Wednesday, 17 October 2018

Novel World Teacher – Other World Style Education & Agent Chapter 53 Bahasa Indonesia

Novel World Teacher – Other World Style Education & Agent Chapter 53 Bahasa Indonesia



Translator : Sai Kuze

Chapter 53 - Pertunjukan di antara yang Terkuat


Aku setuju untuk bertarung melawan kepala sekolah, dan rincian serta peraturannya sudah dipersiapkan sebelumnya.

Pertama-tama, tempat pertarungan adalah arena sekolah. Kami dapat bertarung sepenuh hati dan tidak dapat dihindari lagi menunjukan sihir-sihir kami kepada para siswa.

Tetapi jika kepala sekolah bertarung melawanku dengan serius, aku khawatir tentang dampak yang mengenai sekitar arena. Karena kami akan menggunakan serangan jarak jauh, kemungkinannya tinggi peluru sihir mengenai para penonton. Ketika aku memikirkannya, tampaknya penanggulangan untuk itu telah diatasi.



Sepertinya penghalang yang menutupi sekolah selama kekacauan revolusi dibuat di antara arena dan tempat duduk penonton. Banyak perbaikan celah penghalang sejak saat itu. Setelah penghalang tersebut diaktifkan, penghalang tidak akan rusak sampai mana yang ditambahkan terputus, membuatnya menjadi sesuatu yang mirip dengan saklar listrik.

Meskipun kitakami bisa bertarung tanpa mengkhawatirkan keadaan sekitar, kupikir mereka menunda pengumuman tugas kelulusanku untuk melakukan persiapan.



-



“Pertarungan akan berlangsung dua hari lagi jadi aku menyarankanmu menghabiskan waktu untuk belajar ... Pengumuman tugas pada para siswa akan dilakukan nanti melalui guru mereka masing-masing. Aku menantikan untuk melihat berapa banyak orang yang akan berubah.” (Rodwell)

"Karena lawannya adalah aku, mungkin ada banyak orang yang akan mengatakan aku seharusnya tidak bertarung." (Sirius)

“Itu bisa menjadi masalah ya? Haruskah aku memberi pengumuman akan membatalkan kelulusan jika mereka tidak menghadirinya?" (Rodwell)

"Jika kau melakukan hal seperti itu, akan ada banyak siswa yang menemuimu untuk mengeluh." (Sirius)

“Itu malah bagus. Jika mereka menemuiku di hari itu. Jika mereka ingin mengajukan keluhan, aku akan membujuk mereka untuk menyaksikan pertarungan kita." (Rodwell)


Itu adalah metode yang sangat tidak bertanggung jawab untuk mengatasi keluhan tetapi dia mungkin menantikan aspirasi yang mungkin datang dari situasinya.

Tidak peduli apa yang dia lakukan, orang-orang hanya mengatakan karena dia adalah seorang jenius tetapi jika mereka pikir itu standar untuk memiliki kekuatan, pada saat menyaksikan pertarungan kami, mereka akan menyadari betapa banyak kekuatan yang mereka dapat peroleh dengan usaha sendiri.

Akhirnya, telah diputuskan untuk sementara semua siswa di kelas khusus harus 'mempelajari' pertarungan kami.


“Dengan pertarungan ini, itu akan memberi harapan bagi mereka yang telah menerima standar yang lebih rendah.” (Rodwell)

"Meskipun di titik ini aku tidak berniat menghentikannya, bukankah para siswa akan menyerah jika levelnya terlalu tinggi?" (Sirius)

“Kita akan memikirkannya ketika saatnya tiba. Ini adalah kesempatan yang baik bagi para petinggi untuk memahami bahwa kualitas penyihir di sekolah ini menurun." (Rodwell)



-



Persiapan sudah selesai dan aku meninggalkan ruangan kepala sekolah.

Karena persiapan arena dan rencana lainnya dilakukan oleh sekolah, yang bisa aku lakukan adalah mempersiapkan hari yang ditentukan dan mempertahankan kondisi primaku. Karena akan sangat merugikan bagiku jika hanya bertarung dengan sihir saja, aku diizinkan membawa senjata milikku dan boleh melakukan pertempuran jarak dekat. Maka, aku akan bertarung dengan semua yang aku miliki.

Aku meninggalkan ruangan kepala sekolah dan segera pulang ke Pondok Berlian. Dalam perjalananku, aku menyadari jam sekolah telah berakhir untuk malam itu, dan aku perlu memberi tahu hasilnya kepada para murid.

Ketika aku kembali ke Pondok Berlian, aku menceritakan isi diskusi sembari menenangkan para murid yang khawatir.

Aku tidak berbicara tentang masalah ganti-rugi dinding atau bangsawan untuk menenangkan Reus tetapi ketika aku memberitahu mereka tentang pertarunganku dengan kepala sekolah, mulut para murid membuka lebar dan terperangah. Tetapi hanya dalam beberapa saat, mereka mendapatkan kembali ketenangan mereka dan menerima hasilnya dengan tangan terbuka.


“Aah… akhirnya. Waktu untuk Sirius-sama menunjukkan kekuatan sejatinya akhirnya telah tiba. Aku akan mendukungmu, berjuanglah!" (Emilia)

"Kalahkan kepala sekolah dan balas dendam pada mereka yang mengolok-olokmu Aniki!" (Reus)

“Aku juga akan mendukungmu. Tapi karena lawannya kepala sekolah, jangan terlalu memaksakan diri ya.” (Reese)


Para murid sudah menerimanya, aku merasa bebas untuk berkonsentrasi pada pertarungan.


