Monday, 15 October 2018

Novel World Teacher – Other World Style Education & Agent Chapter 52 Bahasa Indonesia

Novel World Teacher – Other World Style Education & Agent Chapter 52 Bahasa Indonesia



Setelah sekian lama akhirnya saya bisa ke ingat ini novel XD
Itupun ke ingatnya saat ada orang yang komentar di index projek WT
Yah mau gimana lagi, kalo nggak ada yang baca kenapa harus digarap cepat-cepat?
Mending fokusin projek yang lain, yang jelas-jelas ada yang nanggepin :v
 
"Tanggapan Pembaca Mentukan Kecepatan Update Projek ini~"

Translator : Sai Kuze

Chapter 52 - Tugas Kelulusan untuk Si Tidak Berwarna


Terrsisa setengah tahun lagi sebelum kelulusan sekolah.

Tidak ada lagi kelas wajib hari ini, memberikan sebuah situasi untuk melakukan belajar mandiri dan memfokuskan diri di kelas khusus.

Alasannya, para siswa memberikan perhatian penuh untuk mensukseskan tugas yang diberikan oleh masing-masing guru. Sampai tugas telah diselesaikan, tidak ada yang akan mendapatkan nilai kelulusan dari guru dan sertifikat kelulusan dari sekolah sehingga mereka tidak bisa lulus.

Tugas ditentukan oleh kebijaksanaan dari masing-masing guru, ini terdengar menarik karena tugas-tugasnya sangat beragam.

Meskipun sihir tingkat lanjut berdasarkan bakat atribut sudah menjadi pola umum tetapi di antara mereka, aku juga mendengar siswa yang telah mendaftar sebagai petualang membuat party untuk berburu monster. Mereka mendapatkan cukup banyak kesulitan tetapi party itu entah bagaimana berhasil mengatasinya.

Ngomong-ngomong, Emilia pasti sedang membuat tornado, sihir angin tingkat lanjut [ Tempest ] dan meningkatkan waktu penggunaannya, Reus pasti sedang memotong golem besi yang dibuat oleh Magna-sensei. Karena Reese menyembuhkan banyak siswa dengan sihir penyembuhan selama kekacauan revolusi, dia dianggap sudah memenuhi kualifikasi kelulusan dan dibebaskan dari mengerjakan sebuah tugas.

Menilai dari sisi guru, bahkan jika mereka ingin menyulitkan, murid-muridku menyelesaikan tugas dengan mudah dan memastikan kualifikasi untuk lulus. Hasil itu memang pantas karena mereka bekerja keras sampai saat ini dan aku bangga sebagai Master mereka.



-



Pada suatu hari, aku membantu Mark berlatih di tempat latihan.


“Tombak Api! [ Flame Lance ].” (Mark)


Empat tombak api melayang di sekitar Mark dan menembak ke empat sasaran. Sasarannya dihancurkan hingga menghasilkan gelombang kejut, tetapi satu dari empat target tidak terkena dan masih bagus.


"Kuh ... sulit untuk mengendalikannya pada saat yang sama." (Mark)

“Namun, tiga tombak mengenai sasaran. Aku pikir itu tidak terlalu buruk kan?" (Sirius)


Meskipun dia hanya bisa membuat satu [ Flame Lance ] ketika ujian masuk sekolah, dia saat ini dapat membuat empat tombak secara bersamaan dan dia juga bisa bangga dengan akurasi yang dimilikinya. Aku telah melihat mantan gurunya, Gregory, hanya bisa membuat lima tombak sehingga aku dapat mengerti tentang Mark yang telah bekerja keras sampai batas tertentu.

Namun dia masih belum puas. Tugas yang diberikan oleh guru yang bertanggung jawab atas atribut api pada mulanya untuk menciptakan empat [ Flame Spear ] pada waktu yang sama tetapi jumlahnya dirubah dari empat menjadi lima dan parahnya harus mengenai semua keempat target.

Meskipun dia seorang bangsawan, Mark benar-benar luar biasa karena dia berulang kali melatih dirinya sendiri. Aku mengagumi Mark, terkadang aku membantunya berlatih dan sesekali memberinya nasihat.


“Meskipun pada akhirnya aku bisa mengeluarkan lima tombak secara bersamaan, aku hanya bisa mencapai tiga target dari empat tombak. Ditambah, kurasa akurasinya semakin rendah?” (Mark)

“Yah, itu memang benar. Baiklah." (Sirius)


Ketika aku mengisi formasi sihir di tanah dengan mana, target yang sudah hancur berserakan berubah dan kembali ke bentuk aslinya. Sulit untuk menyelesaikan satu per satu, memiliki sihir bumi pada waktu seperti ini pasti sangat nyaman.


“Apakah kau tidak memiliki saran? Disisi lain, apakah bagus untuk mengulang latihan seperti ini?” (Mark)

“Sayangnya, kau tidak punya pilihan lain selain berlatih berulang kali. Waktu yang paling penting adalah ketika tombak api terbentuk, hafalkan dengan tubuhmu gambaran melemparkannya ke lokasi yang dituju.” (Sirius)


Sembari mengulurkan tanganku ke arah target, aku melihat sekilas ternyata Mark mendengarkanku dengan seksama sehingga dia tidak akan melewatkan saranku.


“Ketika aku menjadi ahli dalam menembak, aku memiliki perasaan akan mengenai target sebelum menembaknya. Itu karena aku bisa membayangkannya sendiri.” (Sirius)


Setidaknya begitulah diriku, jika aku tidak yakin dengan menembak dari jarak jauh, aku tidak bisa menjadi penembak jitu. Yah, itu murni teoriku sendiri, dan aku tidak yakin apakah itu berlaku untuk orang lain.

