Sunday, 10 March 2019

Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 20

Translator : Sai Kuze

Chapter 20 - Penyerangan Perusahaan Estuato [Bagian 1]


Perusahaan dagang Etsuato terletak di distrik ketiga ibukota.

Sebagai pedagang budak terbesar di ibukota, bangunan utamanya dibangun di dekat dinding distrik kedua dan sepertinya sering dikunjungi oleh orang-orang kaya.

Perbudakan memiliki beragam asal-usul dalam sejarah manusia, dari seorang penjahat yang statusnya diturunkan menjadi budak, orang-orang yang menjual diri mereka sendiri atau orang lain tuk dijadikan budak, hingga orang-orang yang dianggap sebagai tawanan perang.

Dalam kasus dunia ini, mayoritas budak secara sepihak diculik dari desa-desa beastmen oleh tentara bayaran manusia dan kemudian dijual sebagai budak.

Mereka yang menyebut diri mereka sebagai Penduduk Dataran dan Pegunungan adalah makhluk mirip manusia dengan telinga dan ekor hewan, dan mereka dikenal memiliki kekuatan fisik yang lebih besar daripada manusia. Karena alasan itulah ras mereka menghadapi penolakan dan pengasingan.

Karena Penduduk Dataran dan Pegunungan memiliki kekuatan fisik yang jauh lebih tinggi, itu menyebabkan adanya permintaan terhadap ras mereka yang tinggi untuk digunakan dalam operasi penambangan.

Karena disini adalah pusat Kerajaan Rhoden, banyak budak dibawa ke banyak pedagang budak untuk dijual kepada para bangsawan dan orang-orang kaya.

Dan perusahaan yang paling berpengaruh di antara mereka semua adalah perusahaan Etsuato.

Pagar tinggi mengelilingi bangunan perusahaan dan gerbang utamanya telah diperkuat dengan baut besi yang membuatnya terlihat menonjol dari toko-toko di sekitarnya.

Namun, gerbang kokoh itu tidaklah sekokoh yang terlihat, karena saat ini telah berubah menjadi tumpukan puing-puing rongsokan.

Gerbang itu memang kokoh, tetapi karena ukuran dan ketebalannya tidak dibangun untuk menahan senjata pengepungan, gerbang itu sangat mudah untuk dihancurkan ketika tubuhku menabraknya.

Gerbang yang di Hoban mungkin sedikit lebih kokoh.

Ketika aku menghancurkan gerbang, Chiome tidak terkejut sama sekali dan hanya mengatakan kalau temannya Goemon bisa melakukan hal yang sama.

Begitu kami melewati gerbang yang telah hancur kami segera menyusupi bangunan.

Malampun turun, penglihatan di dalam bangunan ini sangatlah redup, satu-satunya sumber cahaya hanyalah beberapa lampu sihir yang tidak terlalu mampu menerangi setiap sudut.

Bangunan ini memiliki empat lantai dan halaman besar di depannya.

Sampai saat ini, kami hanya menemukan budak manusia yang terkurung, dan tidak ada sedikit pun mendapati keberadaan para budak Penduduk Dataran dan Pegunungan.

Operasi ini hanyalah umpan belaka, maka dari itu kami memutuskan membebaskan para budak manusia.

Pada kedaan seperti ini, saat ini, aku telah mengalahkan penjaga yang berlari mendekati kami dan mengambil bundel kunci dari pinggangnya.

Aku melemparkan kunci-kunci itu ke kaki salah satu budak dan kemudian membengkokkan jeruji sel supaya seseorang dapat melaluinya. Budak yang melihat kejadian ini mundur ketakutan. Begitu kami melangkah menjauh dari kurungan, mereka mulai berebut bundel kunci sebelum mereka semua merangkak keluar dari sel.

Namun, ketika budak yang merangkak melihat ke atas, mereka semua mulai menjerit dan berlari keluar dari bangunan secepat mungkin.

Aku tidak bisa menyalahkan mereka untuk itu.

Apa yang mereka lihat merupakan seseorang yang mengenakan jubah abu-abu yang matanya tersembunyi di balik tudungnya. Dia tak lain lagi adalah dark-elf Ariane, yang mengenakan topeng untuk menutupi wajahnya.

Pola seperti kumadori terukir di topengnya dan lebih menakutkannya lagi cahaya remang-remang di bangunan ini memberinya penampilan shaman jahat.

Aku pun tak jauh berbeda dengan mengenakan jubah hitam dan penutup kepala yang terlihat seperti wajah iblis dengan hiasan bulu burung.

Dalam persiapan untuk serangan ini, kami menemukan seorang pedagang pinggir jalan yang menjual sebuah karya seni dan membeli topeng yang sekarang kami kenakan.

Dengan ini, peluang identitas sejati kami terungkap kini hanya menjadi satu banding sepuluh ribu.

Sejujurnya, penampilan kami tidaklah terlalu berpengaruh karena tidak ada orang yang tidak akan takut pada seseorang yang dapat membengkokkan batang logam dengan tangan kosong.

Tetapi ... Chiome tidaklah menjadi target rasa takut mereka karena setelan ninja yang dia kenakan memungkinkan dirinya untuk berbaur dengan gelapnya bayang-bayang bangunan.

Setiap kali sejumlah kecil cahaya menembus kegelapan, aku akan melihat sekilas Chiome di sudut mataku, saat dia bersembunyi di balik bayang-bayang dan membunuh pedagang budak lainnya.

Chiome merupakan manusia kucing, maka dari itu dia memiliki penglihatan malam seperti Ariane, dan dikombinasikan dengan tubuh lincahnya, tidak mungkin mata manusia akan bisa melacaknya dalam kegelapan.

Saat aku terus mengagumi kemampuannya ditengah pencarian kami, Chiome sepertinya menjadi sedikit sombong.

"Bahkan Ketua Klan Generasi Pertama pertama juga mengatakan bahwa kami merupakan orang-orang terpilih dan ras manusia kucing merupakan eksistensi tertinggi."


Chiome mengulangi perkataan ketua klan pertama yang sudah terpartri di otaknya, “Telinga binatang yang terbaik! Telinga kucing yang terkuat!”, untuk saat ini aku mengesampingkan rasa penasaranku dari perkataannya dan mencoba untuk bertanya padanya.
(TL Note: Kalimat yang sering muncul di kalangan otaku Jepang)


"Apakah ketua klan pertama juga manusia kucing?"

“Tidak, ketua klan pertama merupakan manusia. Ketua klan pertama adalah mata-mata Leburan Empire dan ketika dia melihat para manusia kucing yang dianiaya disana lalu dia melindungi mereka dan akhirnya menjadikan mereka bawahannya. Itulah awal mula terbentuknya Klan Blade Heart.”

"Hoo, jadi kau bukanlah bagian dari empire?"

"Benar. Ketua klan generasi pertama merupakanh mata-mata yang sangat terampil dan beliau telah mengumpulkan begitu banyak prestasi sehingga banyak orang mulai takut dengan kekuatan ketua klan pertama. Ketika eksistensinya semakin terkenal, ketua klan pertama menjadi target pembunuhan berkali-kali, namun ia mampu dengan terampil mengatasi semuanya."


Mata Chiome menyipit ketika dia terus menceritakan kisah itu.

Bukanlah sesuatu yang bisa dihindari ketika seseorang dengan kekuatan besar akan menjadi sasaran rasa takut. Selain itu, sebagai manusia yang dikelilingi oleh manusia-manusia kucing dan bukan manusia biasa, dia akan semakin dicurigai dan diasingan.


"Setelah itu, Kaisar turun dari takhtanya dan perebutan takhta dimulai, lalu ketua klan pertama bersembunyi ketika berbagai faksi mencoba merekrutnya. Perang saudara skala besar segera pecah dan ketua klan pertama menggunakan kekacauan itu untuk memimpin klan keluar dari empire."


Jika aku tidak salah, Leburan Empire merupakan negara besar di utara Rhoden. Mungkinkah alasan Empire terpecah bahkan sampai hari ini adalah hasil dari tindakan ketua klan pertama……?

Ketika kisahnya selesai, Ariane angkat bicara.


"Chiome-chan sel-sel ini penuh dengan Penduduk Dataran dan Pegunungan."


Seperti yang dia katakan, lorong tempat kami berada saat ini dipenuhi sel-sel yang diisi begitu banyak manusia dengan berbagai bentuk.

Ada para manusia kucing seperti Chiome, para manusia bertelinga serigala, dan para manusia dengan telinga kelinci panjang yang sedikit mirip dengan telinga elf.

Karena Penduduk Dataran dan Pegunungan tidak memiliki kekuatan sihir yang tinggi seperti para elf, mereka tidak dipasangi dengan kerah pemakan sihir.

Sebagai gantinya, masing-masing dari mereka dirantai ke dinding dengan belenggu dan ikatan yang terbuat dari besi tebal untuk membatasi pergerakan tubuh berspesifikasi tinggi mereka.

Setelah melihat sel-sel secara sepintas, aku hanya bisa mendesah pada jumlah orang-orang yang harus dibebaskan.

Ketika aku melangkah maju untuk membantu, semua orang memandangku dengan waspada sebelum melangkah mundur sejauh mungkin ke dalam sel.

Sekali lagi, itu adalah reaksi yang bisa dimengerti karena siapa pun akan waspada terhadap duo kombi yang mengenakan topeng aneh dan jubah hitam dan abu-abu.

Beberapa sel terdapat anak kecil di dalamnya yang mulai menangis ketika mereka melihat kami. Beberapa pria muda dengan tampang tidak senangnya bahkan berdiri di depan anak-anak untuk melindungi mereka.

Kami entah bagaimana telah mengambil peran sebagai seorang penjahat.

Pada saat itulah sekelompok penjaga dan pedagang budak tiba-tiba muncul dari suatu tempat yang lebih dalam di dalam gedung, berlari menuju posisi kami saat ini.


"Aku adalah Chiome dari Klan Blade Heart dan aku datang untuk membantu kalian! Dengarkan perintah Arc-dono ketika dia mengatakannya!"


Chiome memberi tahu orang-orang di sel sembari dia mengacungkan belati dan menyerang kelompok yang mendekat.

Orang-orang di sel tiba-tiba bergerak mendengar pernyataan Chiome.


"Hei, apa kau baru saja menyebut Klan Blade Heart?!"

"Benarkah itu?! Siapa orang-orang aneh itu?!”


Kulihat kewaspadaan di mata mereka berubah menjadi secercah harapan. Klan Blade Heart sepertinya terkenal.

Ketika Chiome menyerang para penjaga dan pedagang budak, aku mulai melakukan bagianku pada penyerangan ini.

Pertama, ayo kita hancurkan sel-sel ini.

Aku mulai membengkokkan jeruji besi sel dengan tangan kosongku untuk membuat celah yang bisa dilewati. Aku menekuk jeruji ke titik di mana bukaannya cukup besar sehingga aku bisa melewatinya.

Mereka yang menyaksikan dari dalam sel tersentak kaget dan kagum.

Selanjutnya, hanyalah menghancurkan belenggu dan ikatan, tetapi aku tidak menemukan satu set kunci untuk membukanya seperti halnya dengan para budak manusia.

Karena tidak ada pilihan lain, aku menghunuskan pedangku dari bawah jubahku untuk memotong rantai, dan semua orang jelas terkejut ketika aku mengangkat pedangku.


"Aku harus memotong rantai dari orang yang terkuat dulu."


Suaraku teredam oleh topeng dan itu menyebabkan orang-orang ini meragukanku.


"Kyun!"


Tiba-tiba Ponta muncul dari balik jubahku di depan semua orang.

Sebelum penyerangan, Ponta sudah standby di atas kepalaku seperti biasa, tetapi dengan kombinasi topeng dan dirinya jika duduk ditempat biasanya, itu akan menarik lebih banyak perhatian, maka dari itu dia bersembunyi dibalik topeng dan melilitkan ekornya pada leherku.

Pasti dia kepengapan sehingga dia keluar mencari udara segar.

Penampilan fluffy fox di leher sosok bertopeng aneh menyebabkan orang-orang ini menatapku dengan pandangan yang tak terlukiskan.

Mereka semua terdiam dan sepertinya tidak ada orang di sel yang mengetahui apa yang harus dilakukan dalam situasi ini.

Suara pertempuran yang intens terdengar ketika Chiome saling berhadapan dengan penjaga di dalam sana.


"Cepatlah, bala bantuan mereka akan segera tiba!"


Setelah mendengar teriakan Ariane dan melihat keadaan yang tengah terjadi, seorang pria melangkah maju.

Pria itu memiliki telinga yang mirip dengan telinga Chiome, tetapi ukuran dan warnanya seperti telinga harimau atau macan tutul dan bukan kucing.

Meskipun ukurannya besar, pria itu dengan malu-malu mengangkat tangannya yang dibelenggu.

Ketika aku menebas rantai belenggunya, belenggu itu terputus tanpa perlawanan dan pria itu bisa dengan bebas menggerakkan tangannya lagi.


"Maaf. Kau di sini untuk menyelamatkan kami.”

"Ya."


Pria macan tutul itu sedikit berlinang air mata ketika aku berdentang sembari memotong rantai yang terhubung pada ikatan.


"Lekas potonglah rantai yang lainnya dengan ini!"


Ketika manusia macan tutul sekali lagi bisa bergerak bebas, Chiome muncul kembali dan menyerahkan kapak besar padanya.

Aku melihat ada darah menetes dari gagang kapaknya, mungkin itu senjata yang diambil dari salah satu penjaga yang mati. Ketika dia menerima kapak, lelaki macan tutul itu mulai memotong rantai saudara-saudaranya.

Namun, dia terlihat kesulitan karena tidak mungkin rantai besi dapat dengan mudah dipotong dengan kapak biasa.

Sedangkan bagiku, tidak mungkin senjata kelas mythical tidak bisa memotong rantai, lalu aku dengan cepat memotong mereka satu demi satu.

Segera sekelompok penjaga dengan armor mewah masuk dari pintu belakang.


“Jangan biarkan para budak dan para penyusup melarikan diri! Jika kau tidak bisa menangkap mereka, bunuh mereka!”


Kapten penjaga meneriakan perintah kepada para bawahannya saat mereka semua menghunuskan pedang mereka. Bayangan tiba-tiba bergerak mendekati kelompok itu dengan kecepatan lebih cepat daripada yang bisa diikuti mata.


『 Water Style: Water Wolf Fang!! 』


Chiome melakukan rapalan tangan yang mirip dengan manga ninja tertentu ketika dia menyerang penjaga, dan tiba-tiba tiga serigala air setinggi satu meter muncul di sekelilingnya dan dia memerintahkan mereka untuk menyerang penjaga.


Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 20


[ Volume 2 Chapter 20 SELESAI ]


Prev Chapter | Index | Next Chapter


Like Fanspage Facebook kami supaya tidak ketinggalan update!!
😌
» Anda baru saja membaca: Novel Gaikotsu Kishi-sama, Tadaima Isekai e Odekake-chuu Bahasa Indonesia Volume 2 Chapter 20

0 comments:

Post a Comment