Monday, 1 October 2018

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 5

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 5


 
Translator : Sai Kuze

Chapter 5 - Pedagang Tidak Menawar



Saat kami menuju mansion, Tetua Dylan dan Ariane sudah kembali dari Maple.

Ariane tidak mengenakan peralatan pelindungnya atau setelan pakaian dengan manset lengannya. Hari ini, dia mengenakan pakaian tradisional elf dan mantel haori yang menggantung di pundaknya. Belahan dada dark-elfnya sedikit terbuka.

Aku merasa bisa menikmati pemandangan pakaian yang tidak biasa seperti ini, tetapi aku harus mengabaikannya untuk hal lain pada malam ini.

Saat mendiskusikan pertemuan dengan para tetua, Ariane dan yang lainnya berjalan menuju ruang makan di lantai dua. Sepertinya ruangan ini berfungsi sebagai tempat makan reguler.

Glenys menghilang menuju dapur, dia berkata akan menyiapkan makan malam, dan tidak lama kemudian suara memasak dan senandung bisa terdengar.

Ketika aku duduk di kursi yang direkomendasikan oleh Dylan, Dylan duduk di depanku, dan Arian juga duduk di sampingnya.

Ponta duduk di pangkuanku, menempatkan kaki depan dan kepalanya di atas meja.


“Seperti yang sudah saya katakan kepada Ariane, informasi yang dikumpulkan dari kontrak penjualan dari manusia akan membantu kami menemukan saudara-saudara kami yang telah dijual. Itulah yang kami diskusikan pada pertemuan para tetua agung. Sebagian besar dari kami tidak mengenal dunia manusia, jadi tidak mungkin mengirim sejumlah besar prajurit. Jadi kupikir kami bisa terus mengandalkanmu, Arc, untuk membantu Ariane dalam misinya.”


Tanpa mengalihkan pandangannya, Dylan dengan tenang berbicara tentang masa depan dengan ekspresi yang tulus.

Aku sendiri juga tidak terlalu tahu tentang dunia manusia, tetapi akan sulit bagi sekelompok besar elf untuk menyelinap ke kota manusia.

Di samping Dylan, Ariane juga menatapku dengan ekspresi serius. Tatapannya tidak ada keraguan sama sekali, sudah siap dengan apa yang akan dia hadapi……

Sementara aku sedikit khawatir, Dylan menawarkan hadiah untuk permintaannya.


“Tidak banyak hadiah yang bisa kami tawarkan kepadamu, karena sebagian besar koin emas sudah diteleportasikan ……”


Dylan berhenti sejenak dan membuat senyum pahit.


“Jadi, bagaimana kalau saya memberikan informasi kepada anda? Terlebih, ada desas-desus mengenai mata air yang dapat menghapus segala jenis kutukan, mungkin bisa menghapus kutukan yang di alami tubuh anda. Hanya saja, tidak ada jaminan untuk saat ini …… ”

"Apakah benar ada mata air seperti itu?"


Mendengar cerita Dylan, putrinya Ariane memiringkan kepalanya dengan kebingungan. Dylan mengangkat bahunya menanggapi pertanyaan putrinya.


“Menurut sumber yang dapat dipercaya, mata air ini terletak di dekat Pohon Raja Naga. ...... Karena sangat berbahaya untuk mencapai tempat itu, tidak ada jaminan kau akan bisa kembali hidup ........ ”

"Pohon Raja Naga, yang berada di pedalaman ...... Tidak, itu masih mustahil."


Ariane mencoba mengatakan sesuatu, dia mungkin memiliki beberapa informasi dan tetap diam. Daerah pedalaman mungkin adalah tempat yang mungkin dikendalikan oleh manusia atau elf. Karena aku sudah sampai di desa ini, pergi kesana merupakan pilihan berikutnya.

Satu-satunya aspek yang mengkhawatirkan yaitu ……


"Apa itu Pohon Raja Naga?"


Aku menyuarakan sebuah pertanyaan jujur ​​tentang sebuah nama yang tidak pernah kudengar, dan setelah membasahi tenggorokannya, Dylan mulai menjelaskan apa itu Pohon Raja Naga.

Pohon yang disebut Pohon Raja Naga, adalah jenis pohon besar yang hanya tumbuh di wilayah Raja Naga. Dicemari oleh kekuatan sihir yang sangat besar Raja Naga telah menyebabkan roh pohon itu berubah.


“Sebagai hasil dari roh pohon yang berubah, daun dan akar pohon telah diberkati dengan berbagai kemampuan. Akar yang tumbuh dalam juga mulai mempengaruhi daerah sekitarnya. Bahkan, aku pernah mendengar bahwa dahan dan dedaunan pohon itu dapat dijual dengan harga yang cukup mahal pada masyarakat manusia.”

“Sederhananya, roh pohon bersemayam di bagian-bagian itu dan melimpahkan kemampuan itu. Namun, karena pohon itu berada di dalam wilayah Raja Naga, tidak mungkin berkah mata air akan diberikan secara gratis ……”


Melanjutkan penjelasan Dylan, Ariane menyebutkan ini sembari mendesah.

Menurut apa yang mereka katakan padaku, bukan hanya perjalanan kesana yang berbahaya, tetapi tujuannya sendiri juga berbahaya. Meskipun dengan tubuh berspesifikasi tinggi, aku tak mungkin bisa berurusan dengan raja naga.

Aku mengatakan kepada Ariane bahwa tubuh kerangkaku adalah hasil dari kutukan, dan bukan pengeditan karakter yang aku lakukan untuk membuatnya terlihat seperti ini, jadi bagian tentang menghapuskan kutukan itu benar-benar role-play semata.
(TL Note: Intinya ma settingan Chu2byou si Arc)

Namun, para elf mengatakan bahwa semua undead memiliki ciri ketidakmurnian yang mengelilingi mereka, tetapi sepertinya aku tidak memiliki karakteristik tersebut.

Tubuh ini masih menyimpan banyak misteri────

Dan juga, dalam hal ini mungkin tidak buruk untuk membantu seseorang yang memiliki tubuh seperti ini──── setidaknya itu tidak akan menjadi tujuan yang buruk dalam hidupku.

Meskipun ada sesuatu yang harus kudengar dahulu.


"Hum, apakah aman untuk memasuki wilayah Raja Naga?"


Secara jelasnya, untuk mengangkat kutukan, aku memasuki rumah Raja Naga dan aku tidak dapat mengalahkannya, dalam hal ini aku akan tanpa basa-basi dimakan. Yah, mengingat aku hanya terdiri dari tulang-belulang, tidak mungkin aku akan berakhir dimakan ...

Namun, tampaknya ketakutanku tidak berdasar.


“Tidak apa-apa. Jika seorang manusia tiba-tiba memasukinya, itu akan menjadi sesuatau yang buruk, tetapi jika kita mendapat izin untuk melakukan itu sebelumnya, seharusnya tidak ada masalah. ”


Dari apa yang aku dengar, Raja Naga mampu berbicara dengan manusia dan dia mau mendengarkan alasannya. Hutan Canada juga merupakan tempat tinggal yang diputuskan oleh Raja Naga dan berada di bawah perlindungannya.

Para elf bisa disebut ras dengan jumlah yang rendah, tetapi tampaknya bagiku kekuatan militer mereka tidak kalah dengan kerajaan lain.


"Ketika Arc ingin mengujungi air mancur itu, aku akan menemanimu, jadi jangan khawatir."

“Bagaimana, Arc? Apakah anda bersedia meminjami kami, para elf, kekuatanmu sekali lagi?


Tetua Raratoia, Dylan, dengan tulus menundukkan kepalanya kepada seorang manusia seperti diriku.

Meskipun ini adalah sesuatu yang tidak beralasan, berkeliling dunia membantu orang lain sepertinya tidak buruk juga. Namun, ketika aku memikirkan itu, Ariane mencondongkan tubuhnya ke depan, membuat dadanya yang melimpah tampak lebih besar.


"Bisakah kau melakukannya untukku, Arc?"

"Hum, aku mengerti."


...... Sementara aku punya kebiasaan buruk karena tidak bisa menolak permintaan tulus seorang wanita, tidak apa-apalah lagian aku pasti akan menikmati perjalanku bersama Ariane.

Meskipun aku tidak lain hanyalah tulang-belulang, jiwaku masih seorang pria.


"Selama itu dalam kemampuanku, aku dengan senang hati akan menolongmu Ariane-dono."

"Syukurlah. Elf cenderung mencolok di kota manusia ...... jadi aku sedikit khawatir pada putriku. ”


Dylan menundukkan kepalanya lagi sebelum dia menawarkan tangan kanannya setelah mendengarku menerima permintaan mereka. Aku mengambil tangannya dan mengguncangnya.


“Apakah pembicaraan sulitnya sudah selesai? Makan malam sudah siap."


Dengan kata-kata ini, Glenys membawa beberapa piring dari dapur dan mulai menempatkan masing-masing satu di depan kami.

Ponta, yang telah mematung sampai saat ini, berdiri dengan kaki belakangnya ketika hidungnya mendengus mencium bau makanan.

Makan malam ini terdiri dari roti, salad, sup kacang dan sesuatu seperti steak hamburger yang aneh sebagai hidangan utamanya.

Piring steak hamburger yang sudah didinginkan diletakkan di hadapan Ponta, dan dia dengan senang mengibas-ngibaskan ekornya sembari menggigit makanan.


"Yah, haruskah kita berbincang-bincang sedikit setelah selesai menyantap makanan."


Ketika Dylan mengakhiri percakapan, aku melihat hidangan di depanku. Aku melepas pelindung kepalaku, dan mengambil makanan dengan kedua tanganku.

Meskipun aku tidak tahu darimana asalnya steak ini, dagingnya agak berair dan campuran saus dan rempah-rempah pada hamburger cukup lezat. Kupikir ada sedikit campuran pala, rasanya tidak jauh berbeda dari hamburger di bumi.
(TL Note: 'Pala' bumbu dapur, tanya emak lo kalo kaga tau)

Tidak ada hidangan daging dengan pala di kota-kota manusia, sehingga para elf mungkin memonopoli pengetahuan tentang rempah-rempah.

Aku benar-benar menikmati hidangan dengan rasa notalgia itu, kami mulai mendiskusikan detail rencana kami untuk besok sebelum mengakhiri pembicaraan.

Ketika aku kembali menuju kamarku semalam, aku melepas armorku dan meletakkannya di samping tempat tidur.

Tidak seperti lampu minyak, alat sihir penerangan Elf menerangi setiap sudut ruangan.

Ponta menghalangi sumber cahaya dengan ekornya yang meringkuk seperti bola di samping tempat tidur, dan tak lama suara mendengkur lembut terdengar. Sepertinya perutnya kekenyangan.

Menempatkan tanganku pada sumber cahaya dan memanggil 『 Lights out 』, dan ruangan menjadi gelap saat cahaya menghilang tanpa suara.

Begitu mataku sudah nyaman dengan kegelapan ini, garis tipis cahaya bulan menyinari ruangan dari luar jendela.

Ketika aku melihat pemandangan yang terlihat melalui jendela disisiku, aku duduk dengan tenang di atas tempat tidur agar tidak membangunkan Ponta. Karena rumah ini terbuat dari pohon, langit-langit diselimuti oleh dedaunan dan ranting-ranting, sehingga cahaya bulan yang merembes masuk dari jendela tidak terlalu terang.

Diterangi cahaya bulan yang redup, aku mengangkat lenganku dan melihat bentuk seonggok tulang.

─── Apakah tubuh ini benar-benar hasil dari kutukan?

Jika ini benar-benar kutukan, bukankah setidaknya aku harus mempertimbangkan cara untuk menghapusnya?

Untuk menangkap para Elf, kerah sihir yang mencegah penggunaan sihir dikenakan pada mereka, dan solusinya adalah membuatku menghancurkannya dengan mantra sihir.

Mantra 【 Anti-Curse 】 milik kelas menengah bishop. Ada kemungkinan kutukan akan terhapus jika aku mencoba untuk melemparkan sihir semacam itu pada diriku sendiri.

Keterampilan paus tingkat tinggi 【 Holy Purification 】 memiliki kemampuan untuk menghapus semua kutukan, tetapi secara bersamaan memberikan damage besar pada undead.

Meskipun aku tidak memiliki karakteristik undead, aku masih tidak berani mencobanya.

Tindakan melemparkan sihir pada diri sendiri membutuhkan keberanian yang tak terduga, terutama jika seseorang tidak tahu sumber kekuatan itu. Namun, jika aku memikirkannya dengan hati-hati, sihir teleportasi memindahkanku ke lokasi yang sama sekali berbeda. Itu pasti sama dengan melemparkan sihir pada diri sendiri, karena jika ada sesuatu yang salah, tidak akan aneh untuk berakhir 'terjebak di dalam batu'.

Setidaknya aku harus mencobanya.

Aku menempatkan tangan kananku di tangan kiri dan membidik mantra ke jari telunjuk kiriku.


"【 Anti-Curse 】"


Ketika aku dengan tenang memanggil mantera itu, formasi sihir muncul di bawah telapak tanganku sebelum melepaskan cahaya yang diserap ke jari telunjukku. Tulang jariku berubah menjadi bentuk manusia sampai sendi pertama.


“Oooh! …… oh?”


Hasilnya bertentangan dengan apa yang aku harapkan, menyebabkanku berteriak kaget; Namun, itu hanya berlangsung sesaat sebelum berubah menjadi sebuah pertanyaan.

Jari telunjuk kiriku, hanya mempertahankan bentuk manusianya selama beberapa detik sebelum menghilang. Dengan tangan kerangkaku yang tersinari di bawah sinar rembulan, seolah-olah apa yang terjadi sebelumnya hanyalah sebuah mimpi.

Mencoba untuk memperluas jangkauan mantra, aku melempar 【 Anti-Curse 】 di lengan kiriku. Ketika cahaya terserap, daging dan kulit mulai muncul.

Lengan yang dulunya adalah tulang tepat di depan mataku; menjadi lengan bawah agak berotot dan berwarna coklat. Meskipun, itu mungkin berwarna cokelat karena sinar bulan yang tidak terlalu terang. Apakah fakta tentang tubuh ini yang lebih berotot daripada tubuh asliku adalah hasil dari levelku?


"?!"


Ada perasaan tidak enak yang aneh ketika aku menyentuh lengan ini, dan tak lama daging itu menghilang lagi; kembali ke keadaan seperti tulang.

Aku menggenggam kerangka lengan kiriku berulang kali untuk memeriksa kondisinya, tetapi perasaan aneh itu sudah hilang.

Setelah itu, aku melempar 【 Anti-Curse 】 ke lengan kiriku beberapa kali, tetapi setiap kali percobaan beberapa detik kemudian daging akan kembali ke bentuk tulangnya. Setiap kali lengan daging dan kulit itu muncul, aku merasakan ketidaknyamanan, tetapi perasaan itu menghilang lagi setelah kembali ke bentuk tulangnya.

Waktu yang aku habiskan bereksperimen memberiku pemahaman bahwa tubuh ini dapat dipengaruhi sampai batas tertentu oleh mantra. Namun, efeknya hanya sementara, seolah kutukan itu permanen atau sesuatu yang lain?

Aku meletakkan tubuhku di atas tempat tidur.

Aku tidak akan menemukan jawaban bahkan jika aku memikirkannya dengan kepalaku yang benar-benar kosong. Lebih baik beristirahat ketika semua yang kau pikirkan adalah ide-ide buruk, dan berharap segalanya menjadi lebih baik.

Untuk mencegah invasi lain dari Ponta, aku membungkus tubuhku dengan selimut. Aku mungkin tampak seperti mumi dari samping, adalah hal terakhir yang aku pikirkan ketika aku memejamkan mata.



[ Volume 2 Chapter 5 SELESAI ]




Like Fanspage Facebook kami supaya tidak ketinggalan update!!
😌


» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 5

1 comment: