dia menyerahkan choker merah untuk Reus dan anting-anting yang dilekatkan dengan batu sihir untuk Reese.


“Apa yang kuberikan pada kalian adalah sesuatu dengan batu sihir yang digambarkan dengan formasi sihir [ Call ]. Oleh karena itu, jika kalian memberikannya mana, suara kalian dapat menghubungiku." (Sirius)

“Aniki luar biasa! Akhirnya selesai!” (Reus)

“Tidak, sebenarnya itu masih memerlukan perbaikan lagi. Meskipun menyimpan mana secara alami menyerapnya dari udara tetapi butuh waktu lama untuk menyerap mana dan waktu panggilannya singkat. Tetapi bagaimanapun juga, itu lebih baik daripada tidak sama sekali. Jika kalian terlambat pulang seperti saat ini, kalian bisa memberitahunya, kan? ”(Sirius)


Dia menjelaskan bahwa formasi sihir akan menyimpan mana seperti penghalang sekolah dan berbagai hal lainnya tapi aku hampir tidak mendengarnya karena aku tidak bisa mengalihkan pandanganku dari choker ini.


"Sirius-sama ... aku punya permintaan." (Emilia)

“Ini tidak biasanya Emilia. Apa itu?" (Sirius)

"Bisakah Sirius-sama memasangkannya padaku?" (Emilia)

"Hmm ... baiklah." (Sirius)


Saat aku mengangkat rambut di bagian belakang kepalaku, tangan Sirius-sama melingkari leherku. Aku senang dengan itu saja tetapi ketika choker membuat suara 'klik', hatiku bergetar gembira.


“Apakah terlalu ketat? Aku bisa menyesuaikan ukurannya, lho.” (Sirius)

"Tidak ... aku puas dengan ini." (Emilia)


Ini bukan kerah tetapi dengan ini, aku budak Sirius-sama. Dia mungkin akan menolaknya tetapi aku telah memutuskan tentang hal ini.


“Aniki, Aniki! Aku juga!" (Reus)

"A-aku juga, tolong!" (Reese)

"Ya, ya, berbaris." (Sirius)


Reus dan Reese juga senang ketika Sirius-sama memakaikan hadiah mereka.


“Ya, itu terlihat cocok untuk kalian semua. Enggak sia-sia aku membuatnya." (Sirius)

"Terima kasih banyak ... uhuhu ..." (Emilia)

“Nee-chan, apa kamu baik-baik saja? Sadarlah.” (Reus)

"Tidak ada harapan, dia benar-benar 'berada didunianya sendiri'." (Reese)


Aahh ... aku sangat senang.



-



Ekstra / Bonus




Hal-hal yang diwarisi oleh Reus dari Lior.
- Hard Break - One Hand Sword Style - Hard Wave Slash
- Karakteristik metamorfosis (Meskipun sifatnya, ia mengganggu Shishou-nya, Sirius.)
- Penghancur Bendera (Bendera disini macam ketertarikan calon waifu)



[ Intermission 2 Selesai ]



Like Fanspage Facebook kami supaya tidak ketinggalan update!!
😌
» Anda baru saja membaca: Novel World Teacher – Other World Style Education & Agent Intermission 2 Bahasa Indonesia

1 comment: