Wednesday, 6 February 2019

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 18

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 18




Translator : Sai Kuze

Chapter 18 - Rencana Kolaborasi [Bagian 1]


Hanya beberapa orang saja yang akan mengunjungi ruangan ini, maka aku membuka pintu dan mengundang orang yang mengenakan jubah abu-abu.

Bahkan dengan jubahnya, mudah untuk mengidentifikasi orang yang dimaksud berkat dadanya yang sangat diberkahi sementara dia menatap Chiome yang sedang memberi makan Ponta, buah beri kering.

Ada keheningan singkat di antara keduanya sebelum Ariane menarik tudungnya dan Chiome melepas topi yang telah dikenakannya.

Ariane telah menunjukkan kulit dark-elfnya dan telinga lancip, sementara Chiome telah mengungkapkan telinga kucing hitam yang berkedut di atas kepalanya.


"Chiome-dono, izinkan aku untuk memperkenalkanmu dengan partner elfku Ariane-dono."


Ariane mengangguk sedikit sebelum menyipitkan matanya dan menatapku dengan ekspresi bertanya.


“Ariane-dono, dia adalah Chiome dari Klan Blade Heart dan dia adalah informan dari Diento yang aku sebutkan sebelumnya."

“Senang bertemu denganmu Ariane-dono. Saya adalah Chiome dari Klan Blade Heart.”


Chiome menurunkan Ponta ke lantai sebelum berdiri dan menawarkan Ariane tangan kanannya.

Sementara itu, telinga kucing hitamnya terus bergerak.

Ariane mengambil tangan yang terulur dan memperkenalkan dirinya.


“Saya Ariane Glenys Maple. Terima kasih telah memberikan informasi itu."

"Seorang warrior Maple ...... Saya mendengar kalau mereka adalah para elit dari Hutan Canada."


Sembari berjabatan tangan, mata biru Chiome menatap Ariane dengan kagum.

Para ninja tampaknya telah mendapatkan beberapa informasi tentang elf.

Ariane balas menatap gadis ninja mungil itu dengan ekspresi heran.


"Chiome-chan, kenapa kau ada di sini? Apakah ada sesuatu yang ingin kau diskusikan?"


Ketika Ariane meletakkan tangannya di pinggulnya, aku tidak bisa tidak membandingkan sosoknya yang tegap menggoda dengan postur tubuh Chiome yang kecil.

Meskipun Chiome terlihat cukup muda, nadanya dan perilakunya seperti orang dewasa, namun dia tidak menunjukkan tanda-tanda ketidaksenangan setelah dipanggil "Chiome-chan".


"Ariane-dono, bisakah kita mendengar apa yang anda ketahui sebelum menjelaskan itu?"


Meskipun Ariane meminta penjelasan, situasi dengan Chiome dapat berubah tergantung pada apa yang Ariane ketahui.

Ariane terlihat cukup tidak senang ketika alisnya mulai berkerut.


"Tidak cukup bagus ...... Meskipun aku mengenakan jubahku di pusat kota, pria-pria aneh tak henti-hentinya menghampiriku ketika aku mencoba mengumpulkan informasi── Aku tidak bisa menemukan apa pun."


Dia terlihat lelah saat dia mendesah keras.

Mengangkat bahunya menyebabkan dadanya yang besar langsung menjadi lebih terlihat.

Jubah yang ngepas di dadanya mungkin menarik perhatian pria-pria seperti ngengat pada cahaya api.

Ketika aku berjalan bersama dengan Ariane, keberadaanku mungkin bertindak sebagai pengusir serangga, aku bahkan tidak dapat mengingat kejadian seperti itu sebelumnya.

Sebagai seorang pria, aku tidak dapat memahami perasaannya, jadi aku memberikan jawaban yang ambigu.


“Aku dapat menemukan informasi tentang Lanbaltic. Adapun Barishimon ……”


Chiome melangkah di depanku dan melanjutkan penjelasan.


“Saya akan melanjutkannya dari sini……”


Chiome memberi Ariane yang tampak acuh tak acuh ringkasan singkat dari apa yang kami bicarakan sebelumnya.

Ariane hanya menutup matanya dan mendengarkan dengan tenang.


"Aku tidak terlalu keberatan."


Setelah Chiome selesai, Ariane setuju untuk mengambil bagian dalam pembebasan para budak, dan tanpa terlalu memikirkannya.

Bahkan Chiome terkejut dengan persetujuan yang cepat terhadap permintaan itu.

Secara pribadi, aku tidak akan bisa membuat keputusan seperti itu tanpa memikirkannya beberapa kali.

Penduduk Dataran dan Pegunungan bahkan tidak memiliki perjanjian dengan manusia seperti yang dilakukan para elf, maka itu tidaklah ilegal bagi bangsa manusia untuk menjadikan mereka sebagai budak.

Tanpa hak asasi manusia, mereka diperlakukan sebagai binatang. Dan tidak mungkin ada hukum perlindungan binatang di dunia ini.


“Tidak perlu mempertimbangkan Arc untuk hal ini. Inilah yang aku putuskan……”


Sementara aku tenggelam dalam pikiranku, Ariane menyuarakan pernyataan itu dengan nada tenang.

Dia menyingkirkan rambut peraknya dan mengibaskan bulu matanya yang panjang ketika mata emasnya terpaku padaku. Ekspresinya sangat sedih.

Menanggapi pernyataan itu, telinga Chiome secara halus bergerak.


"Kau pasti mengetahui aku bermaksud untuk memburu semua orang yang memperbudak saudara-saudaraku..."


Suara Ariane yang pelan bergema di ruangan itu, namun penuh dengan kemarahan.


"Kami sendiri tidak bermaksud untuk membantumu. Saya hanya ingin memintamu menahan diri dari perilaku yang terlalu mencolok.”


Ariane sendiri mungkin adalah alasan untuk bagian terakhir itu, karena semuanya akan menjadi sulit bagi para elf jika keterlibatannya dalam urusan ini diketahui publik.

Bahkan, tingkat keamanan tinggi yang kami hadapi di Hoban mungkin bisa jadi lebih ketat di wilayah lain setelah apa yang baru-baru ini terjadi di sana.

Ariane mengangkat alisnya sedikit ketika memikirkan sesuatu.


"Ngomong-ngomong, operasi seperti apa yang akan kita lakukan nanti?"


Menolaknya saat ini tidak akan menghasilkan apapun.

Dia setuju untuk bekerjasama dengan Chiome dan Blade Heart Clan tanpa mempertimbangkan isi misi.

Chiome dan aku melihat bergantian menatapi antara Ariane dan masing-masing dari kami sebelum aku menghela nafas.


"Kami berencana untuk melancarkan serangan terhadap pedagang budak terbesar di ibukota sebagai umpan, jadi kami membutuhkan kelompok untuk bertindak sebagai umpan ......"


Keseluruhan strateginya cukup luar biasa.

Lagipula, penyerangan kepada pedagang budak terbesar hanya sebagai umpan …… namun aku tidak siap mengambil risiko mempertaruhkan hidupku pada kolaborasi ini ……


"Chiome-dono, mengapa harus menjadi umpan?"


Aku meminta rincian lebih lanjut tentang operasi ini dengan nada serius.

Ariane pasti mengkhawatirkan tentang itu juga karena dia hanya menunggu jawaban.


“Ada alasan untuk itu. Perusahaan Etsuato adalah dealer budak terbesar di ibukota dan memiliki koneksi yang kuat dengan kaum bangsawan. Jika perusahaan diserang, tidak diragukan lagi para penjaga akan segera merespon. Skenario terburuk, pasukan pribadi Raja mungkin akan terlibat.”

"Bagaimana kau berencana untuk melarikan diri dengan saudara-saudaramu yang dijadikan budak dengan kondisi seperti itu?"


Aku mengangguk bersama dengan pertanyaan Ariane.


“Memang benar itu akan sulit. Melarikan diri dari perusahaan Etsuato dengan saudara-saudaraku bukanlah hal yang mudah, tetapi ada sebuah rencana ketika rekan-rekanku secara bersamaan menyerang empat lokasi lainnya. Selama kekacauan berikutnya berlangsung, kita akan melarikan diri.”

"Bukankah itu berarti beberapa saudaramu akan menjadi bagian dari umpan?"


Tiba-tiba perkataan Ariane menyudutkan rencana nekat mereka.


“Tidak mungkin untuk menyelamatkan mereka semua. Jika anda memberi saya kesempatan mengorbankan sepuluh orang untuk menyelamatkan seratus orang, saya akan melakukannya.”


Apa yang aku lihat dari mata biru tuanya membuat diriku sedikit terkejut.

Bahkan jika dia seorang ninja, dia terlihat seperti gadis berusia tiga belas atau empat belas tahunan. Namun dia tidak berpikir panjang untuk melakukan operasi dengan mengorbankan rakyatnya sendiri.

Bahkan ketika dia menghadapi situasi putus asa seperti itu, dia berjuang melawan keadaannya tanpa berduka.

Aku tidak sengaja meletakkan tanganku di kepalanya dan mulai menepuknya dengan kekuatan yang cukup untuk membuat tubuh kecilnya membungkuk.

Ponta juga menggosok tengkuknya ke kaki Chiome dalam upaya untuk menghiburnya.

Senyum masam terungkap dari wajah Chiome.

Bisa dibilang aku sudah keluar dari batas - tetapi melihat wajahnya yang tersenyum adalah alasan yang cukup untuk melakukannya.

Tidak mungkin aku bisa menertawakan kelompok yang memiliki kekuatan kecil seadanya dan menjadi buronan di setiap negara manusia.

Jika beberapa hal dengan para elf tidak berjalan dengan baik, maka beralih ke Penduduk Dataran dan Pegunungan mungkin tidaklah terlalu buruk. Selain itu, hidup bersama ras bertelinga hewan akan seperti hidup di Shangri-la bagi anggota subkultur tertentu.
(TL Note: Shangri-la tempat dari novel Lost Horizon, artinya surga dunia)

Sementara aku berada di tengah-tengah pemikiranku, Ariane menatapku dengan tatapan sedih.

Aku entah bagaimana mengetahui arti dari tatapan itu.

Aku mengangguk kecil ketika aku mencoba mematri suasana kamar penginapan ini ke dalam ingatanku.


"【 Transfer Gate 】!"


Formasi sihir pucat muncul di kaki setiap orang yang berada di ruangan ini.

Chiome terkejut dengan formasi sihir yang tiba-tiba muncul, tetapi pada saat berikutnya, lingkungan sekitar kami berubah menjadi hutan.

Kami berada di area terbuka yang memiliki pohon besar di tengahnya.

Satu-satunya hal yang tidak pada tempatnya di hutan ini adalah tempat tidur dan kursi yang menyertai kami.

【 Transfer Gate 】 telah membawa setiap benda-benda yang ada dalam formasi.

Chiome dengan gelisah memandang sekeliling dan telinganya bergerak-gerak seolah dia mencoba memahami situasinya.

Ariane mungkin tidak mengira aku akan mengaktifkan teleportasi begitu tiba-tiba karena dia terlihat terkejut sesaat sebelum menghela nafas.

Menunjukkan 【 Transfer Gate 】 sepertinya menjadi cara paling efektif untuk membuatnya memasukkannya ke dalam strategi.


"Chiome-domo, kami bersedia menggunakan kekuatan ini dalam operasi."

"Di mana ……… Di mana kita sekarang?"


Mulut Chiome menganga setelah dia menanyakan pertanyaan itu.


"Kita saat ini berada di kaki pegunungan Annette."


Aku menjawab pertanyaannya sembari melihat sekeliling.


“Pegunungan Annette …… ah begitu ya. …… Arc-done mampu menggunakan ninjutsu spasial-temporal…… ”


Dia mulai bergumam sendiri begitu aku menjawabnya.


"Ninjutsu spasial-temporal?"

"Ya, pemimpin klan generasi pertama bisa langsung melintasi jarak jauh karena dia menguasai ninjutsu spasial-temporal. Sepertinya anda juga mampu melakukannya Arc-dono.”


Apa yang aku gunakan adalah sihir teleportasi sederhana, bukan ninjutsu ……

Aku tidak berpikir kelas ninja tingkat tinggi memiliki ninjutsu spasial-temporal, tetapi aku meyakini orang-orang yang datang ke dunia ini seperti diriku seharusnya memiliki keterampilan teleportasi yang sama.

Ada kemungkinan pemimpin klan generasi pertama hanya menyebut keterampilan itu  ninjutsu spasial-temporal.

Apakah pemimpin klan generasi pertama itu seorang otaku ninja?


"Apakah Chiome adalah nama aslimu?"


Aku bertanya kepada Chiome tentang sesuatu yang ada di pikiranku.


"Tidak, nama itu adalah salah satu dari enam gelar yang diturunkan dari generasi ke generasi kepada anggota klan yang paling terampil."


Chiome dengan bangga membusungkan dada saat dia menjawabnya.