Sebagai contoh, aku menembakan lima [ Impact ] dengan cepat, dan aku menghancurkan lima target yang aku buat.


“Yah, rasanya seperti itulah, meskipun memang penting untuk melihat target dengan matamu, mungkin dalam hal sihir yang lebih penting adalah membayangkannya." (Sirius)

“Y-ya ... seperti biasanya kau luar biasa. Meskipun kau menembakan [ Impact ] dengan cepat, semuanya mengenai target.” (Mark)

“Itu karena aku sudah sering menggunakan [ Impact ]. Jadi tidak perlu lagi membayangkannya dan dari awal aku sudah ahli dalam hal menembak.” (Sirius)


Dalam kehidupanku sebelumnya, aku memakai berbagai senjata api, dan aku juga berhasil menembak dari jarak jauh. Bahkan jika terdapat dalam suatu kondisi, aku dapat membuat 'one hole shot' dengan melakukan tembakan kedua melalui lubang yang dibuat oleh tembakan pertama. Bahkan ketika aku bisa melihat dengan jelas, aku tidak akan bisa bertahan jika aku tidak memiliki kemampuan.
(TL Note: Intinya dia disuruh nembak disatu titik berualng kali, misal lu ada di sela-sela reruntuhan, nah celah2 nembaknya kan kecil tuh)


“Untuk alasan itu, aku mengulangi latihanku. Tidak hanya pada [ Flame Lance ] tapi lebih bagusnya latihlah sihir-sihir dasar secara bersamaan.” (Sirius)

“Aku mengerti, aku akan segera melakukannya. Ketika aku memikirkannya, apakah kau baik-baik saja?” (Mark)

"Tentang apa?" (Sirius)


Ketika aku membuat ulang target yang aku hancurkan, Mark menatapku seolah-olah dia menyesal.


“Aku senang kau melihat latihanku, tetapi apakah kau sudah menyelesaikan tugas kelulusanmu? Aku mendengar murid-muridmu telah menyelesaikannya tetapi aku belum mendengar tentangmu.” (Mark)

"Tidak, sebenarnya, itu belum diberitahukan." (Sirius)


Meskipun murid-muridku telah menyelesaikan tugas kelulusan mereka, bagian yang paling penting bukanlah karena aku belum menyelesaikan tugasku tetapi tugas itu belum diberitahukan. Magna-sensei akan memberitahuku tentang tugas itu tetapi kepala sekolah untuk suatu alasan bergabung dengannya dan sedang mendiskusikannya.

Karena masih ada waktu setengah tahun sebelum kelulusan, aku ingin mereka memberi tahuku secepatnya.


"Itu aneh. Biasanya diberitahukan dalam satu tahun sebelum kelulusan.” (Mark)

"Ya benar. Aku pikir sensei mengerti tentang itu jadi aku menunggu dengan santai." (Sirius)

“Sementara para siswa menjadi putus asa untuk mendapatkan gulungan kelulusan, bukankah kau terlihat sangat tenang? Tidak, mungkin karena itu dirimu.” (Mark)

“Tentang itu, Mark. Apakah aku dikenal sebagai orang yang aneh?" (Sirius)

“Tidak tidak, ini tidak seperti dirimulah yang aneh, tetapi kau berbeda. Sebagian besar siswa menantikan pencapaian murid-muridmu, Emilia dan yang lainnya, tetapi aku pikir kau memiliki kekuatan di luar standar. Jika aku gurumu, aku akan kebingungan untuk memberikan tugas untukmu.” (Mark)


Meskipun aku belum menunjukkan kemampuanku pada Mark, dia tampaknya telah memperhatikan kekuatanku. Dia mungkin menyadarinya karena dia telah berinteraksi denganku sebagai seorang teman selama kurang lebih empat tahun namun dia tidak pernah mengubah sikapnya terhadapku. Dia lebih suka secara proaktif meminta nasihat dan saran dariku. Penampilan dan tingkah lakunya bagus dan aku tidak memiliki kecemburuan apa pun atas hal itu.


“Aku sangat senang telah mengenalmu. Dengan cara ini, aku dapat menerima berbagai saran dan aku menjadi lebih kuat dari yang aku bayangkan. Jawablah, Sirius-kun. Maukah kau bekerja pada keluargaku bersama Emilia dan adiknya setelah lulus? Jika kau meminjamkan kekuatanmu, keluarga Holtiaku mungkin memiliki peringkat sejajar dengan keluarga kerajaan Elysion." (Mark)

“Aku senang menerima undanganmu tetapi aku harus menolaknya. Setelah lulus aku akan berpetualang." (Sirius)

"Huhu, dari awal kau memang sudah berniat menolaknya ya." (Mark)


Meskipun aku menolak undangan Mark, dia terlihat senang. Sesuai dengan saran yang kuberikan sebelumnya, dia mengeluarkan lima [ Flame ] kecil di udara dan mulai berlatih sendiri.


“Aku mungkin didiskualifikasi sebagai seorang bangsawan ketika memikirkan ini tetapi daripada memiliki hubungan hierarkis, aku ingin berhubungan denganmu, yang orang biasa, sama seperti layaknya seorang teman. Sembari berpikir seperti itu, aku merasa baik-baik saja bahkan jika kau menolaknya.” (Mark)


Dan kemudian [ Flame ] bergerak sampai batas tertentu dan akhirnya mencapai target. Kelima sasaran terbakar dan hancur.


“Oo, gimana enakan rasanya? Sekarang, kau dapat mengganti [ Flame ] dengan [ Flame Lance ] dan menggunakan prinsip yang sama. Mungkin sedikit lagi." (Sirius)

“Itu berkat saranmu. Sungguh, aneh bagimu untuk tidak memiliki sebuah julukan, maksudku yang kurang lebih seperti pelayanmu.” (Mark)

"Julukan ya ... aku tidak benar-benar membutuhkannya." (Sirius)


Julukan diberikan untuk seseorang yang memiliki pencapaian, sebuah julukan dapat memberikan rasa hormat dan kagum.

Misalnya, Mark adalah seorang penyihir yang unggul dalam atribut api. Dia terkenal karena kemampuan dan kepribadiannya yang sangat cocok, dan nama keluarganya juga bagus. Penggemar Mark tampaknya menyebut dirinya sebagai 'Flame Prince'.

Selain itu, murid-muridku, Reese dan kakak perempuannya, memberikan kontribusi besar selama kekacauan satu tahun yang lalu. Oleh karena itu, desas-desus aneh tentangku sebagai yang terkuat telah menghilang ketika Emilia atau Reus dikatakan sebagai yang terkuat di sekolah. Karena itu, sebuah julukan diberikan secara alami, dan mereka dipanggil oleh julukan itu.

Julukan Emilia adalah 'Perfect Silver'.
(TL Note: Nama Inggrisnya adalah Mith Perfect. Mith dari mithril dan warnanya perak. Translator Eng mengganti ke Perfect Silver berdasarkan permintaan)

Silver karena rambutnya yang indah, itu hanya kebetulan. Pengetahuan, kemampuan bertarung, penampilan, dan sikapnya semuanya tak tertandingi. Sebuah julukan yang membuat Masternya bangga. Ketika dia mendengar tentang julukan yang dia dapatkan, dia benar-benar tidak terganggu dan dia menanggapinya dengan senyuman.


“Bukankah itu julukan yang cocok untuk pelayan Sirius-sama? Bagaimanapun aku akan lebih mengabdikan diriku di masa depan, aku akan berusaha menjadi seperti Sirius-sama." (Emilia)


Secara khusus, itu baik-baik saja bagiku jika dia tidak sempurna, tetapi cita-citanya tinggi dan tidak kalah dengan Reus. Yah karena itu bisa dikatakan sebuah cita-cita yang bagus, dia mungkin menghancurkan tubuhnya jika aku tidak melihatnya.

Dan julukan Reus adalah 'Silver Fang'.

Namanya mirip dengan pedang favoritnya 'Silver Fang'. Dia sangat tidak puas ketika dia tahu dia disebut seperti itu.


“Aku adalah pedang Aniki, bukan taring. Ini membingungkan untuk memiliki nama yang mirip dengan 'partner'ku, kupikir Sword lebih bagus.” (Reus)

“Untukmu, gambaran sebuah taring lebih bagus daripada pedang kan? Dan aku pikir itu keren." (Sirius)

"Panggil aku 'Silver Fang', Aniki!" (Reus)


Ketika aku benar-benar mengatakan itu kepada Reus, dia menerimanya dengan mudah dan merasa senang.

Seperti yang telah aku jelaskan sebelumnya, Reese disebut sebagai 'Blue Saintess'. Dia dilihat dan dibandingkan dengan saudara-saudaranya dengan cara yang berbeda, dan itu secara dramatis berubah setelah kekacauan revolusi.

Selama kekacauan revolusi, dia terus menyembuhkan luka-luka ketika bertempur bersama dengan Emilia, dan sampai akhir dia telah menyembuhkan 60% orang yang terluka.

Meskipun mungkin tidak terlihat seperti itu, apakah dia mewarisi sifat dari keluarga kerajaan atau tidak, ada siswa yang terpesona oleh senyum lembutnya dan merasa mereka harus menghormatinya sebagai seorang saintess.
(TL Note: Saintess, saint versi perempuan, sebenernya mau laki-laki ato perempuan, sebutannya ya tetep Saint, saya ngikutin inggrisnya aja dah~)

Karena itu, aku bertanya padanya tentang perasaannya dipanggil seorang 'saintess' ...


"Aku bukan seorang saintess!" (Reese)


Aku menerima jawaban yang membingungkan.

Ini adalah rahasia tetapi dia menerima bantuan dari roh-roh air yang memiliki kekuatan yang sesuai dengan julukan itu. Selain kepribadiannya yang lembut, aku pikir itu bukanlah sebuah kesalahan untuk menyebut dirinya sebagai saintess.

Mereka bertiga memiliki julukan seperti itu tetapi Master mereka tidak memilikinya. Di sisi lain, ada pertanyaan mengapa seseorang sepertiku adalah Master mereka.

Bentuk pertempuranku tidak terlihat juga jadi itu jelas tidak diketahui. Aku telah diberitahu berkali-kali 'Kau tidak layak' oleh bangsawan muda. Tetapi karena mereka tahu Emilia dan yang lain membalas jika mereka meletakan tangannya padaku, mereka melontarkan rasa jijik mereka karena mereka tidak dapat melakukannya secara langsung.

Pertama, apakah itu layak atau tidak, itu tergantung pada orang itu sendiri. Bahkan sekumpulan orang yang menemani bangsawan muda juga tidak bisa berbuat apa-apa dan itu sama sekali tidak menggangguku. Aku sudah terbiasa karena itu mirip dalam kehidupanku sebelumnya. Para murid membelaku dengan tepat, dan itu adalah situasi saat ini karena aku membiarkan mereka melakukan apa pun yang mereka inginkan.


“Jika Masternya memiliki pelayan yang luar biasa, dia harus memiliki nama yang cocok juga, kan? Dengan 'Mith Perfect' dan 'Silver Fang' sebagai pelayannya, bukankah itu bagus jika dirimu memiliki julukan yang berhubungan dengan warna perak?” (Mark)

“Sangat aneh memberi julukan pada diri sendiri, dan kurang dari setengah tahun lagi lulus. Jika tidak ada yang terjadi dan tetap seperti ini, kupikir ini hal yang bagus." (Sirius)

“Kau tidak mepunyai ambisi seperti biasanya. Yah, itu juga memang seperti dirimu.” (Mark)


Percakapan berakhir di sini, Mark memanggil lima [ Flame Spear ] dan mulai menembakan mereka. Tidak seperti [ Flame ] sebelumnya, dia kecewa karena hanya tiga target tertembak dan dua yang tersisa menyerempet target.

Setelah itu, dia terus berlatih berulang kali dan ketika akurasinya naik menjadi empat sasaran, pintu masuk tempat latihan menjadi bising.


“Ooo, bos! Sesuatu yang serius terjadi!" (??)


Jika aku tidak salah ... itu teman sekamar Reus ketika dia tinggal di asrama siswa. Aku yakin bahwa namanya adalah Rou, dan sekarang dia adalah bawahan Reus. Dia adalah seorang foxkin yang tahu informasi di sekolah seperti seorang informan.
(TL Note: Sebutan macam nama ras kek foxkin, dragonkin, dll nggak saya terjemah karena terasa aneh)

Orang itu mengubah ekspresinya dan berlari ke tempatku saat sembari meneriakan sesuatu,


"Ada apa? Ini tidak biasanya untukmu memanggilku secara langsung." (Sirius)


Aku tidak tahu mengapa tetapi Reus secara ketat memerintahkan bawahannya untuk melewatinya jika mereka ingin berbicara denganku. Karena itu, aku jarang berbicara dengan Rou, dan setiap percakapan dengannya hampir tidak ada. Karena orang itu mencariku dan berteriak, sepertinya tidak salah jika ada sesuatu yang menyusahkan telah terjadi.


“Tolong dengarkan ini, bos! Reus-aniki dipanggil oleh kepala sekolah!" (Rou)

“Kepala sekolah? Aku pikir itu tidak aneh baginya untuk dipanggil kepala sekolah tetapi untuk alasan apa?" (Sirius)

“Sepertinya dia menyebabkan beberapa kerusakan pada properti dan menggunakan kekerasan pada seorang siswa!” (Rou)


…Apa?


-



Saya mempercayakan Mark untuk menyelesaikan latihannya, aku dengan tenang (...) berjalan dan tiba di ruangan kepala sekolah. Aku sedikit berlari dan meninggalkan Rou di belakang, sangat disayangkan kecepatan berjalannya sangat lambat. Sebelum berlari, aku mendengar sesuatu seperti teriakan 'Boss....' dengan nada putus asa tetapi ya, mungkin itu hanya imajinasiku.
(TL Note: Dia tidak benar-benar tenang, mungkin kesal)

Jika aku berpikir dengan hati-hati, menggunakan kekerasan pada siswa adalah hal yang biasa dalam simulasi pertempuran, dan Reus terkadang memotong dinding di belakangnya karena terlalu kuat ketika menebas target.  Mungkin karena kekhawatiran yang tidak perlu. Aku menarik nafas dalam-dalam sekali dan ketika aku hendak mengetuk pintu, pintu itu terbuka.

Sepertinya ada seseorang yang meninggalkan ruangan, aku memberi jalan agar tidak menjadi penghalang tetapi orang yang keluar terkejut ketika dia mengkonfirmasi wajahku.


"!? ... Pasti dirimu!" (??)


Dia memelototiku tanpa menyembunyikan kemarahannya dan pergi.

Aku pikir orang itu dua kelas lebih rendah dariku berdasarkan warna jubahnya, tetapi aku menganggap dia seorang bangsawan dan dia menahan diri karena aku seorang senior. Tapi yah, tidak ada gunanya marah pada setiap detail kecil dari sesuatu yang dilakukan junior sehingga aku mengetuk dan memasuki ruang kepala sekolah.

Ketika aku masuk, kepala sekolah sedang duduk di sofa dan tiga muridku duduk berhadapan langsung dengannya.

Emilia dan Reus sedikit merajuk sembari berpegangan dengan perasaan tidak senang. Reese bingung dan menepuk bahu Reus untuk membuatnya tenang. Ternyata Emilia dan Reese ada di sana untuk menenangkan Reus.

Ekspresi semua orang menjadi cerah ketika mereka melihat wajahku, hanya Reus yang mengalihkan matanya seolah-olah dia melakukan sesuatu yang buruk.


“Aah, kau datang, Sirius-kun. Apakah kau menyadari situasinya?" (Rodwell)

“Aku dengar Reus melakukan sesuatu yang buruk.” (Sirius)

“Aku mengerti. Baiklah kalau begitu, izinkan aku memberimu rinciannya.” (Rodwell)

“Tidak, aku ingin dengar dari Reus dulu. Dari sana, jika ada kesalahan, tolong perbaiki.” (Sirius)


Apakah kepala sekolah mengerti atau tidak, dia mengijinkannya dan menyerahkannya padaku. Aku bertatapan dengan Reus dan duduk lalu aku meminta penjelasan sembari menatap matanya.


“Jadi Reus. Maukah kau memberi tahuku apa yang terjadi? Aku ingin mendengarkan dari mulutmu terlebih dahulu." (Sirius)


Aku menunggu sembari menepuk-nepuk kepalanya untuk menenangkannya, Reus menatapku dengan meminta maaf dan membuka mulutnya.