“Pertarungan akan berlangsung dua hari lagi dan dia adalah lawan yang dikenal sebagai 'Master Sihir'. Aku tidak bisa ceroboh karena kami telah menyepakati untuk saling bertarung dengan serius.” (Sirius)

"Jika itu Sirius-sama, pasti akan baik-baik saja." (Emilia)

“Sangat mudah jika itu Aniki.” (Reus)

"Aku mendengar bahwa kepala sekolah sangat kuat tetapi aku tidak bisa membayangkan Sirius-san akan kalah." (Reese)


Aku tidak bisa menunjukkan pertarungan yang tidak sedap dipandang, terutama bagi para murid yang tidak meragukan kemenanganku.

Waktu yang aku habiskan untuk mempersiapkan pertarungan berlalu dalam sekejap mata.



-



Dua hari kemudian , aku menghangatkan diri di lobi arena. Tubuhku terasa ringan, dan dalam kondisi sempurna untuk bertarung.

Aku menanggalkan jubah dan memeriksa pakaian tempurku dan peralatan yang aku kenakan. Aku memastikan peralatan yang dipasang di banyak tempat pada pakaian ini sudah terpasang. Aku mengencangkan pisau mithril yang berharga ke sabuk dadaku agar tidak jatuh karena gerakan yang kuat.

Setelah aku selesai memeriksa dengan teliti di setiap bagian, aku menuju arena karena pertempuran akan segera dimulai.

Saat aku keluar ke arena, aku harus berhenti dan menyaksikan banyaknya siswa yang mengisi tempat duduk penonton. Dan kalimat terbaik untuk diberikan ketika semua siswa sekolah berkumpul ...


{Sekarang, terima kasih telah menunggu. Aku tidak sabar untuk melihat pertarungan antara kepala sekolah dan Sirius-kun.} (??)
(TL Note: {} berarti ucapan si komentator)


Pemilik suara yang bergema di seluruh arena adalah Magna-sensei. Di lokasinya, ada alat terbuat dari formasi sihir [ Echo ] yang memperkuat suara secara ekstensif. Bentuknya mirip dengan mikrofon, yang sering terlihat di kehidupanku sebelumnya.

Ketika aku melihat sekeliling, tidak hanya ada siswa tetapi juga beberapa orang dewasa bercampur di antara mereka. Atau mungkin aku seharusnya menyebutkan orang-orang yang duduk di kursi VIP adalah kenalanku.


{Selain itu, keluarga kerajaan Elysion, Lifell-hime, hadir disini untuk menonton pertarungan hari ini. Hadirin sekalian, tanpa menunda lebih jauh.} (Magna)


Senia dan Melt sedang menunggu di sampingnya. Ketika Putri Lifell diperkenalkan, dia berdiri, mengangkat tangannya, dan para siswa bersorak dengan keras. Dia sangat populer, tetapi aku kagum, orang-orang penting seperti dirinya rela menghadiri acara seperti ini untuk melihatku. Ketika memperhatikan kursi penonton mataku bertemu dengan Reese, dia menunduk meminta maaf seolah-olah dia entah bagaimana dirinya dilarang untuk berbicara.

Dan ketika aku menggeser pandanganku, Putri Lifell melihatku dan melambaikan tangannya, dan melambai lagi.


{Aku tahu banyak tentang kepala sekolah tetapi karena aku tidak terlalu banyak tahu tentang Sirius-kun, aku telah membawa seseorang untuk memberitahu kita tentang dirinya.} (Magna)

{Hmm .. haruskah aku menyentuh alat sihir ini dan berbicara? Selamat pagi untuk semua siswa, aku Mark Holtia. Kurang lebih aku bisa menceritakan tentang dirinya karena aku telah sedikit diajari oleh Sirius-kun.} (Mark)

{Aku adalah pelayan Sirius-sama, Emilia. Jika ini tentang Sirius-sama, kalian bisa menanyakannya padaku.} (Emilia)


Mark dan Emilia ... apa yang kalian lakukan di sana? Aku hampir tersandung ketika teman-temanku menjadi komentator tetapi si Reus tidak terlihat di mana pun. Aku tidak berpikir dirinya akan duduk dengan tenang lalu apa yang sebenarnya dia lakukan ...


“Berjuanglah, berjuanglah! A, Ni, Ki!” (Reus)

“Berjuanglah, berjuanglah! Boss!” (Bawahan Reus)


Aku memindahkan pandanganku ketika salah satu kursi penonton menjadi berisik. Reus bersorak dan melambai-lambaikan bendera dengan teman-temannya (bawahan).

Aku penasaran apa yang dia rencanakan karena dia tidak tenang kemarin, tapi kurasa inilah yang dia lakukan. Aku sangat malu dan merasa ingin pergi ke tempat lain tetapi Reus terus mengayunkan bendera seolah-olah dia mengayunkan pedangnya. Aku pikir kau tidak seharusnya mengibarkan bendera dengan kecepatan seperti itu.


{Hei Reus! apa yang kamu lakukan?} (Emilia)


Emilia memberi peringatan dengan menggunakan alat sihir. Woi, aku ingin mereka menghentikan tindakan memalukan itu.


{Sirius-kun tidak akan dapat melihat bendera jika kau menganyunkannya seperti itu. Onee-chanmu disini mencoba mengatakan itu.} (Mark)

"Oh ya!" (Reus)


... Apa yang harus aku lakukan, aku benar-benar ingin pulang ke rumah. Bahkan jika aku mengatakan aku ingin pulang, itu tidak mungkin karena aku tidak yakin kemana situasinya akan mengarah.

Meskipun begitu, si komentator 'Onee-chan' yang disebutkan tadi, lebih mirip seorang pelayan 'Nekomimi' kan? Telah kuputuskan, jika aku melihatnya dilain waktu, aku akan membuat Emilia memakan 'Iron Claw'.
(TL Note: Mungkin kek anjing yang lagi nyimeng tulang)

Dari posisi awal, aku berjalan menuju pusat lingkaran sementara ketiga komentator melanjutkan tugasnya.


{Bagaimana menurutmu pertempuran akan berlangsung? Aku pikir kepala sekolah yang adalah seorang guru akan menang tetapi karena kekuatan sejati Sirius-kun tidak diketahui, aku menantikan pertarungan yang bagus.} (Magna)

{Benar. Biasanya, kau pasti mengatakan kepala sekolah yang akan menang tetapi aku tahu kekuatan sejati Sirius-kun sampai batas tertentu. Mungkin ... dia memiliki harapan.} (Mark)

{Aku mempunyai keyakinan Sirius-sama akan menang.} (Emilia)

{Sepertinya kedua orang ini memiliki harapan yang tinggi terhadap Sirius-kun tetapi siswa lain tampaknya tidak setuju.} (Magna)


Setengah dari siswa di sekitarnya seperti ... 'mengapa dia melawan kepala sekolah?' ... atau, 'Si tidak kompeten ini melakukan sesuatu yang gila' ... atau, menatap dengan tidak setuju atau bahkan ada yang terang-terangan menghinaku.


{Bagaimanapun, armor aneh yang dikenakan Sirius-kun ... tidak, apakah dia mengenakan pakaian yang sangat aneh? Keseluruhan warnanya sangat gelap tetapi apakah kau tahu apa itu?} (Magna)

{Itu adalah pakaian tempur Sirius-sama. Ini adalah pakaian yang tidak menghalangi gerakan, dia memakainya jika dia akan bertarung dengan serius. Dengan kata lain, Sirius-sama akan mengerahkan segalanya untuk melawan kepala sekolah.} (Emilia)

{Maaf mengganggu di tengah jalan tetapi apakah dia benar-benar baik-baik saja dengan armor itu? Sepertinya tidak ada perlawanan jika dia diserang menggunakan sihir kepala sekolah.} (Mark)


Potensi pertahanan tampaknya sangat rendah berdasarkan pada bagian luar dengan pengecualian dari tempat-tempat vital, tetapi ini adalah produk akhir yang aku buat setelah upaya yang tak terhitung jumlahnya dan banyak trial and error.

Dibuat dari benang sihi yang sama digunakan jubah sekolah. Selain itu, ia mempertahankan tingkat kebebasan bergerak yang aku butuhkan dan jika itu diserang dengan serangan lemah seperti [ Flame ], panasnya tidak akan menembus. Tetapi karena pakaian ini tidak ada di dunia ini, keanehannya jelas menonjol.

Seperti yang aku harapkan, para siswa tertawa sembari menunjuk jari mereka ketika mereka melihat debut pakaianku tetapi Reus berteriak keras setelah dia berhenti mengibarkan bendera.


"Tonton saja tetapi jangan menertawainya!" (Reus)


Para siswa tiba-tiba menjadi tenang karena teriakan keras dari Reus. Sementara itu, Emilia sudah terbiasa dengan situasi ini dan terus menjelaskan tanpa memikirkan reaksi semua orang.


{Gaya bertarung Sirius-sama adalah penghindaran. Dia tidak membiarkan lawan mendaratkan serangan, sehingga sifat pakaiannya sesuai dengan gaya bertarungnya.} (Emilia)

{Aku mengerti. Ketika aku memikirkannya, aku tidak berpikir kau akan selamat jika menerima langsung serangan sihir kepala sekolah tidak peduli apa yang kau kenakan. Ini adalah pakaian yang sangat sesuati dalam banyak artian.} (Mark)

{Aku mengerti dengan baik. Sekarang, tampaknya keduanya sebentar lagi akan berkumpul di arena.} (Magna)



-



Ketika aku tiba di pusat arena, kepala sekolah perlahan muncul dari lorong di sisi lain.

Dia tidak mengenakan pakaian biasanya, melainkan mengenakan pakaian seputih salju yang indah dihiasi dengan ornamen dan dilapisi jubah besar yang bersinar dengan warna zamrud. Ini adalah pakaian yang layaknya 'Master Sihir'.


{Pakian itu ... sepertinya guru juga serius.} (Magna)
(TL Note: Magna muridnya Rodwell)

{Meskipun itu pakaian yang mengesankan, itu bukan hanya untuk penampilan, kan?} (Emilia?)

{Itu adalah pakaian yang akan dia kenakan ketika guru terjun ke medan perang atau menghadapi musuh yang kuat. Pakaian itu dibuat oleh high elf cahaya dan dijahit dengan benang mithril. Ini adalah produk kelas satu yang memiliki lebih banyak pertahanan daripada armor biasa. Meskipun aku merasa ini terlalu berlebihan hingga mengeluarkan pakaian seperti itu ... apakah dia mengantisipasi sesuatu dari Sirius-kun?} (Magna)


Karena pakaian hitam dan putih yang kontras, aku pikir ini adalah tampilan yang menarik, dengan kami yang melakukan pertarungan. Kepala sekolah tersenyum tetapi tubuhku menengang karena merasakan semangat bertarungnya yang tinggi.