Tebakanku sebelumnya ternyata benar, namanya terdengar seperti kunoichi terkenal Mochizuki Chiyome dari duniaku sebelumnya. Aku tak akan terkejut jika nama-nama seperti Sarutobi Sasuke dan Kirigakure Saizo ada di antara enam gelar itu.

Ketika aku memikirkan hal-hal seperti itu, Ariane angkat bicara.


"Mungkin kita harus melanjutkan percakapan ini kembali di penginapan?"


Aku tidak mungkin melupakan bahwa monster berkeliaran di hutan ini.

Sementara setiap orang yang ada di sini sepertinya mampu berurusan dengan monster di daerah ini, ini bukan tempat di mana strategi pertempuran bisa dipikirkan dengan tenang.

Mengingat-ingat tampilan kamar di dalam pikiranku, aku sekali lagi mengaktifkan mantra.

Formasi sihir muncul dan dalam sekejap semua orang dan benda-benda dikembalikan ke dalam kamar.

Ponta bahkan mengetuk lantai dengan kaki depannya untuk memastikan kami telah kembali.

Chiome melihat sekeliling ruangan sebelum mengangguk mengkonfirmasi efek sihir itu.


"Jika Arc setuju untuk membantumu kali ini, kau akan memiliki akses menggunakan sihir telepor──"


Ketika aku memotongnya, Ariane memberiku tatapan yang mengatakan: "Apa?".

Aku hanya mendorong kepalaku ke arah Chiome sebagai respons.

Lagi pula, dia belum membocorkan tanggal dan waktu untuk serangan itu.


"Sihir yang barusan Arc-dono gunakan ...... Jika itu bisa digunakan──"


Aku hendak berpaling dari Chiome, yang sudah di tengah-tengah gumaman sendirinya untuk memasukkan sihir teleportasi ke dalam serangan itu, dan saat dia tiba-tiba mengangkat kepalanya dan bertanya padaku tentang sihir itu.


"Arc-dono, berapa batas sihir teleportasi yang baru saja anda gunakan?"

"Aku bisa menteleportasikan hampir di mana saja selama aku mengingat lokasinya."


Berkat 【 Transfer Gate 】 aku bisa langsung bepergian ke mana saja tanpa khawatir tentang jaraknya, itupun selama aku bisa memvisualisasikan lokasi itu.

Sebagai contoh, jika aku berada di kota dan tengah terkepung, aku dapat dengan mudah melarikan diri ke lokasi yang jauh dengan menggunakannya.

Chiome mulai bertanya tentang berapa kali sihir bisa digunakan dan jumlah maksimum orang yang bisa diteleportasikan secara bersamaan. Karena masih ada hal-hal yang aku tidak tahu, aku hanya bisa menjawab dengan tebakan terbaikku.

Dalam game, bahkan jika aku menggunakan 【 Transfer Gate 】 seratus kali berturut-turut, itu tidak akan menimbulkan masalah. Dan aku tidak terlalu khawatir karena 【 Resurrection 】 memiliki konsumsi mana yang lebih tinggi daripada 【 Transfer Gate 】 jadi seharusnya tidak masalah.

Ketika Chiome mendengar karakteristik umum sihir teleportasi, ekspresinya menjadi sedikit cerah.

Kami bertiga kemudian merevisi strategi penyerangan pada penjual budak. Sebagian besar sama, satu-satunya perbedaan hanyalah budak yang dibebaskan tidak akan digunakan sebagai umpan.


“Arc-dono, aku akan memberitahu rekan-rekanku tentang modifikasi operasi malam ini. Tolong siapkan serangan itu sampai saat itu tiba."


Setelah mengatakan itu, Chiome membuka jendela dan naik ke atap sebelum dia mulai berlari di atap-atap rumah.

Sembari menyaksikan wujudnya menyusut di kejauhan, apa yang dia katakan terngiang-ngiang dalam pikiranku lagi dan lagi.


“Ariane-dono …… apakah aku mendengar serangan itu akan dilakukan malam ini ……?”

"Aku juga mendegarnya begitu."


Menoleh ke belakang jendela, aku melihat Chiome sudah menghilang.



[ Volume 2 Chapter 18 SELESAI ]


Prev Chapter | Index | Next Chapter


Like Fanspage Facebook kami supaya tidak ketinggalan update!!
😌
» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 18

0 comments:

Post a Comment