“Aku… hampir menyerang orang yang baru keluar tadi dengan serius. Meskipun aku tidak menyerangnya secara langsung, dampaknya membuat dinding tempat latihan ... menjadi ... hancur…” (Reus)

“Hmm, kupikir ada alasan yang besar bagimu untuk marah. Bisakah kau menceritakannya secara detail?" (Sirius)


Reus sering bergerak dengan insting dan dia penuh emosi. Meskipun dia memiliki kebiasaan untuk menebas sesuatu, dia adalah seseorang yang tidak pernah menyerang orang lain tanpa alasan. Apa yang dikatakan lawannya yang membuat Reus marah sampai ingin menyerrangnya?

Ketika aku menyelidikinya, ekspresi Reus penuh dengan kemarahan sembari mengepalkan tinjunya.


“Orang itu, dia tidak tahu apa-apa tapi dia mengatakan hal-hal buruk tentang Aniki. Itu tidak apa-apa jika hanya sedikit tetapi aku tidak bisa menahannya ketika perkataannya lebih dan lebih mengerikan, dan ..." (Reus)


Ketika Reus sedang latihan sendiri karena kelas khsusunya berbeda denganku, bangsawan sebelumnya mengundangnya untuk menjadi pelayannya tetapi dia menolak karena dia memilikiku. Tetapi bangsawan itu terus bertahan, mengatakan betapa hebatnya dirinya dan perlakuan yang menguntungkan yang akan didapat Reus jika dia menjadi pelayannya. Si bangsawan mati-matian berusaha mempertahankannya tetapi Reus dengan jelas menolaknya dan melanjutkan latihannya.

Ketika Reus tidak menunjukkan sopan santun yang baik terhadap bangsawan, lalu dia akhirnya marah, dan mengatakan sesuatu yang menurut Reus adalah hal yang tabu.


“Apa bagusnya si tidak kompeten itu !? Dia diam-diam bersembunyi di belakang kalian dan itu terlihat menyedihkan bagimu untuk melayani si tidak kompeten yang tidak bisa melakukan apa-apa!” (Bangsawan)


Saat Reus mendengar kata-kata itu, dia tanpa sadar mengepalkan telapak tangannya dan menerjangnya. Ketika dia memikirkan akibat yang akan ditimbulkannya, dia entah bagaimana menghindarkan tinjunya tetapi dinding di mana tinjunya diarahkan menjadi korban.


“Aku bisa bertahan jika hanya sedikit tetapi ada banyak dari mereka hari ini. Meskipun mereka tidak tahu apa-apa tentang Aniki ... mereka mengolok-olok Aniki!” (Reus)

"Begitukah? Bagaimanapun juga, Emilia juga sepertinya tidak senang tapi kenapa kau malah melakukan itu?” (Sirius)

"… Ya. Aku juga menerima banyak undangan dan ada di antara mereka seseorang yang terlalu memaksa. Aku akan menolak mereka jika hanya itu, tetapi itu menjadi tidak menyenangkan ketika ada banyak orang yang menjelek-jelekan Sirius-sama." (Emilia)

“Dengan kemampuan bertarung Emilia-kun dan Reus-kun, dan ada banyak bangsawan yang menginginkan Emilia, khususnya, karena penampilannya yang cantik dan baik. Murid yang sebelumnya tampaknya bertujuan untuk Emilia-kun tetapi orang yang dia tuju pertama adalah adik laki-lakinya, Reus-kun. Dia tampaknya berpikir jika dia merekrut adik laki-lakinya, kakak perempuannya akan mengikutinya. Tetapi berpikir seperti itu sungguh konyol.” (Rodwell)


Sementara kepala sekolah melengkapi penjelasan itu, aku merasa terganggu dan sepertinya berada dalam masalah.

Aku pikir setiap kali, sebuah kebencian dilemparkan padaku, kedua bersaudara ini akan bereaksi berlebihan. Tidak apa-apa untuk saat ini tetapi itu bisa menjadi bahan lelucon di masa depan dan aku bisa membayangkan mereka akan menjadi ceroboh ketika diprovokasi oleh musuh.

Aku mengatakan kepada mereka untuk bertindak dengan tenang apapun yang dikatakan oleh lawan dan mengabaikan mereka untuk menguatkan hati mereka agar tidak terganggu oleh sikap buruk lawan tetapi tampaknya aku menganggap enteng hal itu.

Oleh karena itu, kejadian itu tidak hanya akan berdampak buruk pada para murid tetapi juga padaku. Meskipun itu demi menyembunyikan kekuatanku yang sebenarnya, aku membiarkan para murid menarik perhatian tanpa melakukan apa-apa secara pribadi, dan aku diolok-olok karena aku terlalu tidak peduli tentang lingkunganku.


“Aku mengerti kalau Sirius-kun tidak peduli dengan sikap buruk mereka tetapi tolong pikirkan tentang perasaan mereka sedikit lagi. Mereka harus bertahan ketika orang yang mereka hormati dijelek-jelekan." (Rodwell)


Kedua bersaudara, dan yang dari tadi tidak disebutkan Reese, mengangguk karena apa yang dikatakan kepala sekolah.

Itu benar, jika Ibu dijelek-jelekan tanpa alasan di depanku ... Aku akan menghukum mereka sampai setingkat merasakan neraka dari balik layar di masa depan.

Seharusnya aku lebih memikirkan perasaan murid-muridku.


“Maafkan aku, kalian semua. Karena aku, kalian mendapat masalah yang tidak perlu.” (Sirius)

“Sirius-sama tidak melakukan hal buruk! Meskipun kami menolak berkali-kali, orang-orang yang mengundang kami adalah orang jahatnya.” (Emilia)

"Benar! Meskipun mereka tidak tahu betapa luar biasanya Aniki, aku lebih baik mati daripada menjadi budak dari orang-orang bodoh itu!” (Reus)

“Meskipun aku bukan pelayanmu, aku merasakan hal yang sama dengan mereka berdua. Sirius-kun tidak bersalah.” (Reese)


Aku senang dengan perasaan kalian tetapi itu bisa mengarah pada insiden yang lebih merepotkan. Meskipun alasan Reus kali ini baik-baik saja, ada kemungkinan yang cukup bagi bangsawan untuk terbunuh jika mereka menerima tinju Reus.

Walaupun mungkin benar masih ada setengah tahun lagi, itu telah menjadi sesuatu yang tidak dapat aku abaikan.


“Huhuhu, muridmu benar-benar memujamu, Sirius-kun. Tapi itu tidak mengubah apa yang dilakukan Reus. Karena kau bertindak terlalu berlebihan, dinding tempat latihan menjadi hancur dan seorang siswa hampir terluka. Jadi kau harus bertanggung jawab." (Rodwell)

"… Ya. Aku akan melakukan apa saja semampuku." (Sirius)

“Meski begitu, kalian adalah pelayan Sirius-kun. Karena itu, Sirius-kun yang akan mengambil tanggung jawab, tolong serahkan pada Sirius-kun dan tinggalkan ruangan.” (Rodwell)


Meminta para murid untuk meninggalkan ruangan itu berarti kepala sekolah mungkin ingin berbicara berdua denganku. Kepala sekolah menyuruh mereka untuk meninggalkan ruangan dengan alasan tanggung jawab tetapi Reus tidak dapat memahami alasan tersebut sehingga dia berdiri dan semakin dekat dengan kepala sekolah.


"Kenapa begitu? Akulah yang salah, jadi bukankah aku yang harus bertanggung jawab !?” (Reus)

“Hei, Reus! Kau berbicara tidak pada tempatnya. "(Emilia)

“Aku tidak keberatan. Reus-kun, kau mungkin berpikir itu tidak masuk akal tetapi begitulah hubungan antara Master dan pelayan. Kau akan menerima hukuman dari Sirius-kun secara pribadi nanti. Sampai saat itu, kau perlu menahan diri di Pondok Berlian." (Rodwell)

"Itu tidak mungkin ..." (Reus)


Sangat mudah untuk memahami Rues yang tertekan karena ekor dan telinganya menggantung. Yah, aku bisa mengerti apa yang dikatakan kepala sekolah sehingga aku membujuk Reus perlahan sembari menepuk kepalanya.


“Jangan khawatir, Reus. Bentuk tanggung jawabnya kemungkinan besar untuk memperbaiki dinding. Kembali ke Pondok Berlian dan cobalah menenangkan diri." (Sirius)

"Aniki ..." (Rues)

“Sirius-kun benar. Tidak perlu khawatir karena ini tidak akan menjadi diskusi yang serius. Selain itu, aku ingin Sirius-kun tinggal disini karena aku memiliki hal-hal lain yang ingin aku bicarakan dengannya.” (Rodwell)

"Sungguh!? Maksudku, apakah itu benar !? ”(Reus)

"Ya. Tetapi ukirlah insiden ini di hatimu. Ada pepatah mengatakan kehancuran Master diakibatkan perilaku pelayan mereka." (Rodwell)

"... Ya!" (Reus)


Sembari merasa tidak senang, Reus mengerti itu sehingga dia berdiri dari sofa dan meninggalkan ruangan. Selanjutnya, Emilia dan Reese juga berdiri untuk mengikutinya tetapi aku memanggil mereka berdua dengan meletakkan tanganku di pundak mereka.


"Aku minta maaf tapi aku menyerahkan Reus pada kalian. Meskipun dia patuh untuk saat ini, tolong tetap di sisinya karena dia tidak senang tentang ini." (Sirius)

“Tolong serahkan pada kami. tetapi Sirius-sama, aku mengerti ini tidak bisa dihindari dalam hal hubungan antara Master dan pelayan namun sejujurnya aku masih tidak bisa menerimanya. Ketika aku menjadi dewasa, apakah aku bisa mengerti?" (Emilia)

“Kupikir sudah cukup untuk bisa memahaminya. Faktanya kalian masih anak-anak dan bukankah itu bukti bahwa kalian mengagumiku sampai sejauh itu. Terima kasih." (Sirius)


Ketika aku menepuk Emilia yang tidak puas, dia mengibaskan ekornya dan menjadi gembira.


“Reese juga, aku menyerahkan mereka berdua kepadamu. Aku akan segera kembali ketika urusan ini selesai." (Sirius)

“Ya, ini adalah sesuatu yang bisa aku lakukan sekarang. Aku akan kembali dengan mereka berdua dan menunggumu.” (Reese)



-



Setelah keduanya meninggalkan ruangan, aku menghembuskan nafas dan mengubah suasana hati.

Aku tidak tahu diskusi macam apa yang akan dilakukan saat ini tetapi tampaknya akan menjadi sedikit pembicaraan serius dengan melihat ekspresi kepala sekolah. Mari kita menghadapinya.

Aku duduk di sofa setelah mendapatkan izin dan melakukan langkah pertama sembari menatap kepala sekolah.


"Berapa biaya menghancurkan dinding tempat latihan dan membuat bangsawan dalam bahaya?" (Sirius)

“Aah, meski aku mengatakan sesuatu seperti tanggung jawab, aku hanya ingin membuat Reus merenungkannya. Itu bukan masalah besar. Dinding akan baik-baik saja ketika Magna memperbaikinya dan hasil dari insiden itu adalah karena kelalaian para bangsawan selama mengumpulkan informasi." (Rodwell)


Dinding akan secepatnya diperbaiki oleh Magna-sensei dan karena aku sudah memberikannya banyak kue, dia menerimanya tanpa meminta kompensasi. Dan bangsawan itu orang yang tidak mengenal kepribadian Reus; buruk baginya untuk meniru orang lain dengan mengajaknya bertarung sehingga Reus tidak bisa disalahkan.


"Itu hanya mempengaruhi sedikit, hal yang ingin aku diskusikan sekarang yaitu tugas kelulusan untukmu." (Rodwell)

"Akhirnya. Meski begitu, mengapa kepala sekolah memberitahuku, dan bukan Magna-sensei?" (Sirius)

“Itu karena aku terlibat dengan tugasmu. Mari kembali ke topik, menurutmu apa penyebab insiden ini?” (Rodwell)

"Para bangsawan terus mengundang Emilia dan Reus tanpa mengetahui perasaan mereka tetapi yang paling penting adalah aku, yang sedang diolok-olok, oleh siswa lain." (Sirius)

“Sepertinya kau menyadarinya. Masalah utama dari insiden ini karena kemampuanmu tidak diketahui dan memiliki murid seperti itu. Oleh karena itu, tugas kelulusanmu adalah untuk menghancurkannya." (Rodwell)
(TL Note: Sudah kuduga, akhirnya ke-OPan Sirius-sama dipertontonkan pada khalayak umum)


Untuk menghancurkannya ... apakah dia mengatakan untuk menunjukkan betapa hebatnya diriku kepada orang-orang di sekitar tetapi bagaimana aku melakukan itu? Apakah itu akan menjadi seperti membuat pengumuman resmi dan mengalahkan Reus seperti biasa, begitukah? Tetapi mereka mungkin mengatakan Reus bersikap lunak padaku karena dia adalah pelayanku.


“Dengan kata lain, akan lebih baik jika kau menunjukkan kekuatanmu yang sebenarnya. Selain itu, Sirius-kun secara tidak resmi mengalahkan 'Dragon's Fresh Blood' sendirian dan kau adalah Master yang melatih Emilia dan Reus. Menurutku, kau adalah yang terkuat di sekolah.” (Rodwell)

“Lalu, bagaimana aku harus menunjukkan tentang aku yang terkuat? Haruskah aku mengalahkan semua siswa terkuat di tempat ini?" (Sirius)


Pergi ke kelas lain, seolah-olah akan melakukan dojo dan menantang mereka dalam sebuah duel. Aku berpikir tentang itu tetapi entah bagaimana sangat melelahkan.


“Ini tidak akan merepotkan karena ada metode yang bagus untuk ditunjukkan kepada semua orang secepatnya. Lawan bertarungmu bukan siswa.” (Rodwell)

"Begitukah, apakah tidak apa-apa melawan guru?" (Sirius)


Bahkan jika aku kalah, jika aku sudah bertarung dengan baik ketika melawan orang dewasa, mereka akan berpikir aku kuat dan kekuatan sejatiku akan diketahui. Tapi kepala sekolah menggeleng setelah mendengarku.


“Tidak, itu bukan guru. Lawannya adalah aku… dengan kata lain, tugas kelulusanmu adalah bertarung melawanku.” (Rodwell)

"... Benarkah?" (Sirius)

"Ya. Jika itu dirimu, aku pikir itu akan menjadi pertarungan yang bagus." (Rodwell)


Sepertinya itu akan menjadi serius meskipun dia dengan ringan mengatakan itu seperti berjalan-jalan.

Namun, perkembangan ini tidak terduga. Aku berpikir tentang kemungkinan harus melawan Magna-sensei tetapi untuk menantang 'Master Sihir' dalam pertempuran yang tidak ada artinya ...


“Aku punya pertanyaan, apakah ada alasan bagiku untuk melawan kepala sekolah secara pribadi? Bukankah itu sudah cukup jika guru lain mengakuiku?" (Sirius)

“Aku ingin kau menjadi harapan para penyihir.” (Rodwell)

"Harapan para penyihir? Apakah karena aku tidak berwarna?" (Sirius)

“Ya, itu cocok untuk alasan ini. Dan Sirius-kun, meskipun kau melantunkan sihir di depan semua orang, kebenarannya kau bisa melakukannya tanpa lantunan, kan?” (Rodwell)


Tidak perlu menyembunyikan kekuatanku yang sebenarnya di depan kepala sekolah. Aku mengangguk dan membuat [ Light ] tanpa lantunan. Aku membuatnya mirip dengan cahaya listrik di bola-bola kristal penyihir dan memindahkannya ke arah kepala sekolah, dan menghilang ketika aku menjentikkan jari-jariku.


"Jika mungkin seperti ini, kepala sekolah dapat melakukan hal yang sama kan?" (Sirius)

"Ya aku bisa. Tapi yang ingin aku dengar adalah bagaimana kau mencapai setingkat itu. Caramu menggunakan sihir jelas berbeda dari orang biasa, itu adalah satu-satunya hal yang diluar akal sehat. Selama wawancara penerimaan sekolah, kau mengatakan dirimu diajari oleh seorang guru dan dirimu tidak memiliki kenangan tentang dirinya tetapi apakah itu sebuah kebohongan? Meskipun aku telah menduga kau mendapatkannya melalui belajar mandiri, apakah aku salah?" (Rodwell)


Meskipun aku mengatakan aku dilatih oleh seseorang yang aku sebut sebagai guru ketika aku masih muda, orang ini tampaknya telah mengetahuinya sendiri. Aku belum melihat wajah seriusnya sampai sekarang dan aku ragu-ragu berbohong tentang hal itu. Jadi, aku dengan patuh mengakuinya.


"Benar. Aku telah memperhatikan beberapa tahun yang lalu, aku mengerti ketika aku mampu menciptakan fenomena sihir jika aku membayangkannya dengan tepat." (Sirius)

“Begitukah? Aku baru mengetahuinya lima puluh tahun yang lalu." (Rodwell)


Tampaknya ada orang lain selain diriku yang melanggar akal sehat sihir.

Dia mengatakan lima puluh tahun yang lalu, jika dia sekarang berusia sekitar 400 tahun, itu berarti dia mengetahuinya ketika dia berumur 350 tahun? Untuk orang ini yang mematahkan akal sehat dengan terus menggunakan sihir selama kurang lebihi 300 tahun, aku terkejut betapa mendalamnya akar akal sehat di dunia ini.


“Sihir dapat lebih ditingkatkan dengan membayangkannya dengan kuat. Aku mencoba menyebarkan pengetahuan ini tetapi tidak ada yang mempercayaiku. Sebagai imbalannya, semua orang mengatakan itu karena aku seorang jenius ... itu membuatku bermasalah." (Rodwell)


Kepala sekolah beratribu 'Triple' dianggap sebagai eksistensi yang tidak biasa, mirip dengan seseorang yang dapat melihat roh. Lebih parahnya, karena dia adalah orang terkenal yang terus meneliti sihir, bahkan jika dia mencoba menjelaskan, orang akan berpikir dia bisa melakukannya hanya karena dia jenius. Dia adalah seseorang yang mendapatkan masalah karena memiliki bakat. Ini menjadi masalah mewah ketika menilainya dari sudut pandang berbeda tetapi dia mengalaminya berkali-kali saat dia menjalani kehidupan yang panjang. Aku mengerti betapa bermasalahnya dia setelah melihat bagaimana dia menertawakan dirinya sendiri.


“Itulah mengapa aku ingin kau bertarung denganku. Aku ingin kau menghancurkan perasaan tidak mampu melakukan sesuatu jika bukan diriku. Aku ingin kau membuat semua orang tahu sihir itu memiliki kemungkinan tanpa batas!" (Rodwell)

"... Apakah kau menyuruhku untuk menjadi contohnya?" (Sirius)

“Jika kau ingin aku jujur, ya benar. Ketika seorang yang tidak kompeten dan mencemooh tidak berwarna, berusaha keras dan menjadi kuat sampai sejauh itu, itu akan menjadi harapan. Karena ini adalah permintaan untuk membuat kekuatan sejatimu diketahui meskipun kau ingin menyembunyikannya, aku tidak akan memaksamu untuk melakukannya tetapi jika kau menerimanya, aku mengizinkanmu untuk menggunakan namaku. Jika kau menggunakan namaku, para bangsawan yang menyusahkan akan menarik diri dan aku akan mendengarkan jika ada permintaan lain.” (Rodwell)


Alasanku menyembunyikan kekuatanku yang sebenarnya adalah karena aku ingin mencegah undangan dari orang-orang berpengaruh dan untuk menghindari hidupku menjadi sasaran karena aku diakui sebagai keberadaan yang berbahaya. Tapi aku sudah mengenal Raja dan Putri Elysion. Selain itu, murid-muridku dan kekuatan sejatiku diakui dan kami telah menjadi petualang. Kemungkinan orang-orang yang membenci diriku akan berkurang dan mungkin saat ini adalah waktu yang tepat bagiku untuk berdiri di atas panggung.


“Aku mendengar bahwa Sirius-kun bertujuan untuk menjadi seorang pengajar, jadi bukankah itu juga sebuah pelajaran ketika kau tumbuh bersama dengan murid-muridmu? Tidak menyaksikan dari belakang tetapi dengan berdiri di samping mereka." (Rodwell)


Ya ... aku telah menyadari dari kejadian ini, sungguh menyakitkan melihat murid-muridku menahan kesedihan mereka.

Menurut kepala sekolah, aku harus lebih dekat dengan mereka sedikit lagi.


“Aku mengerti. Aku akan menerima ... sebuah pertandingan melawanmu." (Sirius)

"Apakah kau serius?" (Rodwell)

"Ya, aku serius." (Sirius)



-



Dengan demikian, pertandingan antara aku dan kepala sekolah telah diputuskan.

Lanjutan dari melawan 'Pedang Terkuat', Lior, kali ini adalah 'Penyihir Terkuat', Rodwell.

Aku bisa menang melawan Lior karena kompatibilitas tetapi untuk sihir, aku tidak tahu apa yang akan terjadi karena bidangnya berbeda.

Seberapa jauh kekuatanku ... aku menantikannya.



-



Ekstra / Bonus

Perjumpaan eksistensi yang tidak biasa di dunia ini.


  1. Seseorang yang bisa melihat roh air, Reese - Tingkat Kelangkaan: A
  2. Atribut Triple, Rodwell - Tingkat Kelangkaan: B
  3. Seseorang yang bisa melihat roh angin, Shimifia - Tingkat Kelangkaan: SS karena dia seorang elf
  4. Sang Legenda Pedang Terkuat, Lior - Tingkat Kelangkaan: Misterius

Meskipun mereka eksistensi yang tidak biasa, karakter utama telah melihat empat dari mereka.


[ Chapter 52 Selesai ]



Like Fanspage Facebook kami supaya tidak ketinggalan update!!
😌

» Anda baru saja membaca: Novel World Teacher – Other World Style Education & Agent Chapter 52 Bahasa Indonesia

1 comments:

Unknown said...

Makasih min,moga panjang umur

Post a Comment