“Hari ini akhirnya datang, Sirius-kun. Biarkan aku mendengar sekali lagi. Apakah kau benar-benar akan melawanku? Tidak akan aneh jika kau mati jika dirimu tidak bersungguh-sungguh, lho?” (Rodwell)

“Aku selalu berada di pinggiran jurang kematian tiap kali melakukan pertarungan. Selanjutnya, kepala sekolah akan menjadi batu loncatanku untuk mencapai ketingkat yang lebih tinggi. (Sirius)

“Huhuhu… batu loncatan itu indah tetapi bisakah kau benar-benar melakukannya dengan mudah? Kalau begitu, haruskah kita segera memulai pertarungan?" (Rodwell)



-



Setelah menyelesaikan konfirmasi terakhir ini, kami segera menjauh satu sama lain dan mengambil jarak tertentu. Tampaknya aku akan berada dalam posisi yang tidak menguntungkan karena penyihir memiliki keuntungan dalam serangan jarak jauh dan di dataran, tetapi sejak awal aku telah memutuskan untuk menunjukkan pertarungan yang diinginkan kepala sekolah. Dan setelah memberikan pelajaran yang cukup bagi para siswa, itu akan menjadi pertarungan bentuk bebas.

Meskipun kami tiba di lokasi yang ditentukan, kepala sekolah memanggil sihir untuk mengeraskan suaranya dan mulai berbicara tentang pertarungan ini kepada para siswa yang berkumpul.


“Siswa Akademi Elysion. Kalian semua mungkin berpikir seperti ini: 'Apakah ada arti melakukan pertarungan tanpa harapan ini? Sudah pasti kepala sekolah seperti anak kecil sampai-sampai mau meladeni seorang siswa.' Dan kalian mungkin berpikir tidak ada gunanya penantang ceroboh yang melawan 'Master Sihir'. Tetapi ... ketika ini selesai, kalian akan tahu kalian telah membuat kesalahan besar." (Rodwell)


Setelah itu, kepala sekolah berhenti berbicara beberapa detik, dia melihat sekeliling dengan jubahnya yang berayun dan menyatakan dengan keras, “Mulai sekarang, tolong saksikan pertarungan dengan teliti. Pertarungan ini akan membuat kalian menyadari bahwa kalian memiliki potensi tak terbatas dalam sihir, bahkan jika kalian yakin kalian tidak memiliki bakat sama sekali. Ini merupakan fakta yang sudah jelas bahwa seseorang di depan kalian, si tidak berwarna, namun, si tidak berwarna menyadari seberapa tinggi yang ia bisa capai jika ia berusaha. Waktu-waktu kalian untuk menertawakannya tanpa mengetahui apa-apa dan merendahkan orang lain akan berakhir hari ini." (Rodwell)

Penghalang menyebar di antara arena dan tempat duduk penonton tepat ketika kepala sekolah menyelesaikan pidatonya. Setelah kepala sekolah menegaskan penghalang telah selesai dibuat, dia berbalik menghadap kursi komentator. Magna-sensei mengangguk dan mengambil batu sihir dari dadanya.


"Kalau begitu, mari kita mulai pertarungannya!" (Magna)


Sebuah [ Flame Lance ] ditembak ke arah langit dari batu sihir, pertempuran antara aku dan kepala sekolah ... Rodwell dimulai.



-



"Pertama-tama, ayo kita lihat apa yang bisa kau lakukan." (Rodwell)


Aku membiarkan Rodwell melakukan langkah pertama, dia adalah 'Master Sihir'. Dengan asumsi tanpa basa-basi adalah sifatnya, terlihat ada hampir sepuluh tombak api yang dikeluarkan. Saat Rodwell tersenyum, dia menembakan [ Flame Lance ] tanpa menahan diri.

Dia mengatakan ini adalah pertunjukan, tetapi telah secara tiba-tiba menembakan sepuluh [ Flame Lance ], bukankah tingkat kesulitannya tinggi? Bukankah siswa biasa akan kalah begitu saja?

Sementara semua orang sudah menduga pertarungan sudah berakhir, aku melambaikan tanganku dan semua [ Flame Lance ] meledak dan menghilang di udara.

Melihat hasilnya, para siswa di tempat duduk penonton terkejut dengan apa yang telah terjadi.


{... Ada yang tahu, apa yang baru saja terjadi barusan?} (Magna)

{Itu [ Impact ], Magna-sensei. Aku telah melihat itu ketika aku berlatih bersama dengannya. Meski begitu, aku tidak berpikir dia bisa mengeluarkan sepuluh [ Impact ] pada saat yang sama ...} (Mark)

{Itu hal yang alami bagi Sirius-sama.} (Emilia)

“Aniki! Seperti yang aku harapkan!" (Reus)


Sementara para siswa tercengang, Rodwell melempar [ Flame Lance ] lagi dan aku menangkisnya dengan cara yang sama sebelumnya dan menghancurkannya. Setelah itu diulang dua kali, Rodwell menghentikan sihirnya dan mencocokkan matanya dengan Magna-sensei.


{Setiap orang, penglihatan yang bagus sangat diperlukan untuk menangkis sihir tetapi apakah kalian sadar Sirius-kun memanggil sihirnya begitu saja? Dia tidak diajarkan oleh siapa pun tetapi tampaknya dia mempelajarinya sendiri.} (Magna)


Sepertinya itu adalah kata-kata yang disiapkan untuk siswa yang tidak mengerti bahkan jika mereka melihat. Mendengar kata-kata itu, para siswa yang menyadari hal itu terkejut lagi tetapi ini hanyalah permulaan.


“Huhu ... bukankah itu seperti pemanasan bagi gelar ini? Kalau begitu, haruskah aku menaikkan kesulitannya sedikit !?” (Rodwell)


Apakah ketegangan meningkat atau tidak, Rodwell memanggil [ Multi Elemental ], seperti yang digunakannya pada Gregory dan lainnya.

Tombak api, bola air, pedang angin dan bongkahan batu bermunculan, masing-masing tiga buah. Dan kemudian, Rodwell meluncurkan mereka sembari melambaikan tangannya pada saat bersamaan. Aku bisa menangkis[ Flame Lance ] dan [ Rock Bullet ] dengan [ Impact ] tetapi karena efeknya buruk pada bola air dan pedang angin, aku dengan sengaja menghindarinya.


"Rasakan ini [ Impact ]!" (Sirius)


Melebarkan kedua tangan, aku menembakan [ Impact ] dan bertabrakan dengan sihir yang ditembakkan ke arahku dari depan.

Berbicara secara konkret, aku hanya menghindari bola air dan pedang angin sembari menangkis tombak api dan bongkahan batu dengan [ Impact ]. Karena aku menghindarinya saat bergerak di sekitar arena, dampak dari sihir Rodwell menerbangkannya menuju tempat duduk penonton tetapi itu semua ditangkis oleh penghalang. Tempat duduk penonton aman karena penghalang tetapi para siswa mengerti Rodwell tidak menahan diri dengan melihat bagaimana sihir yang tak terhitung mengenai penghalang dengan kencang.


{Err ... Sepertinya dia terkadang terlihat terbang di udara, kenapa bisa begitu?} (Magna)

{Dia terbang dengan menggunakan [ Rock Bullet ] sebagai pijakan. Jika itu seperti pedang Reus, Sirius-sama bisa menanganinya dengan mudah.} (Emilia)

{... Luar biasa. Jika itu aku, terlalu banyak bagiku untuk bertahan. Bagaimana bisa kau menghindari serangan ganas seperti itu?} (Mark)

{Semuanya adalah hasil dari latihan. Beliau terus menerus melatih dirinya dan tidak pernah lupa untuk berusaha keras. Kami kedua bersaudara tidak bisa menyentuhnya bahkan jika kami berdua menyerang pada saat yang sama. Serangan seperti itu bukanlah masalah baginya." (Emilia)


Jangankan kedua bersaudara, Reese juga terkadang ikut bertarung. Jika aku membandingkan ini dengan menghindari pedang angin Emilia dan peluru air Reese yang tak terhitung jumlahnya ketika berhadapan dengan pedang Reus, ini mudah.

Apakah Rodwell menyadari tentang diriku yang menggunakan peluru batu atau tidak, dia meningkatkan jumlah sihir dan dia menembak dengan hampir 30 mantra tetapi semuanya dihindari.

Situasi ini berlanjut untuk sementara waktu, dan ketika aku sudah terbiasa dengan gaya bertarung Rodwell, dia tiba-tiba mengubah caranya bergerak. Ketika aku berpikir jumlah [ Rock Bullet ] menurun, tanah di bawah kakiku naik dan mulai menghentikan pergerakanku. Selanjutnya, dinding tanah lain muncul di depanku dan gerakan tanah sebelumnya dihentikan. Aku dihadapkan pada situasi seperti itu tetapi aku berhasil menghindarinya dengan melompat ke samping.


“Apakah itu [ Creat ]? Sungguh tindakan yang cerdas ..." (Sirius)

“Meskipun aku tidak bisa menggunakannya untuk menyerang, itu cukup berguna jika digunakan dalam situasi ini. Dilain sisi, kau tidak bisa mengalahkanku hanya dengan menghindar, kan?" (Rodwell)


Meskipun aku menggunakan taktik yang bertujuan untuk menghabiskan mananya, dia pasti memiliki cukup banyak mana melihat dari kondisinya. Rodwell serius dan sepertinya para siswa juga mengerti, jadi mari kita mulai penyerangan.


"[ Boost ]" (Sirius)


Karena mudah untuk menghindari sihir dengan tubuh yang diperkuat, aku menghancurkan sihirnya dengan menembakan [ Impact ] pada lawan. Namun, Rodwell memanfaatkan gerakannya sepenuhnya dan menghindarinya, dan membalasnya dengan menembakkan sihirnya. Apakah sudah biasa menembakan sihir sembari bergerak? 'Launcher bergerak' sesuatu yang merepotkan.
(TL Note: Yang dipake di Militer itu lho, mobil2 yang ada torpedonya)


"Meskipun aku masih bisa menyerang sembari bergerak, sangat sulit untuk membidiknya." (Rodwell)

"Aku mengerti! [ String ].” (Sirius)


Aku membuat ayunan tangan yang lebar, menjentikkan tali sihir tebal yang aku buat seperti cambuk dan menyerang Rodwell sembari menghancurkan tanah. Lawan tertangkap lengah tetapi mudah dihindari karena itu serangan membabi-buta.


"Aku terkejut. Cara menggunakan [ String ] seperti itu ... Tidak, aku terkejut bagaimana kau membuat string dengan kekuatan seperti itu." (Rodwell)

"Terima kasih. Tapi, seranganku masih belum berakhir.” (Sirius)


Aku akan memimpin lawan dengan mencambukan [ String ] ke pusat tempat stand-by [ Impact ] yang telah dipasang di sana-sini di arena. Ada beberapa lokasi [ Impact ] yang rusak akibat serangan sihir sebelumnya tetapi karena [ Impact ] sepenuhnya terhubung dengan [ String ], sangat memungkinkan untuk meluncurkannya secara bersamaan dengan satu pemicu.

Sementara dari tadi aku selalu menghindar dengan berlari di sekitar arena, alasan sebenarnya karena itu. Rodwell yang berkonsentrasi pada serangan mendatangiku dan menyadari ada mana lain di daerah sekitarnya selain mananya sendiri.


"Ini ... mungkinkah, apakah ini tujuanmu yang sesungguhnya?" (Rodwell)

"Itu benar. [ Impact ] dari segala arah ... bisakah kau menghindarinya?” (Sirius)


Aku menuangkan manaku melalui [ String ], dan ada sekitar tiga puluh [ Impact ] yang diarahkan dan ditembakkan pada Rodwell.


{Me-menakjubkan. Semua sihir yang digunakan Sirius-kun adalah sihir non-atribut tapi itu benar-benar berbeda dari sihir non-atribut yang aku tahu. Mungkinkah, mungkinkah itu sihir yang berbeda?} (Magna)

{Tidak, itu tidak benar. Sihir yang ditembak Sirius-sama tentu saja [ Impact ] dan [ String ]. Dia mengatakan kepada kami berkali-kali itu semua hanyalah tentang 'Menggambarkannya' saja.} (Emilia)

{Aku mendengar tentang itu juga. Aku biasanya menggunakan sihir sesuai dengan yang diajarkan padaku, tetapi ketika dirinya mengatakan kepadaku jika aku membayangkannya dengan kuat, secara mendalam, aku dapat mengubahnya sesuai keinginanku. Aku memiliki beberapa masalah tetapi karena sarannya, aku bisa berkembang lebih jauh." (Mark)


Sehubungan dengan [ Impact ] yang datang dari segala arah, Rodwell menangkisnya dengan segera menutupi dirinya dalam bentuk kubah [ Earth Shield ]. Karena [ Impact ] kali ini dilemparkan dengan kekuatan tertentu, aku pikir [ Earth Shield ] akan hancur jika aku mengkonsentrasikan [ Impact ] tetapi nyatanya itu masih tetap utuh bahkan ketika terkena serangan langsung.

Aku pikir itu mungkin karena perbedaan mana yang digunakan, namun ada sejumlah kecil batu hancur dari satu bagian [ Earth Shield ]. Dia ... menggunakan prinsip yang sama dengan [ Earth Shield ] yang aku tunjukkan selama pertarungan [ Trade ]. Bisa membuatnya setelah melihatnya sekali ...


“Meskipun ini dipelajari dengan melihat orang lain, ini adalah dinding pelindung yang luar biasa. Dan itu juga cara menggunakan [ Earth Shield ].” (Rodwell)


Ketika aku berpikir dinding batu yang tersisa dapat dihancurkan dengan mudah, serpihan yang hancur terbang ke arahku. Batu yang terbang nampaknya mirip dengan [ Rock Bullet ] tetapi dengan cepat mengubahnya dari pertahanan menjadi serangan, itu sebabnya dia unggul dalam sihir pertahanan dan serangan ya.

Aku menghindarinya dengan melompat ke samping tetapi saat aku melakukannya, kakiku digulingkan ke tanah.


"Ketika kau mengejutkanmu, aku akan mengejutkanmu juga." (Rodwell)


Sudah terlambat ketika aku menyadarinya. Sebuah jebakan besar dibuat menggunakan [ Create ] dan aku terjatuh begitu saja karena aku kehilangan pijakanku. Aku berpikir untuk menggunakan [ Air Step ] tetapi akan merepotkan jika orang tahu aku bisa terbang. Karena tidak ada salahnya jatuh ke dalam lubang yang dibuat, aku dengan patuh jatuh ke bawah.

Kedalaman lubang itu tidak terlalu dalam. Aku bisa segera melarikan diri dari perangkap vertikal setingkat ini tetapi kemudian aku menyadari itu tidak mungkin setelah melihat ke langit. Ada batu besar yang lebih besar dari perangkap yang menjatuhkanku dan memblokir pintu masuknya.


{Ak-akankah dia baik-baik saja? Bukankah buruk jika kita tidak segera membantunya?} (Mark)

{Kecuali jika itu sesuatu dari sumber eksternal, dia akan baik-baik saja. Itu adalah sesuatu yang bisa kulakukan juga tetapi itu adalah metode yang cukup sulit. Karena kau akan hancur jika kau memperbesar lubang untuk melarikan diri, akan sangat sulit untuk melarikan diri kecuali kau menghancurkan batu dengan satu serangan.} (Magna)

{Sirius-sama akan baik-baik saja. Itu karena dia dapat menghancurkan batu setingkat itu.} (Emilia)

{Hmmm ... meskipun itu adalah batu besar, Sirius-kun mungkin bisa melakukannya dengan [ Impact ]. Jadi, jangan khawatir.} (Mark)

{Benar. Dengan batu setingkat itu, pastilah mudah. Dia pernah menghancurkan batu yang lebih besar dari itu dengan tangan kosongnya.} (Emilia)

{…Apa katamu? Apakah yang kudengar ... dengan tangan kosongnya?} (Mark?)

{Ya, dengan tangan kosongnya. Setelah memperkuat tubuh dengan [ Boost ], pukulannya dilindungi oleh mana dan dia menghancurkannya dengan satu pukulan.} (Emilia)

{{...}} (Magna / Mark)


Sekarang, aku dapat melarikan diri dengan menghancurkan batu besar sesuai dengan perkataan komentator tetapi ketika aku merasakan sesuatu dengan [ Search ], Rodwell sepertinya sedang menunggu dengan sihir yang sudah disiapkan. Bahkan jika aku menghancurkan batu dan pergi dari sini, akan diserang tanpa ampu pada saat itu. Karena itu, aku tidak akan segera melarikan diri. Aku mengeluarkan peralatan dari saku dadaku dan menyiapkannya.

Karena lubang itu tidak bisa dibilang sebuah perangkap, sangat memungkinkan untuk menyusun rencana. Jika aku menggunakan strategi ini, aku pikir aku harus mengisi lubang dengan air atau membuat tombak batu di dasar lubang.
(TL Note: Biasanya kalo sengaja bikin jebakan, bawahnya ada mekanisme tombak yang ngacung keatas atau diisi gas beracun)

Saat aku menyelesaikan persiapan, aku menghancurkan batu yang menutupi lubang dengan [ Impact ] dan mengaktifkan formasi sihir yang kubuat pada saat yang bersamaan.

Batu hancur dengan gemuruh besar dan debu yang menyelimuti sekitarnya, tanpa menunda beberapa saat, Rodwell menggunakan [ Wind ] untuk menyingkirkan debu dan ketika dia akan menyerang dengan sihir yang telah disiapkan ... Aku tidak ada lagi disana.


"Kenapa? Tidak mungkin kan kau mengakhirinya hanya dengan seperti itu?" (Sirius)

"Ya mana mungkinlah!" (Rodwell)


Berhenti di posisi itu, para siswa yang duduk di bangku penonton berada di tempat yang lebih tinggi mungkin menyadari hal ini. Pada saat yang sama ketika batu yang menutupi lubang hancur, ada lubang muncul di belakang Rodwell.

Aku menggambar formasi sihir [ Create ] di dalam lubang dan aku membuat jalan rahasia yang mencapai ke lokasi belakangnya ketika aku menghancurkan batu untuk menarik perhatiannya. Aku melompat dari lubang yang aku buat dan mengambil jarak agak jauh. Kemudian, aku menunjuk jari telunjukku ke punggung Rodwell yang sedang berputar.

Kecepatan peluru [ Impact ] lambat jadi aku menembakan [ Magnum ]. Dia tidak akan mati bahkan jika dia terkena langsung karena aku tidak 'menggambarkannya' dengan peluru sungguhan melainkan peluru karet.

[ Magnum ] yang aku tembakkan menghantam punggung Rodwell yang tak berdaya ... Tidak, itu terpental oleh sesuatu sebelum mengenainya. Ketika aku melihatnya, angin berputar-putar di sekitar Rodwell dan sepertinya menangkis [ Magnum ]. Meskipun aku tidak menembak dengan serius, bukankah itu sesuatu yang curang untuk menghindari [ Magnum ]?


"Kepala Sekolah ... apakah kau menggunakan itu?" (Magna)

“Apa sebenarnya angin itu? Sampai bisa menggunakan angin untuk menangkis [ Impact ] Sirius-kun.” (Mark)

“Itu adalah kemampuan jubah yang dikenakan kepala sekolah. Meskipun mengkonsumsi mana dalam jumlah besar, setelah itu dipanggil, angin berputar untuk sementara waktu seperti saat ini untuk melindunginya dari serangan peluru. Aku pikir dia tidak akan menggunakannya tetapi sampai akhirnya menggunakannya, kepala sekolah mungkin serius." (Magna)

"... Peralatan sihir seperti itu ada juga, ya." (Emilia)


Aku tidak punya niat untuk mengatakan itu kekanak-kanakan. Bahkan aku menggunakan peralatan untuk menggambar formasi sihir dan selain itu, aku memiliki beberapa yang masih tersembunyi di sakuku. Ada perbedaan dalam desain peralatan tetapi kami sebanding dalam hal ini.

Karena tujuan utama untuk menampilkan kemungkinan-kemungkinan sihir telah tercapai, tidak perlu lagi menahan diri.



-



“Keputusanku benar ketika aku memanggilnya. Untungnya aku berhati-hati. Kau benar-benar tidak mengikuti akal sehat." (Rodwell)

“Ini bukan tentang tidak mengikuti akal sehat. Itu karena kau tidak mengetahui saja cara penggunaannya, kan? Tidak adil kau menuduhku dengan penilaian seperti itu." (Sirius)

“Tidak, kamu pasti benar. Pernyataan itu membuat telingaku sakit. Aku penasaran revolusi seperti apa yang mungkin aku bawa Jika aku belajar sihir padamu.” (Rodwell)

“Aku tidak memiliki warna sehingga aku mungkin terganggu jika kau terlalu berharap. Maka, sekarang ..." (Sirius)

"Yah benar. Ini tidak akan menjadi pertarungan untuk pembelajaran lagi tetapi pertarungan yang sesungguhnya." (Rodwell)


Pertarungan daritadi hanya untuk demonstrasi.

Kami saling menjabat tangan dan melakukan awal yang baru sekali. Namun, aku harus mencoba menyarankan satu hal sebelum memulai.


"Aku memiliki sesuatu yang perlu dikhawatirkan tetapi bukankah tempat ini lebih menguntungkan bagimu?" (Sirius)

"Hmmm ... kau benar tetapi bahkan jika kita mengubah lokasinya, bukankah pertempuran akan merusak lingkungan karena tidak ada penghalang?" (Rodwell)


Arena memiliki lubang yang dibuat di sana-sini karena sihirmya tetapi karena tidak ada penutup dasarnya (lantai batu), Rodwell yang mahir dalam sihir, memiliki keuntungan.

Berkenaan dengan pekerjaan dari kehidupanku sebelumnya, aku menggunakan banyak taktik situasional dan memanfaatkan medan. Dan aku memiliki kerugian karena aku tidak bisa menggunakan [ Magnum ] dengan serius.


“Apakah tidak apa-apa kalau aku kurang lebih merubah arena sampai batas tertentu, jadi aku bisa mendapatkan keuntungan? Ini tidak akan memakan banyak waktu."

"Baik. Aku tidak akan menghentikanmu jika kau bisa melakukannya. Selain itu. Aku ingin melihat keseriusanmu." (Rodwell)

"Terima kasih banyak. Yah, kalau begitu ..." (Sirius)


Aku mengambil batu sihir dari saku dada yang berbeda dan membungkuk. Aku meletakkan batu itu di permukaan tanah, mengulurkan tanganku di atasnya dan mengisinya dengan mana. Apa yang aku gambarkan pada batu sihir adalah [ Create ], dan setelah aku mengisinya dengan mana hingga batasnya, aku memanggil formasi sihir.


"[ Create ] ... lepaskan!" (Sirius)
(TL Note: Jepangnya 臨界 karena saya nggak tau artinya, saya ubah secocoknya)


Batu sihir itu hancur dengan ucapan itu dan tersebar. Mana besar meluncur melalui tanah cincin, dan gempa bumi terjadi. Daerah sekitarnya ada yang mulai tenggelam dan mulai naik, pusat lingkaran berubah sepenuhnya menjadi daerah bebatuan dengan perbedaan ketinggian yang ekstrem.

Ketika aku pulih dari kelelahan, aku berdiri dan melihat Rodwell terkejut.


"Satu kelemahan dari batu sihir adalah mereka rusak setelah digunakan sekali tapi bagaimana ini?" (Sirius)

“Bagaimana ... yah, tidak ada yang bisa tetap tenang ketika mereka melihat ini. Aku kagum dan tidak ada yang bisa dikatakan.” (Rodwell)


Mengatakan dirinya kagum tetapi dia tampak senang dengan senyum lebar di wajahnya.

Selain menghabiskan banyak Mana ke titik kelelahan, batu sihir yang mahal hilang begitu saja. Seseorang tidak akan melakukannya jika mereka bukan peneliti yang kaya. Karena diriku begitu tenang setelah melakukan perbuatan bodoh seperti itu, itu mungkin membuatnya kegirangan.


"Aku memiliki batu lain, haruskah aku mengembalikan arena ke kondisi semula?" (Sirius)

“Tidak, untukmu yang telah menghancurkan batu sihir, ini adalah tempat yang kau buat. Lagipula ini tidak masalah untukku." (Rodwell)


Ketika aku memperhatikannya, para penonton menjadi diam dan mata yang menatapiku tajam tidak lagi ada, bahkan sedikitpun.



-



Kami bersiap-siap untuk bertempur, dan tertawa bersama.


"Nah, kalau begitu ... haruskah kita memulai ronde kedua?" (Sirius)

"Ya, aku akan habis-habisan." (Rodwell)


Dengan kata-kata itu sebagai sinyal, Rodwell mengonsentrasikan mana miliknya ketika aku memanggil [ Boost ] dan menghentakan tanah.



-



Ekstra / Bonus


Meskipun semua orang terdiam menyaksikan pertarungan sengit mereka berdua, ada beberapa orang yang tidak membaca suasana.


“Aniki! Berjuanglah!” (Reus)

"Anoo, tolong kecilkan suaramu ..." (??)

{Sangat keren, Sirius-sama! Luar biasa!} (Emilia)

{Emilia-kun ... Aku sama bahagia sepertimu tapi ...} (Mark)

“Ayolah, Sirius-kun! Beri Ojii-sama skor yang bagus!” (Lifell)

"Lifell-sama, mohon sedikit lebih sopan ..." (Senia?)



Lifell taruhan ama siapa neh?
XD

Beritahu saya jika ada kesalahan dalam hasil terjemahan ini.


[ Chapter 53 Selesai ]



Like Fanspage Facebook kami supaya tidak ketinggalan update!!
😌
» Anda baru saja membaca: Novel World Teacher – Other World Style Education & Agent Chapter 53 Bahasa Indonesia

2 comments:

Unknown said...

Gass terus min

Wahyu Gized said...

Pliss Lanjutkan min, gk sabar melihat pertarungan sirius dan kepala sekolah yang sesungguhnya

Semangat terus min,
Ditunggu kelanjutannya.

Post a Comment